Jakarta -
Berhubungan intim setelah melahirkan merupakan fase krusial dalam kehidupan pasangan suami istri. Namun, tidak sedikit ibu yang justru merasakan nyeri saat berasosiasi intim setelah melahirkan. Kondisi ini sering membikin banyak wanita merasa khawatir, apalagi enggan kembali melakukan hubungan seksual setelah persalinan. Lantas apa penyebab nyeri saat berasosiasi intim setelah melahirkan dan bagaimana cara mengatasinya? Simak yuk Bunda, ulasannya.
Mengutip laman Strongcoremama.com, banyak wanita mengira bahwa rasa sakit saat berasosiasi intim setelah melahirkan adalah perihal yang normal dan bakal lenyap dengan sendirinya. Padahal, meskipun ketidaknyamanan ringan bisa terjadi pada awal masa pemulihan, nyeri yang berjalan lama sebenarnya bukanlah kondisi yang normal dan bisa diatasi.
Nyeri saat berasosiasi intim setelah melahirkan
Nyeri saat berasosiasi intim setelah melahirkan sebenarnya cukup sering terjadi. Penelitian menunjukkan bahwa nyeri seksual pasca persalinan dialami oleh:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Hingga 62 persen wanita pada 3 bulan setelah melahirkan
- Sekitar 45 persen pada 6 bulan setelah melahirkan
- Bahkan tetap dialami oleh 32 persen wanita pada 12–18 bulan setelah melahirkan
Sayangnya, sekitar 85 persen wanita tidak pernah membicarakan masalah ini dengan tenaga kesehatan. Banyak yang memilih menahan rasa sakit alias berambisi kondisi tersebut membaik dengan sendirinya.
Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, nyeri saat berasosiasi intim setelah melahirkan bisa berakibat pada hubungan dengan pasangan, kesehatan mental ibu, rasa percaya diri ibu sampai keselarasan rumah tangga.
Sampai kapan nyeri saat berasosiasi setelah melahirkan berlangsung?
Sebenarnya tidak ada pemisah waktu pasti kapan seseorang siap kembali berasosiasi intim setelah melahirkan. Setiap wanita mempunyai proses pemulihan yang berbeda.
Organisasi kesehatan seperti American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) sekarang juga menyarankan ibu untuk melakukan beberapa pemeriksaan pasca persalinan guna memastikan tubuh siap kembali melakukan kegiatan normal, termasuk hubungan seksual.
Artinya, patokan lama yang menyebut hubungan intim boleh dilakukan setelah 6 minggu melahirkan tidak selalu bertindak untuk semua orang. Jika Anda belum siap berasosiasi pada 6 minggu, 3 bulan, alias apalagi lebih lama, itu adalah perihal yang wajar.
Namun jika sudah mencoba berasosiasi intim setelah melahirkan tetapi tetap terasa sakit, sebaiknya kondisi ini diperiksa lebih lanjut ya, Bunda.
Penyebab nyeri saat berasosiasi intim setelah melahirkan
Mengutip laman Momentoftruthpt.com, ada beberapa penyebab umum kenapa berasosiasi intim setelah melahirkan bisa terasa menyakitkan.
1. Episiotomi
Episiotomi adalah sayatan yang dibuat master pada jaringan antara memek dan anus (perineum) saat proses persalinan. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk:
- Mencegah robekan memek yang lebih besar
- Membantu proses persalinan darurat
- Mengatasi bahu bayi yang tersangkut
- Membantu persalinan dengan perangkat seperti vakum alias forceps
Meskipun jahitan episiotomi biasanya dapat sembuh dengan sendirinya, proses pemulihan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman saat berasosiasi intim setelah melahirkan. Dalam beberapa kasus, jahitan apalagi dapat terbuka kembali ketika hubungan intim dilakukan terlalu sigap sehingga menimbulkan nyeri alias perdarahan.
2. Prolaps organ panggul
Prolaps adalah kondisi ketika organ di area panggul seperti kandung kemih, saluran vagina, alias jaringan rektum posisinya sedikit lebih turun dari seharusnya.
Setelah melahirkan, sebagian besar wanita mengalami prolaps ringan hingga sekitar 6 minggu pasca persalinan. Jika jaringan memek alias rektum menonjol ke dalam saluran vagina, kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman alias nyeri saat berasosiasi intim setelah melahirkan.
Jika Bunda menduga bahwa nyeri saat berasosiasi setelah melahirkan yang Anda alami disebabkan oleh prolaps, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk menjalani terapi bentuk dasar panggul (pelvic floor physical therapy) guna membantu mengatasi masalah tersebut.
3. Proses pengobatan jaringan tubuh
Selama kehamilan, tubuh mengalami beragam perubahan seperti peningkatan aliran darah, kenaikan berat badan, serta pertumbuhan bayi yang semuanya memberi tekanan pada jaringan tubuh.
Kemudian saat proses persalinan, dorongan saat mengejan juga menambah tekanan pada jaringan tersebut. Setelah bayi lahir, rahim mempunyai luka yang cukup besar (sekitar seukuran piring) akibat lepasnya plasenta.
Walaupun sering disebut bahwa pemulihan terjadi dalam 6 minggu, kenyataannya proses pengobatan jaringan bisa menyantap waktu 3 bulan alias apalagi lebih lama. Karena itu, jika Bunda merasakan nyeri saat berasosiasi intim setelah melahirkan, bisa jadi tubuh tetap memerlukan waktu untuk pulih sepenuhnya.
4. Kekeringan vagina
Kekeringan memek sangat umum terjadi setelah melahirkan dan menjadi salah satu penyebab utama nyeri saat berasosiasi setelah persalinan. Kekeringan memek setelah melahirkan biasanya terjadi lantaran kadar hormon estrogen yang rendah, terutama pada ibu yang sedang menyusui.
Namun, baik Bunda menyusui maupun tidak, kondisi ini tetap dapat terjadi akibat perubahan hormon. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan pelumas saat berasosiasi intim hingga sekitar enam bulan setelah melahirkan.
Cara mengatasi nyeri saat berasosiasi setelah melahirkan
Kabar baiknya, nyeri saat berasosiasi intim setelah melahirkan dapat diatasi dengan beberapa langkah berikut.
1. Istirahat
Terkadang, yang dibutuhkan tubuh hanyalah waktu untuk beristirahat dan pulih agar nyeri setelah melahirkan bisa berkurang. Salah satu perihal terpenting adalah mendengarkan kondisi tubuh. Selama masa pemulihan, cobalah untuk tidak terlalu banyak berdiri alias beraktivitas berat. Beristirahat lebih banyak dapat membantu melancarkan aliran darah dan mempercepat proses pemulihan secara sehat.
2. Berendam air hangat (sitz bath)
Jika Bunda menjalani episiotomi alias mendapatkan jahitan setelah persalinan normal, “padsicle” (pembalut yang dibekukan dan diberi witch hazel, minyak esensial lavender, serta lidah buaya) dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman.
Namun, jika Bunda tidak mempunyai padsicle, berendam dengan sitz bath alias duduk berendam di air hangat juga bisa memberikan pengaruh menenangkan sekaligus membantu mempercepat proses penyembuhan.
3. Pelumas (lubrication)
Penggunaan pelumas sangat membantu mengatasi kekeringan memek saat berasosiasi setelah melahirkan hingga sekitar enam bulan pasca persalinan. Dengan menggunakan pelumas, hubungan intim dapat terasa jauh lebih nyaman dan tidak terlalu menyakitkan.
Disarankan menggunakan pelumas berbahan dasar air (water-based) dibandingkan pelumas berbahan dasar minyak, lantaran minyak dapat merusak kondom berbahan lateks.
4. Terapi fisik
Terapi bentuk dasar panggul (pelvic floor physical therapy) merupakan salah satu langkah terbaik untuk mengatasi nyeri saat berasosiasi setelah melahirkan terutama jika Bunda mengalami peradangan jaringan alias prolaps.
Pertama, terapi ini dapat membantu memberikan pemahaman dan rasa percaya diri mengenai proses pemulihan tubuh. Terapis juga dapat memberikan tips untuk membantu memperkuat tubuh secepat mungkin. Kedua, terapi manual dapat membantu mengurangi peradangan, mengatasi kekakuan jaringan, memperbaiki ketidakseimbangan pada tubuh, dan beragam faedah lainnya.
Secara keseluruhan, terapi bentuk dasar panggul dapat membantu Bunda merasa lebih percaya diri dengan kondisi tubuh setelah melahirkan, sehingga hubungan intim setelah persalinan dapat kembali terasa nyaman tanpa rasa nyeri.
Kesimpulan dari ulasan di atas nyeri saat berasosiasi intim setelah melahirkan adalah kondisi yang cukup umum dialami oleh ibu baru. Meski sedikit ketidaknyamanan pada awalnya bisa terjadi, rasa sakit yang berjalan lama sebaiknya tidak dianggap normal. Sebaiknya Bunda periksa ke master jika rasa sakit berjalan lama.
Semoga informasinya berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·