Ragam Tradisi Syawalan Di Indonesia, Tak Hanya Grebeg Syawal

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Warga menata gunungan hasil bumi saat mengikuti tradisi ketupat Syawalan di lereng Gunung Merapi, Sruni, Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (17/4/2024). Tradisi kenduri Syawalan alias Lebaran ketupat itu sebagai bentuk syukur dan untuk mempererat tali silahturahmi serta guyub rukun antarawarga.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Sejak dulu Indonesia dikenal sebagai bangsa nan mempunyai kekayaan tradisi nan luar biasa banyak dan beragam. Keragaman tradisi tersebut didasarkan pada keragaman etnik dan budayanya nan tersebar di beragam wilayah di Indonesia.

Salah satunya adalah tradisi syawalan. Tradisi syawalan di beragam wilayah ini tentu saja sangat beragam. Misalnya, di wilayah pesisir nan masyarakatnya banyak bermata pencaharian sebagai nelayan, maka tradisi syawalan mereka adalah infak laut.

Ragam Tradisi Syawalan di Indonesia

Sedekah Laut

Tradisi infak laut ini merupakan tradisi nan popular bagi masyarakat pesisir dan tetap berjalan di Demak, Jepara, Tegal, kudus, Pati, dan Kendal. Tradisi ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun pada hari kedelapan bulan Syawal.

Dalam memperingati tradisi ini, umumnya masyarakat setempat bakal membikin ketupat, opor, sambel goreng, dan makanan lainnya untuk dimakan secara bersama-sama (pesta). Tidak ada perbedaan antara nelayan besar dan kecil, kaya dan miskin, semua berbaur dan menyatu menyantap makanan nan telah dibawa dari rumah.

Ritual makan berbareng di atas perahu ini dimaksudkan sebagai selamatan.  Selain itu, perahu-perahu nelayan pun bakal dihias sedemikian rupa dengan janur, kain sarung, jarit, bendera, botol-botol kosong hingga jenis buah.

Sedekah laut (larung sesaji) dan tradisi syawalan diawali dengan manaqiban dan pengajian oleh penduduk setempat. Selain itu juga menghadirkan intermezo rakyat lainnya.

Selanjutnya...

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam