Posisi Tangan Nabi Muhammad Ketika Sholat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Dalam ranah fikih, apalagi perincian terkecil dalam sholat memiliki makna penting, mengenai posisi tangan nan dianjurkan selama sholat, nan sesuai dengan tuntunan Rasulullah dari beragam sabda nan sahih. 

Hal ini bermaksud untuk menjelaskan sikap mengenai apakah tangan kudu ditempatkan di dada alias dibiarkan tergantung di samping saat dalam keadaan setelah takbir dalam sholat.

Thawus bin Kaysan meriwayatkan:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يضعُ يَدَهُ اليُمْنَى عَلى يَدِهِ اليُسْرَى ثم

يَشُدُّ بينهما على صدره وهو في الصلاة

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya, dia menempelkannya erat-erat di dadanya ketika dia sedang sholat.

Hadis nan diriwayatkan oleh Thawus bin Kaysan memberikan penjelasan jelas tentang praktik Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam selama sholat. Beliau menggambarkan Nabi meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya dan menempelkannya erat-erat di dadanya saat sedang sholat. 

Narasi ini menekankan pentingnya tindakan Nabi sebagai contoh bagi umat Islam untuk mencontoh dalam ibadah mereka.

Kedua, diriwayatkan oleh Wa'il bin Hujr:

صلَّيتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فوضع يده اليمنى على يده اليسرى على صدره

Aku sholat berbareng Nabi dan dia meletakkan tangan kanannya di tangan kirinya (lalu meletakkannya) di dadanya.

Demikian pula, narasi oleh Wa'il bin Hujr mencerminkan pengamatan praktik Nabi selama sholat, nan lebih memperkuat tradisi meletakkan tangan di dada sebagai posisi nan dianjurkan selama sholat.

Ketiga, Hulb at-Tā'ī, ayah Qabīsah meriwayatkan:

رأيتُ رسولَ اللهِ صلَّى الله عليه وسلم ينصرفُ عن يمينه وعن يساره ورأيته يضع هذه على صدره

Saya memandang Rasulullah menoleh ke kanan dan ke kiri (setelah shalat) dan saya memandang beliau meletakkan (tangan) ini di dadanya (yaitu saat Sholat).

Selanjutnya, kisah nan diberikan oleh Hulb at-Tā'ī, sebagaimana diriwayatkan oleh putranya Qabīsah, menambahkan lapisan keaslian lainnya terhadap praktik meletakkan tangan di dada selama sholat. Dia mengingat memandang Nabi memalingkan kepalanya ke kanan dan kiri setelah sholat dan meletakkan tangan di dadanya, memperkuat sabda nan sudah ada.

Keempat, Syekh al-Albani berkata:

وضعهما على الصدر هو الذي ثبت في السنة

وخلافه إما ضعيف أو لا أصل له

Menempatkannya (tangan) di dada (saat Sholat) adalah apa nan ditetapkan dalam sunnah dan melakukan sebaliknya adalah lemah alias tidak ada dasar.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin juga berkata:

وذهب آخرون من أهل العلم إلى أنه يضعهما على الصدر،

وهذا هو أقرب الأقوال

Para ustadz nan lain beranggapan bahwa beliau meletakkan kedua tangan tersebut di dada (saat sholat) dan ini adalah pernyataan nan lebih mungkin (yakni pandangan nan paling benar).

Wacana mengenai posisi tangan nan dianjurkan selama sholat lebih dalam lagi dalam interpretasi dan aplikasi tradisi kenabian. Hal ini bermaksud untuk menjelaskan pentingnya mematuhi sunnah dalam perihal ibadah dan menekankan pentingnya mengikuti contoh Nabi dalam semua aspek kehidupan.

Sebagai kesimpulan, wacana mengenai posisi tangan nan dianjurkan selama sholat menyoroti perhatian terperinci dalam fiqih Islam dan pentingnya mengikuti sunnah seperti nan dicontohkan oleh Nabi Muhammad. 

Dengan mematuhi tradisi nan sudah mapan dan interpretasi ilmiah, umat Islam berupaya untuk memenuhi tanggungjawab keagamaan mereka dengan penuh penghormatan dan ketulusan, mencari petunjuk dari aliran Nabi dalam semua aspek ibadah dan kehidupan sehari-hari.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam