Pola Harga Bitcoin Mirip Dengan 2020, Menurut Rekt Capital

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia – Berbicara mengenai pergerakan Bitcoin (BTC), tentunya tidak lepas dari pergerakan historis. Berdasarkan pemaparan opini oleh analis berjulukan Rekt Capital di platform X, nilai Bitcoin belakangan ini menarik perhatian kembali. 

“Bitcoin telah berkonsolidasi pada titik tertinggi setelah Pra-Halving Retrace, seperti pada tahun 2020,” ungkap Rekt Capital.

Rekt Capital menyebut, Bitcoin sekarang kudu mempertahankaan level All-Time High lamanya, ialah sekitar US$ 69.000 untuk menjadi level support baru. Analis tersebut percaya bahwa setelah mencapai level tersebut, nilai Bitcoin bakal kembali bergerak naik setelah melewati masa konsolidasi.

“Namun, setelah BTC mendapatkan kembali Tertinggi Sepanjang Masa US$ 69.000 sebagai support baru,” ujarnya.

Namun, jika Bitcoin malah turun alias kandas dalam meraih kembali level support ini, dia menyebut bahwa mata uang digital ini ini sedang dalam fase Re-Akumulasi. Ini berfaedah bahwa penanammodal dan pedagang mungkin sedang menunggu sinyal nan lebih jelas sebelum melakukan transaksi besar-besaran.

“Sampai saat itu, BTC sedang dalam fase re-akumulasi,” kata Rekt Capital.

#BTC

Bitcoin has been consolidating at highs after its Pre-Halving Retrace, much like in 2020

Once $BTC reclaims old All Time Highs ~$69000 as new support however…

Consolidation will be & price will breakout higher

Until then, BTC is in Re-Accumulation#Crypto #Bitcoin pic.twitter.com/1URXpgZea4

— Rekt Capital (@rektcapital) March 30, 2024

Sementara itu, analis lain berjulukan CryptoCon membeberkan analisanya, nan didasarkan pada Indikator Net Unrealized Profit/Loss (NUPL). Indikator ini terkenal jeli dalam memprediksi saat Bitcoin mencapai puncak siklusnya, termasuk pada tahun 2021.

Menurut CryptoCon, info NUPL saat ini sejalan dengan pola historis, terutama pada titik tertinggi sebelumnya (All-Time Highs/ATHs). Ini menandakan titik krusial dalam perjalanan Bitcoin.

“Ini bagus jika memandang bahwa posisi info kita tepat berada di tempat nan semestinya pada saat ini, pada ATH pada siklus sebelumnya,” paparnya.

Kendati info menunjukkan sedikit ruang untuk kenaikan nilai sebelum mencapai puncak siklus, biasanya sekitar 75 persen, CryptoCon menyoroti kebenaran bahwa sebagian besar kenaikan nilai Bitcoin terjadi setelah melewati titik ini.

Dalam perihal ini, dirinya menyatakan bahwa ATH Bitcoin, terutama sekitar $69.000 adalah resistensi terakhir. Artinya, jika sukses melewati level ini, Bitcoin bisa mencapai nilai baru nan lebih tinggi.

“ATH di nomor US$ 69.000 adalah resistensi mutlak,” pungkas CryptoCon.

Catatan: Berita ini merupakan prediksi para ahli, minta simak disclaimer di bawah artikel.

The NUPL has been one of the most accurate #Bitcoin cycle top indicators, including for 2021.

So it's nice to see that our info position is exactly where it's supposed to be at this point, at the ATHs in previous cycles.

While it doesn't look like there's much room for growth… pic.twitter.com/dOFJxOQKpJ

— CryptoCon (@CryptoCon_) March 30, 2024

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di Kincaimedia bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincaimedia tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Selengkapnya
Sumber Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis
Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis