Review Buku Berdamai Dengan Ketakutan Karya Alvirasari

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Grameds, ketakutan seringkali menghampiri setiap orang. Ketakutan adalah salah satu dari tujuh emosi universal nan dialami oleh semua orang di seluruh dunia. Biasanya ketakutan muncul lantaran adanya ancaman bahaya mulai dari fisik, emosional, alias psikologis, nyata alias imajiner. Ketakutan nan berlebih bisa menjadi suatu perihal nan mengganggu kehidupan kita dan aktivitas kita sehari-hari.

Terkadang ketakutan nyaris mirip dengan kegelisahan, namun kudu dipisahkan dan dapat dibedakan. Kegelisahan biasanya terjadi tanpa adanya ancaman eksternal. Ketakutan mengenai dengan suatu perilaku spesifik untuk menghindari dan menyelamatkan diri, sedangkan kegelisahan adalah hasil dari persepsi ancaman nan tidak dapat dihindari. Maka tak heran banyak orang memilih untuk menghindari apapun nan dianggap menakutkan bagi dirinya.

berdamai dengan ketakutan

Nah Grameds tulisan ini bakal membahas mengenai buku “Berdamai Dengan Ketakutan” Anda bisa membaca ulasan dibawah ini sebelum Anda membelinya. Buku ini bakal memberikan tips dan membikin Anda bisa mengurangi ketakutan nan semestinya tidak perlu terjadi.

Sinopsis Buku Berdamai dengan Ketakutan

Dalam kehidupan sehari-hari ketakutan sering kali dikaitkan dengan emosi negatif alias emosi negatif. Namun nyatanya ketakutan juga berakibat baik loh untuk diri kita sendiri, dengan adanya rasa takut kita lebih menjaga diri sendiri untuk tetap kondusif lantaran bakal membikin kita lebih waspada pada potensi bahaya.

Namun kembali lagi bahwa setiap orang mempunyai argumen sendiri nan menyebabkan ketakutan itu. Tidak ada satupun orang nan mau hidup dalam ketakutan nan berlebihan, hidup nan dilingkupi dengan rasa kecemasan, kekhawatiran, dan ketidakamanan.

Semua orang mau hidup dengan nyaman dan tenteram tanpa kudu diganggu dengan rasa khawatir. Ketika ketakutan dibiarkan dan ada didalam kehidupanmu terlalu dalam, sudah pasti ketakutan bakal menguasai kehidupanmu selamanya. Sebagian orang mungkin memilih untuk mengalah dari rasa takutnya sehingga, dia bakal merasa tidak tenang jika kudu berhadapan dengan ketakutan tersebut. Ada juga nan menghilangkan rasa takut tersebut dengan mengontrol emosinya.

Ketakutan dengan Tuhan, ketakutan ini nan bakal menghubungkan hubungan spiritual seseorang dengan Tuhan-Nya, dia bakal memilih untuk tidak melanggar larangan tersebut dan jika melanggar maka bakal menuruti pikiran negatifnya. corak ketakutan bakal dosa ini nan berkarakter positif sehingga seseorang bakal menghindari perbuatan nan tidak baik dan memilih perbuatan nan baik

berdamai dengan ketakutan

Buku ini juga dilengkapi dengan cerita-cerita nan berasal dari pengalaman penulis dan sekitarnya. Seperti contoh cerita ketika penulis berumur dua belas tahun nan sedang berpiknik dengan keluarganya ke suatu pantai di wilayah Yogyakarta. Kala itu mereka semua sepakat untuk berenang selagi ombak tidak tinggi dan cuaca tetap mendukung. Namun saat bermain agak lebih jauh dari bibir pantai, seakan-akan ombak menelan tubuhnya dan dia pun bergulir mengikuti arus. Air pantai menutupi pandangan dan hanya terdengar bunyi ibu nan berteriak, dada terasa sempit dan mulut penuh dengan air laut. Tiba-tiba ada seseorang nan menarik tanganku dan berupaya membuatku sadar.

Karena kejadian ini dia tidak pernah pergi ke pantai dan mengalami syok berat nan menyebabkan rasa takut dan cemas pada pantai. Namun family tidak pernah menyerah untuk menyembuhkan rasa takutnya, beragam langkah dilakukan seperti berpiknik lagi ke pantai, menonton video-video family nan berpiknik di pantai. Kedua orangtuanya meyakinkan bahwa pantai adalah tempat nan menyenangkan untuk bersenang-senang selagi kita sama-sama waspada.

Hingga akhirnya ketika tiba di pantai dan angin laut menyapu tubuhku, saya merasa pengaruh trauma berkurang sedikit, jantungku berdebar dengan normal dan nafasku juga terlihat normal. Meski saya hanya duduk di pinggir pantai, setidaknya saya sudah melawan rasa takutku.

“Kemampuan seseorang untuk menghilangkan peristiwa nan kelam dalam hidupnya berjuntai pada seberapa besar luka nan dirasakan.”

Buku ini bakal menjelaskan beberapa perihal nan melatarbelakangi rasa takut seseorang. Selain itu memberikan penjelasan mengenai akibat dari ketakutan, dan mempunyai beberapa solusi nan bisa membantu pembaca untuk mengatasi ketakutan nan tetap melindap dalam hidupnya.

Akibat dari ketakutan nan berlebih bisa kita rasakan loh Grameds. Ketika otak sudah tidak bisa mentoleransi rasa takut maka seseorang bakal mengalami stres. Stres ini nan bakal mengakibatkan beragam macam penyakit apalagi hingga masalah pencernaan dan memicu adanya lenyap nafsu makan. Kualitas tidur bakal menurun dan bakal berakibat pada emosi sehingga mudah sekali emosi dan marah.

Rasa takut bisa membikin debar jantung lebih sigap dimana menyebabkan perubahan sirkulasi darah ke semua tubuh. Jika ini terus terjadi maka pembuluh darah dapat menyempit lantaran peningkatan aliran darah. Seseorang nan mempunyai ketakutan berlebih juga mempunyai resiko terkena sakit jantung.

“Sebelum mencoba sering jika sudah takut gagal. Dia tidak mau bergerak dan mempunyai tak bersuara di area nyaman sehingga sering banyak orang tidak mau maju untuk berkembang lantaran takut bakal kegagalan.”

Profil Penulis Buku Berdamai Dengan Ketakutan

berdamai dengan ketakutan

Penulis kitab ini adalah Alvirasari nan bisa juga dipanggil Vira. Penulis lahir di Yogyakarta, 15 April 1999. Vira adalah anak bungsu dari empat berkerabat nan menyelesaikan pendidikan S1 nya di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Vira doyan menulis cerpen dan puisi untuk mengisi waktu luangnya, selain menulis vira juga doyan membaca novel dan Wattpad. Kegemarannya dalam menulis puisi menghasilkan hasil kitab puisi dalam kitab kumpulan puisi kampus angkatan 2018.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Berdamai Dengan Ketakutan

berdamai dengan ketakutan

Pros & Cons

Pros

  • Bahasa nan mudah dipahami.
  • Dilengkapi gambar-gambar ilustrasi.
  • Memiliki catatan kaki untuk sumber-sumbernya.
  • Isi pembahasan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
  • Cover kitab menarik, menggambarkan isi buku.

Cons

  • Format tulisan nan acak-acakan.
  • Penjelasan berulang.

Kelebihan Buku Berdamai Dengan Ketakutan

berdamai dengan ketakutan

Buku ini ditulis dengan bahasa nan mudah dipahami, penggunaan kata-kata nan ada di kehidupan sehari-hari membikin kitab ini mudah dipahami setiap kalimatnya. Buku ini tidak hanya membikin pembacanya membaca isi kitab namun membujuk pembacanya merasa seperti mengobrol dan masuk dalam kitab ini.

Buku Berdamai dengan ketakutan ini dilengkapi dengan gambar-gambar ilustrasi mengenai kitab ini per bab. Dengan adanya gambar ilustrasi ini membikin pembaca tidak jenuh dan tidak hanya membaca tulisan namun bisa memandang beragam ilustrasi dari kitab ini.

Selanjutnya kelebihan kitab ini adalah dilengkapi dengan catatan kaki untuk sumber-sumbernya sehingga seluruh penjelasan dalam kitab ini berasal dari jurnal alias tulisan nan juga terkait. Hal ini lantaran kitab ini membahas mengenai mental health, jika tidak berasal jelas maka penjelasan di kitab ini juga tidak jelas isinya.

Pembahasan nan ada dalam kitab ini dibagi menjadi 8 dimana masing-masing bab memberikan penjelasan mengenai hal-hal nan mengenai juga dengan kehidupan sehari-hari dengan sub babnya, seperti Fobia nan susah dimengerti, antara Tuhan dan Kita, Pengaruh Lingkungan dll.

Cover buku juga dibuat dengan menarik ialah menggunakan warna nan cerah dan gambar seseorang nan sedang ketakutan. Cover buku ini juga menyisipkan beragam ketakutan nan bisa terjadi dan nan biasanya kita pikirkan dan dilengkapi dengan kalimat pada bawah cover “sesungguhnya semuanya bakal baik-baik saja. Jangan terlalu mencemaskan sesuatu nan belum terjadi.” Dari cover bukunya saja kita sudah bisa memandang bahwa kitab ini bakal menemani Anda untuk keluar dari ketakutan nan berlebih.

Kekurangan Buku Berdamai Dengan Ketakutan

berdamai dengan ketakutan

Kekurangan kitab ini ada pada penempatan tulisan nan acak-acakan antara gambar dan juga kata-kata motivasinya nan kurang ditempatkan dengan rapi. Sehingga ada beberapa laman nan kurang maksimal penggunaan kertasnya.

Pada beberapa penjelasan, terdapat penjelasan berulang nan sudah dijelaskan pada bab sebelumnya. Hal ini kurang konsisten dan tidak efektif. Meski penjelasannya berbeda namun inti nan mau disampaikan mempunyai sama arti.

Pesan Moral Buku Berdamai Dengan Ketakutan

berdamai dengan ketakutan

Buku ini mengajarkan kita untuk bisa keluar dari rasa takut dan trauma nan sudah pernah terjadi seperti trauma bakal kejadian nan menakutkan alias trauma lantaran pernah ditinggalkan dengan orang nan sangat kita cintai. Buku ini membantu kita untuk bisa menjalani hari seperti biasa tanpa adanya ketakutan nan berlebih.

Rasa takut itu pasti dirasakan oleh semua orang, namun ketakutan nan berlebih bakal berakibat jelek juga bagi diri sendiri dan orang lain. Ketika emosi kita tidak dapat terkontrol maka nan bakal kena marah dan perubahan mood diri kita adalah orang lain. Nah Grameds bagi Anda nan tetap mempunyai trauma alias ketakutan, Anda bisa membaca kitab ini untuk membantu Anda mengurangi ketakutan dan trauma nan ada dalam diri kamu, Buku ini dilengkapi dengan tips jadi Anda tidak perlu khawatir.

Penutup

berdamai dengan ketakutan

Grameds itu dia adalah ulasan singkat mengenai kitab self improvement nan membahas mengenai ketakutan. Jika Grameds tertarik dengan kitab ini, Grameds bisa mendapatkannya di gramedia.com alias toko kitab gramedia terdekat di kotamu. Selamat Membaca !

Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berbobot dan original agar Grameds mempunyai info #LebihDenganMembaca

Penulis : Devina

Rekomendasi Buku Terkait

Seni Berdamai Dengan Emosi

seni berbaikan dengan emosi

Setiap orang mempunyai masalah, tentu saja mau secepatnya meniadakan masalah itu. Konflik dan tekanan merupakan penyebab ketegangan dalam hidup. Kita sadar bahwa selama kita hidup, maka kita bakal mendapatkan masalah. Tidak seorang pun luput dari masalah. Bahkan ada peribahasa mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada orang nan dapat dikatakan sebagai orang normal. Kita semua mempunyai kebiasaan unik dan terkadang menunjukkan perilaku nan tidak logis dan menderita penyakit nan disebabkan oleh emosi. Bila kita menderita sakit nan disebabkan oleh jiwa dan emosi, apakah sebaiknya kita merawat diri sendiri? Tentu saja tidak semuanya bisa kita atasi apalagi dalam kasus psikologis nan berat kita memerlukan support profesional. Namun terdapat banyak indikasi lain serta kondisi lainnya nan dapat disembuhkan dengan menggunakan metode pengobatan diri sendiri.

Dalam kitab ini kita bakal mendapatkan teori sekaligus praktek untuk pengobatan diri sendiri nan berangkaian dengan masalah kejiwaan. Misalnya lewat hipnotis diri maupun latihan-latihan sederhana untuk melepaskan persoalan psikologis di masa lampau nan tetap terbawa hingga saat ini. Walaupun kita abaikan persoalan di masa lalu, bakal tetapi secara kita tidak sadari bakal mempengaruhi perilaku kita di masa sekarang. Jadi, kenapa kita bawa beban masa lalu, jika kita bisa melepaskan beban itu? Pilihlah langkah ringan menuju masa depan.

Alasan untuk Tetap Hidup: Melawan Depresi dan Berdamai dengan Diri Sendiri

alasan untuk tetap hidup

Apa rasanya menjadi orang nan mengalami gangguan kekhawatiran alias depresi? Ada dorongan nan membanjiri emosi dan pikiran mereka sampai-sampai tubuh fisiknya pun ikut sakit. Bahkan, tak sedikit dari mereka nan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Matt Haig pernah berada di titik itu. Ia pernah mencoba bunuh diri di pinggir tebing ketika berumur 24 tahun. Serangan panik nan berkali-kali dan angan nan tak lagi terlihat membuatnya berpikir bahwa mengakhiri segalanya adalah perihal terbaik.

Tetapi, pada langkah terakhir, dia berakhir dan mengurungkan niatnya. Sampai sekarang, dia menjadi bukti bahwa gangguan kekhawatiran dan depresi bisa diatasi. Melalui kitab ini, Matt Haig bakal membagikan pengalamannya, mulai dari indikasi depresi, rasanya mendapat serangan panik, hingga apa nan membuatnya memperkuat hidup hingga hari ini. Kita bakal menyelami apa nan para penderita depresi rasakan dan gimana langkah membantu mereka (atau apalagi diri sendiri) menjadi lebih baik.

Berdamai dengan Diri Sendiri

berdamai dengan diri sendiri

Buku Berdamai dengan Diri Sendiri ini sarat jawaban dan solusi atas kesulitan, tantangan, dan halangan nan dihadapi para wanita di Indonesia. Salah satu kunci agar kita bisa Be The BEST adalah keahlian untuk bisa menerima diri kita apa adanya dan selalu berupaya menemukan solusi. Setelah itu, Do The BEST sehingga kita bisa have the BEST. Beli, baca, dan mulailah menerima diri sendiri dan selalu Strive for Excellence.

Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog