Review Novel Cake Shop Karya Nana S.

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Cake Shop menyajikan kisah alternative universe nan unik dan manis, tentu saja tidak kalah manis dari kue nan dijual sang tokoh utama. Diangkat dari cerita AU bersambung nan dipublikasikan oleh sang penulis di akun Twitter pribadinya, novel ini menyuguhkan plot-plot romansa dewasa muda nan menyegarkan.

Cake Shop

button cek gramedia com

Grameds, Anda sudah tahu apa itu cerita AU? Bagi para pecinta K-Pop, cerita berbasis fiksi fans ini bukan perihal asing lagi, apalagi sudah menjadi bahan referensi sehari-hari. Dari cerita AU, fans bisa merasakan kisah nan imajinatif dengan pujaan K-Pop nan menjadi tokoh utamanya.

Biasanya cerita AU melibatkan para pujaan K-Pop, entah sebagai tokoh utama alias tokoh tambahan. Bentuk ceritanya pun berupa potongan percakapan tiruan berupa chat WA dan cuitan Twitter. Tak hanya itu, cerita jenis ini memainkan banyak variasi, seperti tangkapan layar panggilan telepon dan foto sang idola.

Bagi para fans, cerita AU menawarkan kisah romantis berbareng sang pujaan nan dalam realita hanya menjadi khayalan belaka. Itulah sebabnya, cerita ini mudah disukai oleh siapa saja, apalagi terkadang kalangan nonfans pun tertarik membaca cerita AU.

Namun, sebenarnya cerita AU itu apa, sih? Nah, alternative universe (AU) sendiri bisa diartikan sebagai cerita fiktif dengan dimensi, alur, dan plot nan ditulis berbeda dari kisah nan sebenarnya. Tokoh-tokoh dalam kisah AU berasal dari sosok nyata, tetapi berganti nama dan peran.

Dalam novel Cake Shop karya Nana S ini, pujaan K-Pop nan menjadi tokoh utamanya adalah Jeno NCT. Grameds, jika Anda mengikuti perkembangan K-Pop pasti tahu jika boy group NCT sangat terkenal di kalangan anak muda Indonesia. Salah satu unitnya nan berjulukan NCT Dream tak hanya sekadar populer, tetapi mempunyai pedoman fans nan solid.

Hmm, tak heran jika cerita AU Jeno NCT ini menarik atensi fans K-Pop tanah air. Di sisi lain, ceritanya pun sederhana, manis, dan relate sama anak-anak muda. Dengan total 312 halaman, novel ini ibaratkan hidang pemanis di tengah kesibukan dunia.

Sebagai referensi romansa, novel Cake Shop memang lebih cocok dibaca di waktu santai, Grameds. Kalau Anda menyukai cerita nan mengalir dan romantis, novel terbitan penerbit Kawah Media ini adalah pilihan nan tepat. Kabar baiknya, Anda sudah bisa memeluk novel ini dengan mengunjungi situs gramedia.com alias berjamu ke toko kitab terdekat.

Nah, Anda pasti sudah penasaran sama novel Cake Shop , ‘kan? Yuk, kita kupas tuntas apa saja kelebihan dan kekurangan novel ini.

Sinopsis Novel Cake Shop Karya Nana S.

Cake Shop

button cek gramedia com

Cerita dalam novel Cake Shop ini mengikuti drama percintaan seorang wanita biasa berjulukan Zora Marjorie nan selalu memantau gebetannya secara diam-diam. Zora tergila-gila dengan Marelio Alexander sampai rela mengawasi pergerakan laki-laki itu di Instagram.

Namun, suatu hari ada petaka dalam kehidupan asmara Zora. Marelio tiba-tiba beranjak menggunakan aplikasi premium dan mengumumkannya di Insta Story. Alhasil, Zora panik dan takut lantaran tidak bisa memantau sang gebetan. Jika Zora tetap memantau Marelio, tentu saja laki-laki itu bakal mengetahui aksinya selama ini.

Di sisi lain, Zora tidak mau menghentikan aksinya lantaran sangat menyukai Marelio. Ide gila pun muncul di akal Zora nan tengah panik. Zora terpikirkan membuka cake shop.

Namun, toko kue ini tiruan dan hanya dijadikan perangkat samaran untuk memantau Marelio di Instagram. Berkat akun cake shop tiruan ini, Zora dapat meneruskan tindakan stalking-nya. Akan tetapi, Zora tiba-tiba mendapat masalah saat seorang laki-laki memesan kue di tokonya.

Pesan dari laki-laki asing berjulukan Ezio Arcello itu sukses membikin Zora panik bukan kepalang. Ezio pasti sedang apes lantaran menemukan akun cake shop tiruan milik Zora dan menghadapi wanita itu. Namun, takdir nan terduga menarik Zio dan Zora ke dalam alur romansa nan semanis kue.

Siapa sangka, pertemuan nan terdengar asing ini tiba-tiba bersambung ke percakapan dan akhirnya menjadi bibit cinta.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Cake Shop Karya Nana S.

Cake Shop

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros

  • Ditulis dengan style bahasa nan sederhana dan mudah dipahami.
  • Alur ceritanya mengalir dan nyaman diikuti.
  • Mengusung tema nan unik dengan anak muda, ialah drama percintaan dan stalking gebetan di media sosial.
  • Temanya nan umum membikin novel ini mudah relate untuk semua kalangan pembaca.
  • Karakter Ezio Arcello digambarkan sebagai sosok nan memenuhi kriteria pacar dambaan sehingga novel ini cocok untuk kalangan remaja.
  • Karakter Zora Marjorie nan sangat dekat dengan realitas sehingga mudah terhubung dengan pembaca.
  • Chemistry Zora dan Zio dibangun dengan baik.
  • Ada format chat sebagai ragam dan membikin layout terlihat menarik.
  • Sampul bukunya menarik dan cukup menggambarkan isi cerita.

Cons

  • Beberapa kalimat dalam format chat nan terkadang kurang nyaman dibaca.

Kelebihan Novel Cake Shop Karya Nana S.

Cake Shop

button cek gramedia com

Novel Cake Shop sebenarnya mengusung premis nan umum, ialah tentang wanita nan jatuh hati dan melakukan segala langkah agar dapat mengikuti aktivitas gebetannya di media sosial. Meskipun terdengar klasik, tetapi kisah Zora dapat dirasakan oleh para pembaca, baik kalangan muda alias dewasa.

Semua orang pasti pernah jatuh cinta dan mengalami masalah kepercayaan diri, seperti nan dialami Zora saat dirinya naksir Marelio. Konflik inilah nan menambah racikan ramuan pada premis novel Cake Shop, Grameds.

Berangkat dari premis nan mudah terkoneksi dengan semua kalangan pembaca, cerita Cake Shop ini dituturkan dengan sederhana. Pembawaan nan sederhana dan mengalir inilah nan membikin tiap plotnya nyaman diikuti. Di sisi lain, penulisnya juga tidak menambahkan kosakata nan rumit sehingga keseluruhan narasinya mudah dipahami.

Cara penulis membawakan cerita dari perspektif pandang Zora juga terkesan santai. Dalam beberapa bagian terasa sekali pola pikir wanita nan tengah jatuh cinta. Pada titik ini, para pembaca nan pernah mengalami situasi serupa bakal merasa terhubung dengan kisah Zora.

Selain style penceritaan nan unik sama anak muda, alurnya pun dibuat mengalir dari awal sampai akhir. Sebagai tambahan variasi, ada format chat nan ditampilkan pada beberapa bagian cerita, Grameds. Bagi sebagian pembaca, format ini bakal membantu menghilangkan kesan monoton. Namun, sebagian pembaca nan lain mungkin bakal merasa kurang cocok.

Hal ini kembali ke selera masing-masing, ya, Grameds. Namun, ada satu perihal nan perlu diapresiasi, ialah kedekatan Zora dan Zio nan bakal mengingatkan kita sama masa muda. Zora digambarkan sebagai karakter nan mempunyai insecure dan trust issue. Ya, tak heran lantaran dia sampai membikin akun tiruan untuk mengikuti aktivitas Marelio.

Berbanding terbalik dengan Zora, Zio adalah laki-laki dengan karakter nan baik dan memenuhi kriteria boyfriend material. Nah, karakter Zio disebut-sebut mirip sama Jeno NCT, Grameds! Jadi, jika Anda fans NCT, terutama NCT Dream nan menjadi salah satu unit Jeno, Anda bakal merasa senang membaca novel ini.

Bagi fans K-Pop, novel nan diangkat dari cerita AU memang mempunyai ruang tersendiri di hati. Salah satunya novel Cake Shop ini nan secara jelas membingkai sosok Jeno NCT ke dalam karakter Ezio Arcello. Sebagai karya pengganti nan mengubah dimensi pujaan menjadi bumi nyata, novel ini sukses menghadirkan sosok Zora sebagai gambaran fans perempuan.

Tentu saja, siapa nan tidak mau mempunyai pacar seperti Zio? Sepanjang cerita, Zio tak hanya digambarkan mempunyai karakter pacar idaman, tetapi ibaratkan sahabat juga. Dari format chat nan ditampilkan di beberapa bagian, kita bakal memandang sungguh recehnya typing Zio.

Bagi Anda nan suka dengan lawakanak muda, novel ini bakal membuatmu tertawa sekaligus meringis memandang typing Zio nan lucu. Kedekatan Zio dan Zora nan diperlihatkan di dalam chat juga terkesan tidak dipaksakan. Hubungan romansa keduanya terjalin alami dan terasa dekat dengan kehidupan nyata.

Dari segi konflik, novel Cake Shop tidak menyajikan masalah nan rumit dan berat, Grameds. Konflik nan datang seputar percintaan di usia dewasa muda nan dipenuhi tantangan dan perjuangan. Rasanya nyaman sekali memandang Zio memperjuangkan Zora, apalagi melindugi wanita itu.

Interaksi dua tokoh nan intens ini dilengkapi dengan pembawaan karakter lain nan cukup menguras hati. Jadi, sebenarnya novel ini cukup ringan untuk dibaca dalam sekali duduk meski tebalnya melampaui 300 halaman, Grameds.

Nah, Grameds, poin eksternal nan menjadi kelebihan novel ini adalah sampulnya nan manis dan cerah. Meski begitu, cukup disayangkan sampul novel Cake Shop tidak menyertakan ilustrasi Zio dan Zora nan menjadi sorotan utama cerita.

Akan tetapi, perihal ini kembali kepada preferensi masing-masing, ya. Nah, sekarang mari kita telaah apa kekurangan novel ini, yuk.

Kekurangan Novel Cake Shop Karya Nana S.

Cake Shop

button cek gramedia com

Kekurangan novel Cake Shop terletak pada format chat nan cukup mengusik kenyamanan saat membacanya. Sebagai peringatan, kekurangan ini mungkin dianggap biasa saja oleh sebagian pembaca, ya, Grameds.

Namun, format typing pada kolom chat terkadang kurang nyaman dibaca dan hanya cocok untuk sebagian kalangan. Di sisi lain, alur cerita Cake Shop sebenarnya dapat ditebak lantaran berasal dari premis nan umum.

Meski begitu, novel ini tetap layak dibaca selagi Anda mengisi waktu luang, Grameds. Kalau Anda condong menyukai kisah cinta monyet nan penuh obsesi, novel ini cocok untuk kamu. Di sisi lain, novel Cake Shop juga menyelipkan pesan moral nan relate sama remaja, orang dewasa muda, sampai orang dewasa, lho.

Pesan Moral Novel Cake Shop Karya Nana S.

Cake Shop

button cek gramedia com

Kita dapat memetik pesan moral dari sosok Zora, wanita nan terobsesi sama sang gebetan. Di kembali sikapnya nan suka stalking akun IG Marelio seperti kebanyakan anak muda pada umumnya, sebenarnya Zora juga menyimpan luka.

Zora mengalami masalah kepercayaan diri, seperti insecure. Perasaan rendah diri bisa timbul dari sikap nan tidak benar, ialah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Hmm, padahal setiap manusia diciptakan unik dan berbeda, ya. Tiap manusia mempunyai peran masing-masing dalam kehidupan dan berkuasa merasa cukup dengan dirinya.

Rasanya tidak setara jika kita merasa tidak percaya diri alias membenci diri sendiri hanya lantaran memandang orang lain nan lebih beruntung. Nah, pesan moral inilah nan mau disuarakan dalam novel Cake Shop, Grameds. Meski disampaikan dengan pembahasan nan tipis, tetapi pesannya tetap tersampaikan kepada pembaca.

Jadi, selagi membacanya, Anda tidak hanya dibuat gemas sama tingkah kocak Zio dan Zora, tetapi merenungkan tiap makna cinta, sahabat, masa muda, dan penerimaan diri saat bumi membikin Anda merasa tidak layak dicintai. Bagaimana? Kamu penasaran sama novel ini?

Grameds, jika Anda tertarik dengan novel Cake Shop, langsung saja kunjungi situs gramedia alias toko buku, ya. Gramedia selalu setia menjadi #SahabatTanpaBatas nan bakal memberikan buku-buku berbobot dan original dari penulis terbaik agar Anda dapat #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gheani

Rekomendasi Novel Terkait

Arial vs Helvetica

 Arial VS Helvetica

button cek gramedia com

Arial punya langkah unik menganalogikan seseorang; dengan menggunakan karakter font style. Meski berjulukan Arial, dia sendiri mau menjadi Helvetica nan disenangi dan menjadi favorit desainer. Omong-omong soal Helvetica, Arial cukup terkejut saat berjumpa kembali dengan wanita pemilik nama itu. Setelah tiga tahun, Helvy tetap saja mendendam atas kejadian saat mereka berkompetisi dalam final pandai jeli Fisika. Cewek itu terlihat begitu serius, seperti merasa perlu membuktikan kemampuannya. Apalagi setelah kecelakaan nan menimpa dirinya dan mengakibatkan ayahnya meninggal dunia, Helvy menjadi sinis memandang kehidupan dan mimpi. Arial sendiri juga merasa perlu membuktikan kemampuannya dalam kreasi skematis patut dibanggakan. Agar pilihannya masuk bidang multimedia nan menentang kemauan ayahnya nan seorang master dimaklumi. Selain pembuktian diri, lomba kreasi poster juga menjadi reuni bagi Arial dan Helvetica. Ajang itu membuka kelanjutan kisah keduanya. Kisah nan membikin mereka mempertanyakan kembali mimpi masing-masing. Nisa Rahmah lahir dan tinggal di Samarinda. Hobi membaca beragam aliran buku, terutama fiksi. Suka menulis sejak kecil. Jarang menulis sembari mendengarkan lagu. Senang mempelajari banyak perihal dari sekitarnya. Suka IPA dan matematika. Gemar bermain dengan kucing-kucingnya. Dan suka termenung sendiri setiap malam.

A Little White Lie

 A Little White Lie

button cek gramedia com

Ocha tidak suka Adit! Meskipun laki-laki itu pujaan wanita satu sekolah, bagi Ocha, Adit nggak lebih dari perusak image dan pembawa sial. Sejak kenal Adit, Ocha berevolusi jadi wanita cengeng, malu-maluin, suka bohong, dan doyan melet. Pokoknya Ocha tidak suka Adit. Titik. Tuhan seperti memberikan jalan untuk membalas dendam ketika tanpa sengaja Ocha menemukan apa nan bakal dianggap kekayaan karun oleh cewek-cewek di sekolahnya: nomor handphone Adit, nan katanya susah banget dicari tahu itu. Awalnya Ocha berencana menjual info nomor handphone Adit ke teman-temannya. Tapi lantaran nggak tega, akhirnya Ocha hanya ngisengin Adit lewat SMS dengan nama samaran Ayu. Tapi bukannya sukses balas dendam, Ocha malah tambah pusing. Soalnya ketidakejujuran mini nan dia ciptakan itu menimbulkan masalah baru. Adit rupanya naksir Ayu! Bagaimana ya kelanjutan ceritanya? Segera cari tahu dengan membaca kitab ini!

Perfect Mate

 Perfect Mate

button cek gramedia com

Kesya tidak pernah menyangka kehidupannya nan biasa saja bakal berubah drastis setelah mengenal Rafael. Dari wanita nan tidak menonjol menjadi wanita sasaran dua laki-laki terkenal di sekolahnya. Perjalanan cinta Kesya sama sekali tidak mulus. Saat mulai jatuh cinta pada Rafael, Kesya kudu berurusan dengan Windhy, sahabatnya, nan tetap menyimpan dendam pada laki-laki itu. Seakan hidup Kesya belum cukup rumit, Farell muncul mewarnai hari-harinya. Sikap laki-laki itu dengan mudah menarik perhatiannya. Pada akhirnya, dia kudu memilih: berbareng orang nan dia cintai tapi mengorbankan persahabatannya alias mulai belajar mencintai orang lain…

Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog