Rekomendasi Novel Sejarah Indonesia Yang Menarik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Hai, Grameds! Siapa nan suka merasa jenuh jika belajar sejarah lewat textbook nan isinya penuh dengan tanggal dan kebenaran kering?  Gimana jika kita coba belajar sejarah nan lebih seru? Yap, novel sejarah! Novel sejarah itu seperti mesin waktu rahasia nan bisa membawa kita ke kehidupan era dulu. Bayangin deh, Anda bisa ngerasain langsung gimana kehidupan orang-orang di masa lalu, entah itu perang kemerdekaan nan menegangkan, kisah cinta dramatis di era kerajaan, alias perjuangan para pelajar meraih pendidikan. Seru, kan? Yuk, kita telusuri berbareng beberapa titel nan wajib masuk daftar bacaanmu!

Novel sejarah adalah karya sastra nan mengangkat latar belakang sejarah sebagai setting utama cerita. Dalam novel ini, penulis seringkali menggabungkan fakta-fakta sejarah dengan unsur-unsur fiksi untuk menciptakan cerita nan menarik dan memikat pembaca.

Mari kita bersiap-siap untuk menjelajahi masa lampau melalui kata-kata, dan temukan makna sejarah nan tersembunyi di kembali halaman-halaman novel.

Rekomendasi Novel Sejarah nan Wajib Dibaca

  • Tetralogi Pulau Buru – Pramoedya Ananta Toer

Tetralogi Pulau Buru adalah sebuah karya monumental dari sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, nan terdiri dari empat novel nan berjudul:

  • Bumi Manusia
  • Anak Semua Bangsa
  • Jejak Langkah
  • Rumah Kaca

Tetralogi Pulau Buru mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang tokoh utama berjulukan Minke, seorang pemuda Jawa nan pandai dan penuh semangat di masa kolonialisme Belanda di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Minke berjuang melawan ketidakadilan dan penindasan nan dialami oleh bangsanya di bawah kekuasaan kolonial Belanda.

Di novel pertama, Bumi Manusia, kita diperkenalkan dengan Minke nan sedang menuntut pengetahuan di HBS Surabaya. Di sini, Minke berjumpa dengan Nyai Ontosoroh dan putrinya, Annelies, nan menjadi tokoh krusial dalam kehidupannya. Minke juga terlibat dalam pergerakan nasionalis dan perjuangan melawan penindasan kolonial.

Novel kedua, Anak Semua Bangsa, melanjutkan kisah Minke dalam menghadapi beragam tantangan dan konflik, baik dalam kehidupan pribadinya maupun dalam perjuangannya untuk keadilan sosial dan politik.

Di Jejak Langkah, Minke semakin matang dalam perjuangannya untuk kemerdekaan dan keadilan sosial. Novel ini menyoroti perkembangan organisasi pergerakan nasional dan bentrok antara ideologi nan berbeda.

Terakhir, Rumah Kaca menutup kisah Tetralogi Buru dengan menampilkan upaya penguasa kolonial dalam mengawasi dan menindas pergerakan rakyat. Novel ini memberikan penutup nan mengesankan untuk perjalanan Minke dalam menentang kolonialisme Belanda.

Tetralogi Pulau Buru tidak hanya karya sastra nan menggugah dan menyentuh, tetapi juga merupakan gambaran nan kuat tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

  • Gadis Kretek – Ratih Kumala

Gadis Kretek (Sampul Netflix)

button cek gramedia com

Gadis Kretek membawa kita pada kisah Soeraja, seorang pengusaha kretek sukses nan terbaring sakit keras. Di tengah kondisi kritisnya, dia terus menyebut nama “Jeng Yah”, seorang wanita nan bukan istrinya. Ketiga anaknya, Tegar, Karim, dan Lebas, pun memulai perjalanan untuk mencari Jeng Yah dan mengantarkannya ke hadapan sang ayah.

Perjalanan mereka mengantarkan mereka pada kisah cinta terlarang antara Soeraja dan Jeng Yah di masa muda. Di tengah persaingan sengit dalam industri kretek di awal kemerdekaan Indonesia, cinta mereka tumbuh diiringi aroma kretek dan gejolak politik.

Novel ini tak hanya tentang kisah cinta, tapi juga tentang sejarah industri kretek di Indonesia. Kita diajak untuk memandang gimana kretek berkembang dari upaya rumahan mini hingga menjadi industri besar nan mendunia. Ratih Kumala menghadirkan detail-detail menarik tentang proses pembuatan kretek, filosofi di baliknya, dan pengaruhnya terhadap budaya dan ekonomi masyarakat.

  • Orang-Orang Proyek – Ahmad Tohari

Novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari membawa kita ke sebuah desa di Jawa Barat nan terusik oleh kehadiran proyek pembangunan bendungan. Kehidupan masyarakat desa nan tenang dan tenteram mulai berubah dengan hadirnya para pekerja proyek, kontraktor, dan abdi negara keamanan.

Kabul, seorang insinyur muda nan idealis, ditugaskan untuk memimpin proyek tersebut. Ia dihadapkan pada beragam tantangan, mulai dari birokrasi nan rumit, korupsi nan merajalela, hingga bentrok dengan para masyarakat desa nan merasa dirugikan oleh proyek tersebut.

Di tengah situasi nan penuh gejolak, Kabul menjalin hubungan dengan Ningrum, seorang gadis desa nan pandai dan pemberani. Ningrum membantu Kabul untuk memahami kehidupan masyarakat desa dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Novel ini mengangkat beragam rumor sosial dan politik nan terjadi di Indonesia pada masa Orde Baru, seperti korupsi, kesenjangan sosial, dan penyalahgunaan kekuasaan. Ahmad Tohari menggambarkan realitas kehidupan masyarakat desa dengan perincian nan kaya dan bahasa nan lugas.

  • Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari

button cek gramedia com

Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari membawa kita ke Desa Dukuh Paruk, sebuah desa terpencil di Jawa Tengah nan mempunyai tradisi ronggeng. Srintil, seorang gadis elok dan berbakat, terpilih menjadi ronggeng baru untuk menggantikan ronggeng sebelumnya nan telah meninggal.

Sejak kecil, Srintil telah menunjukkan talenta menari nan luar biasa. Ia menjadi penari ronggeng nan terkenal dan digemari banyak orang. Kehadirannya membawa keceriaan dan semangat baru bagi desa Dukuh Paruk.

Namun, di kembali keelokan dan kepopulerannya, Srintil kudu menghadapi beragam rintangan dan cobaan. Ia kudu berjuang melawan tradisi nan membelenggu kebebasannya, menghadapi bujukan duniawi, dan mempertahankan cintanya pada Rasus, seorang pemuda desa nan juga mencintainya.

  • Laut Bercerita – Leila S. Chudori

Laut Bercerita

button cek gramedia com

Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan novel epik nan terinspirasi dari peristiwa hilangnya aktivis pro-demokrasi di Indonesia pada tahun 1998. Novel ini mengisahkan tentang sekelompok aktivis muda nan memperjuangkan kerakyatan dan keadilan di masa Orde Baru nan represif.

Biru Laut, seorang mahasiswa Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada, adalah salah satu aktivis nan terlibat dalam aktivitas pro-demokrasi. Bersama dengan teman-temannya, dia aktif dalam beragam kegiatan, seperti demonstrasi, diskusi, dan penyebaran informasi.

Namun, perjuangan mereka kudu dibayar mahal. Pada suatu malam, Biru Laut dan beberapa aktivis lainnya diculik oleh abdi negara keamanan dan dibawa ke tempat nan tidak diketahui. Sejak saat itu, mereka lenyap tanpa jejak, dan nasib mereka tetap menjadi misteri hingga saat ini.

Laut Bercerita bukan hanya tentang peristiwa hilangnya para aktivis, tetapi juga tentang perjuangan mereka untuk kemanusiaan dan demokrasi. Novel ini menjadi pengingat bagi kita tentang pentingnya kebebasan dan kewenangan asasi manusia, dan mendorong kita untuk terus memperjuangkan keadilan.

  • Cantik Itu Luka – Eka Kurniawan

Cantik Itu Luka (Edisi 20 Tahun)

button cek gramedia com

Novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan berlatar di Halimunda, sebuah wilayah terpencil di Jawa Barat. Cerita ini berpusat pada Dewi Ayu, seorang wanita elok nan terlahir dari family bangsawan. Sejak kecil, Dewi Ayu telah mengalami beragam peristiwa tragis dan pahit, nan membuatnya tumbuh menjadi pribadi nan kuat dan pemberani.

Dewi Ayu menikah dengan Bupati, seorang laki-laki kaya dan berkuasa. Namun, pernikahan mereka tidak bahagia. Dewi Ayu kudu menanggung perselingkuhan sang suami dan beragam kekejaman lainnya.

Di tengah penderitaannya, Dewi Ayu berjumpa dengan Cak Molek, seorang seniman keliling nan menawan hatinya. Dewi Ayu menemukan cinta dan kebahagiaan sejati berbareng Cak Molek. Namun, kebahagiaan mereka tidak berjalan lama. Cak Molek kudu pergi meninggalkan Dewi Ayu lantaran terjerat dalam sebuah persekongkolan politik.

Kehidupan Dewi Ayu terus diwarnai dengan beragam tragedi dan rintangan. Ia kudu menghadapi kematian orang-orang nan dicintainya, pengkhianatan, dan kemiskinan. Namun, Dewi Ayu tidak pernah menyerah. Ia terus berjuang untuk mencari kebahagiaan dan keadilan bagi dirinya dan anak-anaknya.

  • Amba – Laksmi Pamuntjak 

Amba

Gadis Pantai

AMBA mengisahkan kisah cinta tragis antara Amba, seorang wanita dari family bangsawan Jawa, dan dua berkerabat kembar, Bhisma dan Nakula. Amba jatuh cinta pada Bhisma, tetapi cintanya tidak terbalas lantaran Bhisma hanya menganggapnya sebagai kerabat perempuannya. Amba kemudian menikahi Nakula, meskipun hatinya tetap tertambat pada Bhisma.

Perjalanan Amba dalam mengejar cinta nan tak terbalas membawanya pada kesedihan dan penderitaan nan mendalam. Dalam kehidupan rumah tangganya dengan Nakula, Amba kudu berjuang melawan rasa kekosongan dan kekecewaan dalam hatinya. Sementara itu, peristiwa-peristiwa tragis di sekitarnya, termasuk perang dan kekerasan politik, semakin memperumit keadaan.

Dengan penggambaran nan kaya dan penuh emosi, Laksmi Pamuntjak membujuk pembaca untuk merasakan perjuangan Amba dalam mencari makna cinta dan identitas di tengah-tengah gejolak sejarah Indonesia. AMBA tidak hanya sekadar kisah cinta, tetapi juga refleksi tentang kekuatan dan kerapuhan hubungan manusia dalam menghadapi perubahan zaman.

  • Max Havelaar – Eduard Douwes Dekker

Max Havelaar

button cek gramedia com

Max Havelaar mengikuti kisah seorang pejabat kolonial Belanda berjulukan Max Havelaar nan ditugaskan di Jawa. Havelaar nan mempunyai hati nurani nan kuat, terguncang oleh kezaliman dan pemanfaatan nan dilakukan oleh sesama pejabat Belanda terhadap rakyat pribumi.

Dalam perjuangannya untuk melawan korupsi dan ketidakadilan, Havelaar menemukan dirinya dalam bentrok dengan pemimpin dan rekan-rekannya sendiri. Dia menghadapi tantangan moral dan dilema etis dalam upayanya untuk memihak rakyat Jawa dari penindasan nan dialami.

Max Havelaar adalah sebuah karya sastra nan kuat dan mendalam nan menggambarkan ketidakadilan kolonialisme dan menyoroti kebutuhan bakal reformasi sosial. Novel ini memperjuangkan kewenangan asasi manusia, kesetaraan, dan keadilan dalam konteks kolonialisme Belanda di Indonesia.

  • Gadis Pantai – Pramoedya Ananta Toer 

Gadis Pantai

button cek gramedia com

Novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer menceritakan kisah seorang gadis berjulukan Siti, nan tinggal di sebuah desa nelayan di pesisir pantai Jawa. Siti adalah gadis nan elok dan lincah, dengan kulit berwarna langsat dan rambut hitam panjang.

Sejak kecil, Siti sudah terbiasa dengan kehidupan pantai. Suatu hari, seorang utusan datang ke desa Siti. Utusan tersebut membawa pesan dari Bendoro, seorang priyayi kaya raya dari kota, nan mau meminang Siti menjadi istrinya.

Siti kemudian dibawa ke kota untuk tinggal berbareng Bendoro. Di sana, Siti kudu beradaptasi dengan kehidupan baru nan jauh berbeda dengan kehidupannya di desa. Siti merasa kesenyapan dan terasing di rumah Bendoro. Ia merindukan kehidupan di desa dan keluarganya.

Suatu hari, Siti berjumpa dengan Semaun, seorang pemuda desa nan juga bekerja di rumah Bendoro. Siti dan Semaun saling jatuh cinta. Namun, cinta mereka kudu dipendam lantaran mereka terikat oleh budaya dan tradisi. Kisah cinta Siti dan Semaun diwarnai dengan beragam rintangan dan cobaan.

Gadis Pantai adalah novel nan sarat makna tentang cinta, pengorbanan, dan perjuangan melawan budaya dan tradisi. Pramoedya Ananta Toer sukses menghadirkan cerita nan menyentuh hati dan membangkitkan beragam emosi.

  • Segala nan Diisap Langit – Pinto Anugrah

Segala nan Diisap Langit

button cek gramedia com

Novel Segala nan Diisap Langit karya Pinto Anugrah berlatar di Ranah Minang pada masa kolonialisme Belanda. Cerita ini berpusat pada family bangsawan nan mempunyai tambang emas. Keluarga ini hidup dengan penuh kemewahan dan kehormatan.

Namun, kehidupan mereka berubah drastis ketika Kaum Padri datang ke Ranah Minang dan membawa aliran Islam nan baru. Kaum Padri menentang budaya istiadat Minangkabau nan mereka anggap tidak sesuai dengan aliran Islam.

Terjadilah pertentangan antara Kaum Padri dan kaum budaya nan berujung pada perang saudara. Keluarga bangsawan terjebak dalam bentrok ini.

Bungo Rabiah, seorang wanita dari family bangsawan, kudu berjuang untuk mempertahankan hidupnya dan keluarganya di tengah kekacauan. Ia kudu membikin pilihan susah antara mengikuti tradisi leluhurnya alias mengikuti aliran Islam nan baru.

  • Pulang – Leila S. Chudori

Segala nan Diisap Langit

button cek gramedia com

Pulang mengikuti kisah dua family nan terpisah oleh peristiwa politik di Indonesia. Novel ini memulai ceritanya di Paris tahun 1965, di mana dua keluarga, family Sjamsudin dan family Darmawan, terlibat dalam perjuangan politik melawan rezim Orde Baru di Indonesia.

Di satu sisi, terdapat kisah cinta tragis antara Dimas Suryo, seorang mahasiswa Indonesia nan tinggal di Paris, dan Mustika, putri seorang diplomat Indonesia. Di sisi lain, ada kisah perpisahan nan menyayat hati antara Usman, seorang wartawan nan diasingkan, dan istrinya, Saraswati.

Melalui perjalanan waktu dan ruang nan penuh dengan intrik politik dan emosi, “Pulang” mengungkapkan beragam rahasia kelam nan telah lama terkubur, serta menyajikan gambaran nan kuat tentang perjuangan dan pengorbanan dalam mencari kebenaran dan keadilan.

Novel ini memperlihatkan gimana peristiwa politik di Indonesia pada masa itu mempengaruhi kehidupan pribadi dan keluarga, serta gimana perjalanan sejarah dan cinta bisa melintasi batas-batas geografis dan waktu.

  • Burung-Burung Manyar – Y.B Mangunwijaya

Segala nan Diisap Langit

button cek gramedia com

Burung-Burung Manyar adalah sebuah novel karya Y.B. Mangunwijaya nan mengisahkan tentang perjuangan seorang wanita Jawa, Sarwiji, dalam menjaga keutuhan dan martabat keluarganya di tengah pergolakan sosial dan politik di Indonesia pada masa kolonialisme Belanda. Berikut adalah sinopsis singkatnya:

Sarwiji, seorang wanita Jawa nan teguh, kudu menghadapi beragam ujian dan kesulitan dalam hidupnya. Di tengah pergolakan sosial dan politik di masa kolonialisme Belanda, Sarwiji berupaya keras untuk menjaga keutuhan keluarganya dan melindungi mereka dari pengaruh jelek era tersebut.

Novel ini menggambarkan gimana Sarwiji berjuang dengan keberanian dan keteguhan hati untuk melindungi anak-anaknya dari beragam ancaman dan bujukan nan datang dari luar. Di samping itu, Sarwiji juga kudu menghadapi bentrok internal dan dilema moral dalam mempertahankan kehormatan keluarganya.

Rekomendasi Buku Terkait

Bumi Manusia

Bumi Manusia

button cek gramedia com

Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi nan mengawal penyemaian gedung nasional nan kemudian kelak melahirkan Indonesia modern. Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai tokoh sekaligus pembuat adalah manusia berdarah priyayi nan semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia nan bebas dan merdeka, di perspektif lain membelah jiwa ke-Eropa-an nan menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban. Pram menggambarkan sebuah segmen antara Minke dengan ayahnya nan sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa saya lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan nan sekarang tak juga diturunkan sebelum Bupati itu duduk lezat di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa lenyap seluruh pengetahuan dan pengetahuan nan kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya bumi sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu. Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah jika mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini. “Kita kalah, Ma,” bisikku. “Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”

Gadis Kretek

Gadis Kretek (Sampul Netflix)

button cek gramedia com

Pak Raja sekarat. Dalam menanti ajal, dia memanggil satu nama wanita nan bukan istrinya; Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang ibu pun terbakar berprasangka terlebih lantaran permintaan terakhir suaminya mau berjumpa Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat maut, Lebas, Karim, dan Tegar, pergi ke pelosok Jawa untuk mencari Jeng Yah, sebelum ajal menjemput sang Ayah. Perjalanan itu bagai napak tilas upaya dan rahasia keluarga. Lebas, Karim, dan Tegar berjumpa dengan pelinting tua dan menguak asal-usul Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor 1 di Indonesia. Lebih dari itu, ketiganya juga mengetahui kisah cinta ayah mereka dengar; Jeng Yah, nan rupanya adalah pemilik Kretek Gadis, kretek lokal Kota M nan terkenal pada zamannya. Apakah Lebas, Karim, dan Tegar akhirnya sukses menemukan Jeng Yah?

Laut Bercerita

Laut Bercerita

button cek gramedia com

Buku ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama mengambil perspektif pandang seorang mahasiswa aktivis berjulukan Laut, menceritakan gimana Laut dan kawan-kawannya menyusun rencana, berpindah-pindah dalam pelarian, hingga tertangkap oleh pasukan rahasia. Sedangkan bagian kedua dikisahkan oleh Asmara, adik Laut. Bagian kedua mewakili emosi family korban penghilangan paksa, gimana pencarian mereka terhadap kerabat mereka nan tak pernah kembali. Buku ini ditulis sebagai corak tribute bagi para aktivis nan diculik, nan kembali, dan nan tak kembali dan family nan terus menerus sampai sekarang mencari-cari jawaban. Novel ini merupakan perwujudan dalam corak fiksi bahwa kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh melupakan sejarah nan telah membentuk sekaligus menjadi tumpuan bangsa Ini. Novel ini juga membujuk pembaca menguak misteri-misteri bangsa ini nan mana tidak diajarkan di sekolah. Walaupun novel ini adalah fiksi, laut bercerita menunjukkan kepada pembaca bahwa negeri ini pernah memasuki masa pemerintahan nan kelam.

Max Haveelar

Max Havelaar

button cek gramedia com

Multatuli merupakan nama samaran dari Eduard Douwes Dekker. Dia adalah personil Dewan Pengawas Keuangan Pemerintah Belanda nan pertama kali ditempatkan di wilayah Batavia (Hindia-Belanda) pada 1840. Tahun 1842 dia meminta untuk dipindahkan ke Sumatera Barat. Di tahun nan sama pula, dia dipindahkan ke Natal, Sumatera Utara, untuk bekerja sebagai Kontelir. Baru setelah itu, dirinya ditugaskan di wilayah Lebak, Banten. Selama bekerja sebagai perpanjangan tangan kolonial Belanda, Eduard Douwes Dekker justru menolak tegas model pemerintahan Belanda. Ketidakadilan, perampasan, serta kolonialisme merupakan titik awal dari kritik dan penolakannya. Seorang Eduard Douwes Dekker jauh lebih memalingkan perhatiannya kepada kejadian kelaparan, penderitaan, serta ketertindasan nan dialami rakyat pribumi di Hindia-Belanda, terutama di wilayah nan pernah menjadi tempatnya bertugas. Buku ini ditulis Multatuli di sebuah losmen nan disewanya di Belgia, pada musim dingin tahun 1859. Tulisannya merupakan kritik tajam nan telah membuka sebagian besar mata publik dunia, tentang sungguh perihnya makna dari sebuah penindasan (kolonialisme). Dengan sebuah kepercayaan nan termanifestasikan dalam ungkapan, Ya, saya bakal dibaca, Multatuli berjuang menghadirkan sebuah mahakarya sastra nan patut menjadi pelajaran bagi seluruh bangsa.

Segala nan Diisap Langit

Segala nan Diisap Langit

button cek gramedia com

Novel Segala nan Diisap Langit adalah novel nan ditulis oleh Pinto Anugerah. Novel ini menceritakan tentang seorang berjulukan Rabiah. Ia adalah seorang wanita pemberani nan mau membawa perubahan bagi budaya Minangkabau nan sudah mendarah daging dalam keluarganya. Rabiah mau membuktikan bahwa tidak semua garis keturunan bangsawan berhujung pada generasi ketujuh. Ia melakukan segala langkah demi memperoleh keturunan. Bahkan dia sampai rela menjadi isteri kelima agar dapat memperoleh anak perempuan. Mampukah Rabiah membuktikan bahwa mitos ini salah? Sinopsis kitab Rabiah mau mematahkan mitos nan beredar selama ini, bahwa garis keturunan family bangsawan Minangkabau bakal putus pada generasi ketujuh. Apa pun siap dia lakukan demi mendapatkan anak wanita pembawa nama keluarga, termasuk menjadi istri kelima seorang laki-laki nan terkenal bisa memberikan anak perempuan. Tidak disangka, penghalang utama Rabiah justru kakak kesayangannya, Magek. Setelah berasosiasi dengan Kaum Padri dari utara, Magek justru mengacungkan pedangnya ke arah Rubiah, siap menghancurkan semua nan dimilikinya: harta, adat, keluarga, dan masa lalu. Segala nan Diisap Langit, sebuah novel tentang pergulatan manusia di tengah ombak perubahan zaman. Tak ada nan tahu ujung jalan nan kita pilih. Tak ada nan bisa menerka pengorbanan apa nan kudu kita buat. Semua demi memperkuat hidup.

Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog