Robert Kiyosaki Kembali Keluarkan Peringatan, Krisis Ekonomi Di Ambang Pintu?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia – Robert Kiyosaki, seorang mahir finansial terkenal baru saja membikin pernyataan nan menyita perhatian di media sosial X. Kali ini, dia menyampaikan bahwa ekonomi di bumi mungkin sedang menghadapi masalah besar dalam waktu dekat.

Dalam cuitannya, Kiyosaki menyebut beberapa perihal nan sangat membuatnya khawatir, ialah pasar saham, obligasi, dan apalagi real estat mungkin bakal mengalami keruntuhan. 

“Semuanya bubble. Saham, obligasi, real estate bakal mengalami keruntuhan,” ungkap Kiyosaki.

Dalam perihal ini, dia juga mengatakan bahwa utang Amerika Serikat semakin besar dengan cepat. Menurutnya, perihal ini bisa menjadi awal dari kehancuran finansial nan belum pernah terjadi. Bahkan, menurut Kiyosaki, Amerika Serikat bisa dibilang sudah bangkrut.

“Utang AS meningkat sebesar US$1 triliun setiap 90 hari. Amerika sudah bangkrut,” ujarnya.

Meski begitu, seperti biasa dirinya tidak hanya memberi peringatan, tapi juga memberi saran. Dalam menghadapi krisis, dirinya menyarankan kita untuk menyelamatkan diri sendiri dengan berinvestasi dalam aset seperti emas, perak, dan Bitcoin. Menurutnya, perihal ini bisa memberikan perlindungan lebih baik saat masalah ekonomi datang.

“Selamatkan diri mu. Silakan beli lebih banyak emas, perak, Bitcoin asli,” kata Kiyosaki.

The EVERYTHING BUBBLE, stocks, bonds, real estate SET to CRASH. US debt increasing by $1 trillion every 90 days. US BANKRUPT. Save your self. Please buy more real gold, silver, Bitcoin.

— Robert Kiyosaki (@theRealKiyosaki) April 7, 2024

Dalam postingan sebelumnya, dia juga sempat membahas soal krisis nan bakal datang. Kiyosaki mengutip prediksi serius nan dilontarkan oleh ahli ekonomi berjulukan Harry Dent, nan memberikan gambaran gelap tentang kemungkinan terjadinya krisis ekonomi nan bakal mempengaruhi generasi mendatang.

Kiyosaki menyampaikan pandangan Dent mengenai apa nan disebutnya sebagai “kejatuhan segalanya” nan besar nan bakal terjadi. 

“Menurut Dent, generasi Baby Boom bakal terkena akibat terberat dari kejatuhan ini, terutama lantaran nilai rumah mereka diperkirakan bakal turun drastis,” paparnya.

Ia menyampaikan bahwa dalam prediksi Dent juga menunjukkan penurunan hingga 80 persen dalam indeks S&P.

Yang lebih mengejutkan, Kiyosaki juga menyebut bahwa Dent memperkirakan penurunan signifikan dalam nilai Bitcoin, apalagi menyebut kemungkinan turunnya hingga US$ 200 per koin. Kiyosaki, nan dikenal lantaran strategi investasi nan berbeda, menyatakan niatnya untuk memanfaatkan situasi ini dengan meningkatkan kepemilikan properti, emas, dan peraknya sebagai persiapan menghadapi perubahan pasar.

“Jika Harry benar, saya hanya bakal membeli lebih banyak real estat, emas, dan perak. Jika Bitcoin turun menjadi US$ 200 per koin, saya bakal membeli koin sebanyak nan saya bisa,” pungkas Kiyosaki.

Catatan: Berita ini merupakan prediksi para ahli, minta simak disclaimer di bawah artikel.

Harry Dent is predicting the biggest “everything” crash is coming. He is saying the “Baby Boom Generation” will be the biggest losers, as their homes crash in value. He says the S&P will fall by 80%.

He also predicts Bitcoin will drop back to $200 a coin.

If Harry is…

— Robert Kiyosaki (@theRealKiyosaki) April 2, 2024

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di Kincaimedia bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincaimedia tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Iqbal Maulana

Penulis nan senang mengawasi pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari perihal baru dan berjumpa dengan orang baru.

Selengkapnya
Sumber Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis
Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis