Review Novel Tanah Tabu Karya Anindita S Thayf

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Grameds, Indonesia mempunyai wilayah timur nan kaya bakal sumber daya alamnya. Papua adalah tempat dimana kekayaan Indonesia banyak ditemukan. Meski mempunyai kekayaan nan banyak dan melimpah namun Papua seakan menjadi wilayah nan tertinggal di Indonesia, biaya bahan pokok mahal, kurangnya akses pendidikan apalagi kesehatan.

Namun perihal itu tidak dapat dibiarkan terus menerus. Karena tingkat pendidikan nan rendah, sering kali Papua didatangi oleh para pendatang nan hanya mau mengambil kekayaan tanah Papua seperti pertambangan, Flora dan Fauna nan tetap original di rimba Papua dan lain-lain. Hal ini membikin banyak rakyat Papua saat ini melakukan pergerakan dan berupaya untuk meningkatkan kualitas diri mereka masing-masing.

Grameds, kitab Tanah Tabu menceritakan seorang wanita nan sangat optimis, mempunyai pemikiran modern, tegar dan tidak takut bakal apapun nan terjadi padanya. Ia bersikap tegas dan mempunyai prinsip lantaran dia mau memperjuangkan tanah kelahirannya nan semakin lama semakin lenyap diambil oleh para pendatang. Nah Grameds, Buku Tanah Tabu memberikan kita banyak sekali pesan moral nan dapat diambil. Buku ini adalah kitab fiksi namun semangat perjuangan nan dibawa betul adanya dan sesuai dengan keadaan saat ini. Nah Grameds, jika Anda tertarik untuk membaca kitab Tanah Tabu berikut ini adalah ulasan singkat mengenai bukunya.

Sinopsis Buku Tanah Tabu

Novel Tanah Tabu berkisah mengenai kehidupan sebuah family nan berisi wanita semua berjulukan Mabel alias Mama Anabell, Mace alias Lisbeth dan Leksi serta dua piaraan mereka Pum nan merupakan seekor anjing nan setia menemani Mabel dan Kwee adalah seekor babi nan sudah dia anggap Pum seperti anaknya sendiri.

Leksi adalah anak nan pandai dan selalu mau tahu dalam banyak perihal dan Mabel sangat menyayangi Leksi. Mabel dan Mace mempunyai angan untuk Leksi agar menjadi anak nan pandai sehingga hidupnya bisa lebih baik, lebih makmur dan kaya raya. Leksi tidak pernah mengetahui tentang ayahnya sejak dia lahir, nan dia tahu dari Mace dan Mabel bahwa ayahnya sudah meninggal.

Saat Mabel tetap mini dia tinggal di kediaman pasangan Belanda ialah Mr. Piet dan Mrs. Hermin nan belum mempunyai anak, ketika itu Mabel mempelajari bahasa Belanda, membaca apalagi menulis. Mabel pun mengajarkan wanita-wanita untuk memasak, bertani dan membaca buku. Mabel seakan berbeda dengan gadis biasanya dan mempunyai pola pikir nan lebih modern. Ia disegani banyak orang dan tentunya wanita papua, dia berambisi anak cucu nya kelak lebih pandai dan pandai sehingga tidak mudah ditipu oleh para pendatang nan hanya mau mengeruk kekayaan tanah Papua. Namun ketika pasangan itu pulang kembali ke Belanda, Mabel tinggal sendirian berbareng Pum.

Mabel kemudian kembali ke rumahnya dan dijodohkan dengan seorang laki-laki, hubungan itu pun tidak memperkuat lama lantaran Mabel sendiri pernah diculik dan Suami Mabel tidak percaya jika tidak terjadi sesuatu dan akhirnya mereka berpisah. Mabel kemudian menikah lagi dengan Pace Mauwe namun kala itu tempat tinggal mereka digusur oleh perusahaan emas milik pendatang asing dari lereng gunung. Pace Mauwe kudu kehilangan mata pencaharian dan juga rumahnya. Sejak saat itu Pace Mauwe menjadi stres, sering mabuk-mabukan dan memukuli Mabel dan Johanis kecil. Ketika sudah tidak tahan lagi akhirnya Mabel pergi membawa Johanis kecil. Sejak saat itu Mabel sangat membenci orang asing nan datang ke tanah kelahirannya ialah Tanah Tabu, Tanah Papua. Menurut Mabel, orang-orang asing dan pendatang hanya memanfaatkan kekayaan alam Papua dan mencari untung pribadi.

Suatu hari datanglah sekelompok orang nan tidak dikenal, mereka bertubuh besar, membawa senjata dan menjemput paksa Mabel. Mabel nan tidak bersalah dituduh melakukan pergerakan para pemberontak dan dianggap sudah membantu dan bekerja sama dengan para pemberontak. Sebelumnya Mabel dijebak oleh Pace Gerson dengan menyuruh Mama Mote menemui Mabel dan memesan noken dan sudah disediakan bahannya oleh Mama Mote dan warna kain nan diberikan menyerupai bendera musuh. Seketika Mabel diseret dan diperlakukan sangat kasar. Mabel seorang wanita nan kuat dan tegar bukan lah seorang penakir. Baginya rasa takut adalah awal dari kegoblokan dan menangis pun bakal membuatnya semakin lemah.

Tiga hari melangkah setelah Mabel ditangkap namun belum ada tanda-tanda kepulangannya. Pun dan Kwee memutuskan untuk mencari Mabel dan Mabel rupanya dibawa ke sebuah tanah lapang nan dikelilingi pagar kawat nan mulai karatan. Pum dan Kwee memandang Mabel tengah disiksa dan belum sempat menolong Mabel, Pum dan Kwee tiba-tiba terkena batu besar nan melayang dan hanya sampai disitu lah hidupnya.

Mabel adalah wanita tidak takut bersuara dan melawan para pendatang. Baginya jika dirinya tetap dijalan nan benar, tidak ada perihal nan perlu ditakuti. Mabel sangat membenci para pendatang dan para masyarakat original nan menjadi penjilat dan berpihak pada para pendatang. Mabel memperlihatkan eksistensinya sebagai pejuang wanita untuk Tanah Tabu alias Tanah Papua. Mabel telah menjadi sosok wanita nan mempunyai pemikiran nan modern dibandingkan dengan wanita Papua lain.

“Mereka para wanita tolol nan tidak mau berupaya mencari jalan menuju kehidupan nan lebih baik, lahir dan batin. Juga laki-laki sombong nan merasa dirinya lebih berkuasa dan tinggi derajatnya dari perempuan.”- Hal 136

Tentang Penulis Buku Tanah Tabu

Penulis kitab Tanah Tabu adalah Anindita Siswanto Thayf, wanita nan lahir di Makassar, 5 April 1978. Penulis mulai jatuh cinta pada kitab dan tulisan pada usia taman kanak-kanak hingga saat ini. Awal Anindita menulis lantaran dia suka berangan-angan dan memilih untuk menjadi penulis lantaran jenuh menunggu lamaran kerja nan diterima. Anindita menyelesaikan pendidikannya di Universitas Hasanudin dengan bidang teknik elektro.

Novel Tanah Tabu merupakan novel nan meraih juara pertama dalam sayembara menulis novel Dewan Kesenian Jakarta 2008. Untuk mendukung Anindita berangan-angan dan menulis karya-karya lainnya, saat ini dia tinggal di Lereng Merapi nan sunyi dan dikelilingi kebun salak pondoh berbareng suami.

Sebelumnya Anindita Siswanto Thayf sudah mengeluarkan beberapa novel sebelum novel Tanah Tabu ini. Karya-karyanya adalah Ular Tangga (2018), Daughters of Papua (2014), Keajaiban Untuk Ila (2005), Jejak Kala: Kematian Adalah Pertemuan Kembali (2009) , Tirai Hujan (2006).

Kelebihan dan Kekurangan Buku Tanah Tabu

Pros & Cons

Pros

  • Menceritakan latar tempat di Tanah Papua
  • Novel ini mengangkat tema kekeluargaan, perjuangan dan kemanusiaan.
  • Alur nan mudah dipahami
  • Buku ini mengangkat tema feminisme

Cons

  • Kurang menjelaskan mengenai budaya Papua
  • Terlalu mengangkat persepsi negatif kaum laki-laki Papua

Kelebihan Buku Tanah Tabu

Buku ini menggunakan latar tempat cerita di Tanah Papua, Novel nan mengangkat cerita Tanah Papua sendiri seperti nan kita tahu tidaklah banyak. Jadi Novel ini mempunyai keunikannya sendiri dan dapat menjadi novel nan berbeda dengan novel lainnya.

Novel ini merupakan novel nan mengangkat tema cerita kekeluargaan seperti menceritakan mengenai kehidupan sebuah family nan saling menyayangi. Cerita mengenai perjuangan seperti dimana kaum wanita nan berupaya berjuang untuk dapat mempunyai hidup nan layak dan mempunyai pendidikan dan kecerdasan, dan tema kemanusiaan dimana novel ini menceritakan sosok wanita nan lemah dan diperlakukan semena-mena. nan menjadikannya unik adalah lantaran banyak pesan-pesan nan dapat kita ambil dari semangat-semangat cerita di novel ini.

Buku ini mempunyai alur nan mudah dipahami dan alur nan menarik ialah alur mundur alias flashback. Meski alur nan digunakan pada novel ini adalah alur mundur namun penjelasan cerita pada novel ini dapat mudah dipahami dan tidak rumit.

Buku ini juga mengangkat topik feminisme. Dimana kitab ini mau menceritakan bahwa wanita nan dulunya dianggap tidak boleh bersekolah, bekerja dan hanya di dapur dan memasak. Buku ini membujuk para wanita untuk berani menjadi perubahan di lingkungan masyarakat dan lain-lain.

Kekurangan Buku Tanah Tabu

Meski menceritakan mengenai latar tempat di Tanah Papua namu kitab ini kurang menjelaskan mengenai budaya-budaya nan ada di Papua. Padahal papua sendiri mempunyai banyak budaya nan dapat diangkat ke dalam cerita family Mabel. Pembaca juga menjadi dapat pengetahuan dan info baru mengenai budaya Papua.

Novel ini terlalu mengangkat persepsi negatif Anda laki-laki di Papua nan suka mabuk, melakukan kekerasan, tidak menghargai wanita, licik, sombong. Tidak ada sisi baik dari laki-laki Papua nan digambarkan pada novel ini.

Pesan Moral Buku Tanah Tabu

Buku ini mempunyai pesan moral nan dapat diambil seperti setiap perseorangan berkuasa mempunyai kehidupan nan layak dan kondusif termasuk perempuan. Selain itu juga kitab ini membujuk kita untuk berpikir bahwa wanita juga mempunyai kewenangan nan sama seperti laki-laki seperti pendidikan, bekerja dan lain-lain sehingga tidak boleh ada batas di antara itu.

Buku ini juga mempunyai pesan moral bahwa setiap wanita kudu bisa melawan dan juga menjadi sosok wanita nan tegar dan tidak mudah menyerah. Hal itu terlihat dari sosok Mabel nan mencoba menjadi berbeda dan melakukan pergerakan untuk menyelamatkan tanah kelahirannya.

Penutup

Grameds, itu dia adalah ulasan singkat mengenai kitab Tanah Tabu. Buku ini cocok untuk Anda baca untuk mengisi waktu senggang dan banyak sekali pesan moral dan nasihat nan bisa Anda terapkan dari kitab Tanah Tabu ini.

Jika Grameds tertarik membaca kitab ini, Grameds bisa mendapatkannya di Gramedia.com alias di toko kitab Gramedia terdekat di kotamu.

Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berbobot dan original agar Grameds mempunyai info #LebihDenganMembaca.

Penulis: Devina

Rekomendasi Buku Terkait

Gadis Kretek

gadis kretek

Gadis Kretek adalah sebuah novel karya Ratih Kumala. Novel ini berisi tentang perkembangan industri kretek pada era periode kolonialisme Belanda hingga kemerdekaan. Di mana industri kretek tersebut, sang pemilik (Romo) mewariskan kepada putra sulungnya nan berjulukan Tegar. Dengan latar Kota M, Kudus, Jakarta, dari periode kolonialisme Belanda hingga kemerdekaan, novel setebal 288 laman ini bakal membawa pembaca berkenalan dengan perkembangan industri kretek di Indonesia. Kaya bakal wangi tembakau. Sarat dengan aroma cinta. Yuk simak sinopsisnya berikut ini!

Tabi

tabi

Katanya manusia jatuh cinta tiga kali sepanjang hidupnya. Tabi dalam bahasa Jepang berfaedah perjalanan. Tabi sibuk penuhi ekspektasi raga lain selama hidupnya. Sampai tiba pada sebuah keraguan nan membuatnya memutuskan untuk memulai perjalanan sendirian ke Jepang, sesuai angan dalam namanya. Perjalanan nan membawanya menyusun ulang senang dan luka nan random di memorinya. Membuat dia memutuskan untuk menulis perjalanan cinta nan nyaris tidak pernah dibicarakan. Semua tersimpan jadi potongan-potongan pelajaran nan membawa Tabi ke dalam wahana nan tidak terduga.

Writers & Writing

writers and writing

Writers & Writing (Learn To Be A Writer from World’s Famous Authors), karya Adi K. adalah sebuah kitab saku hard cover dengan ukuran A6 alias sekitar 10,5 cm x 16cm, kitab nan sangat cocok untuk dijadikan kawan dalam perjalanan. Bukan hanya titel dan cover-nya saja nan sangat menarik perhatian. Jika Anda berambisi untuk menjadi seorang penulis, alias mungkin hanya sekedar mau bisa menulis dengan baik, maka kitab ini bisa menjadi jawabannya. Melalui kitab ini penulis menjelaskan bahwa, tidak ada nan bisa membatasimu untuk menulis tentang apa saja, selain dirimu sendiri

Selengkapnya
Sumber Gramedia Official Blog
Gramedia Official Blog