Review Buku Seni Mengobati Luka Hati

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Grameds, setiap manusia pasti mempunyai perjalanan hidup nan berbeda. Terkadang ada seseorang nan menganggap suatu masalah di hidupnya biasa saja namun menurut orang lain, masalah hidup nan dialami berat. Penerimaan beban pikiran setiap orang juga berbeda-beda ada, sebagian orang bakal langsung memikirkan gimana masalah itu terlalu dalam namun menurut orang lain itu hanya masalah kecil. Namun ada juga nan tetap bisa positive thinking dan menghadapi masalah dengan baik.

Banyak orang juga nan tidak sadar bahwa mereka sedang berada di fase stress apalagi hingga frustasi. Hal ini lantaran tergantung dari seberapa sering orang tersebut menerima beban nan rumit dalam hidupnya. Namun nan terjadi semuanya dapat menjadi peledak waktu jika seseorang tidak segera menyadarinya. Ketika peledak waktu itu meledak maka Anda bakal sadar bahwa Anda sedang berada di posisi tidak baik-baik saja.

Pelampiasan atas peledak waktu tersebut juga beragam macam seperti menangis, pergi jalan-jalan untuk healing alias menyendiri dan menenangkan diri. Setelah itu kemudian kita bangkit kembali menjadi pribadi nan lebih baik. Nah Grameds jika Anda sedang merasa luka hati, sedih alias nan lain Anda bisa mempunyai dan membaca kitab Seni Mengobati Luka Hati sebagai obat untuk mengobati rasa sakit mu.

Sinopsis Buku Seni Mengobati Luka Hati

Jika bercerita mengenai luka mungkin tidak hanya dia nan pernah terluka, setiap orang pernah merasakan perihal itu. Entah lantaran hanya tergores alias betul-betul terluka hingga tidak ada penawarnya, Entah lantaran sebuah ucapan alias lantaran perlakuan, entah lantaran perihal nan terjadi alias ekspetasi. Tetapi, nan pasti bukan hanya dia nan terluka tapi mungkin orang lain pernah terluka alias apalagi sedang terluka.

“Kita selalu pandai dalam menutupi luka, kita tertawa dan seolah tidak terjadi apa-apa”

Kenyataanya banyak nan hanya berpura-pura untuk membikin semua orang menganggap dan percaya bahwa kita baik-baik saja. Karena jika tidak berpura-pura baik-baik saja maka banyak orang bakal menatap dengan wajah iba dan tatapan penasaran dan mau tahu apa masalah nan kita hadapi Itulah argumen kenapa banyak orang nan doyan berpura-pura lantaran tidak mau ditatap seperti itu oleh orang-orang.

Banyak nan tidak masalah lantaran berpura-pura dari kejamnya bumi lantaran kelak bakal kembali lagi ke “rumah” nan nyaman dan kondusif dan disanalah tempat kita bisa mengungkapkan emosi kita dan menangislah sesuka hati. “Rumah” dalam perihal ini merupakan tempat nan dijadikan pulang oleh setiap orang, merupakan tempat nan konon katanya menyediakan pelukan hangat dan nyaman serta menyenangkan nan didalamnya bisa ditemukan ketenangan ada family nan bakal menyambut mu ketika Anda merasa kesulitan dan sedih. Namun gimana jika tidak ada? Bersyukurlah jika Anda tetap mempunyai rumah tersebut.

Banyak orang nan mengatakan bahwa rumah adalah tempat pulang setelah melakukan banyak sekali aktivitas nan melelahkan seperti bekerja alias sekolah dan bagi sebagian orang, rumah adalah argumen untuk pulang. Namun gimana jika rumah itu menjadi argumen untuk tidak pulang? Ayah dan Ibu nan sering bertengkar, membikin suasana rumah tidak menjadi rumah nan nyaman. Perpisahan membikin semuanya menjadi acak-acakan dan semakin menyakitkan.

Maka tak heran mereka nan tumbuh di rumah nan tidak nyaman bakal menjadi manusia nan dingin dan seolah tidak peduli dengan sekitar. Ia sudah tidak lagi bertanya mengenai kenapa orang tidak memperdulikannya, dia sudah terbiasa dengan semua luka nan dia dapat dari istana pertamanya.

Terkadang kita merasa bahwa kita adalah orang nan paling menderita diantara nan lainnya, terlalu merasa paling tersakiti dengan apa nan dialami. Namun kita ga pernah merasakan gimana rasanya menjadi orang lain apakah lebih senang alias jauh lebih menderita. Fase-fase nan rumit memang bakal terus berbareng untuk saling menyakiti dan berpisah bakal merasa lebih tersakiti.

Semesta tahu apa nan kita inginkan, nan perlu dilakukan hanya memperkuat dan sembuhkan luka. Marilah tidak membenci mereka dan mari saling menggenggam tangan untuk saling menguatkan satu sama lain lantaran tak ada nan menginginkan sebuah perpisahan.

“Apa kau sedang menunggu waktu itu, waktu nan konon bakal memberikan rasa senang dan menyembuhkan luka. Jika iya mari menunggu berbareng ku pun saya sedang menunggunya, dan memaksakan diri untuk memperkuat hingga sejauh ini hanya untuk menunggu masa di mana saya mengampuni semua orang dan saya senang hingga saat itu, Meski entah kapan masanya?”

Grameds kitab ini secara keseluruhan menceritakan mengenai seorang anak wanita nan hidup 20 tahun dengan suasana rumah nan kurang ramah. Ayah dan Ibu nan tidak akur sebagaimana pasangan suami istri membikin goresan luka nan mendalam kepadanya. Hidupnya dituntut kesempurnaan dalam perihal apapun nan akhirnya membikin dirinya gila sendiri. Merasa tidak layak pada diri sendiri hingga akhirnya pada malam nan sunyi dia memilih untuk meminta maaf pada diri sendir dan berbaikan dengan apapun nan sudah menyakitinya dan menjadi manusia nan sadar bahwa setiap manusia tidak sempurna dan mempunyai kekurangan termasuk diri sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Seni Mengobati Luka Hati

Pros & Cons

Pros

  • Terdapat foto-foto hitam putih nan ditampilkan penulis
  • Membahas mengenai masalah nan jarang namun banyak nan merasakannya
  • Dapat menjadi motivasi dan membuka pikiran untuk melanjutkan hidup
  • Menggunakan bahasa nan mudah dipahami

Cons

  • Terdapat beberapa kesalahan ketik
  • Adanya kalimat nan diulang dengan maksud nan sama

Kelebihan Buku Seni Mengobati Luka Hati

Grameds, kelebihan pertama kitab Seni Mengobati Luka Hati adalah terdapat foto-foto nan ditampilkan oleh penulis.Foto-foto ini mempunyai warna nan hanya hitam putih namun didalamnya terlihat banyak makna dan makna nan dapat kita lihat dari isi kitab itu sendiri. Foto-foto ini menggambarkan suasana ‘rumah’ nan diceritakan oleh penulis. Warna hitam putih semakin menggambarkan suasana rumah nan sebenarnya tidak baik-baik saja.

Selain itu kelebihan dari kitab Seni Mengobati Luka Hati adalah membahas mengenai masalah nan jarang dibahas pada buku-buku pengobatan diri alias self improvement. Buku ini membahas mengenai masalah rumah nan sebenarnya dijadikan tempat nan paling nyaman namun nyatanya tidak menjadikan seseorang merasa nyaman dan apalagi memberikan luka hati nan susah disembuhkan.

Buku Seni Mengobati Luka Hati juga dapat menjadi motivasi dan membuka pikiran dan hatimu mengenai luka hati. Dengan pembahasan nan simple kitab ini dapat Anda jadikan sebagai sarana untuk mencari jalan keluar dari masalah nan mungkin sedang Anda alami mengenai suasana rumah nan nyaman.

Buku ini ditulis dengan bahasa nan mudah dipahami dan juga menggunakan bahasa nan tidak terlalu baku sehingga tidak membikin para pembaca menjadi bosan.

Kekurangan Buku Seni Mengobati Luka Hati

Terdapat beragam kesalahan ketik di beberapa kalimat. Hal ini membikin pembaca menjadi kebingungan dan cukup mengganggu pembaca. Selain itu pada kitab ini terdapat beberapa pengulangan kalimat nan mempunyai inti nan sama namun dengan bahasa nan berbeda sehingga membingungkan pembaca mengenai beberapa penjelasannya.

Pesan Moral Buku Seni Mengobati Luka Hati

Buku ini mempunyai beberapa pesan moral nan dapat Anda ambil dan juga Anda terapkan di kehidupan sehari-hari. Buku Seni Mengobati Luka Hati mengajak kita mengetahui bahwa setiap orang di bumi ini pasti mempunyai masalah dan masalah nan ada itu berbeda satu sama lain. Selain itu kitab ini membujuk Anda nan sedang merasakan perihal nan sama untuk tetap berjuang melawan luka hati mu dan mulai mengampuni diri sendiri dan orang lain lantaran Anda tidak sendiri melewatinya. Mungkin banyak orang nan membaca kitab ini dan merasakan perihal nan sama.

Penutup

Nah Grameds itu dia adalah ulasan singkat mengenai kitab Seni Mengobati Luka Hati. Buku ini cocok untuk Anda nan sedang merasakan rasa nan sama dengan apa nan menjadi penjelasan pada kitab ini. Jika Anda tertarik untuk membaca kitab ini maka Anda bisa mendapatkannya di gramedia.com alias toko kitab Gramedia terdekat di kotamu !

Jika Grameds tertarik membaca kitab ini, Grameds bisa mendapatkannya di Gramedia.com alias di toko kitab Gramedia terdekat di kotamu.

Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berbobot dan original agar Grameds mempunyai info #LebihDenganMembaca.

Penulis: Devina

Rekomendasi Buku Terkait

Cape itu Wajar

Cape itu Wajar

Cape dengan semua jalan nan ditempuh. Cape dengan semua perjuangan nan dilalui. Bahkan untuk menitikkan air mata pun dirasa terlalu lelah. Mau menyerah tapi hati berat. Mau lanjut tapi hati ragu. Bingung apalagi nan kudu dilakukan. Memang ada masanya kita butuh dekat dengan titik nyaris menyerah. Memang ada waktunya kita berada di ujung jalan nan tak berkesudahan. Merasa cape itu wajar. Manusia itu punya pemisah kekuatan. Fase berjuang pun ada pasang surutnya. Tapi, ingat, jangan sampai cape itu melemahkanmu. Percayalah, kita bisa menemukan sesuatu nan lebih bagus dari rasa capek itu. Istirahatlah, lampau kembali melangkah.

Tak Perlu Ada Tangis untuk Hal nan Tidak Kamu Miliki

Tak Perlu Ada Tangis untuk Hal nan Tidak Kamu Miliki

Mungkin akhir-akhir ini, air matamu sering jatuh lantaran menangisi sosok nan tak bisa Anda miliki. Sosok nan Anda harapkan menjadi pelengkap separuh hidupmu. Kepergiannya membuatmu jatuh dan menyerah. Membuat hatimu porak-poranda. Sekarang, lebih baik usaplah air matamu. Jangan biarkan lagi mengalir. Sudahi tangismu nan telah berhari-hari. Kamu tak perlu menangisinya. Dia hanya sebatas angan nan tak pernah Anda miliki. Bukankah tak perlu ada tangis untuk perihal nan tidak Anda miliki? Sudahlah. Air matamu terlalu berharga. Kuatkan dan yakinkan kembali hatimu, bahwa hanya sosok nan tepat lah nan bakal memilihmu. Mulai sekarang, berjanjilah untuk tak lagi menangisi hal-hal nan memang bukan untukmu.

Light on Life’s Difficulties : Cahaya Terang Menyinari Hidup

 Cahaya Terang Menyinari Hidup

Buku ini dimaksudkan untuk menjadi kawan nan kuat dan baik hati, serta sumber pembaruan spiritual dan inspirasi bagi orang-orang nan menginginkan kehidupan nan baik dan kuat serta tenteram. Buku ini bakal membantu para pembaca untuk mengubah diri mereka menjadi karakter ideal nan mereka inginkan, dan menjadikan hidup mereka di bumi ini sebagai sesuatu nan penuh berkah nan hanya dapat diharapkan oleh sebagian besar orang di kehidupan nan bakal datang.

Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog