Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Merdeka

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

 kompetensi; muatan pembelajaran; dan beban belajar. Kokurikuler dilaksanakan paling sedikit dalam corak projek penguatan profil pelajar Pancasila.Kokurikuler dikecualikan pada pendidikan kesetaraan. Kokurikuler pada pendidikan kesetaraan dilaksanakan paling sedikit melalui pemberdayaan dan keahlian berbasis profil pelajar Pancasila. Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin pengetahuan dalam mengamati, mengeksplorasi, dan/atau merumuskan solusi terhadap rumor alias persoalan nyata nan relevan bagi Peserta Didik. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan memperhatikan kesiapan sumber daya Satuan Pendidikan dan Peserta Didik. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dikembangkan oleh Satuan Pendidikan merujuk pada pedoman nan ditetapkan oleh pejabat ketua tinggi madya nan melaksanakan tugas di bagian Kurikulum.  Kompetensi pada projek penguatan profil pelajar Pancasila dirumuskan dalam corak karakter Peserta Didik yang: a) beriman, bertakwa kepada Tuhan nan Maha Esa, dan beradab mulia; b) bergotong royong; c) berakal kritis; d) berkebinekaan global; e) mandiri; dan f) kreatif.  Kompetensi ditetapkan oleh pejabat ketua tinggi madya nan melaksanakan tugas di bagian Kurikulum. Muatan pembelajaran pada projek penguatan profil pelajar Pancasila memuat tema projek penguatan profil pelajar Pancasila. Tema projek penguatan profil pelajar Pancasila menjadi rujukan bagi Satuan Pendidikan untuk merumuskan topik projek penguatan profil pelajar Pancasila nan relevan dengan konteks sosial budaya dan karakter Peserta Didik. Tema projek penguatan profil pelajar Pancasila ditetapkan oleh pejabat ketua tinggi madya nan melaksanakan tugas di bagian Kurikulum.  Beban belajar pada projek penguatan profil pelajar Pancasila dirumuskan dalam corak alokasi waktu dalam 1 (satu) tahun pelajaran. Struktur Kurikulum tercantum dalam Lampiran II nan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.  Ekstrakurikuler memuat: kompetensi; muatan pembelajaran; dan beban belajar. Ekstrakurikuler ditujukan untuk mengembangkan minat dan talenta Peserta Didik. Satuan Pendidikan dapat mengembangkan Ekstrakurikuler. Pengembangan Ekstrakurikuler merujuk pada: komponen; jenis dan format kegiatan; prinsip pengembangan; mekanisme; evaluasi; daya dukung; dan pihak nan terlibat. Pengembangan Ekstrakurikuler tercantum dalam Lampiran III nan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.  Satuan Pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah jalur umum menyelenggarakan jasa Ekstrakurikuler. Satuan Pendidikan pada pendidikan anak usia awal dan Satuan Pendidikan penyelenggara pendidikan kesetaraan dapat menyelenggarakan jasa Ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler dilaksanakan dengan memperhatikan kesiapan sumber daya Satuan Pendidikan dan Peserta Didik.   Selengkapnya silahkan baca Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah  Demikian infornasi tetang Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Merdeka Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah. Semoga ada manfaatntya

Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Merdeka Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah, diterbitkan dengan pertimbangan a) bahwa untuk membangun manusia merdeka nan beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan beradab mulia, serta berbudi pekerti Pancasila, pendidikan diarahkan untuk memberdayakan dan membangun kemandirian peserta didik dengan tetap mengakui kewenangan dan kewenangan pendidik; b) bahwa untuk mewujudkan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, diperlukan kurikulum nan mampu beradaptasi dengan kemajuan pengetahuan pengetahuan dan teknologi, perkembangan global, serta keragaman sosial dan budaya; c) bahwa berasas ketentuan Pasal 37 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, menteri nan menyelenggarakan urusan pemerintahan di bagian pendidikan berkuasa untuk menetapkan kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah.

Dinyatakan dalam Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada PAUD dan DIKDASMEN bahwa Kurikulum Merdeka mencakup: a) kerangka dasar Kurikulum; dan b) struktur Kurikulum. Kerangka dasar Kurikulum merupakan rancangan landasan utama dalam pengembangan struktur Kurikulum. Kerangka dasar Kurikulum memuat: tujuan; prinsip; karakteristik pembelajaran; landasan filosofis; landasan sosiologis; dan landasan psikopedagogis. Kerangka dasar Kurikulum tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Struktur Kurikulum merupakan pengorganisasian atas kompetensi, muatan pembelajaran, dan beban belajar. Kompetensi merupakan kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan nan menunjukkan keahlian Peserta Didik sebagai hasil dari proses pembelajaran. Muatan pembelajaran merupakan susunan materi alias isi yang disampaikan pada proses pembelajaran, mencakup sikap, keterampilan, dan pengetahuan nan diharapkan dikuasai oleh Peserta Didik sesuai dengan kebutuhan belajar. Beban belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan alokasi waktu pembelajaran untuk mencapai kompetensi Peserta Didik.

Struktur Kurikulum terdiri atas: a) struktur Kurikulum pendidikan anak usia awal alias bentuk lain nan sederajat; b) struktur Kurikulum sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, atau corak lain nan sederajat; c. struktur Kurikulum sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, alias corak lain nan sederajat; d) struktur Kurikulum sekolah menengah atas, madrasah aliyah, alias corak lain nan sederajat; e) struktur Kurikulum sekolah menengah kejuruan alias madrasah aliyah kejuruan; f) struktur Kurikulum taman kanak-kanak luar biasa; g) struktur Kurikulum sekolah dasar luar biasa; h) struktur Kurikulum sekolah menengah pertama luar biasa; i) struktur Kurikulum sekolah menengah atas luar biasa; dan j. struktur Kurikulum Satuan Pendidikan penyelenggara pendidikan kesetaraan.

Ditegaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah, bahwa Struktur Kurikulum memuat: a) Intrakurikuler; dan b) Kokurikuler. Selain Intrakurikuler dan Kokurikuler, struktur Kurikulum dapat memuat Ekstrakurikuler sesuai dengan karakter Satuan Pendidikan. Intrakurikuler sebagaimana dimaksud memuat: kompetensi; muatan pembelajaran; dan beban belajar.

Kompetensi dirumuskan dalam corak Capaian Pembelajaran. Capaian Pembelajaran terdiri atas: a) Capaian Pembelajaran pada Fase fondasi pada pendidikan anak usia dini; b) Capaian Pembelajaran pada Fase A untuk kelas I sampai dengan kelas II pada sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, program paket A, alias corak lain yang sederajat; c) Capaian Pembelajaran pada Fase B untuk kelas III sampai dengan kelas IV pada sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, program paket A, alias bentuk lain nan sederajat; d) Capaian Pembelajaran pada Fase C untuk kelas V sampai dengan kelas VI pada sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, program paket A, atau bentuk lain nan sederajat; e) Capaian Pembelajaran pada Fase D untuk kelas VII sampai dengan kelas IX pada sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, program paket B, alias corak lain nan sederajat; f) Capaian Pembelajaran pada Fase E untuk kelas X pada sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah, madrasah aliyah kejuruan, program paket C, alias corak lain yang sederajat; dan g) Capaian Pembelajaran pada Fase F untuk:

1. kelas XI sampai dengan kelas XII pada sekolah menengah atas, madrasah aliyah, program paket C, alias corak lain nan sederajat dan sekolah menengah kejuruan atau madrasah aliyah kejuruan program 3 (tiga) tahun; dan

2. kelas XI sampai dengan kelas XIII pada sekolah menengah kejuruan alias madrasah aliyah kejuruan program 4 (empat) Tahun.

Capaian Pembelajaran disusun untuk mencapai kompetensi Peserta Didik.

Capaian Pembelajaran bagi Peserta Didik berkebutuhan unik disusun dengan ketentuan:a) Peserta Didik berkebutuhan unik dengan halangan intelektual menggunakan Capaian Pembelajaran pendidikan unik nan merujuk pada perkembangan Peserta Didik dan usia mental disertai dengan penyediaan akomodasi nan layak; dan b). Peserta Didik berkebutuhan unik tanpa halangan intelektual menggunakan Capaian Pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 disertai dengan penyediaan akomodasi nan layak.

Capaian Pembelajaran dan Capaian Pembelajaran pendidikan unik ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya nan melaksanakan tugas di bagian Kurikulum. Capaian Pembelajaran untuk mata Pelajaran kekhasan keagamaan berasas penetapan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bagian agama.

Muatan pembelajaran pada pendidikan anak usia awal dirumuskan secara terintegrasi dengan kompetensi nan mau dibangun. Muatan pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah dirumuskan dalam corak mata pelajaran.

Mata pelajaran mengenai skill pada sekolah menengah kejuruan alias madrasah aliyah kejuruan merujuk pada program skill dan konsentrasi skill dalam spektrum keahlian nan ditetapkan oleh Menteri. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk alokasi waktu dalam 1 (satu) tahun pelajaran.

Kokurikuler memuat: kompetensi; muatan pembelajaran; dan beban belajar. Kokurikuler dilaksanakan paling sedikit dalam corak projek penguatan profil pelajar Pancasila.Kokurikuler dikecualikan pada pendidikan kesetaraan. Kokurikuler pada pendidikan kesetaraan dilaksanakan paling sedikit melalui pemberdayaan dan keahlian berbasis profil pelajar Pancasila. Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin pengetahuan dalam mengamati, mengeksplorasi, dan/atau merumuskan solusi terhadap rumor alias persoalan nyata nan relevan bagi Peserta Didik. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan memperhatikan kesiapan sumber daya Satuan Pendidikan dan Peserta Didik. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dikembangkan oleh Satuan Pendidikan mengacu pada pedoman nan ditetapkan oleh pejabat ketua tinggi madya yang melaksanakan tugas di bagian Kurikulum.

Kompetensi pada projek penguatan profil pelajar Pancasila dirumuskan dalam corak ciri Peserta Didik yang: a) beriman, bertakwa kepada Tuhan nan Maha Esa, dan berakhlak mulia; b) bergotong royong; c) berakal kritis; d) berkebinekaan global; e) mandiri; dan f) kreatif.

Kompetensi ditetapkan oleh pejabat ketua tinggi madya nan melaksanakan tugas di bidang Kurikulum. Muatan pembelajaran pada projek penguatan profil pelajar Pancasila memuat tema projek penguatan profil pelajar Pancasila. Tema projek penguatan profil pelajar Pancasila menjadi rujukan bagi Satuan Pendidikan untuk merumuskan topik projek penguatan profil pelajar Pancasila nan relevan dengan konteks sosial budaya dan karakter Peserta Didik. Tema projek penguatan profil pelajar Pancasila ditetapkan oleh pejabat ketua tinggi madya nan melaksanakan tugas di bidang Kurikulum.

Beban belajar pada projek penguatan profil pelajar Pancasila dirumuskan dalam bentuk alokasi waktu dalam 1 (satu) tahun pelajaran. Struktur Kurikulum tercantum dalam Lampiran II nan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Ekstrakurikuler memuat: kompetensi; muatan pembelajaran; dan beban belajar. Ekstrakurikuler ditujukan untuk mengembangkan minat dan talenta Peserta Didik. Satuan Pendidikan dapat mengembangkan Ekstrakurikuler. Pengembangan Ekstrakurikuler merujuk pada: komponen; jenis dan format kegiatan; prinsip pengembangan; mekanisme; evaluasi; daya dukung; dan pihak nan terlibat. Pengembangan Ekstrakurikuler tercantum dalam Lampiran III nan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Satuan Pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah jalur umum menyelenggarakan layanan Ekstrakurikuler. Satuan Pendidikan pada pendidikan anak usia awal dan Satuan Pendidikan penyelenggara pendidikan kesetaraan dapat menyelenggarakan layanan Ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler dilaksanakan dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya Satuan Pendidikan dan Peserta Didik.

Selengkapnya silahkan baca Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah. LINK DOWNLOAD PERMENDIKBUD NO 12 TAHUN 2024

Demikian infornasi tetang Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Merdeka Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah. Semoga ada manfaatntya


Selengkapnya
Sumber Jelajah Informasi
Jelajah Informasi