Review Buku Robusta Pukul Dua Pagi Karya Miranda Malonka

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Hello, Grameds! Bagaimana berita Anda hari ini? Semoga semuanya baik-baik saja ya. Tentu saja, saya mengharapkan kesehatan dan kebahagian untuk kalian semua. Meskipun saat ini Anda tidak mendapatkan kebahagian, jangan khawatir, itu tidak masalah. Pada akhirnya, semua masalah bakal teratasi, dan semua kekhawatiran bakal berakhir. Jika saat ini Anda merasa sedang kehabisan semangat, tulisan ini mungkin bisa memberikan sedikit semangat untukmu. Buku Robusta Pukul Dua Pagi: Kumpulan Sajak Anak Muda nan Takut Dewasa mungkin bisa menjadi penyemangat bagimu mungkin bisa menjadi sumber inspirasi bagi kamu.

Robusta Pukul Dua Pagi

button cek gramedia com

Dapat dilihat dari judulnya, kitab ini memuat kumpulan sajak nan menceritakan tentang kehidupan anak muda nan bekerja di kota. Kumpulan sajak ini sangat relevan dengan kehidupan anak muda di perkotaan nan sering menjadikan kopi sebagai pelarian di tengah kebimbangannya. Buku ini untuk kamu, para anak muda nan terjebak dalam budaya hustle, sedang mengalami quarter life crisis, alias merupakan generasi sandwich.

Buku kumpulan sajak ini mempunyai ketebalan 128 laman dan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tanggal 11 Desember 2023. Sebelum kita membaca ulasan tentang kitab ini lebih lanjut, kita berkenalan dengan Miranda Malonka terlebih dulu yuk, Grameds!

Profil Miranda Malonka – Penulis Buku Robusta Pukul Dua Pagi

Robusta Pukul Dua Pagi

button cek gramedia com

Miranda Malonka adalah seorang pecinta kucing nan mempunyai rasa mau tahu nan besar. Dia sangat senang menghabiskan waktunya dengan mengawasi segala perihal dengan penuh rasa keingintahuan sembari mendengarkan musik country tanpa henti. Cita-citanya adalah untuk mendirikan tempat perlindungan hewan dan melakukan perjalanan ke Mars sembari menikmati secangkir kopi.

Selain kitab Robusta Pukul Dua Pagi: Kumpulan Sajak Anak Muda nan Takut Dewasa, penulis nan produktif ini sudah sukses menerbitkan 9 kitab lainnya. Karya-karya Miranda Malonka, ialah Sylvia’s Letters (2015), Tumpukan Angan-Angan dan Kumpulan Coretan Lima Tahun Lamanya (2017), Orbit Tiga Mimpi (2017), Perempuan dan Kapitalisme dan Esai-Esai Lain (2018), Do: Bakteri nan Selalu Bertanya (2021), Awan-Awan di Atas Kepala Kita (2022), Nursery Rhymes for Twenty-Something and Other Poems (2022) Surat-Surat nan Tak Pernah Dikirim (2022), dan Utuh Sebagai Jiwa (Saat Menghadapi Depresi dan Kecemasan) (2022).

Sinopsis Buku Robusta Pukul Dua Pagi

Robusta Pukul Dua Pagi

button cek gramedia com

Seringkali pada pukul dua pagi, kita sering terbangun dari mimpi jelek nan kita alami, alias terpaksa bekerja lembur dengan wajah cemas. Kafein dari kopi selalu menjadi penopang di setiap malam. Kapan kita bisa tidur nyenyak tanpa gangguan mimpi? Kami nan tetap muda, merasa takut bakal dewasa, dan kopi adalah satu-satunya kawan nan selalu ada. Semoga suatu hari kelak kami bisa terbiasa menikmati kehidupan di bumi nyata. Kumpulan sajak ini adalah coretan-coretan dari para anak muda nan merasa resah untuk menghadapi bumi orang dewasa. Semoga jiwa kami tetap setia pada semangat jiwa muda meskipun telah menjadi orang dewasa.

Tabula Rasa

Sesungguhnya, style hidup nomaden seperti perahu nan menyelamatkan

Karena melarikan diri jauh lebih mudah daripada menjalin hubungan

Betapa indahnya kewenangan spesial dari laman baru

Tetapi, sungguh lemahnya jiwa nan tidak pernah diuji

Dikatakan bahwa laman tidak lagi kosong

Oleh lantaran itu, angan itu tidak lagi kosong

Dalam sekejap, takdir berubah menjadi lorong-lorong

Labirin kehidupan sekarang seperti gorong-gorong nan sempit

Luka itu adalah beban di pundak

Yang telah memperkuat kuat sejak era dahulu

Sebuah vonis membawa kita ke alam kematian

Karena sampai akhir hidup, reputasi tidak bakal memudar

Mengapa jalan ini

Menjadi keras dan sepi

Dikelilingi oleh pagar besi

Dan tidak bisa berbelok lagi?

Kata Mereka

Kata mereka, teruslah bermimpi

Karena mimpi bakal menjadi penyelamat dari realitas hidup

Kata mereka, berharaplah

Karena masa depan mempunyai makna nan lebih besar dari hari ini

Tetapi, mereka tidak pernah menyinggung

Bagaimana langkah kita

Jika hanya realitas hidup nan ada

Dan hanya hari ini nan kita miliki

Jejak langkah nan tidak terhapus

Meninggalkan sekelumit kutukan

Yang tersembunyi di kembali aroma

Terlihat seperti kembang gula

Akan tetapi, panasnya nan membara

Menggusur, menghancurkan segalanya

Masih ada serpihan-serpihan dari masa lalu

Yang tidak bisa dilupakan meskipun racunnya mematikan

Dan meskipun sekarang hanya tersisa goresan-goresan di laman lama

Aku nan dulu, telah meninggal terbunuh oleh kata-kata

Kelebihan dan Kekurangan Buku Robusta Pukul Dua Pagi

Robusta Pukul Dua Pagi

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros

  • Buku ini berisikan sajak-sajak nan menarik dan relevan.
  • Ditulis dengan bahasa sehari-hari.
  • Jumlah laman tidak terlalu banyak.

Cons

  • Tidak ada diksi nan menambahkan pengetahuan tambahan.

Kelebihan Buku Robusta Pukul Dua Pagi

Robusta Pukul Dua Pagi

button cek gramedia com

Buku Robusta Pukul Dua Pagi karya Miranda Malonka ini mempunyai beberapa kelebihan nan menjadikannya kitab nan layak untuk dibaca, terutama bagi para anak muda nan sedang berjuang di kota. Buku ini berisikan sajak-sajak nan menggambarkan kehidupan para pemuda pekerja di perkotaan. Sajak-sajak tersebut mungkin bakal relevan dengan pengalaman hidup para pembaca terutama pembaca muda nan tinggal diperkotaan nan sering mencari kopi sebagai corak pelarian dari tekanan hidup.

Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh pemuda nan terjebak dalam budaya kerja nan sangat keras, mengalami krisis usia muda, alias merasa tertekan oleh tuntutan hidup. Di dalamnya terdapat panggilan untuk bertindak agar tetap menjaga kesehatan jiwa dan raga. Sajak-sajak dalam kitab ini ditulis menggunakan bahasa sehari-hari nan langsung dan mudah dimengerti, serta narasi dalam kitab dibuat dalam dengan sangat mencerminkan rutinitas kehidupan sehari-hari para pembaca: bangun – kerja – pulang – tidur.

Selain itu sajak dalam kitab ini tidak bertele-tele dan langsung masuk ke poinnya. Jumlah laman nan tidak terlalu banyak, dengan jumlah laman 128 laman menjadikan kitab ini nan dapat diselesaikan dengan sekali duduk, sangat cocok untuk pembaca nan tidak mempunyai banyak waktu senggang untuk membaca buku.

Kekurangan Buku Robusta Pukul Dua Pagi

Robusta Pukul Dua Pagi

button cek gramedia com

Meskipun kitab Robusta Pukul Dua Pagi karya Miranda Malonka ini mempunyai banyak kelebihan, kitab ini tetap tetap mempunyai kekurangan. Kurangnya diksi alias kosakata nan memberikan pengetahuan tambahan kepada pembaca. Bagi pembaca nan biasanya mencari kitab dengan isi puisi untuk mendapatkan kata-kata baru nan jarang digunakan, kitab ini mungkin tidak dapat memberikan banyak perihal baru dalam perihal tersebut. Meskipun sajak-sajaknya mungkin menggambarkan pengalaman hidup nan relevan bagi banyak pembaca, kurangnya ragam dalam penggunaan kata-kata alias kosa kata nan menarik mungkin membikin pembaca merasa kurang terhubung secara emosional dengan kitab ini.

Pesan Moral Buku Robusta Pukul Dua Pagi

Robusta Pukul Dua Pagi

button cek gramedia com

Jangan khawatir, semua bakal baik-baik saja pada akhirnya, kalimat tersebut adalah kalimat nan sangat mencerminkan kitab ini. Untuk para pembaca nan sedang dilanda kesedihan, stress dan tekanan nan sangat luar biasa kalian tidak perlu merasa cemas lantaran pada akhirnya semua masalah itu bakal berlalu dan pada akhirnya semua bakal baik-baik saja. Lewat pesan moral ini penulis menyuruh pembaca untuk tidak perlu berkepanjangan memikirkan masalah alias kesedihan nan sedang dialami, lantaran perihal itu hanya bakal memberikan akibat nan negatif bagi pembaca.

Nah Grameds, itu dia sinopsis dan ulasan dari buku  Robusta Pukul Dua Pagi karya Miranda Malonka. Yuk langsung saja dapatkan kitab ini hanya di Gramedia.com! Kamu juga bisa menemukan kitab karya Miranda Malonka lainnya pada rekomendasi kitab di tulisan ini. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Young Adult: Awan-Awan di Atas Kepala Kita

 Awan-Awan di Atas Kepala Kita

button cek gramedia com

Novel YOUNG ADULT: AWAN-AWAN DI ATAS KEPALA KITA karya Miranda Malonka mengisahkan tentang Benjamin Iskandar nan berulang tahun ke-19 tahun. Namun, Benjamin justru mau mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Masalah nan dihadapi tidak bisa lagi dia selesaikan. Saat bakal bunuh diri, Kirana Kharitonova nan kebetulan lewat menemukan Benjamin dan segera menolong laki-laki tersebut. Akhirnya Benjamin sukses diselamatkan dan tidak jadi bunuh diri.

Sejak saat itu, Benjamin dan Kirana rupanya mulai mengenal satu sama lain. Keduanya memang berasal dari latar belakang dan kepribadian nan berbeda. Meski begitu, mereka akhirnya bisa menjadi sahabat. Bahkan, setelah rahasia demi rahasia terbuka, sekarang tak lagi jelas siapa sebetulnya nan butuh diselamatkan. Lalu, gimana kelanjutannya kisah Benjamin dan Kirana?

Surat-Surat nan Tak Pernah Dikirim

 Surat-Surat nan Tak Pernah Dikirim

button cek gramedia com

Hidup mengajari Sylvia tentang obsesi. Persahabatan mengajarinya tentang masalah. Dan Sylvia percaya semua orang bisa diselamatkan dari masalah hidup mereka. Hingga dia berjumpa dengan Anggara. nan mengajarkannya tentang cinta nan melepaskan ikatan. Dan untuk pertama kalinya Sylvia menyadari bahwa dia tidak bisa menjadi penyelamat semua orang.

Terkadang peraturan keselamatan tidak lagi bertindak ketika berangkaian dengan obsesi dan cinta. Sylvia’s Letters adalah satu dari banyak cerita tentang remaja nan terlihat baik-baik saja. tetapi mempunyai masalah psikologis berat dan perlu mendapatkan pendampingan. Ada surat-surat nan takkan pernah dikirim. Ada surat-surat nan telah dikirim dan mungkin tak pernah dibaca penerimanya.

Utuh Sebagai Jiwa

Utuh Sebagai Jiwa

button cek gramedia com

“Kamu terlalu sensitif.” “Kamu lemah iman.” “Kamu cengeng.” Hampir satu juta orang di bumi melakukan bunuh diri setiap tahunnya, dengan masalah psikologis sebagai penyebab utamanya. Padahal, ini semestinya bisa kita cegah, umpama saja kita lebih peduli dan punya empati, serta mempunyai akses info nan memadai. Sudah saatnya kita berakhir memberi stigma pada rekan-rekan kita (dan menghakimi diri kita sendiri) lantaran mempunyai masalah psikologis. Jiwa kita juga butuh dipupuk, tak hanya raga. Terkadang, kita butuh pertolongan untuk memahami emosi dan pikiran kita sendiri, nan sering lupa kita perhatikan. Ditulis berasas fakta-fakta ilmiah, kitab ini berisikan pedoman umum mengenai depresi dan gangguan cemas, langkah menghadapinya, dan proses penyembuhannya. Depresi dan resah bisa dicegah. Bila sudah terjadi pun, kemungkinan terburuknya juga tetap bisa dihindari.

Yang Akan Kamu Temukan Dalam Buku Ini

Buku ini mempunyai beberapa poin krusial nan dijabarkan oleh para master di bagian masing-masing. Para kontributor kitab ini antara lain: dr. Teresa Shinta Prameswari; dr. Thiea Arantxa; dr. Agnes Lasmono, Sp.KJ; Dr. dr. Carla R. Marchira, Sp.KJ(K); dr. Fiddina Mediola, Sp.KJ; Ayu Puspita Sari Ningsih, S.Psi; dan dr. Santi Yuliani, M.Sc., Sp.KJ; nan kesemuanya juga aktif di komunitas-komunitas peduli kesehatan mental.

Sumber:

https://www.goodreads.com/book/show/203890340-robusta-pukul-dua-pagi

Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog