Review Buku Anak Kantoran: Perjalanan Memaknai Hidup Dewasa Muda Di Dunia Kerja Karya Samuel Ray

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Anak Kantoran: Perjalanan Memaknai Hidup Dewasa Muda Di Dunia Kerja datang sebagai kitab nan menyoroti lika-liku kehidupan setelah lulus kuliah—yang kata orang-orang ibaratkan rimba rimba. Samuel Ray, penulis kitab ini merupakan content creator nan sangat aktif mengedukasi audiensnya tentang financial freedom dan frugal living di usia muda. Dengan menulis, Samuel Ray menyuarakan isi hati, keresahan, dan perjuangan orang dewasa muda nan tengah memasuki bumi kerja.

 Perjalanan Memaknai Hidup

button cek gramedia com

Grameds, jika Anda anak kuliahan alias fresh graduate nan mau meniti karier, kitab ini bakal menjadi peta untuk menghadapi bumi kerja nan kompleks. Fenomena industri kerja nan tak seindah khayalan ini bukan rumor belaka, tetapi realitas nan dapat kita temukan di mana saja. Di media sosial misalnya, ada banyak cuitan keluhan dan curahan hati tentang kesulitan menghadapi lingkungan toxic, culture instansi nan asing, dan lain-lain.

Drama dalam kehidupan kerja bukan rumor di kalangan orang dewasa muda, tapi betul-betul ada dan perlu kita hadapi dengan bijak. Walau begitu, tak semua jenis pekerjaan mempunyai masalah dan tantangan nan sama. Namun, sebagai orang dewasa muda nan kudu siap kerja demi mapan secara finansial, tentu saja isu-isu di bumi kerja perlu menjadi konsentrasi utama.

Nah, kitab Anak Kantoran: Perjalanan Memaknai Hidup Dewasa Muda Di Dunia Kerja membujuk kita menyelami tiap rumor nan dapat datang selama kita bekerja. Melalui perspektif pandang nan profesional, pembahasan dalam kitab ini tidak terkesan menggurui. Sebaliknya Samuel Ray membedah tiap rumor dan kejadian dengan langkah nan cukup sederhana dan mudah dipahami oleh siapa saja.

Kabar baiknya, kitab ini sudah datang di gramedia.com dan toko buku, lho. Kamu bisa langsung membawa pulang kitab ini untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi bumi kerja nan penuh tantangan. Namun, sebelum Anda membacanya, mari kita berkenalan dengan sang penulis nan rupanya sudah mempunyai segudang pengalaman dalam bumi kerja.

Profil Samuel Ray, Profesional HR dan Penulis Buku Anak Kantoran

sumber: linkedin

Samuel Ray alias nan biasa dipanggil “Ko Sam” oleh para pengikutnya di IG ini merupakan ahli HR nan sudah bekerja lebih dari sepuluh tahun. Selama kariernya nan cemerlang, Samuel Ray sudah pernah bekerja di beragam perusahaan multinasional. Kini dirinya menjadi konten pembuat di IG dengan akun @srl789 dan sudah mengumpulkan 159 ribu pengikut.

Di bumi maya, Samuel Ray dikenal lantaran konsisten menulis konten edukasi tentang finansial dan pekerjaan berasas pengalaman pribadinya. Ia juga tidak segan menampilkan sisi personal dan kehidupan pribadinya. Sebagai seorang ayah dan suami, Samuel Ray aktif membagikan cerita rumah tangganya dengan menyelipkan pesan moral.

Melalui konten kehidupan sehari-hari, dia banyak berbagi perspektif pandang tentang langkah parenting nan bijak. Alhasil, banyak audiens nan relate dengan perspektif pandang Samuel Ray dan value nan dia selipkan pada tiap kontennya. Kini selain menjadi pembuat konten berbareng istri dan putri tunggalnya, Samuel Ray juga aktif menulis buku.

Di tahun 2017, Samuel Ray menulis kitab Lagi Probation nan menceritakan lika-liku perjuangan mencari pekerjaan. Perjalanan mencari kerja dalam kitab dituliskan dengan runut, mulai dari upaya membikin CV, sesi interview nan ibaratkan kencan pertama, rangkaian tes, hingga sistem kerja kontrak. Tiap babnya menampilkan sisi lain dari perjalanan mendapatkan pekerjaan nan bakal relate bagi semua orang.

Buku Anak Kantoran: Perjalanan Memaknai Hidup Dewasa Muda Di Dunia Kerja ibaratkan kelanjutan kisah orang dewasa muda dalam kitab Lagi Probation. Terbit di Gramedia Pustaka Utama pada 28 Oktober 2023, kitab dengan total total 280 laman ini menyajikan rangkaian kisah pahit dan manis nan tak kalah menarik.

Sinopsis Buku Anak Kantoran: Perjalanan Memaknai Hidup

 Perjalanan Memaknai Hidup

button cek gramedia com

Berangkat dari segudang pertanyaan tentang bumi kerja, Samuel Ray menulis kitab ini untuk membagikan pengalaman, perspektif, dan pandangannya. Baginya, kitab Anak Kantoran ini seakan melanjutkan percakapan nan rupanya belum usai di kitab Lagi Probation.

Ada satu pertanyaan nan coba dijawab dalam kitab ini, ialah “Oke, saya sudah dapat kerjaan. Lantas, gimana saya dapat memperkuat hidup di instansi nan rupanya tak seindah jualan recruiter di job fair?”.

Buku ini menyoroti masalah paling dasar bagi semua pekerja, ialah waktu nan kudu dihabiskan untuk berangkat kerja, pulang dari kantor, dan menjalani pekerjaan. Rata-rata tiap pekerja menghabiskan waktu 8 jam per hari di instansi untuk bekerja. Namun, seusai jam kerja, pekerja kudu menghabiskan waktu berjam-jam untuk pulang ke rumah. Begitu pula saat jam berangkat kerja nan dipenuhi masalah kemacetan.

Fenomena menghabiskan setidaknya sepertiga waktu untuk pekerjaan sudah menjadi perihal nan biasa. Namun, apakah para pekerja betul-betul mencintai instansi mereka? Bagaimana jika mereka tidak menyukai pekerjaan nan dijalani dan hanya bekerja demi gaji? Terkadang beberapa pekerja mempertanyakan bisakah hal-hal ini disebut sebuah kesalahan.

Pertanyaan semacam ini turut menampilkan kehidupan orang-orang dewasa muda nan dihantam angin besar quarter-life crisis.

Pertanyaan lain pun menyerukan perihal serupa, seperti gimana jika ada pekerja nan tidak kunjung mendapat promosi meski telah giat bekerja? Apa saja langkah menghadapi pemimpin nan toxic? Apa nan kudu dilakukan untuk menghadapi culture baru di kantor? Benarkah instansi bakal menahan pekerja nan mau resign? Semua pertanyaan ini bakal dijawab melalui beragam perspektif pandang.

Hingga akhirnya kitab ini membahas perihal nan paling mendasar, ialah apa sebenarnya tujuan akhir dari semua ini? Pertanyaan ini membawa kita pada jawaban tentang makna bekerja di instansi nan terkadang melelahkan secara bentuk dan mental. Grameds, sekarang mari kita kupas tuntas kelebihan dan kekurangan kitab ini, Grameds.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Anak Kantoran: Perjalanan Memaknai Hidup

 Perjalanan Memaknai Hidup

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros

  • Ditulis dengan style bahasa nan ringan, santai, dan gaul sehingga cocok untuk dibaca di waktu luang.
  • Tulisannya penuh afirmasi positif untuk pembaca.
  • Pembahasan dalam delapan bab dituturkan dengan ramah dan tidak terkesan menggurui.
  • Tiap bab mempunyai pembahasan nan berbeda, tetapi tetap nyambung dan relevan.
  • Berisi banyak tips dan strategi seputar bumi kerja nan relate bagi semua kalangan.
  • Tutur katanya sederhana dan bijak meski ditujukan untuk memotivasi pembaca.
  • Penulis tidak memaksakan pembaca untuk memilih satu pilihan pada tiap isu, tetapi memberikan banyak pilihan, solusi, dan alternatif.
  • Berisi selipan wawancara dan pengalaman nyata tentang bumi kerja.
  • Dilengkapi dengan beragam ilustrasi nan relate dan mendukung pembahasan.

Cons

  • Lebih cocok dibaca oleh kalangan anak kuliahan, fresh graduate, dan pekerja dewasa muda nan mau menekuni karier.

Kelebihan Buku Anak Kantoran: Perjalanan Memaknai Hidup

 Perjalanan Memaknai Hidup

button cek gramedia com

Buku ini terdiri dari delapan bab, ialah bab 1) Karier, Jangan Sekadar Mengalir, bab 2) Lulus Probation, bab 3) Beradaptasi, bab 4) Promosi Boleh Diminta, Kok, bab 5) Quarter-Life Crisis, bab 6) Jangan Lupa Bahagia, bab 7) Tutorial Resign nan Baik dan Benar, dan bab 8) The Endgame.

Buku ini merupakan pengalaman pribadi Samuel Ray saat tetap menjadi anak kantoran di Jakarta. Masih dengan format kitab sebelumnya, kitab ini ibaratkan catatan perjalanan pekerjaan Samuel Ray, komplit dengan value pada tiap kisahnya. Namun, kita tidak bakal merasa pusing saat membacanya lantaran kitab ini dituturkan dengan kronologis dan sederhana.

Pembahasan pun dimulai dari makna pekerjaan di era modern nan kerap membikin orang-orang dewasa muda terjebak dalam kebimbangan. Lalu, pembahasan bersambung pada kejadian probation alias percobaan kerja nan biasanya berjalan dari tiga bulan sampai lebih. Bagi para pekerja muda, bab ini bakal memberikan wawasan nan luas tentang masa percobaan nan terkadang dianggap menakutkan.

Bab-bab berikutnya juga memuat rumor nan bakal dialami para pekerja muda, terutama tentang pembahasan penyesuaian di instansi baru. Pembahasan ini tak hanya relate bagi pekerja saja, tapi juga orang-orang dewasa nan mau bekerja kembali di usia nan cukup tua. Poin tentang penyesuaian juga relevan bagi anak kuliahan nan bakal terjun ke fase baru.

Meski tiap bab mempunyai topik nan berbeda, tetapi Samuel Ray bisa merangkai alur nan saling berkesinambungan. Alhasil, kita tidak bakal merasa membaca delapan cerita, tetapi cerita utuh dengan beragam masalah. Nah, selain mirip diary Samuel Ray, kitab Anak Kantoran juga menampilkan kata-kata motivasi. Uniknya, kata-kata motivasi ini disampaikan dengan friendly layaknya seorang rekan berilmu kepada kawannya.

Hal ini terlihat dari penyampaian pesan dan motivasi nan tidak terkesan disampaikan oleh HRD alias senior. Sebaliknya langkah penyampaiannya terkesan “merangkul” pembaca. Poin positif inilah nan membikin keseluruhan ceritanya enak-enak diikuti. Di sisi lain, terselip juga poin-poin menarik tentang “drama-drama” di kantor, seperti politik kantor, budaya kerja, dan lain-lain nan bakal terasa asing bagi pekerja baru.

Satu perihal nan menarik dari kitab Anak Kantoran adalah ragam pada ceritanya nan tak selalu monoton bercerita alias memotivasi. Samuel Ray memberi sentuhan imajinatif dengan langkah memasukkan hasil wawancara kepada beberapa pihak. Selain itu, ada pula selipa jawaban dari para pengikut Samuel Ray di Instagram.

Variasi inilah nan membikin kisahnya terasa lebih “hidup”, menyenangkan, dan realistis. Selain itu, kitab ini termasuk referensi ringan lantaran babnya tidak lebih dari sepuluh dan halamannya tidak mencapai 300. Jadi, kitab ini nyaman dibaca dalam sekali duduk.

Grameds, jika merasa membaca kitab motivasi tentang pekerjaan bakal terasa berat, kitab ini bakal mematahkan keraguan kamu. Layout bukunya disusun dengan rapi dengan beragam ilustrasi, dari ukuran besar sampai kecil. Sentuhan imajinatif ini membantu kita lebih terhubung dengan isi ceritanya.

Pendek kata, kitab ini adalah kisah perjalanan pekerjaan nan ringan, tetapi isinya “daging” semua. Meski begitu, Samuel Ray sebagai penulis tidak memaksakan pembaca untuk memilih satu solusi dari tiap masalah nan dihadirkan. Sebaliknya ada banyak solusi, pilihan alternatif, jalan pekerjaan nan dapat kita ikuti. Samuel mau menekankan bahwa apa pun pilihan pekerjaan kita, itu tetap nan terbaik berasas kemampuan, motivasi, dan preferensi kita.

Grameds, kitab nan isinya “daging” ini bisa menjadi referensi berbobot nan tepat buat kamu. Nah, sekarang mari kita kulik apa kekurangan dari kitab ini.

Kekurangan Buku Anak Kantoran: Perjalanan Memaknai Hidup

 Perjalanan Memaknai Hidup

button cek gramedia com

Buku ini mungkin lebih cocok dibaca untuk kalangan tertentu saja, seperti anak muda nan sedang kuliah alias mencari kerja, fresh graduate, dan pekerja usia dewasa muda. Namun, tak menutup kemungkinan pembaca di luar kalangan itu bakal tertarik menyimak isi kitab ini.

Selain itu, kitab ini berisi pembahasan nan sebenarnya kerap dikulik oleh Samuel Ray di media sosial. Namun, pembahasan dalam kitab dibuat lebih mendalam, menarik, kreatif, dan pastinya berbobot.

Pesan Buku Anak Kantoran: Perjalanan Memaknai Hidup

 Perjalanan Memaknai Hidup

button cek gramedia com

Buku ini membicarakan banyak perihal dan memberikan segudang insight. Jika dirangkum maka ada satu pesan nan menarik buat dijadikan pedoman dalam berkarier. Buku ini memuat banyak topik, dari karier, promosi, hingga resign. Namun, semua topik dapat disatukan dalam sebuah analogi.

Ya, Samuel Ray membikin afinitas tentang bus nan diibaratkan seperti instansi dan para penumpangnya adalah orang-orang nan bekerja sebagai karyawan. Nah, tiap penumpang bus bakal mempunyai tujuan dan tempat perhentian nan berbeda.

Namun, semua penumpang itu berada di bus nan sama sehingga kudu mengikuti peraturan nan berlaku. Analogi ini sangat tepat untuk menggambarkan situasi di bumi kerja nan meski selalu penuh rintangan dan drama, tetapi pekerja kudu tetap memposisikan diri dengan layak sembari melangkah menuju tujuannya.

Grameds, jika Anda tertarik, langsung saja bawa pulang kitab ini. Gramedia selalu setia menjadi #SahabatTanpaBatas nan bakal memberikan buku-buku berbobot dan original dari penulis terbaik agar Anda dapat #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gheani

Rekomendasi Buku Motivasi

Lagi Probation: Menikmati Perjalanan Mencari Kerja karya Samuel Ray

Lagi Probation

button cek gramedia com

Mencari kerja adalah proses nan dihadapi semua orang dalam perjalanan kariernya. Namun, sering kali ada kebingungan dan ketidakpastian nan muncul. Mulai dari info nan nggak komplit mengenai lowongan kerja, HRD nan susah dihubungi, sampai nego penghasilan nan alot. Lewat Lagi Probation, Samuel Ray—seorang praktisi HR profesional—membagikan tips dan trik mencari kerja, mulai dari menulis CV hingga negosiasi gaji, nan ditulis dengan bahasa nan sederhana dan “mendarat”, tanpa ditutup-tutupi, berasas pengalaman dan perspektif pandangnya. Buku ini ditulis untuk Anda nan baru pertama kali mencari pekerjaan, sedang mau mencari pekerjaan baru, alias sedang mengenang masa-masa mencari pekerjaan. Karena hidup adalah sesederhana menjalani satu proses probation ke probation selanjutnya.

Insecurity Is My Middle Name karya Alvi Syahrin

Insecurity Is My Middle Name

button cek gramedia com

Insecurity is My Middle Name merupakan kitab self-healing nan ditulis oleh Alvi Syahrin. Melalui kitab ini bakal banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan nan selama ini bersarang di dalam kepala. Pada kitab ini, penulis bakal membujuk pembaca untuk berbaikan dengan ‘insecurity’ nan selama ini dialami dengan langkah nan positif, terus bertumbuh, terus berkembang dan menjadi jenis nan lebih baik dari diri kita sebelumnya. Pembaca bakal diajak lebih mengenali makna insecurity dan tips untuk berbaikan dengan diri sendiri.

“Jika Anda tetap mengaitkan ‘beautiful’ dengan fisik, well you’ve missed a lot of real beautiful things. Menurutku, ‘beautiful’ ini banyak macamnya. Ada nan elok tutur katanya, lembutnya langkah dia berbicara, begitu hati-hati dalam setiap ucapannya dan menenangkan untuk di .dengar. Ada juga nan elok perilakunya. Mungkin tak banyak bicara, tetapi selalu berupaya untuk melakukan baik dalam diam. Selalu mencari langkah untuk menolong seseorang. Isn’t it beautiful?” 

Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa karya Alvi Syahrin

Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa

button cek gramedia com

Sudah melamar kerja kesana kemari namun tak kunjung mendapat panggilan, alias ketika berupaya keras untuk masuk ke perguruan tinggi impian, tetapi tidak diterima. Rasa mau menyerah dan patah semangat pasti pernah dialami setiap orang. Jika pembaca sedang berada di kondisi tersebut, maka kitab “Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa” sangat direkomendasikan untuk dibaca. Buku karangan Alvi Syahrin ini bakal menemani pembaca melalui masa-masa susah itu lewat kata-katanya nan bijak dan menenangkan.

Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog