Pesan Nabi Muhammad Saw Soal Sikap Fanatik Berlebihan Terhadap Sosok

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Sikap ekstrem yang berlebihan sering kali memunculkan beragam masalah di tengah masyarakat. Terkadang, kefanatikan tersebut mendorong perseorangan alias golongan untuk menciptakan hal-hal nan tidak memberikan faedah bagi banyak orang.

Bahkan lebih ironisnya, tindakan tersebut seringkali bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan. Dalam Islam, fanatisme nan berlebihan tidak dibolehkan. Fanatisme nan berlebihan condong mengarah pada ketidakstabilan sosial dan ketidakadilan, apalagi bisa menjadi pemicu beragam corak kejahatan dan persoalan lainnya.

Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan perihal tersebut. Dalam riwayat hadits nan mauquf dan marfu', disebutkan sebagai berikut:

عن عبدِاللهِ بنِ مسعودٍ قال : مَن نصَرَ قومَه على غيرِ الحقِ فهو كالبعيرِ الذي ردَّي ، فهو يُنْزَعُ بذنبِه.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata, "Siapa nan menolong kaumnya bukan di atas kebenaran, maka dia seperti unta nan digiring dengan ditarik ekornya." (HR Abu Daud)

Hadits tersebut juga ada dalam Shahih Al Jami', nan diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud. Berikut haditsnya:

- من نصر قومَه على غيرِ الحقِّ ، فهو كالبعيرِ الذي تردَّى ، فهو ينزعُ بذَنَبِه

"Siapapun nan menolong kaumnya bukan di atas kebenaran, seumpama unta nan digiring dengan ditarik ekornya."

Riwayat itu menunjukkan ihwal larangan sikap saling membantu nan ditujukan bukan untuk kebenaran. Hal selain kebenaran nan dimaksud, ialah kebatilan, kebenaran nan di dalamnya mengandung keraguan, kesombongan, kebodohan, dan fanatisme.

Tapi jika itu dilakukan, termasuk saling menolong di atas fanatisme, maka seumpama unta nan terjatuh lampau ditarik ekornya untuk digiring. Hal inilah nan menyebabkan manusia jatuh ke dalam kehancuran lantaran di belakangnya terdapat fanatisme.

Hadits tersebut sekaligus memberi pesan tentang nihilnya faedah fanatisme nan mengakibatkan ketidakadilan, kebatilan dan kebinasaan. Ini juga menjadi teguran atas apa nan sering kali terjadi, ialah penyerangan terhadap sesuatu padahal dirinya tidak tahu apa-apa selain fanatismenya sendiri.

Allah SWT berfirman, "...Dan tolong-menolonglah Anda dalam (mengerjakan) amal dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah Anda kepada Allah, sesungguhnya Allah banget berat siksa-Nya." (QS Al Maidah ayat 2)

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam