Review Buku Mada

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Grameds, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan Gadjah Mada. Seorang tokoh sejarah dari Kerajaan Majapahit  nan mempersatukan Nusantara melalui terucapnya Sumpah Palapa. Novel ini bakal membawa Anda ke dalam cerita berlatar kerajaan jaman dulu dan mempertemukan dengan sosok Gadjah Mada. Novel fiksi ini cocok untuk Anda nan menyukai cerita romance dan fantasi.

Fantasi seperti apa nan ada di dalam novel? dan romansa seperti apa nan ditunjukan di dalam novel ini? Selanjutnya lebih baik jika Anda membaca ulasan dan sinopsis mengenai kitab Mada pada tulisan di bawah ini.

Sinopsis Buku Mada

Mada

button cek gramedia com

Cerita ini diawali dengan seorang wanita berjulukan Gendhis nan merupakan seorang wartawan nan suka mendapat penglihatan mengenai wanita nan mirip dengan dirinya. Ketika dia kembali ke Yogyakarta, kota kelahirannya dia mendapatkan banyak kejadian-kejadian asing nan membikin penglihatannya semakin tajam, Majapahit, Gajah Mada, Hayam Wuruk, nama-nama tersebut berputar di pikiran dan penglihatannya.

Kejadian mengerikan sempat terjadi bahwa dia terseret ombak pantai parangtritis dan ketika terbangun dia berada di jaman Majapahit. Ketika dia terdampar di kerajaan Majapahit, dia dirawat oleh Empu Gading dan Nyai Dedhes nan menganggap bahwa Gendhis adalah anak kiriman Sang Hyang Wedi lantaran memang pasangan itu belum dikaruniai keturunan.

Gendhis semakin terbiasa dan beradaptasi dengan lingkungan Majapahit. Ia membantu Empu Gading dan Nyeu Dedhes untuk meracik obat di Kerajaan. Gendhis juga terkadang menerapkan pengetahuan nan dia miliki di masa depan dan beberapa kali sempat menolong orang-orang disekitarnya.

Karena kebaikannya, seorang Mahapatih Gadjah Mada tertarik dan jatuh cinta kepadanya. Gendhis menyadari, ada kemiripan antara Mada dengan Armada Biru, sastrawan nan tak sengaja dia temui di perpustakaan silam, kala Armada Biru menjadi narasumber bedah kitab nan bakal diliput oleh Gendhis. Dari pertemuan di perpustakaan tersebut, berujung pada Gendhis nan terikat masa lampau dengan Armada. Kini, tiap kali memandang kemiripan Mada dan Armada, Gendhis selalu berupaya mengelak bahwa mereka bukanlah orang nan sama.

Gendhis dibawa ke istana untuk berjumpa Raja Hayam Wuruk. Hal nan tidak terduga pun terjadi, bahwa Raja Hayam Wuruk mempunyai nasib nan sama sepertinya. Raha itu terlempar dari masa depan ke masa lampau. Sang Raja pun menganggap Gendhis sebagai kakaknya. Mada nan mengetahui Gendhis bukan berasal dari bumi nya pun cemas jika nantinya Gendhis tidak bakal meninggalkan era Majapahit.

Semakin hari Mada semakin jatuh cinta kepada Gendhis hingga akhirnya memutuskan untuk menikahi Gendhis dan menjadikannya istri. Karena sebuah kutukan Mada tidak bisa mempunyai keturunan, meski Gendhis tidak percaya dengan mitos-mitos namun dia tetap menghormati Mada. Gendhis dan Mada pun akhirnya memutuskan untuk mengangkat dua anak.

Suatu hari Mada mengambil sumpah untuk menaklukan Nusantara menjadi satu. Gendhis cemas lantaran terkenang sejarah mengenai Perang Bubat.

Disisi lain Hayam Wuruk jatuh cinta kepada seorang gadis berjulukan Dyah Pitaloka. Sebelum berangkat berperang, Gendhis meminta suaminya untuk kembali setelah menaklukan selain Sunda, Dengan kecintaan mada, dia pun menuruti apa nan dikatakan oleh Gendhis.

Mada menepati janjinya setelah bertahun-tahun dia kembali berbareng rekannya Laksamana Nala. Setelah itu kerajaan Majapahit juga mempersiapkan pesta pernikahan Sang Raja dengan Putri Kerajaan Sunda. Ra Pangsa tidak senang dengan aktivitas itu, dia mempunyai rencana agar tahta Majapahit kembali kepada keturunan sebelumnya lantaran mereka sudah tahu bahwa Raja Hayam Wuruk bukan merupakan keturunan asli. Ra Pangsa dan menteri akhirnya menghasut Gadjah Mada untuk menyerah rombongan pengantin dari Kerajaan Sunda.

Gadjah Mada tersulut emosi dan akhirnya menyerang seluruh rombongan hingga semuanya gugur. Seluruh kerajaan merayakan keberhasilan Gadjah Mada namun Sang Raja Hayam Wuruk dan Gendhis lah nan paling kecewa dengan perbuatan Gadjah Mada. Suatu malam seorang kerajaan Sunda beriktikad balas dendam dengan menculik salah satu anak Mada dan Gendhis. Mada dan Gendhis mengejar hingga akhirnya Gendhis meninggal dunia. Mada membawa Gendhis ke tepi pantai dan sinar besar menarik Gendhis dari rangkulan Mada,saat itu lah Mada juga mendapat karunia.

Di jaman sekarang, Gendhis sukses ditemukan oleh keluarganya 1 jam kemudian, dia terseret ombak dan pingsan. Gendhis pun menjalani kehidupan seperti biasa. Namun bagaimanakah kelanjutan kisah Mada dan Gendhis? Akankah mereka berdua sukses berasosiasi kembali alias memang kudu menjalani kehidupannya masing-masing?

Tentang Penulis Buku Mada

Mada

button cek gramedia com

Penulis novel Mada ini adalah penulis muda berjulukan Gigrey. Novel ini merupakan novel debut dari sang penulis. Buku ini awalnya merupakan cerita dari Wattpad nan sudah sukses mempunyai 3 juta lebih pembaca sebelum akhirnya diterbitkan dalam corak fisik. Gigrey alias Gisella rahman sudah mempunyai beberapa kitab nan dia tulis selain Mada seperti Mahajana dan Bagaimana Pak?

Gigrey juga seringkali memberikan info mengenai buku-buku alias tulisan-tulisan singkatnya melalui akun media sosial IG @gisellarahman.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Mada

Mada

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros

  • Mengambil cerita kombinasi antara modern dan cerita sejarah
  • Terdapat beberapa lawakkarena perbedaan latar belakang tokoh
  • alur cerita nan jelas, perincian dan menarik
  • gaya penulisan tetep santuy dengan beberapa bahasa baku namun mudah dimengerti
  • latar pada cerita ialah kerajaan majapahit namun sukses diceritakan detail
  • Membuat pembaca tertarik dengan cerita original Majapahit
  • Cover kitab nan sangat menarik

Cons

  • Layout penulisan sangat rapat dan terlalu memaksakan sehingga susah dibaca

Kelebihan Buku Mada

Mada

button cek gramedia com

Buku Mada mengambil cerita kombinasi dari cerita modern nan digabungkan dengan salah satu cerita sejarah nan legendaris di Indonesia ialah Kerajaan Majapahit. Sungguh perpaduan nan unik dan menarik lantaran Gendhis sendiri berasal dari masa depan nan datang ke kerajaan Majapahit membikin suasana menjadi lucu. Seperti berbincang dengan bahasa asing, tidak mempunyai gadget, seakan terisolasi di bumi lain.

Alur ceritanya juga dijelaskan begitu perincian dan menarik lantaran tidak bakal menimbulkan pertanyaan bagi para pembacanya, penulis sukses merangkai cerita secara utuh tanpa bolong-bolong. Selain itu alur ceritanya juga tidak mudah ditebak sehingga Anda bakal merasa kaget alias tidak menyangka dengan cerita-cerita selanjutnya.

Gaya penulisannya juga sangat santuy dan tidak kaku walaupun didalamnya ada beberapa kata-kata baku lantaran memang mengambil latar kerajaan Majapahit, namun membikin cerita di dalamnya menjadi jenis karya fiksi nan mudah dinikmati dan tidak membosankan meski mempunyai unsur sejarah. Penambahan beberapa kata-kata milenial juga terlihat pada kitab ini lantaran Gendhis sendiri berasal dari masa depan jadi ada beberapa kata nan ‘anak milenial’ banget.

Latar nan diceritakan pada novel mada ialah pada era Majapahit dan juga era sekarang namun tidak terlalu mendetail. Latar cerita pada masa kerajaan Majapahit ini dicerita agar para pembaca bisa memahami dan membayangkan mengenai latar kerajaan Majapahit sekitar tahun 1355.

Dengan adanya kitab Mada ini bakal membikin pembacanya semakin tertarik mengetahui perjalanan original dari Kerajaan Majapahit itu sendiri. Dengan begitu sejarah original bangsa Indonesia tidak bakal mudah dilupakan dengan sedikit support dari novel ini.

Cover kitab Mada sendiri sangat bagus dan menarik perhatian, mempunyai unsur-unsur kerajaan cover kitab Mada ini juga tidak ketinggalan memasukan kedua tokoh Gendhis dan Gadjah Mada

Kekurangan Buku Mada

Mada

button cek gramedia com

Kekurangan kitab Mada ada pada layout kitab nan terlihat sangat mepet dan kurang spasi. Selain itu juga font pada kitab ini tidak konsisten seperti besar mini dan untuk spacing sendiri kurang besar jadi terlihat seperti terlalu dekat.

Pesan Moral Buku Mada

Mada

button cek gramedia com

Grameds tidak hanya menjadi kitab novel nan menghibur namun novel mada ini mempunyai beberapa pesan moral nan bisa kita ambil untuk kehidupan kita sendiri. Novel ini mengajarkan kita mengenai makna kesabaran dimana kesabaran bakal sampai akhirnya kepada takdir kita. Selain itu kitab ini mengajarkan kesabaran untuk mengetahui bahwa ada beberapa perihal nan terjadi dan tidak selalu kita bisa mengetahui apa alasannya dan perlu waktu untuk mengetahui perihal itu.

Penutup

Mada

button cek gramedia com

Nah, Grameds, demikianlah ulasan singkat tentang kitab Mada. Novel ini cocok bagi Anda nan sedang mencari referensi fiksi dengan sentuhan sejarah. Kamu bisa membaca novel ini hanya dengan sekali duduk dan novel ini siap untuk menghibur kamu.

Jika Grameds tertarik membaca kitab Mada, Grameds bisa mendapatkannya di Gramedia.com alias toko kitab Gramedia terdekat di kotamu. Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan kitab nan berbobot dan original agar Grameds mempunyai info #LebihDenganMembaca

Penulis: Devina

Rekomendasi Buku Terkait

Mahajana

mahajana

button cek gramedia com

Terbangun dan melanjutkan hidup sebagai remaja kembali. Hayam Wuruk, raja dari Kerajaan Majapahit, hidup dengan beban masa lampau nan tak kunjung terlepas. Waktu terus bergulir, hingga suatu saat, kesempatan kedua itu hadir. Sosok nan membuatnya sadar jika dirinya terlambat untuk mencintai itu pun hadir. Meskipun dalam bentuk lain, tetapi Hayam percaya jika Sachiandra Dewi adalah bentuk dari Sri Sudewi, kekasihnya pada era Majapahit. Hadirnya gadis itu kembali membikin Hayam Wuruk belajar dari masa lampau untuk memperbaiki kesalahannya pada kesempatan kedua nan diberikan. “Kesempatan kedua juga menjadi kesempatan terakhirku untuk mengatakan kata cinta nan tak pernah terucap sebelumnya.”

Novel Bagaimana Pak ?

Novel Bagaimana Pak ?

button cek gramedia com

Ayasha itu tipikal wanita pada umumnya nan suka lupa diri jika ada cogan lewat. Dia juga jenis wanita nan bakal meleleh jika ketemu laki-laki mapan, pintar, dan pastinya berwibawa. Sialnya, semua perihal tersebut ada pada dosennya, Gemintang Prambudi. Pak Gemintang namalain Pak Gemi, pengajar mata kuliah Ekonomi Industri, nan bisa membikin Ayas dilema antara mau menjadi strong independent woman ataukah menjadi wanita bucin nan setiap apa pun nan diperbuat oleh Pak Gemi membuatnya terpana seketika dan minta dihalalin saat itu juga.

Manuskrip nan Ditemukan di Accra

Manuskrip nan Ditemukan di Accra

button cek gramedia com

Apakah kesuksesan itu? Kesuksesan adalah bisa pergi tidur setiap malam dengan jiwa nan damai. 1099. Gerbang-gerbang Yerusalem tengah dikepung. Di dalam tembok kota, orang-orang berkumpul untuk mendengarkan kata-kata bijak seorang laki-laki misterius nan dikenal sebagai sang Guru. Mereka bertanya tentang rasa takut, musuh, kekalahan, dan perjuangan; mereka merenungkan tekad untuk berubah, amal dalam kesetiaan serta kesendirian; dan mereka mengusulkan pertanyaan tentang keindahan, seks dan keluwesan, cinta, kebijaksanaan, dan masa depan. Dan beratus-ratus tahun kemudian, jawaban-jawaban orang bijak itu tetap tetap belaku sebagai rekam jejak nilai-nilai manusia nan tak lekang dimakan waktu . Di tangan Paulo Coelho, Manuskrip nan Ditemukan Di Accra menunjukkan siapa diri kita; ketakutan dan angan kita untuk masa depan berasal dari pengetahuan serta kepercayaan nan ada dalam diri kita, bukan dari kesulitan nan mengepung kita. Manuskrip nan Ditemukan di Accra adalah novel fiksi sejarah karya Paulo Coelho nan diterbitkan pada tahun 2007. Novel ini menceritakan kisah seorang wanita muda Andalusia berjulukan Maria nan hidup pada abad ke-12. Maria bercita-cita menjadi seorang dokter, pekerjaan nan tidak lazim bagi wanita pada masa itu.

Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog