Perbedaan Deployment Dan Development Yang Perlu Anda Ketahui

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Deployment (penyebaran) dan development (pengembangan) adalah dua konsep kunci dalam membangun suatu situs web alias perangkat lunak. Meskipun sering digunakan secara bersamaan, keduanya rupanya mempunyai perbedaan mendasar nan perlu dipahami.

Proses deploy alias penyebaran sangat krusial untuk diketahui, karena ini berangkaian erat dengan siklus pengembangan website, perangkat lunak, alias proyek teknologi lainnya secara keseluruhan.

Mengenal Apa itu Deployment Website

Pada dasarnya, proses deploy adalah suatu tahap akhir dari siklus pengembangan perangkat lunak, di mana website nan telah dibangun bakal dipindahkan ke server atau prasarana cloud yang dapat diakses oleh pengguna akhir

Jadi, pada tahap ini, situs web nan telah dibuat, diuji, dan disetujui bakal dipindahkan ke lingkungan produksi untuk digunakan secara aktif oleh pengguna.

Proses ini dilakukan di lingkungan deploy, ialah tempat di mana perangkat lunak alias aplikasi bakal diimplementasikan dan dijalankan untuk digunakan oleh pengguna akhir. Berikut adalah beberapa jenis lingkungan deploy nan umum digunakan:

  • Server

Proses deploy menggunakan server sebagai tempat penyimpanan dan operasional perangkat lunak alias aplikasi. Ini bisa berupa server lokal nan berada di instansi perusahaan (on-premise) alias server nan berada di cloud.

  • Desktop

Selanjutnya, komputer desktop juga bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan dan pengoperasian perangkat lunak alias aplikasi. Desktop ini bisa berupa komputer pribadi ataupun komputer kantor.

  • Mobile

Perangkat mobile yang dimaksud bisa berupa smartphone atau tablet. Aplikasi nan dikembangkan bakal dijalankan di lingkungan mobile ini, termasuk untuk platform Android, iOS, Windows Phone, dan lain sebagainya.

  • Website

Berikutnya adalah browser website. Dalam konteks ini, web digunakan sebagai tempat penyimpanan dan pengoperasian perangkat lunak alias aplikasi. Lingkungan web ini bisa berupa website tetap alias dinamis, tergantung pada kebutuhan.

Dengan ini, Anda dapat mengoptimalkan keahlian dan efektivitas website nan dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengguna maupun bisnis. Berikut ini beberapa tujuan utama beserta fungsi/manfaatnya:

  • Meningkatkan Efisiensi

Melalui proses ini, perusahaan dapat mengoptimalkan waktu dan sumber daya nan tersedia untuk mengurangi akibat kesalahan sekaligus meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

  • Mengurangi Downtime

Proses deploy nan lancar bakal membantu mengurangi waktu tidak aktif atau  downtime. Hal ini memastikan bahwa software atau aplikasi dapat selalu tersedia untuk digunakan oleh pengguna.

  • Meningkatkan Kepuasan Pengguna

Karena software dapat berfaedah dengan baik dan kondusif di lingkungan produksi, maka pengalaman pengguna dapat meningkat. Ini juga bakal meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengguna terhadap produk alias jasa nan disediakan.

  • Mendorong Inovasi

Selanjutnya, proses deploy memungkinkan perusahaan untuk meluncurkan fitur ataupun perbaikan baru dengan cepat, agar tetap kompetitif di tengah pasar nan terus berubah.

  • Meningkatkan Kontrol dan Visibilitas

Jika dilakukan dengan benar, tahap ini bisa membantu memberikan info tentang performa dan stabilitas suatu software atau aplikasi, sehingga meningkatkan kontrol dan visibilitas atas lingkungan produksi.

  • Mengurangi Risiko Kesalahan

Terakhir, rangkaian uji intensif selama proses deploy bisa mengurangi akibat error serta memastikan perangkat lunak bebas dari bug atau masalah teknis lain. Anda juga bisa membaca tentang 6 Cara Mudah Temukan dan Atasi Bug di Website.

Perbedaan Deployment dan Development

Agar tidak salah menerapkan, selanjutnya Anda perlu memahami apa perbedaan antara proses deploy dan development.

Seperti dijelaskan di awal, deploy (penyebaran) adalah tahap akhir di siklus pengembangan perangkat lunak, di mana aplikasi, software, alias website nan telah dibuat bakal dipindahkan alias ‘disebar’ ke lingkungan produksi untuk digunakan end user (pengguna akhir).

Jadi, ini adalah momen di mana produk perangkat lunak tersebut sudah siap untuk digunakan oleh pengguna akhir.

Di sisi lain, development (pengembangan) merujuk pada seluruh proses pembuatan dan pengembangan aplikasi alias software tersebut. Ini umumnya melibatkan langkah-langkah teknis seperti perencanaan, desain, coding, hingga pengujian.

Jadi, secara konseptual, deploy adalah proses penyebaran produk nan telah dibuat melalui proses development. Adapun info lebih lanjut mengenai development pada website bisa Anda baca di Website Development: Unsur Penting dan Cara Kerjanya.

Namun dalam konteks pengembangan perangkat lunak, kedua konsep ini saling melengkapi satu sama lain.

Tanpa pengembangan nan baik, tidak bakal ada produk nan bisa didistribusikan. Dan tanpa penyebaran nan efektif, produk perangkat lunak tersebut tidak bakal bisa sampai ke tangan pengguna akhir dengan baik.

Jenis-jenis Deployment

Proses penyebaran alias deploy dalam pengembangan perangkat lunak mempunyai beragam metode nan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kompleksitas proyek. Berikut adalah beberapa jenis nan umum digunakan:

  • Metadata Deployment

Ini merupakan salah satu jenis metode deploy nan krusial dalam konteks pengembangan perangkat lunak.

Prosesnya melibatkan penyebaran info ataupun info tertentu nan mendeskripsikan struktur dan sifat dari konten serta aset lainnya dalam suatu aplikasi alias sistem.

Dalam jenis metode ini, informasi-informasi mengenai metadata seperti struktur database, skrip, konfigurasi sistem, dan elemen-elemen lainnya nan mendukung fungsionalitas aplikasi disebarkan ke lingkungan produksi.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua aset nan dibutuhkan telah diatur dengan betul dan siap digunakan oleh pengguna akhir.

Tanpa adanya penyebaran metadata, suatu perangkat lunak, aplikasi, alias website mungkin bakal mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsinya dengan baik di lingkungan produksi.

  • Content Deployment

Sederhananya, ini merupakan salah satu jenis metode deploy nan mempunyai peran krusial dalam menyebarkan konten alias materi aktual kepada pengguna akhir.

Dalam proses ini, konten nan dapat berupa laman website, gambar, video, dokumen, aplikasi, alias jenis lainnya bakal dipindahkan ke lingkungan produksi agar siap digunakan oleh pengguna.

Namun saat melakukannya, ada beberapa perihal nan perlu diperhatikan secara detail. Pertama, Anda perlu memastikan bahwa konten nan bakal di-deploy telah disiapkan dengan baik, termasuk kesesuaian dengan kebutuhan dan angan pengguna.

Setelah itu, konten juga kudu diuji secara menyeluruh untuk memastikan kualitasnya sebelum dipindahkan ke lingkungan produksi.

Dengan menyediakan konten nan relevan, bermanfaat, dan berkualitas, penerapan metode ini dapat membantu mengoptimalkan pengalaman pengguna.

Contoh Penerapan Deployment

Lalu, apa saja contoh penerapan proses deploy alias penyebaran dalam siklus pengembangan perangkat lunak? Untuk memahami lebih lanjut, berikut ini adalah beberapa contohnya nan umum ditemui:

  • Update Aplikasi

Salah satu contoh paling umum dari deploy terjadi ketika sebuah aplikasi memperoleh pembaruan alias update.

Misalnya, ketika sebuah aplikasi di platform mobile mengalami pembaruan, proses deploy diperlukan untuk menggantikan aplikasi jenis lama dengan nan baru di lingkungan produksi.

  • Penyebaran Website

Ketika sebuah website baru saja dibuat alias sebuah website lama telah didesain ulang, proses deploy diperlukan untuk memindahkan web tersebut dari lingkungan pengembangan ke server produksi.

Proses ini krusial untuk memastikan website tersebut dapat diakses serta siap digunakan oleh pengguna internet secara luas.

  • Peluncuran Aplikasi Mobile

Terakhir, metode deploy juga diterapkan saat sebuah aplikasi mobile baru sudah selesai dikembangkan dan siap diluncurkan ke publik.

Proses deploy ini dibutuhkan untuk memindahkan suatu aplikasi dari lingkungan pengembangan ke toko aplikasi seperti Apple App Store alias Google Play Store, sehingga pengguna akhir dapat mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut.

Jika memerlukan jasa komplit untuk pembuatan dan pengembangan website, termasuk deployment, Anda bisa hubungi kami untuk menggunakan Layanan Website Development ahli dari Dreambox.

Selengkapnya
Sumber Dreambox
Dreambox