Pengertian Manajemen Emosi Adalah: 12 Tips Tidak Mudah Marah

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Terkadang kita merasakan namanya emosi entah itu emosi positif ataupun negatif. Emosi negatif dapat berupa marah, tidak suka dan sebagainya sedangkan emosi positif seperti senang, senang antusias dan lainnya.

Akan tetapi jika kita tak bisa mengontrol emosi baik itu emosi positif ataupun negatif tentu tidaklah baik. Nah disitulah kita butuh nan namanya manajemen emosi.

Definisi Umum Manajemen Emosi

Tapi apa sebenarnya manajemen emosi itu? Dikutip dari friendship-uween.blogspot.co.id, pengertian manajemen emosi merupakan pengolahan emosi diri kita dalam menghadapi suatu masalah.

Pengolahan emosi sangatlah krusial bagi kita dalam menghadapi masalah, lantaran dalam menghadapi masalah kudu dengan emosi nan terkontrol sepenuhnya. Bila kita lihat kebanyakan orang tak bisa mengontrol emosi dalam memecahkan masalahnya.

Bila kita tak mengontrol emosi saat menyelesaikan masalah terkadang masalah tersebut bukannya selesai malah tambah runyam. Banyak literatur nan mengatakan bahwa mempunyai kepintaran intelektual tidaklah cukup, tapi kita perlu mengimbanginya dengan kepintaran emosional.

Artikel Lain :  Manajemen Apotek, Tips Memulai Membuka Apotek

Bila dilihat ada 2 perihal utama dalam dalam kepintaran emosional, ialah mengenali serta mengelola emosi. Dengan mengelola emosi nan baik kepintaran emosi dat memberikan sumbangsih terhadap kebahagian orang. Seorang mahir kepintaran emosi Goleman menceritakan kisah menarik.

Penn seorang mahasiswa nan cemerlang serta kreatif, memenuhi syarat nan telah diterapkan oleh Yale Universuty. Masalah nan dihadapi Penn adalah  ia berbangga akan keluarbiasaan dirinya. Karena itu, seperti kata seorang profesor, mahasiswa ini ”luar biasa sombong”.

Walaupun Penn sangat hebat, dia tidak disukai orang lain, terutama oleh orang nan kudu bekerja sama dengannya. Meskipun demikian, nilainya sungguh luar biasa dalam ujian tertulis. Setelah dia lulus, dia diincar oleh banyak perusahaan.

Artikel Lain : Manajemen Laba, Strategi dalam Akuntansi

Perusahaan bonafit dalam bagian mengenai menawarinya wawancara agar bekerja, dia merupakan orang terbaik jika dilihat dari resume. Akan tetapi lantaran keangkuhannya hanya satu perusahaan nan menawarinya pekerjaan untuk Penn. Itupun hanya perusahaan kelas dua.

Matt merupakan seorang mahasiswa Yale lain nan sejurusan dengan Penn, jika dilihat akademiknya tidak begitu gemilang. Akan tetapi dia pandai untuk berbaur sehingga disukai oleh orang nan bekerjasama dengannya.

Sesudah lulus, Matt diterima bekerja oleh tujuh dari delapan perusahaan nan mewawancarainya. Matt terus sukses dalam bidangnya, sementara Penn dipecat walaupun baru bekerja selama dua tahun bekerja diperusahaan nan pertama kali menerimanya.

Matt punya kepintaran emosi sedangkan Penn tidak ( Goleman, Warking, hal.22).

Bila kita mengambil hikmah dari cerita tersebut bahwasannya untuk mencapai kesuksesan bukan hanya memerlukan kepintaran intelektual saja, juga memerlukan manajemen emosi nan baik. Tapi bukan berfaedah kepintaran intelektual tidaklah penting.

Artikel Terkait : Cara Mengorganisasi Potensi Diri

Masalahnya adalah seberapa kita tergantung bakal kepintaran intelektual nan kita punya. Semakin kita hanya mengandalkan kepintaran intelektual saja serta mengabaikan kepintaran emosi maka dapat dipastikan kita bakal jauh dari kesuksesan.

Maka kita kudu memberikan porsi nan seimbang antara kepintaran intelektual dengan kepintaran emosi alias apalagi mengedepankan kepintaran emosi. Ini dikarenakan kepintaran emosi bakal memberi jalan kepada kesuksesan.

Keberhasilan seseorang bukan hanya aspek dari indeks prestasi (IP) apalagi predikat lulusan terbaik dari segi akademis. Tapi mereka nan punya pengendalian diri, motivasi diri, tak mudah emosi, sabar, inisiatif, bakal mempunyai kesempatan lebih besar untuk mencapai kesuksesan dan senang lebih mudah.

Artikel Terkait : 44 Ide Peluang Usaha Online Modal Kecil nan Bisa Dikerjakan dari Rumah

Ciri Orang nan Belum Mampu Mengontrol Emosi

Bila kita lihat banyak sekali orang nan belum dapat memanajemen emosi mereka. Terdapat beberapa karakter orang nan belum bisa mengendalikan emosinya.

  1. Berkata keras serta kasar kepda orang lain
  2. Marah serta meruasak peralatan disekitarnya
  3. Ringan tangan kepada orang lain
  4. Melakukan tindak kriminal
  5. Melarikan diri dengan memakai narkoba, minuman keras, pergaulan bebas dll.
  6. Menangis serta larut dalam kekesalan nan mendala, dan tetap banyak lagi cirinya

Tips Manajemen Emosi / Mengontrolnya

Terus gimana caranya agar bisa memanajemen emosi. Terdapat beberapa langkah untuk me-manage emosi kita, diantaranya:

1. Rasakan nan Orang Lain Rasakan

Ini seperti halnya empati. Bayangkan saja saat marah kepada orang lain, lampau bayangkan kita ada diposisi mereka nan dimarahi. Bagaimana rasanya? Tapi jika marah nan sifatnya mendidik tak masalah, nan menjadi masalah kalau sudah membabi buta tentu sakitnya tuh disini.

2. Tenangkan Hati di Tempat nan Nyaman

Saat kita marah alihkan perhatian kita pada sesuatu nan paling kita suka serta lupakan nan terjadi. Carilah tempat nan cocok untuk menenangkan diri. Bila emosi kita memuncak mungkin kita butuh refreshing untuk menyegarkan diri.

3. Mencari Kesibukan nan Disukai

Agar kita dapat meredakan emosi kita nan telah memuncak kita memerlukan suatu pengalihan untk kemarahan kita dengan melakukan sesuatu nan menyenangkan dan membikin kita melupakan kemarahan kita.

4. Curhat Kepada Orang Lain nan Dipercayai

Ceritakan segala sesuatu nan membebani pikiran kita, mungkin dengan bercerita kepda orang lain dapat meringankan dan mengurangi beban hati kita. Tapi ingat curhatlah kepada orang nan dipercayai agar curhatan kita tak menyebar kepada oarng nan tak diinginkan.

5. Mencari Penyebab dan Mencari Solusi

Setelah pikiran kita tenang, mulailah mencari sumber persoalan dan gimana untuk meneyelesaikannya. Untuk lebih memudahkan kita carilah bulpen dan secarik kertas, tulislah masalah kita beserta apa saja jalan keluarnya. Pilih jalan keluar terbaik untuk menyelesaikannya.

6. Ingin Menjadi Orang Baik

Bila kita sering nonton tv orang baik adalah orang nan saat marah tetap tenang, langsung ke pokok permasalahan, tidak menyakiti orang lain, serta mencari jalan terbaik. Setiap orang pastilah mau dipandang sebagai orang baik.

7. Cuek dan Melupakan Masalah nan Ada

Ketika kita marah dan kita sadar sedang marah cobalah bersikap masa tolol dengan semua kemarahan kita. Ubahlah kemarahan kita menjadi sesuatu nan krusial bagi kita alias dengan kata lain salurkan kemarahan kita dengan perihal nan positif.

Baca Juga : Tips Manajemen Waktu nan Efektif!

8. Berpikir Rasional Sebelum Bertindak

Sebelum kita marah kepada orang lain cobalah kita berfikir dua kali apakah masalah tersebut membikin kita layak untuk memarahi orang lain dengan emosi nan berlebihan.

Terkadang ada orang nan hanya beradu pandang dengan orang lain langsung memancing amarahnya dan menegur dengan langkah nan mengundang pertikaian. Padahal jika kita lihat itu hanyalah masalah sepele saja, Hindari membesar-besarkan masalah nan sepele.

9. Diversifikasi Tujuan, Cita-Cita dan Impian Hidup

Semakin banyak cita-cita dan angan kita maka kita bakal sibuk dengan urusan untuk meraihnya, tetapkan angan kita setinggi mungkin bakal tetapi tetap realistis untuk dicapai jika kita berusah keras.

Hal itu bakal membikin perihal nan sepele tidak bakal menjadi krusial lantaran kta sibuk untuk meraih angan kita. Mengikuti hawa nafsu hanya bakal membuang waktu kita nan banget berharga.

10. Kendalikan Emosi dan Jangan Mau Diperbudak Amarah

Orang nan mudah marah dan cukup membikin orang disekar kita merasa tak nyaman sudah tentu sangat tidak baik. Hal itu mengakibatkan kehidupan sosialnya bakal buruk. Ikrarkan pada diri kita agar tak mudah marah.

Cuek saja terhadap sesuatu nan tak penting. Anggaplah kemarahan nan tak terkendali adalah musuh terbesar bagi kita jika perlu kita minta support untuk mengatasinya.

11. Jangan Membalas Api dengan Api

Untuk meredam kemarahan dari orang lain kita tak perlu menggunakan emosi, perihal ini dimaksudkan agar permasalah tidak menjadi semakin rumit. Kita hanya perlu mendengarkan apa nan mau disampaikan dan jangan banyak merespon.

Tenang, jangan banyak hiraukan dan masukkan kedalam hati kita apa nan dikatakan orang marah. Kita hanya perlu mengambil intinya saja, sisanya kita buang agar kita tidak ikut emosi alias menambah beban pikiran kita.

12. Segera Meminta Maaf Dengan Cara nan Baik

Bila marahnya akibat perbuatan kita maka jika bukan kesalah kita jelaskan kepadanya dengan baik. Tapi jika itu memang kesalahan kita segeralah kita meminta maaf dan selesaikan dengan baik penuh dengan kesabran an ketenangan dalam mengatasi samua kemarahannya.

Demikian penjelasan tentang manajemen emosi, semoga kita dapat mengambil pelajarannya sehingga kita mengendalikan emosi kita. Karena emosi hanya membuang tenaga serta waktu kita saja. Sekian dan terima kasih sampai bertemu di tulisan selanjutnya

Post Views: 5,204

Selengkapnya
Sumber Bisnis dan Manajemen
Bisnis dan Manajemen