Bertepatan dengan World Sight Day 2026, Gerakan Matahati berbareng JEC Eye Hospitals and Clinics, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia memulai rangkaian operasi katarak untuk 101 pasien. Jumlah ini merepresentasikan ulang tahun ke 101 Bapak Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati
Seremoni kick-off dilakukan di RS Mata JEC @ Kedoya, 8 Oktober 2026. Operasi katarak terhadap 101 pasien akan dilakukan di seluruh jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics sepanjang Oktober hingga Desember 2026. Program ini turut mendukung sasaran Gerakan Matahati untuk menghadirkan 1.010 operasi katarak cuma-cuma bagi penduduk hingga akhir tahun.
Katarak, Penyebab Kebutaan Terbesar
Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 600-650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Katarak juga menjadi penyebab utama kebutaan pada penduduk usia di atas 50 tahun, dengan proporsi 81,2%.
Secara global, World Health Organization (WHO) mengestimasi katarak memengaruhi lebih dari 94 juta orang, sementara hampir separuh orang dengan kebutaan mengenai katarak statis membutuhkan akses operasi. Di Indonesia, kebutuhan terhadap jasa kesehatan mata juga meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia, yang mencapai 11,97% pada 2025.
Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, menjelaskan, “Katarak dapat berakibat besar pada kemandirian seseorang karena penglihatan sangat menentukan aktivitas sehari-hari. Karena itu, akses terhadap penanganan yang tepat perlu semakin dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Selain memastikan aksi medis berjalan dengan baik, program ini juga membawa pesan yang lebih luas tentang pentingnya menjaga kesehatan mata. Dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), Kepala Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ) sekaligus Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics, menekankan pentingnya penduduk mengenali fluktuasi pada penglihatan dan berbuat pengecekan sejak mulai muncul keluhan.
“Perubahan penglihatan sering dianggap sebagai bagiankecil biasa dari pertambahan usia, padahal penyebabnya perlu dipastikan melalui pengecekan mata. Pemeriksaan yang dilakukan lebih mula membantu tabib menentukan penanganan yang sesuai. Karena itu, kami mengharapkan program ini tidak cuma membantu pasien yang menjalani operasi, tetapi juga mendorong penduduk untuk memeriksakan mata ketika mulai mengalami keluhan,” ujar Dr. Sharita.
Akses operasi katarak terus diperluas
Menurut dr. Tjahjono, jaringan JEC Group di beragam daerah Indonesia, berupaya menghadirkan jasa katarak dengan standar internasional yang konsisten di setiap cabang. “Komitmen untuk memperluas akses tersebut juga kami wujudkan melalui program sosial, dengan lebih dari 40.000 operasi katarak tanpa biaya yang telah dilakukan JEC Group bagi penduduk yang membutuhkan hingga saat ini,” ujar Prof. Tjahjono.
Wandi S. Brata, Ketua Pelaksana Matahati menambahkan, “Sejak 2008, Matahati menghimpun sokongan beragam pihak untuk membuka akses operasi katarak bagi penduduk yang membutuhkan. Hingga kini, kami telah membantu memfasilitasi 27.500 operasi katarak tanpa biaya. Program ini melanjutkan perjalanan tersebut sekaligus menjadi penghormatan atas 101 tahun Bapak Pandji Wisaksana. Bagi kami, semangat yang beliau rintis akan terus berarti selama dapat diteruskan menjadi khasiat nyata bagi masyarakat.”
World Sight Day 2026 mengusung semangat “Love Your Eyes” menjadi momentum untuk balik mengingatkan penduduk tentang pentingnya menjaga kesehatan mata, mengenali fluktuasi penglihatan, dan berbuat pengecekan ketika mulai muncul keluhan. Semangat tersebut sejalan dengan program ini yang tidak cuma menghadirkan akses operasi, tetapi juga mendorong kesadaran terhadap pentingnya penanganan yang tepat.