Peristiwa Nabi Yunus Dikeluarkan Dari Perut Ikan Tepat Di Bulan Dzulhijah

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Terdapat peristiwa krusial nan terjadi pada bualn Dzulhijah, ialah peristiwa Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan setelah terjebak di dalam perut ikan tersebut. Berikut kisah Nabi Yunus dan juga angan nan dia panjatkan sehingga dia bisa keluar dari perut ikan tersebut nan juga tercantum di dalam Alquran.

Pada tanggal 2 Dzulhijjah Allah SWT mengabulkan angan itu dan mengembalikan Nabi Yunus ke daratan. Nabi Yunus dimakan ikan besar setelah meninggalkan kaumnya nan menolak dakwah-Nya. Saat Nabi Yunus di dalam perut ikan tersebut, Nabi Yunus mengucapkan angan nan tertulis dalam Alquran. 

Seperti nan tertulis pada surat Al Anbiya ayat 87 nan berbunyi,

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

Arab Latin : Wa żan-nūni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna allan naqdira ‘alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti allā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn(a).

Artinya : “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lampau dia menyangka bahwa Kami tidak bakal menyulitkannya. Maka, dia bermohon dalam kegelapan nan berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya saya termasuk orang-orang zalim.”

Setelah Nabi Yunus berdoa, akhirnya Allah SWT memerintahkan ikan tersebut untuk mengeluarkan Nabi Yunus ke sebuah daratan nan kering dan juga tandus. Ditempat tersebut juga akhirnya Nabi Yunus berjumpa kembali dengan kaum nan telah bertaubat nan sebelumnya menolak aliran Nabi Yunus. Seperti nan tertulis pada surat As Saffat ayat 139 – 148 nan berbunyi,

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ

فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

فَلَوْلا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ

لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ

وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ

وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ

فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ

Artinya: "Sesungguhnya Yunus betul-betul salah seorang rasul, (ingatlah) ketika dia lari (meninggalkan kewajiban) ke kapal nan penuh muatan. Kemudian dia ikut berundi, lampau dia termasuk orang-orang nan kalah dalam undian. Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka jika sekiranya dia tidak termasuk orang-orang nan banyak mengingat Allah, niscaya dia bakal tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke wilayah nan tandus, sedangkan dia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang alias lebih. Lalu mereka beriman, lantaran itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu nan tertentu." 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam