Rasulullah Telah Prediksi Kasus Asusila Dan Perzinaan Akan Marak Di Akhir Zaman

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Belakangan ini banyak muncul pemberitaan tentang kasus cabul dan perzinaan. Kasus tersebut seolah sudah menjadi rumor sehari-hari media maupun medis sosial. Ini menunjukkan bahwa moral masyarakat kian tidal terkontrol dan jauh dari nilai-nilai agama.

Menurut Yusuf Al-Hajj Ahamd dalam bukunya "Mukjizat Al-Quran nan Tak Terbantahkan" mengatakan Rasulullah Saw telah memprediksi bahwa perzinaan akan merajalela pada akhir zaman. Prediksi tersebut sudah terbukti. Pendapat tersebut merujuk kepada sebuah hadis:

Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah bersabda, "Kiamat tidak bakal terjadi hingga hubungan seks (zina) satu sama lain sebagaimana nan dilakukan oleh keledai" Abdullah bertanya, "Apakah kondisi nan seperti itu betul-betul bakal terjadi?" Nabi menjawab, "Ya. Hal itu bakal terjadi!"

Berdasarkan sabda tersebut, Yusuf menegaskan situasi nan telah dikatakan Rasulullah telah terjadi saat ini. Maraknya cabul dan perzinaan apalagi juga banyak ditemukan di negara dengan kebanyakan berakidah Islam.

Sementara itu, Yusuf melanjutkan bahwa pada akhi zaman, jumlah perempuan

Lebih banyak daripada laki-laki. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik "Saya bakal menceritakan kepadamu sebuah hadits dan saya tidak bakal memberitahumu lagi tentang perihal itu lagi setelah saya. Aku mendengar Rasulullah bersabda, "Di antara tanda-tanda besar hari Kiamat adalah: llmu kepercayaan bakal diangkat (dengan wafatnya para ulama), kegoblokan meningkat, khamer bebas dikonsumsi, zina merajalela, kaum laki-laki sedikit, dan wanita semakin banyak sampai-sampai lima puluh orang wanita berbanding dengan seorang laki-laki."

Ibnu Hajar berkomentar, "Tentang perkataan Anas 'Aku tidak bakal memberitahumu lagi tentang perihal itu setelah saya', diketahui bahwa Anas adalah shahabat nan mendengar hadits tersebut. Dia adalah nan terakhir dari kalangan shahabat nan wafat di Basra. Bisa jadi redaksinya ditujukan kepada masyarakat Basra alias umat Islam pada umumnya. Dia meriwayatkan hadits ini pada hari terakhir dalam hidupnya, dan sedikit sekali dari shahabat Nabi nan tetap hidup setelahnya.

Lebih lanjut, Yusuf mengatakan hilangnya pengetahuan kepercayaan berfaedah kematian para ulama. Peningkatan jumlah wanita dan penurunan jumlah laki-laki mungkin terjadi lantaran perang nan umumnya dikuti kaum pria. 

Ada pendapat lain nan mengatakan bahwa ini terjadi lantaran banyak penaklukan nan dilakukan umat Muslim nan mana mereka mengambil banyak wanita sebagai tawanan, hingga seorang laki-laki mempunyai banyak budak perempuan. Pendapat tentang apa penyebabnya bisa jadi tidak benar. nan paling betul adalah situasi di mana jumlah wanita melampaui laki-laki adalah tanda pasti terjadinya Kiamat dan itu bisa jadi oleh karena apapun. Hal tersebut juga telah menjadi keputusan Allah.

Kelima perihal dalam hadits tersebut secara unik menyebut bahwa bakal terjadinya kelalaian terhadap sesuatu nan seyogyanya kudu dilestarikan, untuk kebahagiaan hidup di bumi dan akhirat. Hal nan dimaksud adalah agama. Hilangnya pengetahuan tentu bakal merugikan agama, konsumsi alkohol mempengaruhi pikiran, dan perzinaan membahayakan garis keturunan.

Al-Karmani mengatakan, "Diangkatnya pengetahuan termasuk corak kerusakan dunia. Segala pembuatan tidak bisa melangkah tanpa adanya ilmu. Karena tidak bakal ada Nabi lain setelah Nabi Muhammad hal-hal tersebut pasti menjadi tanda-tanda akhir zaman."

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam