Penghasilan Juru Parkir Liar, Apakah Halal Atau Tidak Dan Apa Solusinya? 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Baru-baru ini jadi perbincangan di jagat maya mengenai kejadian maraknya ahli parkir yang dianggap meresahkan. Biasanya mereka nan meresahkan adalah nan meminta duit parkir dengan langkah memaksa dan tidak santun, hasilnya ada pengguna nan merasa terganggu, tapi ada juga pengguna nan menanggapinya biasa saja.

Menanggapi kejadian tersebut, Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Persatuan Islam (Persis) DKI Jakarta, Ustaz Ahmad Zuhdi mengatakan, dari sekian banyak keperluan nan dibutuhkan manusia, kebutuhan mendasar nan diperlukan adalah makan. Selaku Pencipta, Allah telah menyediakan beragam sumber daya untuk kebutuhan manusia, baik nan ada di darat maupun laut. 

"Bahkan ayat tentang perintah makan dalam Alquran lebih banyak dibandingkan perintah sholat. Kurang lebih sekitar 26 kali ayat tentang perintah makan, sementara ayat perintah sholat hanya 16 kali," kata Ustaz Zuhdi kepada Republika, Kamis (9/5/2024).

Ustaz Zuhdi menerangkan, perihal ini tentu saja bukan berfaedah kudu lebih banyak makan daripada sholat. Sebab ayat tentang perintah makan selalu diiringi dengan tambahan, seperti makanlah dan bersyukurlah, makanlah nan legal dan thayyib, makanlah dan jangan berlebih-lebihan, dan seterusnya. 

"Ini menunjukkan bahwa proses untuk mendapatkan makanan, kemudian pada saat makan, dan setelah makan ada rambu-rambu dan etika nan telah ditetapkan Allah SWT," ujar Ustaz Zuhdi.

Ia menjelaskan, misalnya dalam surat An-Nisa Ayat 29 Allah melarang menyantap sesuatu nan didapatkan dari upaya bathil.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا 

Wahai orang-orang nan beriman, janganlah Anda menyantap kekayaan sesamamu dengan langkah nan batil (tidak benar), selain berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah Anda membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS An-Nisa Ayat 29)

Ustaz Zuhdi mengatakan, dari ayat tersebut, setidaknya ada dua makna nan dapat diambil. Pertama, dilarang menyantap dari upaya nan diperoleh secara batil. Batil di sini seperti merampas, mencuri, termasuk pemalakan secara kasar maupun halus. 

"Kedua, kudu saling ridha alias suka sama suka. Tentu ketika kekayaan tersebut diperoleh dengan langkah memaksa dan salah satunya tidak tulus alias tidak ridha, maka haram untuk memakannya," jelas Ustaz Zuhdi.

Ustaz Zuhdi menjelaskan, satu kejadian nan sedang ramai di masyarakat adalah maraknya ahli parkir nan meresahkan penjual, pengusaha, pembeli, dan konsumen. Bahkan terkadang memperlakukan konsumen alias pembeli secara kasar. Tentu saja jelas perihal ini terlarang, baik secara norma kepercayaan maupun norma positif nan bertindak di masyarakat. 

Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam