Politik Dan Sejarah Masuknya Islam Di Spanyol

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Spanyol adalah perpaduan multikultural masyarakat dari tiga kepercayaan besar monoteistik, ialah Muslim, Kristen, dan Yahudi. Selama lebih dari tiga abad di Spanyol Abad Pertengahan, ketiga umat kepercayaan ini hidup rukun dan sejahtera dalam kekuasaan politik Islam.

Pada 711, kerajaan Islam memasuki Spanyol, sebuah negeri nan kaya budaya. Kekuaaan Islam pertama kali menginjakkan kaki di Spanyol pada masa kekuasaan Dinasti Umayah I di Damaskus, tepatnya pada masa Khalifah Walid Ibn Abdul Malik Malik (86-96 H/705-715 M).

Dilansir BBC, awalnya seorang pemimpin Kristen nan tertindas, Julian, menemui gubernur Afrika Utara, Musa bin Nusair untuk memohon support melawan penguasa tirani Visigoth di Spanyol, Raja Roderick.

Setelah itu, Musa membalasnya dengan mengirimkan jenderal muda Thariq bin Ziyad dengan pasukan sebanyak 7000 tentara, ada nan bilang 12 ribu. Hingga akhirnya tentara Muslim sukses mengalahkan tentara Visigoth dengan mudah, dan Roderick terbunuh dalam pertempuran.

Setelah kemenangan pertama, kaum Muslim menaklukkan sebagian besar wilayah Spanyol, seperti Granada, Toledo, dan Cordova. Pada 720, Spanyol sebagian besar sudah berada di bawah kendali Muslim (atau disebut Moor).

Salah satu argumen keberhasilan Muslim nan pesat adalah syarat menyerah nan mereka tawarkan kepada rakyat Spanyol, nan mana sangat kontras dengan kondisi keras nan diberlakukan oleh penguasa Visigoth sebelumnya.

Pasukan Muslim menyerbu dan dalam tujuh tahun menaklukkan semenanjung Iberia. Pada 732, kerajaan Islam pun telah bisa menyatukan sebagian besar semenanjung dan menyebutnya Andalusia alias Spanyol Selatan. Nama Andalusia sendiri berasal dari istilah Al-Andalus nan digunakan oleh bangsa Arab, berasal dari suku Vandal nan pernah menetap di wilayah tersebut.

Di bawah kekuasaan Islam, orang Yahudi dan Kristen beragama dengan bebas tanpa takut bakal penganiayaan. Namun, pada dekade-dekade berikutnya, Al-Andalus seringkali menjadi tempat percampuran budaya dan kesetiaan nan penuh gejolak, termasuk suku Amazigh (Berber), Arab dan masyarakat original Muslim, Kristen, dan Yahudi.

Pada masa ini, Al-Andalus juga menyaksikan munculnya tokoh-tokoh besar, lahirnya kota-kota penting, bangkit dan runtuhnya dinasti nan berkuasa, dan pertempuran nan menentukan. Semua ini berkontribusi pada peradaban nan kaya secara budaya, beragam, dan berkembang.

Stabilitas di Spanyol Muslim terjadi dengan berdirinya Dinasti Umayyah Andalusia, nan berjalan dari tahun 756 hingga 1031. Penghargaan diberikan kepada Amir Abd al-Rahman, nan mendirikan Emirat Cordoba, dan bisa membujuk beragam golongan Muslim nan telah menaklukkan Spanyol untuk berasosiasi dalam memerintahnya.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam