Review Buku Sial, Lagi – Lagi Overthinking!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Topik kesehatan mental belakangan ini memang menjadi sorotan nan menarik dan banyak diperbincangkan oleh beragam kalangan baik orang dewasa maupun remaja. Kesehatan mental bisa terjadi lantaran adanya beragam macam aspek seperti overthinking.

Grameds sebenarnya Anda tahu ga sih apa itu overthinking? Overthinking adalah kecenderungan nan dimiliki seseorang untuk memikirkan suatu perihal dengan berlebihan dan berulang-ulang. Seseorang nan sering overthinking biasanya bakal berpengaruh juga pada mood dan produktivitas pribadi sehari-hari. Seseorang nan overthinking akan terjebak dalam pikiran nan itu-itu saja dan tidak berujung, dia bakal menganalisis semua kemungkinan nan bakal terjadi mulai dari nan baik hingga nan buruk. Biasanya overthinking dipicu lantaran kekhawatiran mengenai masa depan nan semua orang tidak pernah tahu bakal jadi seperti apa.

sial lagi-lagi overthinking

Grameds, buku Sial, Lagi – Lagi Overthinking ini bakal menyajikan beragam tulisan sederhana mengenai overthinking dan menemani Anda untuk bisa keluar dari pikiran nan tidak berujung itu sendiri. Berikut ini adalah ulasan singkat mengenai buku Sial, Lagi – Lagi Overthinking.

Sinopsis Buku Sial, Lagi – Lagi Overthinking

sial lagi-lagi overthinking

Kalau kata penulisnya, kitab ini bukan merupakan kitab motivasi. Grameds apakah Anda pernah termenung dan tiba-tiba terpikirkan mengenai masa depan? Seperti penasaran 5 tahun lagi bakal jadi apa, pilihan hidup sudah benarkah, jodoh sekarang ada di mana, dan tetap banyak lagi.

Buku ini merupakan kumpulan curhatan isi hati seseorang nan dapat dikatakan sebagai overthinker. Setiap malam bakal ada perihal nan dipikirkan namun perihal itu semestinya tidak perlu dipikirkan. Curahan hati ini beragam bentuknya mulai dari tentang masa depan, aktivitas nan sudah dilalui hari ini alias juga memikirkan masa lalu. Buku ini tidak bisa membantu Anda untuk berakhir memikirkan segala perihal dengan berlebihan, namun kitab ini bisa menemani Anda dan memberikan Anda pembelajaran bahwa overthinking tidak semenakutkan dan semengerikan itu. Seseorang nan overthinking memiliki angan bisa segera berbaikan dengan overthinking sehingga mereka mempunyai pemisah mengenai perihal nan kudu di overthinking dan perihal nan tidak kudu di overthinking.

“Hidup memang,

Bukan tentang perlombaan,

Tapi tetap saja, kadang suka overthinking.

Saat melihat

pencapaian hebat

orang-orang disekitar.

-Sial, lagi-lagi Overthinking”

Buku ini adalah kitab nan menggali masalah nan menyebabkan kita menjadi seorang overthinker setiap hari. Pikiran-pikiran nan terus menghantui dalam diri apalagi dapat mengganggu aktivitas dan mood kita sehari-hari. Dengan cerita-cerita dan contoh-contoh nan menarik, pembaca diajak untuk merenungi pola pikir nan sering kali memperburuk keadaan dan menyebabkan stres dan kekhawatiran nan tidak perlu.

sial lagi-lagi overthinking

Penulis buku  Sial, Lagi – Lagi Overthinking membujuk kita untuk bisa menjalani hidup dengan lebih senang dan santai. Dengan menjalani hidup nan santuy dan senang maka kita bisa membangun pesan positif mengenai pentingnya hidup saat ini dan tidak memikirkan perihal negatif. Buku ini membujuk kita untuk menghargai momen sederhana dalam hidup dan menikmati perjalanan tanpa kekhawatiran mengenai perihal nan bukan kendali atas diri kita sendiri.

“kadang saya capek mendengar pertanyaan, 

gak bosen apa sendiri mulu?

Namun, apa mau dikata, 

karena memang begini adanya.

Aku tak sehebat kalian,

yang mudah menjatuhkan hati

dan memberikan rasa pada orang lain”

-Sial, lagi-lagi Overthinking”

Buku ini diharapkan dapat menjadi kawan dan sahabat nan dapat menguatkan pembacanya nan sering merasa resah dan memikirkan segala perihal dengan berlebihan. Buku ini juga diharapkan dapat menjadi penghibur bagi mereka nan selalu terpuruk dalam kesedihan akibat lingkaran overthinking. Buku ini membujuk pembaca untuk mengambil kendali atas pikiran dan emosi mereka sehingga pembaca tidak mudah mengalami overthinking dan bisa mengendalikannya. Kendali atas diri sendiri bakal membantu kita menjadi pribadi nan lebih menghargai diri sendiri sehingga dapat menemukan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup. Buku ini memberikan pedoman nan menyegarkan tentang gimana kita bisa menjadi lebih mudah hidup dan menjalani hidup dengan penuh sukacita, tanpa dihantui oleh pikiran-pikiran berlebihan.

Kalo boleh nanya sama semesta, 

cuma mau bilang, 

“Apa saya ini memang

gak berkuasa bahagia, ya?” -dono_salimz

Profil Penulis Buku Sial, Lagi – Lagi Overthinking

sial lagi-lagi overthinking

Dono Salim adalah arek Suroboyo alias orang Surabaya nan lahir pada 3 Maret di Kota Damai, SIngaraja (Bali). Dono merupakan pribadi nan menyukai apapun nan berwarna hijau, mempunyai horoscope pisces garis keras, terus jika dengerin lagu D’Masiv dikit aja langsung auto-galau. Hobinya nyobain kopi-kopi lezat di beragam coffee shop di Jakarta. Selain sibuk menulis, dia juga sibuk membikin konten receh di Instagram dan TikTok.

Buku Sial, Lagi – Lagi Overthinking nan terbit pada juli 2023 ini merupakan kitab kedua dari Dono Salim, sebelumnya dia sudah pernah menulis kitab dengan titel “Gapapa kok, gak semua kudu terwujud hari ini” nan juga bertemakan mengenai mental health alias tentang pikiran pribadi.

TIdak hanya menulis dan menerbitkan dua buku, Dono Salim juga kerap kali membagikan mengenai kehidupannya dan tentu ditambah dengan kalimat-kalimat motivasinya pada akun media sosial IG @dono_salimz. Selain itu juga dono salim juga merupakan part time writer, dan full time editor Bukune.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Sial, Lagi – Lagi Overthinking

sial lagi-lagi overthinking

Pros & Cons

Pros

  • Kamu bakal mendapat overthinking card nan dilengkapi kata-kata motivasi.
  • Dilengkapi dengan gambar-gambar menarik.
  • Menggunakan bahasa sederhana.
  • Dikemas dengan style nan humoris.

Cons

  • Memiliki banyak kertas kosong di dalamnya.

Kelebihan Buku Sial, Lagi – Lagi Overthinking

Kelebihan kitab ini jika Anda membeli kitab ini nan pertama Anda bakal mendapatkan overthinking card dengan design yang berbeda-beda sesuai dengan tema kitab ialah dengan gambar kucing nan menggemaskan namun menggambarkan situasi nan kita alami Overthinking card ini bisa Anda simpan dan menjadi motivasi nan bisa dipajang di meja belajar, alias ditempel di tembok alias Anda taruh di dompet lantaran kartu ini bakal berisikan quote alias kata-kata random bertemakan overthinking

Contohnya adalah “Lucu ya, Kadang nan bikin kecewa, malah ekspektasi kita sendiri.” Grameds, siapa nan lagi merasakan perihal ini?

Selain itu kelebihan kitab ini adalah dilengkapi dengan gambar-gambar nan menarik. Tidak seperti kitab pada biasanya nan menggambarkan seseorang, namun kitab ini mengambil tema kucing ialah seluruh gambar bakal dipresentasikan dengan seekor kucing. Selain itu beberapa gambar juga merupakan gambar berwarna bukan hitam putih sehingga bakal semakin menarik dilihat. Bagi Anda nan pecinta kucing, kitab ini wajib banget sih Anda miliki !

Buku ini juga menggunakan bahasa nan sederhana, tidak puitis dan teoritis, dan tidak terlalu mempunyai banyak tulisan. Hal inilah nan membikin kitab ini mudah untuk dibaca dan dinikmati. Buku ini tidak bakal membikin Anda jenuh lantaran bukan merupakan kitab nan full dengan tulisan dalam satu halaman.

Buku Sial, Lagi – Lagi Overthinking ini dikemas dengan style humoris namun dengan pendekatan nan tetap dapat dikatakan bijak. Selain itu kitab ini juga memberikan tips dan strategi praktis untuk mengubah pola pikir dan berakhir terjebak dalam perangkap overthinking.

Kekurangan Buku Sial, Lagi – Lagi Overthinking

Karena menggunakan kalimat nan sedikit dan tidak penuh dalam satu halaman, sayangnya kitab ini mempunyai banyak sisa kertas kosong nan bisa saja diisi oleh beberapa kalimat berbeda lainnya. Seperti dalam satu laman hanya ada 5 baris dan sisanya kosong.

Pesan Moral Buku Sial, Lagi – Lagi Overthinking

sial lagi-lagi overthinking

Grameds, Overthinking merupakan perihal nan wajar terjadi pada setiap manusia. Itu tandanya kita menjadi manusia nan memikirkan masa depan dengan rinci dan juga detail, namun overthinking yang tidak bagus adalah overthinking yang terjadi terus menerus tanpa henti apalagi dapat terjadi setiap hari. Hal ini membikin mental dan aktivitas Anda terganggu.

Maka dari itu kitab ini datang untuk menemani overthinking kamu dan menjadi motivasi untuk Anda bisa mengendalikan diri dan pikiranmu sendiri.

Penutup

Grameds itu dia adalah ulasan singkat mengenai kitab self improvment nan membahas mengenai overthinking. Jika Grameds tertarik dengan kitab ini, Grameds bisa mendapatkannya di gramedia.com alias toko kitab gramedia terdekat di kotamu. Selamat Membaca !

Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, gramedia selalu menyediakan buku-buku berbobot dan original agar Grameds mempunyai info #LebihDenganMembaca

Penulis : Devina

Rekomendasi Buku Terkait

Gapapa Kok, Gak Semua Harus Terwujud Hari Ini

gapapa kok gak semua kudu terwujud hari ini

Hidup gini-gini aja… Hidup jadi orang gagal?

Hmm, siapa sih nan mau ditakdirkan jadi pecundang? Jawabannya pasti, nggak ada! Namun, terkadang hidup itu kocak dan suka bercanda. Saat kita sudah berjuang mati-matian, eh hasilnya malah nggak sesuai ekspektasi. Ya, mau gimana lagi? Sekarang hanya bisa bilang ‘gapapa’ dan coba berbaikan sama diri sendiri. Buku ini cocok untuk Anda yang:

1. Hidupnya biasa-biasa saja

2. Sering mengalami penolakan

3. Suka insecure sama diri sendiri

4. Mimpinya belum pernah terwujud

5. Dipaksa mengalah oleh keadaan

6. Terlalu lama ada di area nyaman

7. Suka merasa sendiri dan kesenyapan

8. Pernah jatuh hati pada orang nan salah.

Filosofi Teras

filosofi teras

Lebih dari 2.000 tahun lalu, sebuah ajaran makulat menemukan akar masalah dan juga solusi dari banyak emosi negatif. Stoisisme, alias Filosofi Teras, adalah makulat Yunani-Romawi antik nan bisa membantu kita mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental nan handal dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan. Jauh dari kesan makulat sebagai topik berat dan mengawang-awang, Filosofi Teras justru berkarakter praktis dan relevan dengan kehidupan Generasi Milenial dan Gen-Z masa kini. 

Hidup Apa Adanya

hidup apa adanya

“Aku mau kerja di perusahaan B lantaran teman-teman bakal menilaiku sebagai seorang nan sukses.”

“Aku mau mengubah penampilan seperti dia nan dikagumi banyak lelaki.”

“Aku mau membeli peralatan bermerek agar orang-orang menilaiku sebagai orang kaya.”

Lelah ya, jika kudu hidup sesuai dengan pendapat alias penilaian orang lain. Seperti tidak ada habisnya memuaskan penilaian mereka. Buku Hidup Apa Adanya membuka pikiran kita bahwa apa pun penilaian dan pendapat orang lain tidak bakal memberikan pengaruh pada kehidupan kita, terutama tentang kebahagiaan. Menjadi diri sendiri dan menerima keadaan sesuai dengan porsi nan sesungguhnya bakal membikin kita mensyukuri segala perihal nan ada di hidup ini, sekecil apa pun itu. Temukan serangkaian to-do-list menjalani hidup penuh percaya diri melalui kitab nan telah dicetak ulang lebih dari 200 kali ini serta terjual lebih dari 800.000 eksemplar di Korea Selatan dan lebih dari 700.000 eksemplar di Jepang.

Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog