Review Novel Embrace Of Endless Night

Mar 13, 2026 01:43 PM - 1 bulan yang lalu 12395

Embrace of Endless Night – Bagaimana jika kisah dongeng yang selama ini kita kenal rupanya menyimpan sisi yang lebih gelap dan penuh rahasia? Sebuah cerita tentang cerita yang tumbuh di tempat yang paling tidak terduga.

Novel Embrace of Endless Night adalah  karya Porknoodle yang pertama kali ditulis di Wattpad melalui akun haebarapublisher. Kisah ini  sudah dibaca sebanyak 6.2 ribu kali dan memperoleh 668 votes di platform tersebut. Ceritanya dimulai dipublikasikan sejak Desember 2024 dan hingga sekarang tetap ongoing dengan agenda pembaruan setiap hari Senin dan Rabu.

Cerita ini merupakan penyesuaian dari kisah Beauty and the Beast setebal 384 laman ini diterbitkan oleh CV Haeba Group pada 29 April 2025. Embrace of Endless Night juga menjadi salah satu kitab best seller karya Porknoodle yang tak kalah menarik dari novel Land of the Sorrow. Tanpa berlama-lama lagi, yuk langsung simak sinopsis dan ulasan novel ini. Selamat membaca!

button cek gramedia com

Sinopsis Novel Embrace of Endless Night

Tidak ada seorang pun yang mau bersenggolan dengan sosok Noir. Di tanah Elisora, namanya hidup sebagai legenda gelap yang penuh ketakutan. Konon, Noir menyantap hati gadis perawan untuk mempertahankan tubuhnya agar tidak dimakan usia.

Morana Castello hanyalah seorang gadis yang baru merayakan debutantenya ketika keluarganya tiba-tiba jatuh bangkrut. Untuk tetap bertahan, mereka terpaksa pindah ke sebuah desa terpencil berjulukan Avenell. Mora kudu menyingkir dari kenyamanan hidup lamanya dan melakukan apa pun untuk mengisi perut. Ia pergi berburu ke rimba hingga telapak tangannya dipenuhi luka dan kapalan. Semua itu tidak masalah baginya, selama ayah dan adiknya tidak tidur dalam keadaan lapar.

Sampai pada suatu malam, Mora melakukan kesalahan fatal dengan membunuh seekor burung gagak. Tidak pernah terlintas di pikirannya bahwa gagak bermata merah itu adalah hewan kesayangan sekaligus mata-mata milik sosok paling ditakuti di Elisora. Noir. Ada yang menyebutnya sebagai awal dan akhir, entitas yang dikutuk untuk memandang segala sesuatu. Ada pula yang percaya bahwa Noir mengonsumsi hati gadis perawan sebagai santapan hariannya demi mempertahankan penampilan mudanya.

Maka bagi Mora, terjerat urusan dengan Noir sama sekali bukan sesuatu yang bisa dianggap keberuntungan.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Embrace of Endless Night

Pros & Cons

Pros

  • Menyihir pembaca.
  • Konflik-konflik yang dieksekusi dengan baik.
  • Adaptasi yang menarik.
  • World building apik.
  • Karakterisasi tokoh kuat.
  • Penuh dengan rasa.

Cons

  • Butuh peta untuk memperkaya bumi dalam cerita

Kelebihan Novel Embrace of Endless Night

Novel Embrace of Endless Night karya Porknoodle mempunyai banyak sekali kelebihan yang membuatnya digemari dan dicari dalam skala global. 

  • Menyihir pembaca

Novel ini betul benar bisa menarik pembaca masuk ke dalam ceritanya. Plot yang ditawarkan terasa kuat, seru, dan mengalir dengan sigap sehingga membikin setiap halamannya terasa seperti rayuan untuk terus membaca. Alurnya juga mudah untuk dibayangkan lewat khayalan dan memberikan pengalaman membaca yang hidup. Narasi yang digunakan terasa padu dengan suasana cerita sehingga pembaca seolah ikut menyaksikan setiap kejadian secara langsung.

  • Konflik-konflik yang dieksekusi dengan baik

Konflik yang datang tergolong kompleks, namun langkah penyajiannya sangat matang. Walaupun rumit, setiap komponen bentrok tetap terasa masuk logika dan saling mendukung sehingga membikin cerita yang disajikan menjadi semakin menarik untuk diikuti. Penulis juga bisa menempatkan bentrok pada momen yang tepat sehingga ketegangan cerita terus terjaga dari awal hingga mendekati akhir.

  • Adaptasi yang menarik

Porknoodle menghadirkan retelling dari kisah legendaris Beauty and The Beast dengan apalagi beberapa segmen bisa membikin pembaca merasa merinding. Nuansa nostalgia terhadap kisah klasik berpadu dengan produktivitas baru dari penulis, sehingga menghasilkan cerita yang terasa familiar sekaligus berbeda. 

  • World building yang apik

Dunia dalam novel ini dibangun dengan sangat baik. Atmosfer bumi Noir dan Mora terasa magis dan memikat. Deskripsi latar tempat, suasana, hingga nuansa misteri yang menyelimuti bumi tersebut bisa memperkuat khayalan pembaca, seolah membawa mereka betul-betul masuk ke dalam semesta cerita yang penuh rahasia. 

  • Karakterisasi tokoh kuat

Penokohan menjadi salah satu aspek yang paling menonjol. Kedua tokoh utama dalam cerita ini tampil begitu hidup dengan latar belakang berbeda yang kemudian dipertemukan oleh takdir penuh gejolak. Perkembangan karakter mereka juga terlihat sangat jelas.

  • Penuh dengan rasa

Kisah ini menyajikan beragam emosi yang terus berkembang seiring alur bergerak menuju akhir. Semuanya terasa seperti perjalanan naik turun yang intens, nyaris seperti menaiki roller coaster emosi yang tidak pernah berakhir memberi kejutan.

Kekurangan Novel Embrace of Endless Night

Meskipun novel ini mempunyai banyak keunggulan, beberapa pembaca memberikan catatan yang cukup krusial untuk penyempurnaan di karya berikutnya.

  • Butuh peta untuk memperkaya bumi dalam cerita

World building yang begitu mempesona terasa sedikit kurang komplit lantaran tidak disertai peta. Dengan latar tempat yang tidak hanya terbatas pada satu lokasi, kehadiran peta bakal sangat membantu pembaca memvisualisasikan perjalanan tokoh tokohnya. Selain perihal tersebut, tidak ada kekurangan lain yang dianggap mengganggu jalannya cerita di novel ini.

Pengertian dan Sejarah Debutante

Dalam sinopsis Embrace of Endless Night, disebutkan bahwa Morana Castello sedang merayakan debutante. Istilah ini mungkin tetap terdengar asing bagi sebagian Grameds lantaran kegiatan semacam ini memang jarang ditemui di lingkungan sekitar kita. Untuk itu, berikut penjelasan singkat mengenai debutante.

Kata debutante alias deb berasal dari bahasa Prancis débutante yang berfaedah wanita pemula. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan seorang wanita muda, biasanya dari family bangsawan alias family berada, yang telah mencapai usia tertentu dan diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat. Momen perkenalan ini biasanya dilakukan melalui pesta debut alias rangkaian kegiatan sosial yang menandai dimulainya kehadiran mereka di lingkungan sosial yang lebih luas. Rentang usia debutante berbeda beda sepanjang sejarah, namun umumnya berada di antara 16 hingga 18 tahun.

Tradisi ini mempunyai akar sejarah dari Prancis dan pada awalnya bermaksud untuk memperkenalkan wanita muda yang telah dianggap siap menikah kepada calon pasangan dari kalangan yang setara. Walaupun tradisi ini sudah berjalan sejak abad ke-18, maknanya sekarang bisa meluas, misalnya sebagai corak pembinaan organisasi alias support terhadap kegiatan amal. Namun esensinya tetap berangkaian dengan proses pendewasaan seorang remaja perempuan.

Perayaan ini sering dikenal sebagai debut alias pesta debutan, yang biasanya dirayakan ketika seorang wanita memasuki usia 16 hingga 21 tahun, tergantung budaya masing masing. Beberapa negara mempunyai tradisi serupa, seperti Quinceañera di Amerika Latin alias Festa de Debutantes di Brasil, yang menandai usia kedewasaan pada ulang tahun ke-15 alias usia krusial lainnya.

Tradisi musim sosial sendiri telah berjalan nyaris 180 tahun, dimulai dari masa pemerintahan George III hingga masa Ratu Elizabeth II. Selama periode tersebut, wanita muda dari family terpandang melakukan debut resmi di masyarakat dengan memberikan penghormatan kepada ratu. Setelah itu, mereka mengikuti rangkaian kegiatan sosial yang memungkinkan mereka memperluas pertemanan dengan sesama wanita muda dari kalangan elit serta berkesempatan berjumpa pasangan yang mempunyai latar belakang serupa.

Pada masa awal, seorang debutante dianggap sukses jika dia bertukar cincin setelah satu musim sosial. Namun memasuki abad ke-20, kebanyakan debutante mengikuti setidaknya dua musim sosial dan lebih konsentrasi pada prestasi pribadi serta kegiatan kebaikan sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.

Penutup

Novel Embrace of Endless Night datang sebagai referensi yang begitu memikat dan menarik, layaknya kisah kerajaan ala Disney yang bisa membawa pembacanya larut dalam pesona ceritanya. Sebagai karya lokal, novel ini tidak hanya menawarkan world building yang mengagumkan, tetapi juga menampilkan penyesuaian Beauty and The Beast yang diolah dengan sentuhan lokal sehingga terasa lebih dekat dan relevan bagi Grameds. Bagi Anda yang berkeinginan untuk membacanya, Anda bisa mendapatkan kitab ini dan kitab best seller yang lainnya di Gramedia.com! 

Rekomendasi Buku

1. On The Land of Sorrow

On The Land of Sorrow

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Vjërdam sudah jatuh ke tangan penjajah, dicabik-cabik tanpa sisa. Namun tetap ada sekelompok orang gila yang rela mempertaruhkan nyawa mereka demi menyelamatkan negeri mini itu, disebut Pasukan Pemberontak. Altanna Phoebe Eustashe, putri bangsawan yang terkenal anggun dan cerdas, termasuk ke dalam jejeran orang gila tersebut.

Nikolai Gracian Lucretius, jenderal terbaik dari Kekaisaran Enderville. Terkenal sebagai pembunuh berdarah dingin yang tidak pandang bulu. Setiap perperangan di bawah kepemimpinannya selalu berhujung dengan kejayaan. Segala perihal dalam hidup Nik adalah kepastian. Veni, vidi, vici. Dan hanya butuh beberapa pertemuan bagi keduanya untuk sadar, ada benang tak kasat mata yang mengikat mereka dalam skenario tragis. Keduanya menjadi tombak kehancuran untuk satu sama lain.

2. The Love Hypothesis (Hipotesis Cinta)

The Love Hypothesis (Hipotesis Cinta) 

button cek gramedia com

Demi meyakinkan sahabatnya bahwa dia sedang berkencan, Olive Smith memerlukan asumsi dan bukti layaknya seorang ilmuwan. Di tengah kepanikan, dia mencium laki-laki pertama yang dia lihat. Laki-laki itu tak lain adalah Adam Carlsen, pengajar muda yang tampan serta cerdas, yang juga terkenal sebagai pengajar killer. 

Itulah sebabnya Olive terperangah ketika laki-laki itu mau berpura-pura menjadi pacarnya. Bahkan ketika pekerjaan Olive di ujung tanduk, Adam mengejutkannya lagi dengan support yang tanpa henti serta… otot perut menggiurkan yang tak terduga. Lama-kelamaan, penelitian mini mereka terasa berbahaya. Olive juga menyadari perihal yang lebih rumit dari asumsi cinta adalah meneliti hatinya sendiri.

3. Beauty and The Bad Boy

Beauty and The Bad Boy

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Ada dua perihal yang mengejar Sarah. Ibunya yang seperti debt collector yang setiap hari menagih calon menantu padanya dan Alvaros Abimana (Eros), berondong yang lebih muda dua tahun darinya dan secara tiba-tiba mengajaknya berpacaran. Sarah tidak mempermasalahkannya. Sarah pun serius memulai kegiatan mencari calon menantu untuk sang ibu tercinta dan juga langsung menolak mentah-mentah rayuan Eros. Karena bagi Sarah, dewasa adalah perihal absolut yang kudu ada pada calon suaminya. 

Dan perihal itu Sarah anggap tidak ada pada diri Eros yang tetap seorang mahasiswa dan anak band pula. Namun nyatanya menolak Eros bukanlah keputusan yang tepat. Kebebalan laki-laki itu betul-betul patut diacungi jempol. Oleh karenanya Sarah pun menyetujui rayuan Eros untuk berpacaran. Dengan catatan ada misi di baliknya untuk membikin ilfil laki-laki itu agar mau minta putus dengan sendirinya. Lalu… berhasilkah Sarah membikin Eros memutuskan hubungan mereka? Atau Sarah malah semakin terjebak berbareng laki-laki itu?

Selengkapnya