Jakarta -
Pejuang ASI pasti mengerti betul serba-serbi puting yang kerap bermasalah saat menyusui. Dari puting terluka, lecet, sampai yang terparah lepas. Hmm, jika puting tetek lepas, bisakah kembali normal ya, Bunda?
Puting tetek memang jadi salah satu bagian tubuh yang cukup sensitif. Selain cukup sensitif terhadap sentuhan, puting tetek pada ibu menyusui juga rentan terluka, apalagi mengalami luka serius.
Ya, para ibu menyusui sudah terbiasa mengalaminya dalam keseharian. Entah itu lantaran gigitan bayi saat menyusui, terlalu banyak terhisap oleh sesi-sesi menyusui yang panjang tiap harinya, hingga terjepit pompa ASI saat memerah.
Puting tetek lepas
Berbagai argumen memang bisa menyebabkan puting terlupa alias apalagi sampai puting tetek lepas, Bunda. Bahkan luka serius juga bisa menghampiri seperti secara tak sengaja tersangkut penyebab lainnya. Pada kasus cedera kecil, sebenarnya luka dapat sembuh dengan perawatan yang tepat. Namun, jika puting susu rusak total alias diangkat dari tubuh, buletin buruknya adalah puting susu tersebut tidak bakal tumbuh kembali.
Kasus seperti ini memang jarang terjadi sehingga Bunda tidak perlu mengkhawatirkannya. Pada pengalaman menyusui, akibat tersebut jarang terjadi lantaran seringnya hanya berujung luka ataupun lecet.
Kasus puting lepas biasanya dialami wanita saat mereka mengalami kecelakaan. Hal ini dapat terjadi akibat trauma bentuk yang parah, seperti kecelakaan sepeda di mana tubuh seseorang tergesek di tanah.
Selain itu, puting susu juga dapat lenyap lantaran penyakit, misalnya dalam operasi kanker payudara, di mana terkadang diperlukan tindakan untuk mengangkat salah satu alias kedua puting susu seperti dikutip dari laman Healthline.
Apa yang terjadi jika puting susu diamputasi?
Keberadaan puting susu bukanlah bagian tubuh yang kuat ditopang seperti halnya tangan alias kaki. Sehingga, bakal lebih rentan ketika mengalami tumbukan alias kerusakan akibat kecelakaan yang parah. Bagian puting juga sangatlah kecil.
Letaknya di bagian tengah tetek alias area kulit yang lebih gelap (disebut dengan areola) dan ukurannya kecil. Pada perempuan, areola mengandung kelenjar-kelenjar kecil. Kelenjar ini melepaskan minyak selama menyusui yang membantu menjaga tetek tetap bersih dan terlumasi selama menyusui.
ASI diproduksi di jaringan tetek dan dilepaskan selama menyusui, melalui puting, ke bayi. Ketika seorang wanita kehilangan seluruh putingnya, mustahil untuk menciptakan kembali puting yang bakal berfaedah selama menyusui.
Beberapa orang mungkin merasa malu kehilangan satu alias kedua putingnya. Namun, di era teknologi yang semakin berkembang, mahir bedah telah mengembangkan teknik rekonstruksi puting yang dapat membikin laki-laki maupun wanita mempunyai puting yang terlihat mirip dengan puting original yang telah hilang.
Operasi ini memungkinkan seseorang yang kehilangan satu alias kedua puting untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri terhadap payudaranya.
Setelah cedera alias sayatan bedah seseorang sembuh, mereka dapat menerima puting yang direkonstruksi dari mahir bedah plastik. Ahli bedah nantinya bakal membikin sayatan berbentuk bintang di area tempat puting baru bakal ditempatkan. Kemudian, mereka mengambil kulit dari sayatan ini dan menjahitnya untuk membentuk puting baru. Terakhir, mahir bedah bakal membikin tato areola baru di sekitar puting yang telah direkonstruksi.
6 Penyebab Puting Payudara Nyeri Saat Pertama Kali Menyusui/ Foto: HaiBunda/Novita Rizki
Penting dipahami bahwa puting memang terbuat dari kulit, dan bagian tersebut tidak bakal tumbuh kembali saat terluka seperti pada bagian kulit lainnya di tubuh. Karenanya, cedera puting yang lebih mini seperti robekan, lecet, alias lainnya dapat sembuh seiring waktu dengan perawatan yang tepat tetapi sedikit meninggalkan jejak luka.
Namun, pada cedera puting yang lebih parah, seperti pengangkatan puting akibat operasi kanker tetek alias cedera serius, puting tidak sembuh dengan sendirinya.
Kehilangan bagian vital dari tetek seperti area puting memang sangat membebani dan menggerus kepercayaan diri. Tetapi Bunda tidak perlu cemas lantaran para mahir beda modern dapat membantu merekonstruksi puting yang sangat mirip dengan aslinya.
Jadi, siapa saja yang pernah mengalami cedera puting, ada baiknya segera mengunjungi master untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Selain itu, Bunda juga dapat mendiskusikan opsi bedah plastik untuk merekonstruksi puting jika memang terdapat cedera parah sebelumnya.
Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·