Punya Keingininan Tertentu? Lakukan Sholat Sunnah Hajat Dengan 8 Ketentuan Ini 

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Salah satu ibadah nan kerap dilakukan seorang Muslim adalah sholat hajat. Bagaimana tata langkah sholatnya? 

Sholat rencana adalah sholat sunnah nan dikerjakan lantaran mempunyai rencana agar diperkenankan hajatnya oleh Allah SWT. Sholat sunnah ini dikerjakan dua rakaat, kemudian bermohon memohon sesuatu nan menjadi hajatnya.

Moh Rifai dalam kitab Risalah Tuntunan Shalat Lengkap menjelaskan, sholat rencana mempunyai banyak macam ragam langkah dalam mengerjakannya. Yakni bukan beragam syarat dan rukunnya, tetapi hanya pada referensi dan tata tertibnya nan berbeda langkah mengerjakannya. Berikut ini beberapa ketentuan sholat hajat. 

1. Pada pokoknya sholat rencana itu dilaksanakan dua rakaat sampai dengan 12 rakaat. Dengan tiap-tiap dua rakaat satu salam. Adapun ayat-ayat nan dibaca terserah kepada nan bakal mengerjakannya. Dan dilaksanakan dua rakaat hingga 12 rakaat, sebagaimana sholat-sholat nan lain.

2. Niat

Adapun niatnya sebagai berikut: 

اٌصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنٍ لِلّه تَعَالَى

“Ushalli sunnatal-haajati rak’ataini lillahi ta’ala." nan artinya, “Aku niat sholat sunnah rencana dua rakaat lantaran Allah Ta’ala." 

3. Selesai mengerjakan sholat hajat, kemudian duduklah dengan intens lampau membaca istighfar.

4. Sholat rencana dilaksanakan semalam, alias tiga malam hingga tujuh malam. Tergantung pada krusial dan urgensinya serta susah maksud dan rencana nan seseorang miliki untuk dicapainya. Jika secara istiqamah dilakukan, maka kemungkinan besar Allah SWT bakal segera mengabulkan rencana tersebut.

5. Dalam kitab Tajul Jamil lil-Ushul dianjurkan bahwa andaikan selesai mengerjakan sholat rencana membaca istighfar sebanyak 100 kali dengan lafaz, “Astaghfirullah." Atau lebih komplit dengan lafaz:  

اَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبِّىْ مِنْ كُلِّ ذَنْۢبٍ واَتُوْبُ اِلَيْهِ

“Astaghfirullahi Rabbi min kulli dzanbin wa atubu ilaihi." nan artinya, “Aku memohon maaf kepada Allah Tuhanku, dari segala dosa dan saya bertobat kepada-Nya."

6. Selesai membaca istighfar lampau membaca sholawat atas Nabi SAW 100 kali, ialah membaca: 

اَللّهُمَّ صَلِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً الرِّضَا وَأرْضَ عَن ْأصْحَابِهِ رٍضَاءً الرِّضَا  

“Allahumma shalli ala sayyidina Muhammadin shalata ar-ridhaa wardha an ash-habihi ar-ridha." nan artinya, “Ya Allah, berilah karunia kesejahteraan atas junjungan kami Muhammad, kesejahteraan nan diridhai, dan ridhailah daripada sahabat-sahabat sekalian dengan ridha." 

7. Sesudah itu, dianjurkan membaca angan sebagai berikut:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ أَسْئَلُكَ مُوجِباتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمِ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلامَةَ مِنْ كُلِّ إثْمٍ الَّلهُمَّ لا تَدَعْ لي ذَنْبَاً إلّا غَفَرْتَهُ  وَلا هَمَّاً إلّا فَرّجْتَهُ ولا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضاًإلّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمينَ

“Laa ilaha illallahul-halimul-karimu subhanallahi Rabbil-arsyil-azhim. Alhamdulillahi Rabbil-alamin as-aluka mujibati rahmatika wa azaaima maghfiratika wal-ishmata min kulli dzanbin wal-ghanimata min kulli birrin wassalamata min kulli itsmin laa tada’liy dzanban illa ghafartahu wa laa hamman illa farrajtahu wa laa haajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha yaa arhama ar-rahimin."

Yang artinya, “Tidak ada Tuhan melainkan Allah nan Maha Penyantun dan Pemurah. Mahasuci Allah, Tuhan Pemelihara arsy nan Agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Kepada-Mu lah saya memohon sesuatu nan menyebabkan rahmat-Mu, dan memantapkan hati untuk memperoleh ampunan-Mu, serta memperoleh penjagaan dari segala dosa.

Dan saya memohon pula untuk memperoleh untung dari segala kebaikan dan selamat dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa (yang ada pada diriku) melainkan Engkau mengampuninya dan tiada sesuatu kesusahan melainkan Engkau berikan jalan keluar, dan tiada sesuatu rencana nan Engkau ridhai melainkan Engkau kabulkan, Wahai Tuhan nan Mahapengasih dan Mahapenyayang."

8. Usai membaca itu semua, maka bermunajatlah dengan permohonan apa nan dimaksud sembari bersujud kepada Allah. Kemudian perbanyaklah membaca referensi ini: 

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ  

“Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzhalimin." nan artinya, “Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh saya termasuk orang nan zhalim."

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam