Resep Lancar Masuk Ke Surga

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Dalam sebuah sabda qudsi, Allah SWT berfirman, “Telah Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku nan saleh, sesuatu nan (keindahannya) belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah tebersit dalam pikiran dan hati manusia” (HR Muslim). Sesuatu nan dimaksud itu adalah surga.

Tersedia dua jalan menuju ke sana. Pertama, jalan berlika-liku. Dalam arti, seorang Mukmin terlebih dulu “dicuci” di dalam neraka sebelum dia dimasukkan oleh Allah ke surga. Sebab, bobotamal kebaikannya lebih ringan daripada maksiat nan dilakukannya selama di dunia.

Kedua, langkah nan mulus. Bahkan, ada golongan orang-orang beragama nan Allah tetapkan bagi mereka masuk surga tanpa dihisab.

Nabi Muhammad SAW dalam sebuah sabda menjelaskan kriteria-kriteria hamba Allah nan saleh, ialah penunggu surga dengan melalui jalan nan lancar. Berikut adalah pemaparan tentang tiga kriteria nan dimaksud.

Senang menyebarkan salam

Pertama, menyebarluaskan salam (ifsya'us salam). Salam adalah angan nan diucapkan seorang Muslim dengan harapan, orang nan dijumpainya memperoleh kebahagiaan, keselamatan, dan kesejahteraan. Ibnu Mas'ud nan berbicara berasas sabda Nabi SAW.

Rasulullah SAW bersabda, “As-salam adalah salah satu nama dari nama-nama Allah SWT dan diperintahkan untuk disebarluaskan agar orang nan menerimanya mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan dari Zat as-Salam (Yang Maha Sejahtera).”

Jangan meremehkan salam. Rasulullah SAW pernah menegur seseorang saat berjamu ke rumah tanpa mengucapkan salam. “Kembalilah, dan ucapkanlah salam terlebih dulu dan kemudian tanyakan, apa boleh masuk ke dalam rumah” (HR at-Tirmizi). Tentu, salam dapat dimaknai tidak hanya sebagai ucapan. Ia juga berbentuk sikap dan perbuatan nan membawa kepada kedamaian, kerahmatan, dan keberkahan.

Banyak bederma

Kedua, memberi makan kepada orang nan memerlukan. Dalam sabda Nabi SAW, istilahnya adalah ith'amuth tha'am. Sasaran derma itu adalah kaum fakir dan miskin (fuqara wal masakin).

Sebenarnya, tidak hanya sabda tentang kriteria mulus ke surga. Rasulullah SAW juga kerap berfirman tentang keistimewaan menyediakan pangan kepada mereka nan kelaparan. “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang nan memberi makan” (HR Thabrani). Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Perbuatan apa nan terbaik menurut Islam?” Beliau menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain” (HR Bukhari-Muslim).

Pengertian bederma itu luas. Dalam arti, makanan alias minuman nan diberi tidak kudu berasal dari dirinya sendiri. Bisa saja, sekadar menyalurkan support pangan dari Muslim lain. “Api neraka merasa takut walaupun dengan sebiji kurma (yang Muslimin berikan untuk orang nan lapar)” (HR Bukhari).

Gemar tahajud

Ketiga, shalat malam. Atau, dalam redaksi sabda Nabi Muhammad SAW ini: shalatul lail wannaasu niyamun, ‘shalat di saat orang lain sedang lelap tidur.’ Dalam perspektif fikih, salah satu sunah adalah shalat tahajud.

Momen ibadah itu adalah saat untuk berkomunikasi langsung kepada Allah. Sesudah shalat tahajud, sempatkanlah untuk mendoakan kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, dan umat Islam seluruhnya.

Ummul mu`minin ‘Aisyah berkata, “Janganlah Anda meninggalkan shalat malam (qiyamul lail) lantaran Rasulullah tidak pernah meninggalkannya. Bahkan, andaikan beliau sedang sakit alias kepayahan, beliau shalat dengan duduk” (HR Abu Dawud).

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam