Jakarta -
Kabar baik untuk Bunda yang sedang mencari daycare untuk Si Kecil. Human Starchild Indonesia datang membawa pendekatan pengasuhan anak usia awal dengan sistem ala Jepang, yang telah disesuaikan dengan budaya dan kebutuhan family Indonesia.
Daycare dan Preschool ini dirancang untuk menjawab kebutuhan Bunda dan Ayah bekerja, bakal tempat penitipan anak yang aman, nyaman, sekaligus mendukung tumbuh kembang Si Kecil secara menyeluruh.
Selain itu, Human Starchild juga telah menerima sertifikasi dan pengakuan dari Jepang, sebagai bukti bahwa standar pengasuhan, kebersihan, keamanan, serta kualitas jasa yang diterapkan merujuk pada standar pendidikan anak usia awal di Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui komitmen tersebut, Human Starchild mau menjadi mitra terpercaya family dalam perjalanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini.
Daycare dengan pendekatan pengasuhan anak usia awal terinspirasi dari Jepang
Human Starchild merupakan pusat penitipan dan pengasuhan anak usia awal yang terinspirasi dari Jepang, dengan konsentrasi pada perkembangan karakter, kemandirian, serta tumbuh kembang anak secara holistik.
Daycare yang telah mempunyai lebih dari 40 bagian di Jepang ini sekarang resmi membuka bagian keduanya di Jakarta, tepatnya di Jl. Martimbang V, Pakubuwono, Jakarta Selatan.

President Director PT. HUMAN CITA ANANDA, Yuriko Delvita Bambang, menjelaskan bahwa tujuannya menyediakan daycare berbasis Jepang ini agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berdikari dan bisa bersosialisasi seperti anak-anak di Negeri Sakura, Bunda.
“Kami mendukung tumbuhnya kemandirian dan keahlian sosial anak serta berupaya menjadi mitra yang mendampingi peran family dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak,” ungkap Yuriko dalam kegiatan Grand Opening Human Starchild, Senin (2/2/2026).
Kehadiran Human Starchild di Indonesia bukan sekadar membawa konsep pengasuhan dari Jepang. Lebih dari itu, pendekatan yang diterapkan disesuaikan dengan nilai, budaya, dan kebutuhan family di Tanah Air.
“Pengasuhan anak usia awal dengan pendekatan Jepang di Indonesia bukan berfaedah menyalis sistem yang sama persis. Melainkan menghormati budaya dan nilai setiap family serta terus memikirkan lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang anak-anak,” jelas Yuriko.
Berdasarkan prinsip tersebut, Human Starchild menekankan pentingnya memandang setiap anak sebagai perseorangan yang unik. Pendekatan ini menjadi landasan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
“Dengan prinsip tersebut, kami selalu menempatkan setiap anak sebagai perseorangan yang berbobot dan berupaya mendukung perkembangan mereka secara menyeluruh,” tutur Yuriko.
“Cabang kedua yang dibuka hari ini lahir dari pengalaman dan nilai-nilai tersebut. Kami mau sekolah ini menjadi tempat yang kondusif dan nyaman bagi anak-anak, serta tempat di mana mereka dapat belajar bersosialisasi dan tumbuh menjadi diri mereka sendiri,” sambungnya.
School tour, food testing, hingga kegiatan anak
Pada kesempatan berbeda, Yuriko ikut membujuk para ibu dan ayah untuk mengenal lebih dekat daycare Human Starchild. Cabang kedua baru saja diresmikan lewat agenda school tour, food testing, hingga kegiatan anak yang diselenggarakan pada Sabtu (7/2/2026).
Dalam sesi school tour, Yuriko menjelaskan penataan ruang dan akomodasi yang diperuntukkan bagi anak usia dini. Kelas di lantai pertama, dikhususkan untuk anak usia 0-2 tahun. Sedangkan kelas di lantai dua, untuk anak usia 3-5 tahun.
“Hari ini agendanya itu mulai dari opening dan setelah itu ada school tour-nya. Kita ada dua tingkat, jadi ada yang di bawah dan di atas. Dan kita bikin kegiatan untuk kegiatan masing-masing usia anak. Setelah itu, juga ada food testing,” jelas Yuriko.

“Untuk di sini itu kelas bawahnya, di lantai bawahnya itu ada dari 0-2 tahun. Lantai 2 itu menuju 3 tahun ya. Nah yang di bawah itu kita bikin ada kelas sensorik, ada art and craft seperti itu,” tutur Yuriko.
“Di atas itu ada untuk usia 3, 4, 5 tahun. Lima itu menuju enam tahun, masuk sebelum TK. Nah di atas juga sama ada art and craft, sama ada colouring seperti itu,” sambungnya.
Mengenal Human Starchild: Kurikulum, program, dan fasilitas
Seiring makin banyak Bunda yang tetap aktif berkarier setelah berkeluarga, kebutuhan daycare pun terus bertambah. Sayangnya, jasa pengasuhan anak usia awal tetap menghadapi tantangan dari sisi kualitas dan standarnya.
Oleh lantaran itu, aspek keselamatan dan kenyamanan anak menjadi konsentrasi utama dalam jasa pengasuhan ini. Melihat kebutuhan ini, mendorong Yuriko untuk membuka daycare Human Starchild, Bunda.
“Pertama yang paling krusial pertumbuhan anak ya. Untuk bikin lingkungan yang lebih baik, nyaman, dan aman,” ungkap Yuriko.

Human Starchild menerapkan program harian yang menyesuaikan kebutuhan anak sepanjang hari, mulai dari waktu belajar hingga waktu makan. Dilengkapi pula dengan program unggulan WALET (Watching, Activating, Listening, Expressing, & Thinking).
Sementara itu, untuk program originalnya ada juga flashcard, workbook, hingga kelas Montessori. Jadwalnya sendiri dimulai dari jam 8 pagi sampai jam 5.30 sore.
“Untuk original programnya ada flashcard, ada workbook, dan ada tema per minggunya setelah itu kita bikin program. Nah satu lagi kita punya konsep Montessori, jadi kita di sudut-sudut area kelas anak-anak itu kita bikin perspektif Montessori,” jelas Yuriko.
Tak hanya dari sisi program, Human Starchild juga melengkapi layanannya dengan akomodasi kelas sesuai kebutuhan anak berasas usia. Selain itu ada kolam renang hingga laman belakang untuk taman bermain anak.

“Fasilitas disini ada masing-masing usia punya kelas, sama ada kabinet yang bisa simpan tempat tidur, ada untuk baju dan lain-lain. Toiletnya juga per kelas ada, dan ada pool-nya juga, sama laman depan, laman belakang seperti itu,” ungkap Yuriko.
Pada kesempatan ini, Bubun juga berkesempatan ngobrol dengan salah satu parents yang hadir. Bunda Naomi yang datang berbareng suami, Irhas, turut mengungkapkan argumen mereka memilih Human Starchild sebagai tempat penitipan anak.
Menurut mereka, nilai-nilai pengasuhan yang terinspirasi dari Jepang dinilai sejalan dengan angan mereka dalam mengenalkan disiplin, kemandirian, serta kepercayaan pada anak sejak usia dini
“Kalau dari saya pribadi soalnya saya ngeliat value-value-nya Jepang tuh kan banyaknya. Kayak lebih disiplin terus kayak lebih punya trust ke anak gitu kan,” ungkap Naomi kepada HaiBunda.
Bukan hanya itu, pemilihan nutrisi yang terencana untuk anak di Human Starchild juga membikin pasangan ini percaya untuk menitipkan Si Kecil di tempat ini, Bunda.
“Harapannya jika ditaruh disini selain tadi ya mungkin dari missnya emang pada care gitu ya sama anak-anak. Terus juga kayaknya untuk masalah nutrisi gizi gitu tuh sangat dipikirin juga. Mereka ada chef dan segala macamnya gitu,” ujar Naomi.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·