Pesan Allah Kepada Nabi Uzair: Jangan Pandang Ringan Dosa Kecil

Oct 23, 2025 04:52 PM - 5 bulan yang lalu 180097

Kincai Media ,JAKARTA -- Nabi Uzair Alaihissalam dikenal sebagai salah satu Nabi yang diutus kepada Bani Israil dan mengikuti hukum Nabi Musa Alaihissalam. Dalam sebuah riwayat yang dikutip Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni disebutkan bahwa Allah SWT pernah berfirman kepada Nabi Uzair tentang tiga perihal krusial dalam kehidupan manusia ialah dosa kecil, rezeki, dan musibah.

Syekh Nawawi al-Banteni dalam kitab Nashaihul Ibad menyampaikan sebuah riwayat yang menyatakan firman Allah SWT kepada Nabi Uzair tentang dosa kecil, rezeki dan musibah.

Allah SWT berfirman kepada Nabi Uzair Alaihissalam, "Wahai Uzair, jika Anda melakukan dosa kecil, maka Anda jangan memandang kecilnya, tapi lihatlah kepada siapa Anda telah melakukan dosa."

"Jika Anda mendapatkan yang sedikit, maka Anda jangan memandang sedikitnya, tapi lihatlah siapakah yang telah memberikan itu semua kepadamu."

"Jika Anda mendapatkan suatu musibah, maka janganlah Anda mengadukan-Ku kepada makhluk-Ku, sebagaimana Aku tidak mengadukan kepada malaikat-Ku, jika kejelekanmu disampaikan kepada-Ku." (Syekh Nawawi al-Banteni, Nashaihul Ibad)

Seorang Imam Sunni dan mahir sabda di Tanah Suci Makkah, Imam Ibnu Uyainah pernah berkata, "Orang yang mengadukan permasalahannya kepada sesama manusia, tetapi hatinya tetap sabar dan rela terhadap apa yang telah ditentukan Allah baginya, maka dia tidak termasuk orang yang berkeluh kesah." 

Hal ini berasas sabda Nabi Muhammad SAW ketika menjawab pertanyaan malaikat Jibril pada waktu beliau sedang sakit, "Apakah yang Anda rasakan terhadap dirimu?" Nabi Muhammad SAW menjawab, "Wahai Jibril, saya merasa resah dan sedih."

Mengenai siapa Uzair, Ibnu Katsir beranggapan bahwa yang masyhur mengatakan bahwa Uzair adalah seorang Nabi yang diutus oleh Allah kepada Bani Israil. Nabi Uzair hidup pada masa antara Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, juga antara Nabi Zakaria dan Nabi Yahya.

Prof KH Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, menafsirkan Surat at-Taubah Ayat 30, menjelaskan bahwa Uzair adalah salah seorang ustadz Yahudi. Uzair termasuk tawanan yang dibebaskan oleh Kursy Raja Persia dan diperbolehkan kembali ke Yerusalem pada tahun 451 SM. Uzair adalah tokoh agamawan Yahudi yang sukses menghimpun kembali kitab suci Yahudi setelah sebelumnya lenyap. 

Karena kedudukannya itulah sehingga orang-orang Yahudi menamai Uzair sebagai penghormatan dengan julukan "anak Allah." Kemudian ini berkembang sehingga akhirnya dipercaya oleh sebagian mereka bahwa Uzair sebagai anak Allah dalam pengertian hakiki. Walaupun kepercayaan itu hanya dianut oleh sebagian Yahudi, tetapi lantaran sebagian yang lain tidak membantah alias meluruskannya, maka mereka semua dianggap menyetujui kepercayaan sesat itu.

Selengkapnya