Polwan Bakar Suami Depresi Usai Melahirkan, Berikut Adab Temani Persalinan Istri

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA — Kasus polwan membakar suaminya nan juga merupakan polisi di Polresta Mojokerto, mengurai perkembangan baru. Briptu FN, polwan tersebut, diduga mengalami depresi akibat melahirkan. Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, tersangka Briptu FN melakukan tindakan di luar logika usai melahirkan bayi kembar.

"Ada kemungkinan tersangka mengalami post partum depression nan berakibat pada tindakan di luar nalar. Sehingga bukan saja mengakibatkan kemarahan akibat suaminya (Briptu RDW) nan bermain gambling online, tetapi kami juga mendengar bahwa tersangka (Briptu FN) juga mengalami situasi dan tekanan pascamelahirkan bayi kembar nan merupakan anak dari kedua pasangan tersebut," ujar Poengky di Jakarta, Senin (10/6/2024).

Briptu FN seorang polwan beranak tiga nan merupakan istri dari Briptu RDW, sudah berstatus tersangka. Dia pun dijebloskan ke sel Polda Jatim. Keduanya merupakan pasangan suami istri nan berdinas di Polresta Mojokerto, Jatim.

Pasangan tersebut terlibat dalam pertengkaran nan berujung pada tewasnya Briptu RDW. Briptu FN nekat membakar suaminya itu hidup-hidup sampai tewas akibat penghasilan ke-13 nan semestinya Rp 2,8 juta hanya tersisa Rp 800 ribu untuk menafkahi ketiga anak. Polda Jatim mengungkapkan, pengakuan Briptu FN, selain jengkel suaminya bermain judi, juga sering mendapatkan melakukan kekerasan rumah tangga. Kini, Polda Jatim menjerat Briptu FN dengan sangkaan Pasal 44 ayat (3) UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) akibat cekcok berujung pembakaran ke sang suami.

Islam mengajarkan, suami nan mempunyai istri dalam proses melahirkan semestinya memperlakuan istrinya dengan baik apalagi menemaninya hingga proses melahirkan.

Tak hanya itu, suami juga sebaiknya membaca angan saat menemani istri melahirkan. Bacaan ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW saat putrinya, Fatimah, melahirkan. Bacaan tersebut diambil dari ayat suci  Alquran.

Imam Nawawi dalam Al Adzkaar menyampaikan, hendaknya orang nan menemani wanita nan sedang melahirkan, membaca doa yang diperuntukkan bagi orang nan tertimpa malapetaka.

Adapun angan saat menemani istri melahirkan, didasarkan pada hadits berikut. 

وأخرج ابن السني في عمل اليوم والليلة من طريق علي بن الحسين عن أبيه عن أمه فاطمة " أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لما دنا ولادها أمر أم سلمة وزينب بنت جحش أن يأتيا فاطمة ، فيقرأ عندها آية الكرسي و { إن ربكم الله } ( الأعراف الآية 54 } إلى آخر الآية ، ويعوذاها بالمعوذتين " .

Dalam hadits nan dikeluarkan oleh Ibnu Sinni, nan dinukil oleh Imam Nawawi, disebutkan bahwa ketika Siti Fatimah hendak melahirkan anaknya, Rasulullah SAW memerintahkan Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsy agar datang dan membacakan di sisinya ayat Kursi dan firman Allah "Sesungguhnya Rabb kalian..." hingga akhir ayat (Surat Al A'raf ayat 54), serta membacakan Surat Mu'awwidzatain (Surat Al Falaq dan An Nas).

Berdasarkan perihal tersebut, angan nan bisa diucapkan oleh seseorang saat menemani kerabat alias istri nan sedang melahirkan, adalah Ayat Kursi, Ayat 54 Surat Al A'raf dari awal hingga akhir ayat, dan Surat Mu'awwidzatain ialah Surat Al Falaq dan An Nas.

Istri nan mengandung lampau melahirkan anak, bakal diganjar dengan pahala sebesar ganjaran untuk orang nan berpuasa dan berjihad di jalan Allah. Jika tengah menyusui anaknya, maka malaikat dari langit bakal memanggilnya dan bakal dicukupkan pahala kebaikan nan silam dan bakal datang.

Bahkan Aisyah RA sempat berseloroh, "Allah memberikan segudang amal bagi perempuan, mana bagian kalian wahai laki-laki?" Celetukan Aisyah itu pun membikin Rasulullah SAW tertawa.

sumber : ANTARA

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam