Review Buku Dompet Ayah Sepatu Ibu

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Grameds, setiap orang pasti mempunyai cita-cita nan mau diraih untuk dirinya sendiri alias apalagi untuk memperbaiki status keluarga. Buku ini membujuk kita berefleksi diri sendiri mengenai makna family nan seutuhnya. Bagi Anda nan pernah mengalami hidup di perantauan pergi dari kampung lampau ke kota besar untuk menempuh pendidikan apalagi pekerjaan nan layak demi mencapai cita-cita maka kitab Dompet Ayah Sepatu Ibu bakal sangat relate dengan keadaan kamu.

Cita-cita, pendidikan dan karir adalah perihal nan selalu mau diraih oleh setiap orang. Dengan mempunyai cita-cita kita bakal antusias untuk menempuh pendidikan nan bakal berfaedah dan berfaedah untuk karir kita sendiri. Namun hidup di perantauan rupanya tidak semenyenangkan itu loh Grameds. Kamu hanya mengandalkan dirimu sendiri untuk melakukan semua hal, jauh dari keluarga, jauh dari kenyamanan rumah, selalu kangen dengan family dan tetap banyak perihal lagi nan bakal Anda rasakan.

Buku Dompet Ayah Sepatu Ibu mempunyai cerita nan sangat menyentuh hati nan mengisahkan mengenai kisah seseorang nan mengejar cita-citanya dan segala apa nan dirasakan. Banyak sekali cerita nan bisa dinikmati pada kitab ini mulai dari keluarga, pribadi apalagi hubungan percintaan. Nah sebelum Grameds membeli dan membaca kitab ini, berikut ini adalah ulasan singkat mengenai Buku Dompet Ayah Sepatu Ibu.

Sinopsis Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

Buku  ini menceritakan anak-anak miskin di pedalaman Sumatra Barat dengan 25 bagian nan mempunyai cita-cita untuk bisa hidup layak dan membebaskan diri dari kemiskinan hingga akhirnya mereka menemukan takdir dan hidup berbahagia. Mereka adalah Asrul dan Zeena. Asrul adalah anak laki-laki miskin nan tinggal di punggung gunung lainnya ialah gunung Marapi, Asrul mempunyai adik nan berjulukan Irsal nan sudah terlahir miskin lantaran ayahnya meninggalkan mereka lantaran kawin lagi lantaran ayahnya penganut ajaran poligami. Sebagai anak laki-laki pertama Asrul membantu ibunya untuk mencari duit demi kebutuhan sehari-hari dengan berdagang kayu bakar, sang ayah nan saat ini tinggal di rumah kedua istrinya terkadang memberikan tambahan uang. Namun itu semua tidak cukup untuk membiayai mereka bertiga.

Sedangkan Zeena adalah wanita miskin nan tinggal di punggung gunung Singgalang, mempunyai tiga orang adik dan dua orang kakak. Mereka sudah terbiasa melangkah dengan sepatu rombeng naik dan turun gunung untuk berdagang jagung sebelum sekolah untuk bisa mencukupi biaya hidup dan sekolahnya. Sementara ayah Zeena meninggal bumi ketika Zeena tetap kecil.

Asrul dan Zeena dipertemukan dalam sebuah takdir di kampus Universitas Kota Padang. Mereka sama-sama menjadi mahasiswa baru dan sudah melewati beragam ujian hidup kemudian memutuskan menjalani hidup dan menghabiskan hidup bersama.

Asrul dan adiknya Irsa memendam dalam hati bahwa suatu kelak mereka bakal merubah garis keturunan miskin mereka dan memberangkatkan Ayah dan Ibu nya untuk naik haji. Asrul nan mempunyai semangat nan membara dan jiwa kerja keras membantu ibunya dengan menjadi wartawan dan tukang kliping Koran Harian di Sumatera Barat. Isral adiknya memilih masuk pesantren dan menjadi pedagang kue untuk membantu ibunya.

Zeena juga mempunyai semangat nan sama seperti Asrul, dengan kerja keras akhirnya Zeena bisa lulus dan menjadi sarjana. Ia juga kemudian menjadi pembimbing PNS di sebuah Madrasah Aliyah di Kota Padang dan aktif bermasyarakat. Zeena nan sebelumnya berjanji bakal memberikan pendidikan nan layak untuk adik-adiknya sekarang sukses mewujudkan perihal itu.

Buku ini mengajarkan kita bahwa tidak ada cita-cita nan mustahil untuk diraih jika kita juga mengusahakannya dengan semangat dan perjuangan. Novel ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak muda nan sedang putus asa mungkin lantaran tidak dapat pekerjaan nan layak alias tidak dapat melanjutkan pendidikan nan setinggi mungkin untuk tidak mudah menyerah dan tetap memperjuangkan apa nan sudah dicita-citakan sebelumnya.

Karakter Zeena digambarkan begitu optimis, tidak pantang menyerah dan sederhana. Setelah Zeena mendapat gelar sarjana dari Universitas di Kota Padang, dia juga mempunyai cita-cita lain nan lebih tinggi dan mau terus mengembangkan diri. Zeena mempunyai kemauan untuk melanjutkan studinya ke Jepang namun perihal itu tidak mudah dilalui ada banyak sekali ujian dan rintangan mulai dari biaya, batal nikah, hingga penyakit nan memerlukan biaya lebih.

“Orang miskin kadang-kadang hanya punya modal. Berupa Semangat. Modal itupun sering kena bullyan oleh orang kaya. (H.110)”

Tentang Penulis Buku Dompet Ayah Sepatu Ibu

Penulis Buku Dompet Ayah Sepatu Ibu ini adalah Jombang Santani Khairen alias biasa dikenal dengan J.s Khairen, dia adalah penulis kelahiran padang nan produktif. Karya-karya nya sudah banyak dikenal dikalangan remaja hingga dewasa. Ia juga sudah menerbitkan puluhan kitab nan fiksi maupun non fiksi.

Karyanya nan terkenal adalah Novel Melangkah (2020), Kado Terbaik (2022), dan Bungkam Suara (2023). J.S Khairen juga sering membagikan kehidupan pribadinya dan juga perjalanan menulisnya melalui media sosial Instagram, Twitter alias Tiktok dengan nama @js_khairen.

Meski dia sudah menulis puluhan karya novel namun sebenarnya ibunya melarang dia untuk menjadi penulis loh. Hal ini lantaran J.S Khairen sendiri tamat kuliah dari FE Universitas Indonesia

“Tak usahlah jadi penulis novel tu. Sayang sekali ijazahnya FE UI. Minimal di Bank.” –ucap ibunya.

Tentu Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu menjadi argumen kuat kenapa ibunya melarang J.S Khairen menjadi penulis. Cerita Asrul, nan rupanya ayah dari penulis memang betul adanya. Ibunya sabar betul bahwa menjadi seorang wartawan tidak banyak uangnya dan tukang kliping surat kabar sejak mereka awal menikah itu betul memang.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Dompet Ayah Sepatu Ibu

Pros & Cons

Pros

  • Banyak sekali pesan moral nan dapat diambil
  • Adanya pengetahuan parenting nan baik
  • Memiliki bahasa nan mudah dipahami
  • Alur nan tidak rumit
  • Berdasarkan kisah nyata orang tua penulis
  • Terdapat bingkisan episode

Cons

  • Banyak kesalahan ketik
  • Menggunakan bahasa wilayah Sumatera Barat nan susah dipahami artinya

Kelebihan Buku Dompet Ayah Sepatu Ibu

Buku ini mempunyai banyak sekali pesan moral untuk para pembaca. Pesan moral nan mau disampaikan pada kitab ini terlihat dari cerita perjuangan antara Asrul dan Zeena nan sama-sama merupakan anak miskin nan tinggal di punggung gunung disuatu wilayah. Dengan kisah ini membujuk kita juga untuk tetap optimis dan semangat menjalani apa nan kita inginkan.

Selain itu kitab ini juga memperlihatkan perjuangan seorang ibu nan sukses mendidik anak-anaknya ialah Asrul dan adiknya. Hal ini nan memberikan gambaran positif mengenai bumi parenting nan bisa membaca contoh dan terapkan. Contoh parenting yang bisa diambil dari ibu Asrul adalah dengan selalu bersikap setara dan tidak membeda-bedakan.

Buku Dompet Ayah Sepatu Ibu ini juga dituliskan dengan bahasa nan mudah dipahami dan sederhana. Penulis menggunakan bahasa sehari-hari untuk memudahkan pembaca memahami dan menghayati isi cerita dengan baik. Alur kisah kitab ini juga tidak rumit dan tetap pada tujuan dari kedua tokoh utama nan mau keluar dari kemiskinan hingga mereka jatuh cinta dan menikah.

Buku ini adalah kitab nan dituliskan berasas kisah nyata orang tua penulis kitab sendiri loh Grameds. Karena kitab ini berasal dari kisah nyata maka tentu emosi dan rasa sedih dan senangnya pun terasa sangat nyata dibuat oleh penulis. Melalui beragam rintangan hingga akhirnya dapat menggapai cita-citanya sendiri.

Jika Anda mempunyai kitab ini dan membacanya maka pada akhir laman ada bingkisan bagian nan bisa Anda akses dengan link khusus. Isi bagian bingkisan sangat membikin kita kaget dan kagum dengan apa nan dijalani oleh penulis.

Kekurangan Buku Dompet Ayah Sepatu Ibu

Ada kelebihan tentu ada kekurangan, kitab ini juga mempunyai kekurangan nan sebenarnya tidak mengganggu pembacanya namun dapat dijadikan pertimbangan kedepannya. Buku ini tetap mempunyai kesalahan ketik namun untuk keseluruhan kitab ini tidak masalah lantaran ceritanya nan sangat bagus.

Selain itu kitab ini mengambil latar cerita suatu kota di wilayah Sumatera Barat tentu penulis memasukan beberapa perbincangan menggunakan bahasa minang. Untuk pembaca nan tidak biasa dengan bahasanya bakal merasa kebingungan meski di bawah juga ada artinya. Tentu dialek nan dibicarakan juga berbeda dengan nan tinggal di Jawa. Namun itu bisa menjadi perihal positif bahwa kita mengetahui banyak bahasa-bahasa baru nan ada di Indonesia ini.

Pesan Moral Buku Dompet Ayah Sepatu Ibu

Novel ini mengajarkan kita untuk tetap semangat ya Grameds, meski keadaan kita tidak memungkinkan untuk mendapatkan apa nan kita inginkan namun jika kita mempunyai kegigihan, pikiran nan positif maka perihal itu bisa saja terjadi lantaran tidak ada nan tidak mungkin di bumi ini. Selain itu kitab ini juga mengajarkan untuk berterima kasih bahwa tetap banyak diluar sana nan hidup di pedalaman gunung dan hidup dalam garis kemiskinan, Anda nan membaca novel ini patut berterima kasih lantaran tetap diberikan kesempatan untuk membeli dan membaca novel mungkin dengan camilan alias minuman hangat.

Buku ini juga mengajarkan untuk tidak membenci family dan tetap menyayanginya meski kadang family kita sendiri nan membikin kita sakit hati. Belajar mengampuni dan meminta maaf nan susah sekali bisa dilakukan semua orang saat ini.

Penutup

Nah Grameds gimana dengan ulasan kitab Dompet Ayah Sepatu Ibu? Bagi Anda nan pernah menjadi anak rantau pasti kitab ini sangat relate dengan apa nan pernah Anda rasakan. Tentu sangat menyentuh dan membikin Anda bernostalgia dengan rasa itu.

Jika Grameds tertarik untuk mempunyai bukunya, maka Anda bisa mendapatkannya di Gramedia.com alias di toko kitab Gramedia terdekat di kotamu !

Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berbobot dan original agar Grameds mempunyai info #LebihDenganMembaca

Penulis: Devina

Rekomendasi Buku Terkait

MetroPop: My Perfect Imperfection

my perfect imperfection

Renata tidak pernah menyangka bakal berjumpa kembali dengan Ronald, cinta pertama sekaligus mantan kekasihnya, setelah tujuh tahun berpisah. Ronald-lah nan telah membikin Renata antipati pada laki-laki alias pun hubungan asmara. Pertemuan mereka bukan saja membangkitkan kenangan lama, tapi juga menyadarkan Renata bahwa rupanya Ronald tidak berselingkuh seperti nan diduganya. Ronald tetap menyimpan rasa padanya dan beriktikad memperbaiki semua kesalahpahaman nan terjadi. Masalahnya, Renata terlanjur membuka hatinya untuk Hamish. Hamish adalah laki-laki pertama nan bisa membuatnya berani jatuh cinta lagi. Bersama laki-laki itu, Renata menemukan kembali kebahagiaan nan lama tidak dirasakannya. Renata percaya dirinya mencintai Hamish. Namun entah kenapa, kehadiran Ronald perlahan mulai membuatnya goyah. Renata bimbang. Mungkinkah kita bisa mencintai dua laki-laki sekaligus?

The Star and I

the star and i

“Kulihat bumi dalam matamu dan masa depan dalam senyummu…”

Sejak kecil, Olivia Mitchell mau tahu siapa orangtua kandungnya. Jadi, ketika dia mendapat kesempatan bekerja di New York, dia pun menyambarnya tanpa ragu. Namun, mencari seseorang tanpa nama di kota sebesar New York adalah sesuatu nan mustahil. Kini perjanjian kerja Olivia bakal segera berakhir, dan Olivia menolak pulang ke Inggris sebelum sukses melacak keberadaan orang tua kandungnya. Itu berfaedah dia kudu segera mencari pekerjaan baru agar dia bisa tetap tinggal di New York. Seolah-olah semua itu belum cukup memusingkan, Olivia mendadak berjumpa kembali dengan Rex Rankin—sahabat masa kecilnya, sekaligus cinta pertamanya nan gagal—yang muncul untuk menawarkan bantuan.

The Dance of Love

the dance of love

Anania Ingelisa Tjandra Sukmana, principal dancer di The Royal Ballet of Denmark, tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk cinta pertamanya. Sebuah proyek kitab mempertemukan kembali Anania dengan Haagen Vestergaard, urbanist dan CEO Projekt Byen. Berbeda dengan saat remaja dulu, ketika Anania hanya berani menyukai Haagen dalam diam, kali ini Anania bakal memperjuangkan perasaannya. Setelah calon istrinya mendua, Haagen berjanji tidak bakal pernah mencintai lagi. Tetapi kehadiran Anania menggoyahkan tekad Haagen itu. Kekurangan Anania sebagai kandidat kekasih hanya satu. Yaitu pekerjaan Anania, nan mengharuskannya menari dan berpelukan–bahkan berciuman–dengan dancer laki-laki nan tampan dan seksi. Anania mengatakan kemesraan di panggung hanyalah akting dan tidak melibatkan hati. Namun bisakah Haagen percaya bahwa Anania hanya menginginkan Haagen sebagai pasangan hidup sampai akhir hayatnya? Atau justru Haagen bakal kehilangan Anaknya lantaran tidak segera bisa mengalahkan trauma masa lalunya?

Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog