Rasulullah Saw Hingga Nabi Sulaiman Pernah Ditegur Tak Ucapkan Insya Allah

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA— Dalam Islam, penggunaan kalimat insya Allah berarti 'jika Allah berkehendak'. Kalimat tersebut bakal diucapkan saat seseorang mencoba untuk memenuhi tujuannya, tetapi dia menyadari semua upayanya ditentukan Allah SWT Sang Pemilik kehendak.

Islam mengajarkan bahwa kalimat insya Allah merupakan frasa nan agung. Kalimat ini berasal dari kata in ('jika'), sya'a ('menghendak'), dan Allah SWT. 

Ungkapan ini diucapkan seorang Muslim untuk menyatakan kesanggupannya dalam melakukan suatu pekerjaan alias memenuhi janji dengan menyandarkan pada kehendak Allah SWT.

Dalam Alquran tertulis jika Allah SWT mengajarkan kepada Nabi dan Rasul untuk mengucapkan insya Allah terhadap apa nan hendak dikerjakan. 

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا

“Dan jangan sekali-kali Anda mengatakan terhadap sesuatu, 'Sesungguhnya saya bakal mengerjakan itu besok pagi,' selain (dengan menyebut) 'insya Allah'. Dan, ingatlah kepada Tuhanmu jika Anda lupa, dan katakanlah, 'Mudah-mudahan Tuhanku bakal memberiku petunjuk kepada nan lebih dekat kebenarannya daripada ini'. (QS al-Kahfi: 23-24).

Dalam menjelaskan ayat ini, Imam Ibnu Katsir menjelaskan, itulah petunjuk dari Allah SWT kepada Rasul-Nya tentang etika jika hendak mengerjakan sesuatu pada masa mendatang. 

Hendaknya, dia mengembalikannya kepada kehendak Allah SWT. Dia nan Mengetahui perihal gaib, apa nan telah terjadi dan bakal terjadi, serta apa nan tidak bakal terjadi. Dialah Sang Mahamengetahui apa hasilnya seandainya bakal terjadi.

Keutamaan mengucap insya Allah sering dikisahkan dalam Alquran dan hadits. Nabi dan Rasul pun pernah mendapat teguran manakala lupa mengucapkannya. Diriwayatkan dalam Alquran, Rasulullah SAW didatangi oleh beberapa masyarakat Makkah nan hendak bertanya tentang perkara ruh, kisah Ashabul Kahfi, dan kisah Zulkarnain.

Tanpa mengucap insya Allah, Rasulullah SAW meminta mereka untuk datang besok pagi untuk diceritakan perihal apa nan mereka tanyakan. Ternyata, Malaikat Jibril tak mendatangi Nabi untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Rasulullah SAW pun kandas menjawab hal-hal nan ditanyakan. Jibril apalagi tidak muncul selama 14 hari. Orang-orang Quraisy kegirangan lantaran merasa bisa membuktikan jika Rasulullah SAW telah mendusta karena tak bisa menjawab pertanyaan. Lantas, datang Jibril membawa te-guran dari Allah SWT lewat QS al-Kahfi ayat 23-24.

sumber : Harian Republika

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam