Perangai 'unik' Arab Badui Dan Cara Bijak Rasulullah Merespons

Jan 14, 2026 02:32 PM - 4 bulan yang lalu 124356

Kincai Media , JAKARTA -- Pada suatu ketika, Nabi Muhammad SAW dan sejumlah sahabat sedang berada di dalam Masjid Nabawi. Tiba-tiba, seorang Arab badui datang dan mengucapkan salam dengan nada tinggi.

Belum selesai salam itu dijawab oleh seisi masjid, dengan santainya laki-laki badui ini melangkah masuk. Ia kemudian duduk di dekat Nabi SAW dan bermohon dengan bunyi yang sangat keras, “Ya Allah, ampunilah saya dan Muhammad! Janganlah Engkau mengampuni seorang pun selain kami berdua!”

Mendengar itu, Rasulullah SAW tertawa. “Sungguh, engkau telah menghalangi banyak orang,” ujar beliau kepada orang badui ini. Maksudnya, beliau hendak menyampaikan, janganlah bermohon kebaikan untuk segelintir orang saja, apalagi angan itu diucapkan dengan bunyi keras.

Tidak berakhir di situ. Setelah menyalami Nabi SAW dan beberapa sahabat di dekat beliau, laki-laki badui tersebut bangkit dan melangkah menuju sebuah perspektif Masjid Nabawi. Tiba-tiba, dia mengeluarkan “barangnya” dan melakukan buang air mini pada tembok masjid itu.

Seketika, seluruh sahabat Nabi yang menyaksikannya merasa marah. Mereka pun hendak menyergap orang badui ini. Namun, dengan sigap Rasulullah SAW memberikan isyarat kepada mereka agar tetap pada tempat masing-masing.

Kemudian, beliau sendiri yang menghampiri laki-laki badui itu dan berbicara kepadanya, “Sesungguhnya masjid ini tidak untuk buang air mini di dalamnya. Masjid ini dibangun untuk orang-orang berzikir kepada Allah dan shalat.”

Nabi SAW lampau memerintahkan seseorang untuk menyiramkan air pada tembok jejak air pipis itu. Maka pulanglah orang badui tersebut ke rumahnya dengan aman, sembari “membawa” nasihat berbobot dari Rasulullah SAW tentang pentingnya kebersihan.

Di lain kesempatan, beliau apalagi pernah menjadi korban dari perilaku orang badui yang “kasar.” Suatu hari, Nabi SAW sedang melangkah berbareng Anas bin Malik. Langkah kaki mereka terhenti lantaran mendengar bunyi orang memanggil dari arah belakang.

Saat sedang menoleh ke arah sumber suara, Anas sangat terkejut. Ia memandang seorang Arab badui tiba-tiba menarik dengan keras selendang yang sedang dipakai Rasulullah SAW.

“Aku memandang leher Rasulullah SAW tercekik. Selendang itu membekas pada lehernya lantaran tarikan yang keras oleh laki-laki ini,” kata Anas menuturkan kisahnya.

Nabi SAW tidak marah. Malahan, beliau tersenyum ke arah laki-laki tersebut.

“Ya Rasulullah, berikanlah kepadaku kekayaan Allah yang ada padamu ini!” kata si Arab badui sembari tetap menarik paksa selendang Nabi SAW.

Beliau kemudian membuka lilitan selendang itu, dan memberikan barang tersebut kepadanya. 

Selengkapnya