Rembulan Tenggelam di Wajahmu – Pernahkah Anda bertanya, gimana jika seluruh perjalanan hidup seseorang dirangkum melalui serangkaian pertanyaan tentang takdir, penyesalan, dan pilihan yang pernah diambil?
Saat Anda menelusuri info tentang titel novel ini, Anda mungkin bakal menemukan bahwa Rembulan Tenggelam di Wajahmu juga telah diangkat menjadi sebuah movie drama Indonesia. Film tersebut tayang pada tahun 2019, disutradarai oleh Danial Rifki, diproduksi oleh Max Pictures, serta dibintangi oleh Arifin Putra, Bio One, dan Donny Alamsyah. Adaptasi ini berasal dari novel karya Tere Liye yang mempunyai 436 laman dan pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Sabak Grip pada tahun 2009.
Dalam tulisan ini, Gramin telah menyiapkan ulasan menarik mengenai novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu yang sukses memikat banyak pembaca sekaligus penonton lewat kekuatan ceritanya, baik dalam corak novel maupun penyesuaian audio visualnya. Jadi, pastikan Grameds tidak melewatkan beragam info krusial yang sudah dirangkum secara unik di sini.

Profil Tere Liye – Penulis Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Tere Liye adalah seorang novelis terkenal di Indonesia yang telah menghasilkan banyak karya dengan beragam genre. Sejak mulai menulis novel pada tahun 2005, jumlah karyanya terus bertambah, begitu pula dengan jumlah penggemarnya. Tere Liye lahir di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, pada 21 Mei 1979. Nama “Tere Liye” hanyalah nama pena, sementara nama aslinya adalah Darwis. Ia berasal dari family sederhana, di mana kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dan mempunyai tujuh anak, dengan Tere Liye sebagai anak keenam. Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya tetap berupaya mendidik anak-anak mereka dengan baik agar menjadi pribadi yang pandai dan berilmu. Tere Liye menghabiskan masa kecilnya di desa berbareng family dan teman-temannya.
Ketika mencapai usia sekolah, dia mulai mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Kikim Timur, yang terletak di Kecamatan Kikim Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, dia melanjutkan ke SMP Negeri 2 Kikim yang berada di Kabupaten Lahat. Pendidikan tingkat menengah pertama ini dilaluinya dengan baik hingga dia sukses lulus dan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Untuk pendidikan SMA, dia memilih berguru di luar kampung halamannya, tepatnya di SMA Negeri 9 Bandar Lampung, Lampung.
Tinggal di Bandar Lampung membawa perubahan dalam dirinya, terutama dalam kebiasaannya mencari info dan memperluas wawasan. Ia mulai giat membaca beragam kitab untuk menambah pengetahuan. Setelah lulus SMA, dia berkeinginan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, dengan Universitas Indonesia (UI) sebagai sasaran utamanya. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, dia terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan hingga akhirnya diterima sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia. Banyak orang mungkin mengira dia mengambil bidang sastra lantaran kiprahnya sebagai penulis, namun rupanya dia memilih bagian ekonomi dan menempuh pendidikan di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi UI.
Sinopsis Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Pejamkan mata sejenak dan bayangkan suasana hening ketika seorang malaikat datang menghampiri, lampau berbicara dengan lembut bahwa Anda diberi lima kesempatan untuk menanyakan rahasia kehidupan. Lima pertanyaan, lima jawaban. Pertanyaan apa yang bakal Anda ajukan? Tentang cinta, keadilan hidup, makna kehilangan, alias apakah manusia betul-betul mempunyai pilihan dalam menjalani takdirnya?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang menghantui Ray, tokoh utama dalam novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye. Ray, alias Rehan Raujana, sekarang berumur enam puluh tahun dan dikenal sebagai pemilik jaringan upaya raksasa yang kekuasaannya menjangkau beragam bidang. Namun di kembali keberhasilan dan kekayaannya, dia sedang berada di periode ajal, membawa lma pertanyaan besar tentang hidup yang sejak lama mengusik pikirannya.
Perjaanan hidup Ray sendiri bermulai dari sebuah panti didikan di kota kecil, tempat dia tumbuh dengan luka, kekerasan, dan beragam penderitaan. Di sanalah dia dikenal sebagai anak yang sering melawan, meski sebenarnya menyimpan kebaikan dalam dirinya. Dari masa mini itulah lahir pertanyaan yang terus membayangi hidupnya: apakah manusia betul-betul diberi kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sejak lahir? Dalam keheningan, Ray kerap menatap rembulan, seolah hanya bulan yang memahami kesedihan yang dia simpan sejak lama. ?
Kelebihan dan Kekurangan Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Pros & Cons
Pros
- Bahan renungan.
- Kejutan di tiap bagian.
- Memberikan harapan.
- Memberikan faedah bagi pembaca
Cons
- Alur lambat.
- Penuturan yang kurang pas.
Pros & Cons
Pros
- Bahan renungan.
- Kejutan di tiap bagian.
- Memberikan harapan.
- Memberikan faedah bagi pembaca
Cons
- Alur lambat.
- Penuturan yang kurang pas.
Kelebihan Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu ini mempunyai banyak sekali kelebihan yang menjadikan titel karya ini sangat terkenal dan dipuji oleh banyak orang.
- Bahan renungan
Seperti karya Tere Liye lainnya, novel ini menghadirkan cerita yang bisa menjadi bahan refleksi bagi pembacanya. Membaca setiap bagiannya terasa seperti menatap diri sendiri tanpa merasa digurui. Meski bukan kitab pengembangan diri, kisah ini bisa menguatkan hati, memberi dorongan, dan menghadirkan inspirasi bagi siapa saja yang mengikutinya.
- Kejutan di tiap bagian
Setiap bab menyimpan kejutan yang susah ditebak. Perjalanan Ray sebagai anak yatim mungkin tampak sederhana, namun Tere Liye mengolahnya menjadi rangkaian cerita yang penuh dengan teka teki. Pada setiap titik keputusan dan setiap momen menegangkan, satu demi satu misteri dalam hidup Ray perlahan menemukan jawaban.
- Memberikan harapan
Novel ini juga menyuntikkan rasa optimis kepada pembacanya. Kisah Ray mengingatkan kita bahwa setiap peristiwa dalam kehidupan itu mempunyai suatu alasan. Tidak ada kejadian yang datang begitu saja. Semua melangkah sesuai ketentuan Tuhan. Melalui kisah ini pembaca merasa bahwa keadilan Tuhan selalu ada dan bekerja dengan caranya sendiri.
- Memberikan faedah bagi pembaca
Cerita yang dibangun terasa begitu menyentuh. Tidak sedikit pembaca yang ikut larut hingga meneteskan air mata ketika membayangkan penderitaan Ray. Namun bukan hanya kesedihan yang disuguhkan. Ada banyak pelajaran yang dapat diraih. Tere Liye membawa tema yang dekat dengan realita hidup sehingga kisah ini menjadi refleksi yang layak direnungkan oleh banyak orang.
Kekurangan Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Meskipun novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu mempunyai banyak kelebihan, tetap ada beberapa perihal yang dinilai pembaca menjadi kekurangan pada novel ini.
- Alur lambat
Pada bagian awal, cerita melangkah cukup pelan lantaran menampilkan masa mini Ray yang terasa biasa saja. Tidak banyak perihal yang memikat di awal sehingga sebagian pembaca bisa merasa jenuh. Pengalaman membacanya seperti mendengarkan seorang laki-laki tua yang berbincang panjang lebar berjam jam. Beberapa bagian juga terasa agak usang dan kurang selaras dengan suasana pembaca masa kini.
- Penuturan yang kurang pas
Konsep penggunaan alur mundur sebenarnya menarik, tetapi langkah penyampaiannya sesekali terasa monoton. Beberapa bagian flashback tidak mengalir dengan kuat sehingga membikin pembaca kehilangan konsentrasi dalam menikmati perjalanan Ray sepenuhnya.
Makna Kehidupan
Melalui perjalanan Ray, seorang pengusaha besar yang akhirnya kudu berhadapan dengan realita bahwa waktunya di bumi segera habis, pembaca diajak masuk lebih dalam untuk merenungkan apa sesungguhnya makna kehidupan. Pertanyaan tentang makna hidup bukan sekadar wacana filosofis, tetapi sesuatu yang dirasakan, diperjuangkan, dan dihayati. Makna kehidupan dapat muncul dari perihal hal yang kita anggap berharga, dari kepercayaan yang memberi arah, hingga tujuan yang membikin seseorang tetap melangkah, baik itu berasal dari pekerjaan, hubungan, pengalaman, maupun dari luka dan penderitaan yang mengubah langkah pandang kita.
Secara pribadi dan psikologis, makna hidup sering kali tumbuh dari motivasi dan angan yang menjadi pendorong seseorang mencapai sesuatu. Ada yang menemukannya melalui karir, pendidikan, alias pencapaian yang memberi rasa bangga. Ada pula yang menemukan makna itu dalam pengalaman hidup, baik yang membawa kebahagiaan maupun yang mengajarkan keteguhan, seperti perjalanan, cinta keluarga, alias rasa sakit yang kemudian menjadi bahan pembelajaran dan titik balik.
Sebagai makhluk sosial, manusia juga kerap menemukan makna dari kehadirannya dalam hidup orang lain. Saat membantu, mendengarkan, alias sekadar menemani seseorang melewati masa sulit, kita sering menemukan nilai yang membikin hidup terasa lebih berarti. Dari sisi spiritual, banyak aliran kepercayaan memandang makna kehidupan sebagai corak pengabdian kepada Tuhan. Melalui ibadah, doa, meditasi, dan penghayatan nilai nilai moral, seseorang dapat merasakan kedalaman ruhani yang memperkaya perjalanan hidupnya. Pada akhirnya, makna hidup juga dapat lahir dari kemauan untuk menjunjung nilai kemanusiaan dan menghadirkan kebaikan bagi sesama.
Penutup
Grameds, sekarang saatnya menyiapkan diri untuk menyelami bumi cerita Tere Liye yang sarat makna tentang perjalanan hidup. Dalam kisah ini, ada satu perihal yang selalu diingatkan, bahwa segala persoalan sebenarnya dapat kembali pada perihal yang sederhana. Maka bukalah laman pertama dengan hati yang ringan dan pikiran yang jernih.
Melalui perjalanan Ray dan pergulatannya dalam mencari makna hidup, Grameds mungkin bakal menemukan banyak gambaran yang relevan dengan kehidupan kalian saat ini. Di tengah kesibukan, tuntutan, dan rasa capek yang sering tak terhindarkan, kisah ini mengingatkan kita bahwa makna sejati justru datang dari perihal hal mini yang sering kita abaikan. Jadi, mulailah membaca dengan napas yang tenang dan bersiaplah menemukan kembali arah dan angan yang mungkin sempat lenyap di tengah perjalanan hidupmu.
Buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu karya Tere Liye ini bisa Anda dapatkan di Gramedia.com ya Grameds! Kamu juga bisa mendapatkan karya-karya Tere Liye yang lain di Gramedia.com.
Rekomendasi Buku
1. Bumi


Bumi, merupakan rangkaian awal dari kisah sekelompok anak remaja berkekuatan istimewa. Menceritakan tentang Raib, Ali, dan Seli yang bertualang ke bumi paralel. Mereka yang istimewa, bisa pergi ke bumi pararel bumi, berjumpa dengan klan lain dan berhadapan dengan Tamus yang mempunyai ambisi membebaskan si Tanpa Mahkota dan kemudian, menguasai bumi.
Perkenalkan, Raib, seorang gadis belia berumur lima belas tahun yang tidak biasa. Dia bisa menghilang. Jangan beritahu siapapun, Itu adalah rahasia terbesar yang tak pernah dia ceritakan pada siapapun, termasuk kedua orangtuanya. Kehidupannya tetap melangkah normal, meskipun untuk dirinya sendiri. Tidak jarang Raib menjahili orang tuanya dengan tiba-tiba menghilang, lampau muncul kembali secara tiba-tiba membikin kaget kedua orangtuanya.
2. Yang Telah Lama Pergi


“KAMU sudah gila!” Itulah kalimat yang terakhir kali Al Mas’ud ingat sebelum día pingsan beberapa saat lalu. Sekarang, matanya terbuka, mengerjap-ngerjap. Terang? Seberkas sinar mentari menembus celah mini di dinding. Sudah siang? Berapa lama dia pingsan? Beringsut hendak duduk. Mengeluh pelan, tubuhnya terasa sakit. Ada memar di lengan, juga lebam di paha, punggung.
Mas’ud menoleh ke kiri, ke kanan, gerakannya terhenti oleh sekat. Dia berada di dalam ruangan kecil, seperti kerangkeng. Lembap, aroma amis tercium. Lantai tempat dia duduk terasa bergoyang. Suara debur ombak…. Kepalanya berpikir cepat, tidak salah lagi, dia berada di dalam kapal yang berlayar. Seseorang melintas di depan kerangkeng, dengan busana unik pelaut, berantakan, rambut awut-awutan. Wajah orang itu melongok ke dalam kerangkeng.
“Yang ini sudah siuman!” Berteriak memberi tahu, memukul-mukul kerangkeng, membikin bunyi bising.Dua pelaut lain di dekat pintu bergegas melangkah mendekat. Ikut memeriksa, dua wajah baru yang terlihat sama galaknya ikut menatap Mas’ud. “Bawa dia ke depan!” Kunci-kunci besar dikeluarkan. Pintu kerangkeng berderak dibuka, salah satu pelaut menarik tangannya, “Keluar, Bodoh!” Mas’ud mengadu, kepalanya terantuk pintu kerangkeng. “Cepat!” Yang lain membentak.
3. Suku Penunggang Layang-layang


Tetukong adalah anak penggembala ternak. Persis pada ulang tahunnya yang ke-12, dia kudu melewati ujian yang krusial sekali bagi sukunya. Apa itu? Menunggang layang-layang! Wah, suku mereka dahsyat sekali. Mereka tidak menggiring ternak dengan langkah biasa, melainkan dengan menaiki layang-layang besar. Sayangnya, Tetukong punya rahasia yang membuatnya kesulitan melewati ujian tersebut. Tapi dia mau sekali bisa terbang di udara, menaiki layang-layang, berbareng teman-temannya.
Apakah Tetukong berhasil? Selamat membaca kisah tentang menaklukkan rasa takut. Sungguh tidak apa merasa takut, asal kita terus melangkah maju dan mencoba mencari langkah mengatasinya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·