Perjanjian Aqabah, Menyatukan Suku Aus Dan Khazraj Bertepatan Pada Bulan Dzulhijah

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Pada bulan Dzulhijah terdapat beberapa peristiwa krusial nan terjadi, salah satunya adalah pernjanjian Aqabah. Perjanjian tersebut dibuat untuk membantu Nabi Muhammad SAW dalam berceramah di Yatsrib (Madinah).

Perjanjian tersebut bertepatan dengan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan argumen dinamakan Aqabah lantaran dilaksanakan di sebuah wilayah berjulukan Aqabah, terletak kurang lebih sekitar 5 kilometer dari Mekkah. Pada momen tersebut, para masyarakat kota Madinah sedang memerlukan pemimpin nan cocok untuk mempersatukan suku Aus dan Khazraj.

“Perjanjian Aqabah bermulai pada tahun ke-11 kenabian tatkala Rasulullah SAW berjumpa dengan enam orang dari suku Khazraj, Yastrib nan datang ke Mekkah untuk menunaikan haji,” dikutip dari kitab karya Ahmad Sugiri nan berjudul, Sejarah Kebudayaan Islam Periode Klasik, Sabtu (11/05/2024).

Keenam orang tersebut di antaranya berjulukan As'ad bin Zurara, Auf bin Haritha (Ibn Afra'), Raafi' bin Malik bin Ajlan, Quthah bin Amir bin Hadidah, Uqbah bin Amir, dan Jabir bin Adullah bin Riab. Mereka berenam menghadiri pertemuan tersebut di bukit Aqabah dengan Nabi Muhammad SAW. 

Setelah mereka menghadiri pertemuan tersebut, menurut kitab dari Kemenag nan berjudul, Sejarah Kebudayaan Islam, hasil dari pertemuan tersebut terdapat 6 poin,

Pertama, menyatakan tidak bakal menyekutukan Allah SWT.

Kedua, menyatakan setia kepada Nabi Muhammad SAW.

Ketiga, menyatakan rela berkorban kekayaan dan jiwa.

Keempat, bersedia menyebarkan aliran Islam nan dianutnya.

Kelima, menyatakan untuk tidak membunuh.

Keenam, menyatakan untuk tidak bakal melakukan kecurangan dan kedustaan.

Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk berhijrah ke Madinah merupakan perintah dari Allah SWT. Sebagaimana nan tertulis pada surat Al Baqarah ayat 218, Allah SWT berfirman,

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Arab Latin : Innal-lażīna āmanū wal-lażīna hājarū wa jāhadū fī sabīlillāh(i), ulā'ika yarjūna raḥmatallāh(i), wallāhu gafūrur raḥīm(un).

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang nan beragama serta orang-orang nan berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam