Jakarta -
Setelah mencapai usia 12 bulan, Si Kecil bakal semakin aktif mengeksplorasi bumi sekitarnya. Nah, gimana sebenarnya fase perkembangan bayi 12 bulan menuju toddler?
Ya, di rentang usia ini anak bakal mulai dianggap memasuki masa toddler alias balita. Akan ada lebih banyak perkembangan yang bisa dicapai oleh anak, pun demikian dengan kebutuhan dasarnya.
Balita memerlukan banyak tidur dan beragam ragam makanan sehat. Hal ini krusial untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan fisiknya, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa fase perkembangan yang bakal dilalui oleh bayi 12 bulan menuju toddler. Berikut penjelasannya:
1. Perkembangan bentuk dan keterampilan
Dikutip dari Pregnancy, Birth and Baby, toddler pada umumnya sudah dapat berdiri tanpa support pegangan orang tua alias penopang lainnya antara usia 12 hingga 15 bulan. Setelah mereka bisa berdiri, mereka segera mulai lebih banyak bereksplorasi.
Banyak balita mulai melangkah sendiri antara usia 12 hingga 15 bulan, tetapi wajar juga jika ada yang baru mulai melangkah pada usia 15 hingga 18 bulan.
Dengan latihan dan eksplorasi, anak apalagi dapat mulai mencoba memberanikan diri untuk naik tangga, memanjat furnitur, serta mulai berlari.
Rasa mau tahu anak usia balita sangat tinggi, Bunda. Mereka pun bakal jadi semakin aktif, senang menari mengikuti musik, menendang dan melempar bola, mencoret-coret, serta penasaran mau makan sendiri.
Usia 12–15 bulan
Antara usia 12 hingga 15 bulan, balita bereksplorasi dengan menyusun mainan menjadi tumpukan alias menara, lampau merobohkannya kembali. Sebagian besar anak di rentang usia ini sudah mulai dapat menunjuk orang dan barang yang mereka kenal, ketika diminta oleh Bunda.
Toddler juga mulai mau belajar minum dari gelas, serta terus meningkatkan keahlian makan sendiri dengan mengambil beragam jenis dan tekstur makanan.
15–18 bulan
Pada usia 18 bulan, sebagian besar balita mempunyai kontrol yang jauh lebih baik terhadap aktivitas tangan dan lengan mereka.
Untuk melatih motorik halusnya, anak juga bakal belajar mengambil barang yang sangat kecil, seperti batu mini alias bagian mainan. Di waktu ini, krusial untuk selalu mendampingi anak ketika bermain guna mencegah akibat tersedak ya, Bunda.
2. Perkembangan emosional
Pada usia 12 bulan, balita umumnya sudah mempunyai keterikatan emosional yang kuat dengan orang-orang dan mulai menunjukkan kasih sayang kepada mereka.
Biasanya sekitar usia 14 bulan, mereka mulai mengalami kekhawatiran saat berpisah alias separation anxiety, terutama dengan orang tua. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan tantrum.
Usia 12–15 bulan
Balita mulai memahami emosi orang lain. Sebagai contoh, mereka pun juga tampak sedih jika seseorang di dekatnya terlihat sedih alias menangis.
Usia 15–18 bulan
Anak mulai menyadari tentang dirinya sendiri, lampau menunjukkan tanda-tanda tersipu malu jika ada orang yang memperhatikannya.
3. Perkembangan berpikir dan komunikasi
Jika sebelumnya bayi lebih sering mengoceh alias babbling, sekarang seiring waktu perkembangan komunikasinya bakal meningkat dengan anggukan dan tunjukkan. Mungkin ada 1 alias 2 kata pada usia sekitar 12 bulan, yang meningkat menjadi 6 kata alias lebih pada usia 18 bulan.
Pada usia 18 bulan, balita umumnya bakal mulai mengetahui kegunaan beberapa benda, seperti telepon.
Usia 12–15 bulan
Antara usia 12 hingga 15 bulan, toddler juga bakal mulai:
- Senang memeluk sebagai respons kasih sayang
- Menunjuk bagian tubuh alias mainan kesukaannya ketika Bunda menyebutkannya
- Mengikuti petunjuk sederhana (jika Bunda meminta mereka memberikan sesuatu dan mengulurkan tangan, kemungkinan besar mereka bakal melakukannya)
Usia 15–18 bulan
Antara usia 15 hingga 18 bulan, balita bisa mengenali nama mereka sendiri. Pada usia 18 bulan, mereka dapat memahami dan mengikuti petunjuk sederhana seperti mengambil sesuatu dari ruangan lain tanpa perlu dibimbing dengan isyarat.
Pada usia 18 bulan, balita juga mungkin dapat mengenali dirinya sendiri di cermin.
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockPhoto
Dikutip dari Raising Children, Bunda dapat membantu toddler mengembangkan keahlian baru dengan rutin mengobrol, membacakan buku, dan berinteraksi dengan mereka setiap hari.
Berikut beberapa contoh kegiatan stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan bayi 12 bulan menuju toddler:
1. Berikan pelukan dan kasih sayang
Perhatian dan kasih sayang yang positif sangat baik untuk perkembangan emosional balita. Ingatlah bahwa balita tetap belajar tentang jenis-jenis emosi dan gimana langkah berinteraksi dengan orang lain.
2. Bermain bersama
Bermain membantu balita berkembang secara fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Berikan mainan yang mendorong imajinasi, kreativitas, eksperimen, dan pemecahan masalah mereka.
Misalnya seperti mainan susun balok, bola, alias puzzle sederhana. Selain itu, Bunda juga bisa mengajaknya bermain permainan hubungan sederhana. Termasuk seperti bermain tepuk tangan berirama alias cilukba.
Sebisa mungkin rutin ajak anak bermain di luar ruangan, yang berfaedah untuk melatih keahlian bentuk toddler dan jiwa eksplorasinya.
3. Mengobrol tentang sehari-hari
Berbicara tentang kegiatan rutin sehari-hari dengan balita dapat membantu mengembangkan keahlian bahasanya. Misalnya, Bunda dapat menyebut bagian tubuh, mainan, sendok, kursi, alias barang rumah tangga lainnya saat mengobrol.
Selain itu, secara berjenjang Bunda juga dapat membantu balita belajar bahwa 'kursi' bisa bervariasi, berupa 'kursi besar', 'kursi merah', alias apalagi 'kursi merah besar'.
Bunda juga dapat membangun keahlian berbincang dan komunikasi balita dengan selalu mendengarkan dan merespons. Hal ini mendorong hubungan dan membikin balita merasa dicintai.
4. Membaca bersama
Selain mengobrol, Bunda juga dapat mendorong keahlian berbincang dan khayalan balita dengan membaca berbareng dan bercerita.
Menyanyikan lagu juga merupakan kegiatan yang baik untuk mengembangkan keahlian literasi toddler.
5. Melatih keahlian sehari-hari
Keterampilan sehari-hari, seperti makan sendiri, minum dari cangkir, dan melepas jaket, terlihat sederhana namun juga melibatkan aktivitas otot mini dan otot besar.
Itulah penjelasan tentang macam-macam perkembangan bayi 12 bulan menuju toddler. Pastikan untuk selalu mendampingi setiap langkah kemajuan perkembangan Si Kecil ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·