Review Novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara Karya Fitria L. K.

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Grameds nan sedang mencari novel romansa nan tidak biasa, pas sekali kalian membaca tulisan ini! Artikel di bawah ini bakal membahas novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara karya Fitria L. K. Novel ini menyajikan kisah cinta nan kompleks dan penuh konflik. Adapun kisah ini pertama kali dipublikasi di Wattpad Fitria L. K. nan berjulukan @penulispuitis pada 8 April 2019.

Kisah ini sukses menarik hati para pembaca dengan sudah dibaca sebanyak 220 ribu kali dan mendapatkan 6.5 ribu votes.

Anjani Kemuning, gadis dusun ini terperangkap dalam pernikahan paksa dengan master muda nan tampan. Kehidupannya berubah ketika dirinya pindah ke kota. Namun, kebahagiaan belum berpihak padanya. Sang suami tetap bersikap dingin dan belum menyentuhnya. Mengapa master muda itu bersedia untuk menikahinya, tapi tidak mau menyentuh dan menerima cintanya? Rahasia apa nan tetap disimpan rapat sang master tampan itu? Bagaimana akhir kisah cinta mereka?

 Cinta Tanpa Bicara          button cek gramedia com

Novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara ini mempunyai total 432 laman nan diterbitkan oleh Sheila Publisher pada tanggal 16 Desember 2023. Tentunya, novel nan diadaptasi dari Wattpad ini menyimpan banyak keistimewaan di dalamnya. Keistimewaan apa nan dimaksud? Yuk langsung cari tahu saja dengan membaca tulisan ini hingga selesai!

Profil Fitria L. K. – Penulis Novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara

Fitria L. K., meskipun namanya terkesan sebagai sebuah nama pena, sebenarnya adalah seorang wanita nan lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 29 September 1985. Keluarga Fitria mempunyai latar belakang nan unik, dengan ayahnya nan merupakan seorang pelaut ulung nan sering mengarungi lautan di beragam benua. Mungkin lantaran pengalaman hidupnya nan beragam ini, Fitria mulai merasakan panggilan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya melalui tulisan sejak usia 12 tahun, di mana dia menulis sajak-sajak pertamanya dengan penuh semangat.

Selain menjadi seorang penulis nan produktif, Fitria juga menggeluti pekerjaan sebagai abdi negara. Namun, cinta dan dedikasinya terhadap bumi tulis-menulis tak pernah pudar. Aktivitasnya tidak hanya terbatas pada menulis cerita-cerita di platform Wattpad, tetapi juga mencakup keikutsertaannya dalam kelas-kelas menulis dan memberikan pengarahan kepada para penulis pemula. Baginya, menjadi seorang penulis tidak hanya sekadar tentang menciptakan karya-karya nan menginspirasi, tetapi juga tentang memberikan faedah kepada orang lain dan berbagi pengetahuan serta pengalaman nan dimilikinya.

Sinopsis Novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara

 Cinta Tanpa Bicara          button cek gramedia com

Aku memandangi sekeliling kamar. Warna putih tembok bilik ini ibaratkan warna diri ini tanpa warna cinta dari Mas Arya. Detak jam nan terus melangkah seperti mengukur hingga kapan sekoci penantianku sampai di pelabuhan hatinya. Begitu naif hati Anjani Kemuning, menanti, mengemis,dan haus bakal tetesan cinta kasihnya. Hati ini semakin kering tanpa hujan cintanya nan tulus. Aku iri pada mawar nan bersandar di vas berhiaskan motif daun waru.

Bunganya merekah dan harumnya semerbak, membikin banyak orang menginginkannya, memetik, dan merasakan keindahannya, hingga diletakkan pada tempat nan pantas. Namun, diri ini ibaratkan mawar nan merekah dan menanti untuk dipetik serta dinikmati, tetapi malah dibiarkan begitu saja di taman hingga berguguran, layu, dan mati. Berapa lama lagi saya kudu menanti dan menyambut cintanya nan sangat menyakitkan?

Aku tersudut menanti di bilik ini setiap malam panjang tanpa sentuhannya. Aku ingat malam-malam sebelumnya, di mana Mas Arya tetap bersikap dingin kepadaku. Seharusnya, kami menikmati malam sebagai sepasang pengantin baru dengan penuh cinta. Namun, malah satu kalimat memilukan nan diucapkannya. “Ning, saya minta maaf. Aku belum siap untuk memetik ranum cintamu. Masih terlalu awal bagiku untuk bisa menerimamu sebagai istriku.”  Dia menghempaskan diriku terlalu keras sampai jiwa ini menjerit tak berdaya.

Kami sudah terikat satu dengan nan lainnya. Kami tidak berdaya. Memang amukan massa akibat tuduhan biadab nan ditimpakan pada kami penyebabnya. Kami tidak berzina, tapi saya nyaris diperkosa. Pria ini hanya mau menolongku. Namun, akhirnya tercipta pernikahan paksa ini. Aku mulai mencintainya ketika dia mengungkapkan bahwa dia mau menjaga kehormatanku. Ijab qobulnya nan menyebut namaku semakin meyakinanku, bahwa hatiku hanya untuknya.

Mas Arya menjadi laki-laki nan sudah mengubah hidupku, dari wanita dusun, menuju ke dunianya. Rasa sayang dan perhatiannya untukku, tapi tidak dengan cintanya. Tidak ada cinta di sorot matanya. Malam nan kami lalui sangat dingin. Walau pelukan dan kecupannya selalu hangat untukku. Kenapa Mas? Kau anggap diriku ini apa? Aku tak bisa membuka hatimu. Rahasia apa nan tetap kau simpan kepada aku, istrimu?

Kelebihan dan Kekurangan Novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara

 Cinta Tanpa Bicara          button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros

  • Menyajikan premis nan unik.
  • Banyak kosakata baru nan dapat dipelajari.
  • Perkembangan cerita dan karakter tokoh nyaman untuk dinikmati.

Cons

  • Sulit dipahami beberapa diksinya.
  • Alur cerita lambat.

Kelebihan Novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara

 Cinta Tanpa Bicara          button cek gramedia com

Novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara karya Fitria L. K. mempunyai beberapa kelebihan nan menjadikannya dilirik pihak penerbit untuk diadaptasi dan diterbitkan menjadi novel. Tidak seperti cerita cinta biasa nan perjalanan cintanya dimulai dari jatuh hati, kemudian menikah, novel ini menyajikan kisah cinta nan bermulai dari pernikahan paksa.

Menjadi sebuah perihal nan tak lazim dan cukup kontroversial, tetapi di sisi lain unik lantaran keberanian penulis mengangkat rumor ini. Penulisan narasi dinilai rapi dan bagus dengan pemilihan katanya nan luar biasa. Pembaca bisa mempelajari kosakata baru dengan membaca novel ini.

Dari segi alur, novel ini nyaman untuk dinikmati dengan beragam bentrok dan perkembangan cerita serta karakternya. Novel ini sangat direkomendasikan bagi Anda Grameds, nan sedang mencari kisah romansa nan tidak biasa dan penuh dengan intrik. Apalagi, kisah ini juga bisa memberikan banyak pesan moral kepada pembaca.

Kekurangan Novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara

 Cinta Tanpa Bicara          button cek gramedia com

Jika di atas sudah diuraikan kelebihan novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara, bagian ini bakal menguraikan beberapa kekurangan dari kitab ini. Bagi sebagian pembaca, novel ini dinilai susah untuk dipahami akibat pemilihan katanya nan rumit dan nyaris terdapat pada setiap kalimat. Ditambah lagi, alur novel ini cukup lambat dan jumlah halamannya banyak. Meskipun demikian, bagi pembaca lainnya, kompleksitas bahasa dan perlahan-lambatnya alur cerita justru memberikan kedalaman dan kekayaan tersendiri dalam pengalaman membaca.

Pesan Moral Novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara

 Cinta Tanpa Bicara          button cek gramedia com

Pesan moral nan disampaikan melalui novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara karya Fitria L. K. cukup jelas dan kuat. Kisah ini mengingatkan pembaca untuk tidak mudah menghakimi orang lain, apalagi sampai fitnah. Sebab, apa nan kita lihat dan persepsikan belum tentu benar. Pun melihatnya dengan mata kepala sendiri, mungkin bisa dipahami secara berbeda dengan argumen orang nan melakukannya.

Berhati-hatilah dengan ucapan, lantaran ucapan bisa lebih menyakitkan dibandingkan tindak kejahatan. Seperti tuduhan dari massa nan menimpa Kemuning dan Mas Arya, nan membikin mereka terjebak seumur hidup dalam masalahnya. Padahal, niat Mas Arya adalah baik dan tulus.

Nah Grameds, itu dia sinopsis, ulasan, dan pesan moral dari novel Kemuning: Cinta Tanpa Bicara karya Fitria L. K. Penasaran bakal nasib Kemuning dan Mas Arya? Yuk temukan jawabannya dalam novel nan bagus ini dengan mendapatkan kitab ini hanya di Gramedia.com! Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Diorama Alisya, Ketika Cinta Bicara

Diorama Alisya, Ketika Cinta Bicara

button cek gramedia com

Dio dan Rama adalah dua sahabat baik. Mereka sempat terpisah ketika Rama ikut ayahnya pindah ke Kalimantan. Dan berjumpa kembali setelah sekian lama berpisah. Ada seorang wanita nan jatuh cinta pada Rama, dia adalah Aina, kawan sekelas Rama di kampus. Aina meminta Ustad Harun pamannya untuk menanyakan apakah Rama sudah siap untuk menikah ? Sementara kepada Ustad Harun datang Ustad Rasyid, beriktikad meminang Aina. Kini giliran Aina nan bingung kudu menjawab apa?

Bagaimanakah kisah selanjutnya ? Apakah Rama bersedia menerima tawaran Ustad Harun untuk menikahi seorang wanita nan sudah siap dinikahinya ? gimana juga nasib lamaran Ustad Rasyid pada Aina ?, Bagaimanakah kisah cinta Dio? Lalu Bagaimana juga kisah pencarian Alisya mendalami kepercayaan Islam? Ikuti terus dalam DioRama, Alisya : Ketika Cinta Bicara.

Mari Bicara Cinta

Mari Bicara Cinta

button cek gramedia com

Terlanjur indahnya gambaran cinta membikin sebagian anak muda bergairah ketika memasuki bumi cinta. Bersukacita tanpa bekal pengetahuan tentang cinta dan konsekuensinya. Akibatnya, mereka hanya mengandalkan rasa hingga buta dan lenyap kepedulian terhadap masa depan cinta nan sesungguhnya.

Mari bicara cinta, bukan untuk mengulang-ulang pembicaraan nan telah lampau. Bukan pula untuk terlalu mengindahkan cinta. Berbicara cinta adalah tentang gimana ketika jatuh cinta, memendam cinta, memantaskan diri, membangun cinta, dan nan tak kalah pentingnya adalah merawat cinta, dengan bingkai Islam tentunya. Yuk, baca kitab agar tidak salah jalan.

Kita bisa mengatakan ular itu panjang jika dibandingkan dengan ulat. Itu bentuk berupa benda, nan semua orang bisa mengindra, tapi jika ukuran baik-buruk, terpuji-tercela tidak bisa sembarangan orang bisa memberi standar. Jika semua orang bisa dan boleh memberi standar baik-buruk, benar-salah, maka bisa kacau. Sehingga kudu ada standar nan konstan namalain baku untuk mendefinisikan baik-buruk, benar-salah, terpuji-tercela, jika dalam pembahasan ini kaitannya dengan aktivitas mencintai.

Rasa

Rasa

button cek gramedia com

“Aku merasa seperti seorang gadis tua. Seorang gadis berumur 29 tahun nan tidak mengerti apa pun tentang dirinya dan tidak tahu apa nan diinginkannya dalam hidup ini. Aku sebuah bola besar nan menggelinding kebingungan.”

“Sejujurnya saya tidak pernah membayangkan alias mengira bahwa selama ini saya mencari cinta, sebelum akhirnya saya menemukannya.”

***

Seberapa sering kita mempertanyakan makna hidup kita? Meragukan diri sendiri, lampau menyerah pada keadaan? Kamu tidak sendiri, Maya pun begitu. Di tengah riuhnya masalah nan datang dan pergi, dia merasa hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Namun, di sisi lain, dia belum betul-betul menemukan makna lain dari setiap masalah nan menderanya. Ia hanya percaya, bahwa hidup terus berjalan. Beratus-ratus kilometer dari rumah, Maya menemukan banyak kejutan di kapal pesiar tempat dia bekerja. Tentang persahabatan nan dia kira berjalan selamanya, tentang cinta nan dia impikan bakal selalu baik-baik saja.

Ia melalui suka duka di beragam kota dunia, di St. Petersburg, Copenhagen, juga London. Ya, meski dengan hati terluka, Maya tetap melangkah. Menapaki hidup nan kudu dia jalani. Karena sejatinya waktu bakal terus berjalan. Lantas, maukah kau menjadi temannya untuk perjalanan ini? Yuk, kita menjadi temannya Maya dengan mengikuti kisah perjalanannya di beragam bagian bumi melalui novel Rasa karya Nuril Basri ini.

Sumber:

  • https://books.google.co.id/books?id=tnrjEAAAQBAJ&pg=PA1&source=kp_read_button&hl=en&newbks=1&newbks_redir=0&gboemv=1&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
  • https://www.wattpad.com/story/177746963-kemuning-cinta-tanpa-bicara
Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog