Punya Bruntusan tapi Takut Eksfoliasi? Ini Bedanya AHA, BHA, PHA, dan LHA

Trend Kecantikan dan Perawatan oleh Waktu baca 3 menit 513x dilihat
Punya Bruntusan tapi Takut Eksfoliasi? Ini Bedanya AHA, BHA, PHA, dan LHA

Bagikan Postingan

AHA, BHA, PHA, LHA adalah beberapa acid yang bisa membantu eksfoliasi kulit. Namin keempat bahan aktif ini mempunyai perbedaan sesuai dengan kebutuhan kulit kamu

Punya bruntusan tapi takut eksfoliasi? Kamu mungkin pernah berada di posisi ini. Di satu sisi, eksfoliasi sering direkomendasikan untuk membantu mengangkat sel kulit meninggal dan menjaga pori-pori tetap bersih. Namun, di sisi lain, penggunaan exfoliating acid yang kurang tepat justru bisa membikin kulit semakin sensitif, kemerahan, alias terasa kering.

Sebenarnya, tidak semua exfoliating acid bekerja dengan langkah yang sama. Ada AHA, BHA, PHA, hingga LHA yang mempunyai karakter dan sasaran masalah kulit berbeda. Jadi, sebelum memilih produk eksfoliasi, krusial untuk mengetahui perbedaannya terlebih dahulu.

AHA, Untuk Sel Kulit Mati dan Kulit Kusam

AHA BHA PHA LHA

Alpha Hydroxy Acid merupakan golongan acid yang bekerja terutama di permukaan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Kandungan AHA yang terkenal antara lain glycolic acid dan lactic acid.

Karena bekerja di permukaan kulit, AHA cocok untuk Anda yang mempunyai masalah kulit kusam, tekstur tidak rata, serta jejak jerawat yang membikin warna kulit terlihat kurang merata. Namun, pada kulit yang sensitif alias sedang mengalami skin barrier yang terganggu, penggunaan AHA sebaiknya dilakukan secara perlahan.

Baca juga: 5 Vitamin Penting untuk Melindungi Tubuh dari Dampak Paparan Abu Vulkanik

BHA, Pilihan untuk Pori-Pori Tersumbat

Kalau masalah utamamu adalah pori-pori tersumbat dan bruntusan, BHA alias Beta Hydroxy Acid bisa menjadi salah satu kandungan yang dipertimbangkan. Salicylic acid merupakan jenis BHA yang paling umum digunakan dalam skincare.

Berbeda dari AHA yang lebih banyak bekerja di permukaan kulit, BHA berkarakter oil-soluble sehingga dapat membantu membersihkan minyak dan kotoran yang menumpuk di dalam pori-pori. Inilah argumen BHA sering ditemukan dalam produk yang ditujukan untuk kulit berminyak dan acne-prone.

PHA, Eksfoliasi yang Lebih Gentle

Kulit sensitif tapi mau mulai menggunakan exfoliating acid? PHA alias Polyhydroxy Acid bisa menjadi pilihan. Ukuran molekul PHA yang lebih besar membuatnya bekerja lebih perlahan di permukaan kulit sehingga umumnya terasa lebih gentle.

PHA dapat membantu mengangkat sel kulit meninggal sekaligus mempertahankan kelembapan kulit. Namun, tetap krusial memperhatikan gelombang penggunaan dan kondisi skin barrier, lantaran kulit sensitif pun bisa mengalami iritasi jika terlalu banyak dieksfoliasi.

Baca juga: Clean Beauty, Vegan Beauty, dan Halal Beauty: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok untuk Kamu?

LHA, Eksfoliasi dengan Karakteristik Lipophilic

Lipo Hydroxy Acid mempunyai karakter yang mirip dengan salicylic acid lantaran berkarakter lipophilic, sehingga dapat membantu bekerja pada area yang mempunyai minyak berlebih dan pori-pori tersumbat. LHA juga dikenal mempunyai keahlian eksfoliasi yang lebih perlahan. Karena itu, kandungan ini sering dipertimbangkan untuk kulit yang mau mendapatkan faedah eksfoliasi tetapi memerlukan pendekatan yang lebih gentle.

Jadi, Mana yang Cocok untuk Bruntusan?

Tidak ada satu jenis acid yang otomatis paling bagus untuk semua bruntusan. Jika bruntusan berangkaian dengan pori-pori tersumbat dan produksi minyak berlebih, BHA bisa menjadi salah satu pilihan. Sementara itu, AHA lebih cocok jika masalah yang dominan adalah tekstur dan penumpukan sel kulit mati.

Untuk kulit sensitif, PHA alias formula dengan konsentrasi acid yang lebih rendah dapat menjadi pilihan untuk memulai eksfoliasi secara perlahan. Apa pun jenisnya, hindari menggunakan terlalu banyak exfoliating products sekaligus dan jangan lupa menggunakan sunscreen pada pagi hari.

Yang paling penting, eksfoliasi bukan berfaedah semakin sering semakin bagus. Mulailah dengan gelombang rendah dan perhatikan respons kulit. Jika kulit terasa perih, semakin merah, kering, alias bruntusan justru bertambah parah, sebaiknya kurangi alias hentikan sementara penggunaan exfoliating acid.

Image: Dok. iStock

Artikel Lainnya Trend Kecantikan dan Perawatan
↑
Close Right Ads
Close Left Ads