Perayaan Hari Kartini; Refleksi Kemuliaan Perempuan Dalam Islam

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Belum lama ini kita telah memperingati Hari Kartini. Peringatan kelahiran sosok pahlawan emansipasi wanita Indonesia. Yakni Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat wanita muslim nan berjasa dalam memperjuangkan kesetaraan hak-hak wanita Indonesia. Perayaan Hari Kartini tepatnya tanggal 21 April 2024 hari Minggu lalu.

Sebagaimana dalam sejaran jaman dulu martabat wanita cukup direndahkan, berbeda dengan lelaki, mereka kesulitan untuk memperoleh hak-haknya seperti sak bunyi alias berpendapat, kewenangan atas pendidikan, organisasi, dan lain sebagainya.

Fenomena ini sebenarnya juga ada sejak era pra-Islam di kalangan masyarakat Arab Jahiliyah nan sangat memandang rendah kaum wanita. Mereka dianggap seperti sebuah barang. Tentunya kita juga sering kali mendengarkan kisah pada masyarakat Arab Jahiliyah pra-Islam nan sangat membenci anak-anak perempuan. Bahkan, mereka tega mengubur hidup-hidup anak-anak perempuannya lantaran dianggap aib. 

Bikin merinding bukan? Namun lain halnya dalam Islam wanita sangatlah dimuliakan, apalagi terus mendapatkan penghargaan dihargai, dihormati, dilindungi semenjak pertama kali dia terlahir ke bumi. Sebagaimana berikut beberapa kemuliaan wanita dalam Islam

1. Kemuliaan Wanita dalam Islam Sebagai Anak

Allâh Azza wa Jalla berfirman dalam hubungannya dengan keistimewaan mempunyai anak wanita dalam islam: Dan andaikan seseorang dari mereka diberi berita dengan (kelahiran) anak wanita, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak. 

Disebabkan buruknya buletin nan disampaikan kepadanya. Apakah dia bakal memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah bakal menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa nan mereka tetapkan itu [Surah An-Nahl/16:58-59]

2. Diharamkan Durhaka Kepada Ibu

Sesungguhnya Allâh telah mengharamkan bagi kalian perbuatan durhaka kepada para ibu dan dosa kepada ibu merupakan dosa paling berat dalam islam, menahan kewenangan (yang kudu ditunaikan) dan selalu meminta sesuatu (yang bukan haknya), serta perbuatan mengubur bayi wanita hidup-hidup [HR al-Bukhâri, no. 5975 dan Muslim, no. 593].

3. Islam Menyelamatkan Wanita dari Kebiasaan Buruk Orang Jahiliyah

Ibnu Hajar rahimahullah menyebut bahwa orang-orang jahiliyah menguburkan anak anak dan tidak menghiraukan kemuliaan wanita dalam islam dengan dua model dan melanggar ayat ayat Al Qur’an tentang kewenangan anak: 

Pertama: Mereka menyuruh istri mereka sebelum proses kelahiran untuk berada di dekat lubang. Apabila nan dilahirkan bayi laki-laki, maka bayi tersebut diambil dan diasuh.

Namun, andaikan nan terlahir wanita, maka mereka langsung dimasukkan ke dalam lubang dan dikubur.

Kedua: Sebagian mereka, andaikan anak wanitanya sudah berumur enam tahun, sang ibu disuruh untuk menghiasinya dengan argumen bakal dibawa kunjungan ke karib kerabatnya. Kemudian dia dibawa ke tengah padang pasir hingga sampai pada sebuah sumur, lantas dia disuruh memandang kedalam sumur tersebut. Saat dia memandang ke dalam, dia didorong ke dalamnya kemudian ditimbun.[Fathul Bâri ( 10/421)]

4. Wanita Bisa Mendapat Pahala Luar Biasa dari Hamil dan Memiliki Anak

Kepunyaan Allâh-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa nan Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak wanita kepada siapa nan Dia kehendaki dan memberikan anak-anak laki-laki kepada siapa nan Dia kehendaki, alias Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan wanita (kepada siapa) nan dikehendakiNya, dan Dia menjadikan mandul siapa nan Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. [Surah As-Syûra/42:49-50]

5. Orang Tua Masuk Surga lantaran Memelihara Anak Wanitanya dengan Baik

Barangsiapa mempunyai anak wanita dan dia tidak menguburnya hidup-hidup, tidak pula dia hinakan, dan tidak lebih mengutamakan anak laki-laki darinya, maka Allâh bakal memasukkannya kedalam surga [Musnad Imam Ahmad ( 1/223)].

6. Memelihara Anak Wanita Menjauhkan dari Api Neraka

Barangsiapa mempunyai tiga anak wanita, dan dia bersabar atas mereka, serta memberikan mereka busana sesuai kemampuannya, maka Allâh bakal menjadikan mereka sebagai hijab (penghalang) baginya dari api neraka pada hari Kiamat [Sunan Ibnu Mâjah, no. 3669]

“Barangsiapa mengasuh dua anak wanita sampai mereka mencapai usia baligh, maka dia bakal datang pada hari hariakhir bersamaku seperti dua ini” Beliau menyatukan dua anak jarinya. [Shahîh Muslim, no. 2631]. 

Demikian semoga bermanfaat.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah