Pesan Rasulullah Saw Bagi Anda Yang Dikhianati

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Khianat adalah perbuatan nan merujuk pada tindakan tidak jujur, melanggar amanah, dan mengingkari janji nan telah dibuat. Islam menekankan perihal sebaliknya ialah kejujuran, integritas, dan amanah sebagai pondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Bahkan khianat tidak hanya merugikan perseorangan nan dikhianati, tetapi juga merusak tatanan sosial nan berdasarkan pada kepercayaan dan keadilan. Dalam situasi di mana seorang Muslim dikhianati, ajaran Islam menuntut agar dia tidak membalas khianat tersebut dengan tindakan nan sama.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk tetap bersikap jujur dan memaafkan, serta meninggalkan segala corak dendam dan balas dendam. Islam mengajarkan bahwa membalas khianat dengan khianat hanya bakal memperburuk keadaan dan menciptakan siklus kebencian dan ketidakadilan nan tiada akhir.

Dalam hadits nan diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

‎أَدِّ الْأَمَانَةَ إِلَى مَنْ ائْتَمَنَكَ ، وَلا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ

"Laksanakan petunjuk pada siapa saja nan memberikanmu petunjuk itu, dan jangan berkhianat pada orang nan mengkhianatimu." (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Khianat menjadi salah satu perkara lisan nan dilarang dalam Islam. Apapun nan telah dikeluarkan dari lisan maka perihal itulah nan menjadi tanggung jawab nan kudu diemban orang tersebut.

Allah SWT berfirman, "Tidak ada suatu kata nan diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas nan selalu siap (mencatat)." (QS Qaf Ayat 18)

Juga dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, "Seorang hamba berbincang satu kalimat nan tidak dipikirkannya, bisa membuatnya tergelincir ke dalam neraka nan jaraknya lebih jauh dibandingkan jarak antara Timur dan Barat." (HR Bukhari)

Adapun khianat, telah diperingatkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits nan diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Berikut haditsnya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ “

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, "Tanda orang munafik ada tiga ialah jika berbincang maka dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah (kepercayaan) maka dia berkhianat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun janji tiruan merupakan perbuatan lisan nan membinasakan seorang Muslim dan ini perbuatan nan diharamkan. Janji adalah ditepati dan tidak boleh diingkari. Termasuk juga mendusta dalam ucapan dan sumpah. Perbuatan ini adalah salah satu perbuatan lisan nan paling besar dalam membinasakan seorang Muslim.

Akibat perbuatan tersebut adalah membikin seseorang percaya pada bohong dan menyebabkan kegoblokan sehingga menimbulkan kerugian. Rasulullah SAW bersabda, "Waspadalah terhadap dusta, lantaran itu termasuk maksiat dan keduanya (maksiat dan dusta) ada di neraka tempatnya." (HR Al-Wadi'i)

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam