Review Buku Meniti Bianglala Karya Mitch Albom

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Rating: 3.99

Grameds, apakah kalian memahami konsep kematian? Kematian mungkin menjadi perihal nan ditakuti sebagian besar orang nan hidup di dunia. Sebab, kita tak tahu kapan dan gimana kita bakal mengalaminya. Belum lagi berbincang tentang gimana nasib setelah kematian itu. Apakah surga dan neraka nan kita kenal memang betul adanya?

Meniti Bianglala (Five People You Meet In Heaven)

button cek gramedia com

Buku Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven) merupakan karya tulis Mitch Albom nan diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama pada 26 Agustus 2019. Buku dengan ketebalan 208 laman ini merupakan novel terbitan tahun 2003. Sejak awal diterbitkannya, kitab ini sudah sukses terjual lebih dari 14 juta eksemplar di 38 wilayah dan dalam 35 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

Buku Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven) mengisahkan kehidupan dan kematian seorang mekanik wahana berjulukan Eddie (yang terinspirasi dari sosok om Mitch) nan meninggal dalam kecelakaan di taman intermezo dan dikirim ke surga, tempat di mana dia berjumpa dengan lima orang. Kelima orang itu mempunyai peran nan signifikan untuk dirinya ketika dia tetap hidup. Buku best seller ini masuk dalam daftar Buku Terlaris New York Times selama 95 minggu.

Sebelum kita kenali cerita ini lebih lanjut, kita kenalan dulu dengan sosok Mitch Albom, yuk! Simak profilnya di bawah ini ya! Setelah itu, baru lanjut baca ulasan kitab Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven) sampai selesai!

Profil Mitch Albom – Penulis Buku Meniti Bianglala

Mitchell David Albom, nan lebih dikenal sebagai Mitch Albom adalah seorang penulis, wartawan untuk Detroit Free Press, penyiar, musisi, dan telah diakui sebagai kolumnis olahraga terbaik di Amerika oleh Associated Press Sports Editors sebanyak sepuluh kali. Mitch Albom lahir pada 23 Mei 1958 di Passaic, New Jersey, dari pasangan Rhoda dan Ira Albom. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ketika remaja, Mitch belajar bermain piano dan berasosiasi dengan beberapa grup musik.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA di New Jersey dan Pennsylvania, Mitch melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan meraih gelar sarjana Sosiologi dari Universitas Brandeis di Waltham, Massachusetts pada tahun 1979. Pasca kelulusannya, Mitch tetap berkarir sebagai musisi dan pernah tampil di Eropa serta Amerika. Dia juga menulis dan memproduksi beberapa lagu rekamannya sendiri. Ketika berumur sekitar 20 tahun dan tinggal di New York, Mitch mulai tertarik pada bumi kewartawanan dan menjadi relawan di surat berita mingguan lokal berjulukan The Queens Tribune.

Mitch juga melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar magister dari Columbia University’s Graduate School of Journalism. Tidak berakhir di situ, Mitch juga memperoleh gelar MBA dari Columbia University’s Graduate School of Business. Dia kemudian menjadi penulis dan bekerja sebagai wartawan lepas di New York untuk media seperti Sports Illustrated, GEO, dan The Philadelphia Inquirer. Selain itu, Mitch juga bekerja penuh waktu sebagai penulis surat berita di The Fort Lauderdale News dan Sun Sentinel di Florida.

Saat ini, Mitch bekerja sebagai penyiar dalam aktivitas talk show di radio WJR dan sering muncul sebagai reporter serta di Sports Center untuk ESPN. Sebagai penulis buku, Mitch diakui secara internasional. Bukunya nan berjudul Tuesdays with Morrie menjadi best seller selama tujuh tahun dan diakui sebagai salah satu memoar terbaik. Buku lain karya Mitch, For One More Day, nan diterbitkan di Amerika Serikat pada tahun 2006, juga sukses menjadi best seller jenis The New York Times selama sembilan bulan.

Buku Mitch nan berjudul Five People You Meet In Heaven juga meraih kesuksesan besar dengan penjualan lebih dari sepuluh juta kopi dan telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa. Tiga novel karya Mitch juga sukses diadaptasi menjadi film. Salah satunya adalah For One More Day, nan diproduksi oleh Oprah Winfrey pada tahun 1999. Karya-karya terbaru Mitch Albom meliputi Finding Chika: A Little Girl, an Earthquake, and the Making of a Family (2019), Human Touch: A Story in Real Time (2020), The Stranger in the Lifeboat (2021), dan The Little Liar (2023).

Sinopsis Buku Meniti Bianglala

Meniti Bianglala (Five People You Meet In Heaven)

button cek gramedia com

Eddie adalah seorang veteran perang beruban nan merasa terperangkap dalam kehidupan nan tidak bermakna, dia menghabiskan waktunya dengan bekerja memperbaiki wahana di taman intermezo tepi pantai. Seiring berjalannya waktu, beragam perubahan terjadi pada taman tersebut – dari Loop-the-Loop ke Pipeline Plunge – dan Eddie juga mengalami perubahan, dari seorang pemuda nan optimis menjadi orang tua nan penuh dengan kekecewaan. Hari-harinya dipenuhi dengan rutinitas pekerjaan nan membosankan, kesepian, dan penyesalan. Pada ulang tahunnya nan ke-83, Eddie meninggal dalam kecelakaan tragis saat berupaya menyelamatkan seorang gadis mini dari gerobak nan jatuh.

Dengan nafas terakhirnya, dia merasakan dua tangan mini di tangannya dan kemudian tidak ada apa-apa. Dia terbangun di akhirat, di mana dia mengetahui bahwa surga bukanlah Taman Eden nan subur, tetapi tempat di mana kehidupan Anda nan dulu dijelaskan kembali kepada Anda oleh lima orang nan berada di dalamnya. Orang-orang ini mungkin adalah orang-orang terkasih alias orang asing. Namun, masing-masing dari mereka dapat mengubah jalan Anda selamanya.

Satu per satu, lima orang dalam kehidupan Eddie membuka mata dia terhadap hubungan tak terlihat nan membentuk perjalanan hidupnya di dunia. Seiring dengan berkembangnya cerita hingga mencapai konklusi nan mengagumkan, Eddie dengan gigih mencari pelunasan atas tindakan terakhirnya nan tetap menyisakan tanda tanya: apakah tindakannya tersebut merupakan sebuah keberhasilan heroik alias sebuah kegagalan nan memilukan? Jawabannya, nan datang dari sumber nan paling tidak terduga, sama inspiratifnya dengan gambaran sekilas tentang surga itu sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Meniti Bianglala

Meniti Bianglala (Five People You Meet In Heaven)

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros

  • Narasi nan mendalam.
  • Alur cerita nan unik dan menarik.
  • Bersifat reflektif.
  • Penekanan perbincangan nan sangat kuat.
  • Memberikan perspektif baru.

Cons

  • Ada beberapa terjemahan Bahasa Indonesia nan kurang pas.

Kelebihan Buku Meniti Bianglala

Meniti Bianglala (Five People You Meet In Heaven)

button cek gramedia com

Buku Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven) karya Mitch Albom mempunyai sejumlah kelebihan nan menjadikannya kitab nan direkomendasikan untuk dibaca. Novel ini menonjol dengan kemampuannya menggabungkan narasi nan mendalam dengan elemen-elemen mengejutkan nan memikat pembaca. Dari awal cerita unik nan dimulai 50 menit sebelum kematian tokoh utama, hingga akhir nan penuh dengan refleksi kehidupan, setiap bagian kitab ini kaya dengan emosi dan peristiwa nan relatable.

Cerita ini bukan hanya sekadar intermezo untuk menghabiskan waktu dengan membaca, tetapi juga sebagai rayuan untuk merenungkan tentang nilai-nilai kehidupan nan krusial seperti cinta, pengorbanan, dan pengabdian. Dialog dalam kitab Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven) sangat kuat dan seringkali memberikan pencerahan kepada pembaca dan dapat membawa pembaca ke dalam introspeksi diri nan mendalam.

Selain itu, struktur cerita dalam kitab Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven) juga singkat dan padat menjadikan novel ini sempurna untuk dibaca dalam satu kali duduk. Buku ini juga sukses memberikan perspektif baru tentang pentingnya setiap pekerjaan dan gimana pekerjaan kita mempengaruhi orang lain, membuatnya menjadi referensi nan tidak hanya menghibur tapi juga memberi nilai tambah.

Kekurangan Buku Meniti Bianglala

Meniti Bianglala (Five People You Meet In Heaven)

button cek gramedia com

Buku Meniti Bianglala karya Mitch Albom memang menghadirkan banyak keunggulan, tetapi seperti karya buku-buku lainnya, kitab ini tetap mempunyai kekurangan. Beberapa terjemahan dalam kitab ini tidak dinilai kurang pas penyusunannya, sehingga kurang nyaman untuk dibaca, terutama pada bagian tengah sampai akhir buku. Pembaca kudu membaca berkali-kali sebelum akhirnya bisa mengerti pesan nan disampaikan dalam kitab Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven).

Pesan Moral Buku Meniti Bianglala

Meniti Bianglala (Five People You Meet In Heaven)

button cek gramedia com

Buku Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven) menekankan pentingnya penghargaan terhadap kehidupan dan hubungan sesama manusia. Pertama, kita diajak untuk selalu berterima kasih dan menghargai setiap aspek kehidupan, mengingatkan bahwa tidak ada kehidupan nan sia-sia dan setiap momen kudu dihargai. Kedua, kitab ini mengajarkan tentang pentingnya pengorbanan sebagai bagian nan paling krusial dari kehidupan manusia, menunjukkan bahwa apa nan kita korbankan dengan tulus sejatinya tidak bakal hilang, melainkan diteruskan kepada orang lain sebagai corak warisan nan positif.

Ketiga, kitab Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven) menggarisbawahi kekuatan maaf dan ancaman menyimpan kebencian. Belajar memaafkan, terutama mengampuni diri sendiri, menjadi kunci untuk melepaskan diri dari beban emosi negatif nan tidak hanya merugikan orang lain tetapi juga merugikan diri kita sendiri. Terakhir, novel Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven) merayakan cinta dalam segala bentuknya baik itu romantis, familial, alias persahabatan sebagai kekuatan terbesar nan mempengaruhi kehidupan manusia.

Bagi Grameds nan tertarik mau membaca dan turut berlarut dengan kitab Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven), kalian bisa dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Gramin juga sudah menyiapkan buku-buku karya Mitch Albom lainnya di bawah ini, lho. Yuk langsung saja dapatkan buku-buku terbaik hanya di Gramedia.com! Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Orang Tak Dikenal Di Sekoci (The Stranger In The Lifeboat)

Orang Tak Dikenal Di Sekoci (The Stranger In The Lifeboat)

button cek gramedia com

Apa nan bakal terjadi jika kita meminta support Tuhan dan Tuhan betul-betul menampakkan diri? Dalam novel baru nan mendalam tentang angan dan kepercayaan karya Mitch Albom, sekelompok penumpang nan karam menarik seorang laki-laki asing dari laut. Dia mengaku sebagai “Tuhan.” Dan dia bilang dia hanya bisa menyelamatkan mereka jika mereka semua percaya padanya. Terapung di rakit setelah ledakan kapal nan mematikan, sepuluh orang berjuang untuk memperkuat hidup di laut. Tiga hari berlalu. Karena kekurangan air, makanan, dan harapan, mereka memandang seorang laki-laki melayang-layang di ombak. Mereka menariknya masuk.

“Syukurlah kami menemukanmu,” kata seorang penumpang.

“Akulah Tuhan,” bisik laki-laki itu.

Maka dimulailah novel Mitch Albom nan paling mempesona.

Albom telah menulis tentang surga dalam kitab terlaris nomor satu nan terkenal, Lima Orang nan Anda Temui di Surga dan Panggilan Telepon Pertama dari Surga. Sekarang, untuk pertama kalinya dalam fiksinya, dia merenungkan apa nan bakal kita lakukan jika, setelah berseru memohon pertolongan ilahi, Tuhan betul-betul menampakkan diri di hadapan kita?

Dalam The Stranger in the Lifeboat, Albom membikin kita terus menebak-nebak hingga akhir: Apakah laki-laki asing ini betul-betul seperti nan dia klaim? Apa sebenarnya nan menyebabkan ledakan tersebut? Apakah mereka nan selamat berada di surga alias di neraka? Kisah tersebut dikisahkan oleh Benji, salah satu penumpang, nan menceritakan peristiwa dalam kitab catatan nan ditemukan—setahun kemudian—saat rakit penyelamat nan kosong terdampar di pulau Montserrat.

Satu Hari Bersamamu (For One More Day),

Satu Hari Bersamamu (For One More Day)

button cek gramedia com

For One More Day adalah kisah tentang seorang ibu dan anak laki-lakinya, kasih sayang kekal seorang ibu, dan pertanyaan berikut ini: Apa nan bakal kaulakukan seandainya kau diberi satu hari lagi berbareng orang nan kausayangi, nan telah tiada?

Ketika tetap kecil, Charley Benetto diminta untuk memilih oleh ayahnya, hendak menjadi “anak ibu alias anak papa, tapi tidak bisa dua-duanya.” Maka dia memilih ayahnya, memujanya––namun sang ayah pergi begitu saja ketika Charley menjelang remaja. Dan Charley dibesarkan oleh ibunya, seorang diri, meski sering kali dia merasa malu bakal keadaan ibunya serta merindukan family nan utuh.

Bertahun-tahun kemudian, ketika hidupnya hancur oleh minuman keras dan penyesalan, Charley beriktikad bunuh diri. Tapi gagal. Dia justru dibawa kembali ke rumahnya nan lama dan menemukan perihal nan mengejutkan. Ibunya––yang meninggal delapan tahun silam––masih tinggal di sana, dan menyambut kepulangannya seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto (The Magic Strings of Frankie Presto)

Dawai-Dawai Ajaib Frankie Presto

button cek gramedia com

Semua manusia berbakat musik. Jika tidak, kenapa Tuhan memberimu jantung nan berdenyut? Melalui kecintaannya pada musik, Mitch Albom menyusun novel bagus tentang pengaruh talenta dalam mengubah hidup manusia. Inilah kisah epik tentang Frankie Presto––gitaris paling dahsyat nan pernah ada––dan enam kehidupan nan diubah melalui enam dawai biru gitarnya.

Frankie lahir di gereja nan terbakar, bayi yatim-piatu nan dididik oleh seorang pembimbing musik di kota mini di Spanyol. Perang menghancurkan hidupnya, dan pada usia sembilan tahun dia diselundupkan ke Amerika di dalam perahu. Harta Frankie satu-satunya adalah gitar tua dan enam dawai berharga. Frankie merambahi khasanah musik tahun 1940, 1950, dan 1960-an dengan bakatnya nan luar biasa sebagai gitaris dan penyanyi nan memengaruhi bintang-bintang pada era itu, (Duke Ellington, Hank Williams, Elvis Presley), sampai akhirnya dia pun menjadi bintang tenar.

Sumber:

  • https://en.m.wikipedia.org/wiki/The_Five_People_You_Meet_in_Heaven
  • https://en.m.wikipedia.org/wiki/Mitch_Albom
  • https://www.goodreads.com/book/show/60129324-the-five-people-you-meet-in-heaven
Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog