Prinsip Manajemen

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Manajemen adalah seni untuk mengatur orang lain, agar bisa mencapai tujuan nan telah ditentukan bersama-sama.

Dalam praktiknya, manajemen mempunyai prinsip-prinsip nan kudu dipenuhi agar penyelenggaraan manajemen menjadi lebih efektif dan efisien.

Berikut ini adalah empat belas prinsip-prinsip manajemen:

1. Discipline (Disiplin)

prinsip manajemen disiplinprinsip manajemen disiplin

Pertama adalah kedisiplinan, dalam suatu organisasi tentu ada jabatan-jabatan struktural mulai nan paling bawah hingga atas.

Setiap kepala nan membidangi tersebut kudu mempunyai tingkat kedisiplinan nan tinggi untuk melaksanakan kewajibannya sesuai dengan pangkatnya.

Misal, jika seorang pekerja kudu disiplin mengerjakan job desc nan telah diberikan. Disiplin tepat waktu, serta disiplin ketika melaksanakan pekerjaannya.

2. Authority and responsibility (Wewenang dan tanggung jawab)

prinsip manajemen wewenangprinsip manajemen wewenang

Setiap kedudukan mempunyai kewenangan dan tanggungjawabnya sendiri-sendiri. Wewenang satpam tentu beda dengan kewenangan komisaris.

Perbedaan authority ini berfaedah agar pembagian tugas lebih efektif. Karena, jika semua pangkatnya sama tentu bakal terjadi bentrok pengambilan keputusan.

Jika ada pembagian wewenang, maka nan bawah bakal mengikuti nan atas. Dan nan atas bakal bertanggung jawab atas semua hasil nan dikerjakan bawahannya.

3. Unity of direction (Kesatuan pengarahan)

prinsip manajemen unitiy directionprinsip manajemen unitiy direction

Dengan adanya struktur organisasi nan jelas dari bawah hingga atas, ada kemudahan dalam mengatur arahan. Misal, kepala utama memberikan petunjuk untuk setiap GM. Dan general manager turun ke manager, manager turun ke supervisor, dan supervisor turun ke staff.

Jadi, kepala tidak langsung ke staff.

4. Unity of command (Kesatuan perintah)

prinsip manajemen kesatuan perintahprinsip manajemen kesatuan perintah

Karyawan bakal menjalakan perintah dari satu atasannya. Maka dari itu kudu jelas posisi atasannya, jangan sampai pemimpin A minta A, pemimpin B minta B.

Dengan adanya satu perintah ini maka tenaga kerja bakal lebih mudah memberikan laporannya.

5. Renumeration (Penggajian nan adil)

gaji adilgaji adil

Gaji dibayar dengan jumlah sesuai dengan jabatannya.

Gaji tenaga kerja biasa tentu beda dengan manager alias kepala utama. Hal ini sesuai dengan tanggung jawab nan diemban.

Jadi, penggajian bakal setara jika mengingat dari posisi nan dipegang pada saat ini.

6. Lebih mementingkan kepentingan umum / organisasi daripada kepentingan pribadi

prinsip manajemen mencapai tujuan bersamaprinsip manajemen mencapai tujuan bersama

Dari definisi manajemen lebih dititik beratkan pada pencapaian tujuan bersama, bukan tujuan pribadi.

Untuk itu, dengan pembentukan organisasi nan solid maka diharapkan kepentingan berbareng lebih didahulukan daripada kepentingan individu.

7. Hierarchy (Hirarki)

prinsip manajemen hirarkiprinsip manajemen hirarki

Adanya hirarki alias kedudukan berjenjang.

Dari atas misal komisaris, kepala utama, hingga staff outsorcing. Semua kudu jelas garis kedudukan dan wewenangnya. Jangan sampai manager bagian A memberikan perintah ke bagian C.

Harus ada hirarki perintah, ialah dari manajer bagian A meminta ke manager bagian C dulu, baru manager bagian C memberi perintah ke bagian C.

Hal ini sangat krusial agar kesatuan perintah tetap terjaga.

8. Centralisation (Pemusatan)

prinsip manajemen pemusatanprinsip manajemen pemusatan

Dari pengertian manajemen ialah seni untuk mengendalikan orang lain. Tentu dari arti ini ada satu pusat nan mengendalikan semuanya.

Sentralisasi ini digunakan agar pengambilan keputusan lebih cepat.

9. Equity (Keadilan)

prinsip manajemen keadilanprinsip manajemen keadilan

Harus adanya keadilan dalam melakukan tugas dan wewenangnya masing-masing. Jangan sampai tenaga kerja kudu melakukan tugas manager.

Managernya hanya santai-santai saja, itu tidak diperbolehkan. Jika perihal itu terjadi, maka atasannya tidak bertanggungjawab.

10. Order (Tata tertib)

prinsip manajemen orderprinsip manajemen order

Jabatan diatas punya kewenangan untuk membikin tata tertib patokan nan bertindak untuk orang nan ada dibawahnya.

Hal ini dilakukan agar tenaga kerja lebih tertib dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugasnya. Karena, jika tidak dibuat tata tertib maka banyak tenaga kerja nan kerja hanya asal-asalan saja.

11. Inisiative (Inisiatif)

prinsip manajemen inisiatifprinsip manajemen inisiatif

Setiap orang dalam organisasi kudu diberikan ruang untuk berkarya dan memberikan inisiatif.

Seorang pemimpin tidak boleh menutup mata atas pendapat nan diberikan bawahannya hanya lantaran takut bakal diambil jabatannya.

Jika pemimpin tidak bisa mengatur tenaga kerja nan imajinatif ini, maka dia sendiri tidak bisa menggunakan fungsi manajemen dengan baik.

12. Stability of tenure of personnel (Stabilitas kondisi karyawan)

prinsip manajemen stabilitasprinsip manajemen stabilitas

Atasan kudu sebisa mungkin mengkondisikan tenaga kerja dalam keadaan stabil saat bekerja.

Karena, jika tidak maka keahlian tenaga kerja bisa turun hanya lantaran kondisinya nan sedang tidak baik-baik saja. Misalnya dengan penempatan tenaga kerja di bagian nan tepat.

13. Semangat untuk bersatu

prinsip manajemen semangat bersatuprinsip manajemen semangat bersatu

Dengan semangat kesatuan mulai dari bawah hingga atas bakal memudahkan perusahaan dalam mencapai tujuan bersama.

Untuk itu maka kudu sesering mungkin untuk diadakan pertimbangan dan dipupuk terus semangat persatuan dan kesatuan.

14. Division of work (Pembagian kerja)

prinsip manajemen pembagian kerjaprinsip manajemen pembagian kerja

Terakhir adalah perlu adanya pembagian kerja nan jelas antar tenaga kerja dan jabatan.

Jangan sampai job desc A dikerjakan oleh tenaga kerja B. Untuk itu perlu ketegasan untuk berbicara tidak jika kita melakukan kerjakan nan bukan bagian kita.

Post Views: 2,258

Selengkapnya
Sumber Bisnis dan Manajemen
Bisnis dan Manajemen