<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" version="2.0"> <channel> <title>Kincai Media</title> <description>Portal Berita Seputar Kesehatan, Pendidikan, Teknologi, Gadget, Game, Keuangan, Bisnis, Crypto, Hiburan, Traveling, Budaya, Kuliner, Sastra, Islami, dan Informasi Umum.</description> <image> <title>Kincai Media - Portal Media Online Indonesia</title> <url>https://portal.kincaimedia.net/favicon.ico</url> <link>https://portal.kincaimedia.net/</link> </image> <category>Technology, Finance, Business, Entertainment, Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/</link> <atom:link href="https://portal.kincaimedia.net/rss.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/> <atom:link href="https://portal.kincaimedia.net/" rel="alternate" type="text/html"/> <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 00:30:21 +0700</pubDate> <lastBuildDate>Mon, 17 Aug 2026 00:30:21 +0700</lastBuildDate> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <managingEditor>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</managingEditor> <webMaster>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</webMaster> <language>id-ID</language> <copyright>Kincai Media</copyright> <generator>Kincai Media</generator> <item> <title>Promo Spesial Kemerdekaan Free Fire Hadir Di Unipin, Diskon Hingga Rp25.000!</title> <description>Promo Spesial Kemerdekaan Free Fire Hadir Di Unipin, Diskon Hingga Rp25.000!. Hai, Sahabat UniPin! Semangat kemerdekaan Indonesia datang di medan pertempuran Free Fire! Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, UniPin menghadirkan...</description> <media:thumbnail url="https://blog.unipin.com/wp-content/uploads/2026/08/Promo-Spesial-Kemerdekaan-Free-Fire-Hadir-di-UniPin-Diskon-hingga-Rp25.000.jpg"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/promo-spesial-kemerdekaan-free-fire-hadir-di-unipin-diskon-hingga-rp25-000-166872.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div data-td-block-uid="tdi_68"> <div><p>Hai, Sahabat UniPin!</p> <p>Semangat kemerdekaan Indonesia datang di medan pertempuran Free Fire! Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, UniPin menghadirkan Promo Spesial Kemerdekaan untuk para pemain Free Fire.</p> <p>Kamu bisa menikmati potongan nilai hingga Rp20.000 saat <a href="https://www.unipin.com/ID/garena/free-fire">top up Free Fire</a> menggunakan E-Wallet. Bukan hanya top up lebih hemat, Anda juga berkesempatan mendapatkan Captain of Courage Bundle, bundle spesial mulai dari 9 diamonds yang siap melengkapi style Anda di arena.</p> <p>Jangan sampai kelewatan kesempatan untuk merayakan kemerdekaan sembari memperkuat persiapanmu di Free Fire!</p> <h3>Syarat dan ketentuan:</h3> <ol> <li>Login ke akun UniPin &amp; top up minimal 50.000 untuk mendapatkan potongan nilai 10% hingga 25.000. Belum punya akun? <a href="https://www.unipin.com/register">Yuk daftar disini</a></li> <li>Periode promo: 17 &ndash; 23 August 2026.</li> <li>Promo bertindak untuk top up produk Free Fire di UniPin minimum Rp50.000 dengan metode pembayaran e-Wallet</li> <li>Setiap user hanya bisa mendapatkan potongan nilai 1x selama periode promo.</li> <li>UniPin berkuasa sewaktu-waktu mengubah syarat dan ketentuan promo tanpa pemberitahuan terlebih dulu andaikan diduga terjadi tindakan kecurangan dari pengguna yang merugikan UniPin.</li> <li>UniPin berkuasa sewaktu-waktu membatalkan hadiah/promo, membatalkan transaksi alias membekukan akun jika diperlukan, andaikan ditemukan indikasi penyalahgunaan oleh pengguna yang merugikan UniPin.</li> <li>User mendapatkan promo selama kuota tetap tersedia</li> </ol> <p>Happy Gaming, Sahabat UniPin!</p> <p>Top up angsuran game termurah dan tercepat hanya di&#8239;UniPin!</p> </div></div><div data-td-block-uid="tdi_75"> <div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/" title="UniPin"><img alt="UniPin" src="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g" srcset="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g 2x" height="117" width="117" loading="lazy" decoding="async"></a></p><div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/">UniPin</a></p><p>UniPin Blog Menyediakan Artikel Promo, Events dan Updates Seputar Games, Kamu Juga Bisa Mendapatkan Panduan dan Tips Bermain Games Disini.</p></div></div></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/promo-spesial-kemerdekaan-free-fire-hadir-di-unipin-diskon-hingga-rp25-000-166872.html</guid> <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 00:30:21 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (UniPin)</author> </item> <item> <title>Bundle Pahlawan Kemerdekaan Telah Datang! Top Up Sekarang Dan Nikmati Diskon 25.000*!</title> <description>Bundle Pahlawan Kemerdekaan Telah Datang! Top Up Sekarang Dan Nikmati Diskon 25.000*!. Hi Sahabat UniPin, Semangat kemerdekaan makin terasa dengan kehadiran Captain of Courage Bundle di Free Fire! Saatnya tampil beda di medan pertempuran dengan ta...</description> <media:thumbnail url="https://blog.unipin.com/wp-content/uploads/2026/08/Bundle-Pahlawan-Kemerdekaan-Telah-Datang-Top-Up-Sekarang-dan-Nikmati-Diskon-25.000.jpg"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/bundle-pahlawan-kemerdekaan-telah-datang-top-up-sekarang-dan-nikmati-diskon-25-000-166873.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div data-td-block-uid="tdi_68"> <div><p>Hi Sahabat UniPin,</p> <p>Semangat kemerdekaan makin terasa dengan kehadiran Captain of Courage Bundle di Free Fire! Saatnya tampil beda di medan pertempuran dengan tampilan gagah berani yang siap membakar semangat juangmu.</p> <p>Biar top up makin hemat, UniPin punya promo spesial buat kamu! <a href="https://www.unipin.com/id/garena/free-fire">Top up Diamond Free Fire</a> mulai dari QRIS dan nikmati potongan nilai hingga Rp25.000* untuk setiap transaksi yang memenuhi syarat.</p> <p>Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan Captain of Courage Bundle dengan nilai lebih murah. Yuk, top up Free Fire sekarang di UniPin dan rayakan kemerdekaan dengan style pahlawan sejati!</p> <h3><strong>Syarat dan Ketentuan:&#8239;&#8239;</strong></h3> <ol> <li>Periode Promo: 17&ndash;23 Agustus 2026.</li> <li>Kunjungi website UniPin dan log in ke akun UniPin sebelum melakukan redeem di Free Fire.</li> <li>Promo potongan nilai 10% hingga Rp 25.000 dengan metode pembayaran QRIS, dengan min. Transaksi Rp50.000.</li> <li>Promo hanya bertindak untuk pengguna yang login sebelum menyelesaikan transaksi. Belum punya akun UniPin?&#8239;<a href="https://www.unipin.com/register">Registrasi di sini</a>!</li> <li>Kuota promo terbatas.</li> <li>Setiap pengguna hanya bisa mendapatkan 1x potongan nilai per hari selama periode promo.</li> <li>UniPin berkuasa sewaktu-waktu mengubah syarat dan ketentuan promo tanpa pemberitahuan terlebih dulu andaikan diduga terjadi tindakan kecurangan oleh pengguna yang merugikan UniPin.</li> <li>UniPin berkuasa sewaktu-waktu membatalkan hadiah/promo, membatalkan transaksi alias membekukan akun jika diperlukan, andaikan ditemukan indikasi penyalahgunaan oleh pengguna yang merugikan UniPin.</li> <li>Keputusan pemilihan pemenang oleh UniPin berkarakter final dan tidak dapat diganggu gugat.</li> </ol> <p>Happy gaming, Sahabat UniPin!</p> <p>Top up game angsuran tercepat dan termurah hanya di&#8239;UniPin!</p> <p>Nantikan beragam promo menarik lainnya dengan follow akun social media UniPin dan YouTube:&#8239;UniPin Gaming</p> </div></div><div data-td-block-uid="tdi_75"> <div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/" title="UniPin"><img alt="UniPin" src="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g" srcset="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g 2x" height="117" width="117" loading="lazy" decoding="async"></a></p><div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/">UniPin</a></p><p>UniPin Blog Menyediakan Artikel Promo, Events dan Updates Seputar Games, Kamu Juga Bisa Mendapatkan Panduan dan Tips Bermain Games Disini.</p></div></div></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/bundle-pahlawan-kemerdekaan-telah-datang-top-up-sekarang-dan-nikmati-diskon-25-000-166873.html</guid> <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 00:30:21 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (UniPin)</author> </item> <item> <title>Ruginya Orang Yang Tidak Bergerak Ke Masjid Untuk Sholat Jumat</title> <description>Ruginya Orang Yang Tidak Bergerak Ke Masjid Untuk Sholat Jumat. Kincai Media, TANGERANG--Sangat dianjurkan bagi umat Islam agar datang lebih awal menjelang penyelenggaraan sholat Jumat di Masjid. Karena, akibat dari tidak ber...</description> <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/083571500-1740976173-830-556.jpg"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/ruginya-orang-yang-tidak-bergerak-ke-masjid-untuk-sholat-jumat-166871.html</link> <content:encoded><![CDATA[
        <p>Kincai Media, TANGERANG--Sangat dianjurkan bagi umat<a href="https://republika.co.id/tag/islam"> Islam </a>agar datang lebih awal menjelang pelaksanaan<a href="https://republika.co.id/tag/sholat-jumat"> sholat Jumat </a>di Masjid. Karena, akibat dari tidak bersegera ke masjid, berakibat pada terlambatnya kehadiran mereka untuk sholat Jumat. Bahkan, bisa sampai meninggalkan sholat Jumat.</p><p>Dalam sebuah hadits disebutkan:</p> <p>&#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1606;&#1618;&#1578;&#1614;&#1607;&#1616;&#1610;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614; &#1571;&#1614;&#1602;&#1618;&#1608;&#1614;&#1575;&#1605;&#1612; &#1593;&#1614;&#1606;&#1618; &#1608;&#1614;&#1583;&#1618;&#1593;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1615;&#1605;&#1615;&#1593;&#1614;&#1575;&#1578;&#1616; &#1571;&#1614;&#1608;&#1618; &#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1582;&#1618;&#1578;&#1616;&#1605;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1602;&#1615;&#1604;&#1615;&#1608;&#1576;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618; &#1579;&#1615;&#1605;&#1617;&#1614; &#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1603;&#1615;&#1608;&#1606;&#1615;&#1606;&#1617;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1594;&#1614;&#1575;&#1601;&#1616;&#1604;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;</p><p>&ldquo;Hendaklah orang yang suka meninggalkan sholat jumat menghentikan perbuatannya. Atau jika tidak Allah bakal menutup hati-hati mereka, kemudian mereka betul-betul bakal tergolong ke dalam orang-orang yang lalai.&rdquo; (HR. Muslim)</p> <p>Dalam hadits lain disebutkan,</p><p>&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1603;&#1614; &#1579;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;&#1579;&#1614; &#1580;&#1615;&#1605;&#1614;&#1593;&#1613; &#1578;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575;&#1608;&#1615;&#1606;&#1611;&#1575; &#1576;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575; &#1591;&#1614;&#1576;&#1614;&#1593;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1602;&#1614;&#1604;&#1618;&#1576;&#1616;&#1607;&#1616;</p><p>&ldquo;Barangsiapa meninggalkan sholat Jum&rsquo;at sebanyak tiga kali lantaran lalai terhadap sholat tersebut, Allah bakal tutupi hatinya.&rdquo; (HR Abu Daud)</p><p>Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul<em> Rajin Shalat tapi Masih Keliru</em> menuliskan, terlambat datang di masjid pada hari Jumat sekarang ini telah menjadi kebiasaan sebagian orang. Bahkan, ada juga yang baru datang ketika pemimpin telah naik mimbar. Ada juga yang datang saat iqamah telah dikumandangkan.</p><p>Padahal, bersegera ke masjid merupakan kebiasaan para ustadz salaf. Karena perihal ini mendatangkan banyak keistimewaan dan pahala.</p><p>&laquo; &#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1575;&#1594;&#1618;&#1578;&#1614;&#1587;&#1614;&#1604;&#1614; &#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1615;&#1605;&#1615;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1608;&#1614;&#1594;&#1614;&#1587;&#1614;&#1617;&#1604;&#1614; &#1608;&#1614;&#1576;&#1614;&#1603;&#1614;&#1617;&#1585;&#1614; &#1608;&#1614;&#1575;&#1576;&#1618;&#1578;&#1614;&#1603;&#1614;&#1585;&#1614; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1588;&#1614;&#1609; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1605;&#1618; &#1610;&#1614;&#1585;&#1618;&#1603;&#1614;&#1576;&#1618; &#1608;&#1614;&#1583;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1573;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1605;&#1616; &#1601;&#1614;&#1575;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1605;&#1614;&#1593;&#1614; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1605;&#1618; &#1610;&#1614;&#1604;&#1618;&#1594;&#1615; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614; &#1604;&#1614;&#1607;&#1615; &#1576;&#1616;&#1603;&#1615;&#1604;&#1616;&#1617; &#1582;&#1615;&#1591;&#1618;&#1608;&#1614;&#1577;&#1613; &#1593;&#1614;&#1605;&#1614;&#1604;&#1615; &#1587;&#1614;&#1606;&#1614;&#1577;&#1613; &#1589;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1605;&#1615;&#1607;&#1614;&#1575; &#1608;&#1614;&#1602;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1605;&#1615;&#1607;&#1614;&#1575; &raquo;</p><p>"Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan memandikan (membersihkan badannya), dia bersegera dan berangkat lebih awal (ke masjid), melangkah kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam, mendengarkan khutbah, dan tidak berbincang (bermain-main), maka setiap langkahnya bakal mendapatkan pahala seperti kebaikan setahun, baik puasa maupun sholatnya." (HR. Tirmidzi)</p><p>Hadits lainnya:</p><p>&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1585;&#1614;&#1575;&#1581;&#1614; &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1615;&#1605;&#1615;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1571;&#1615;&#1608;&#1618;&#1604;&#1614;&#1609; &#1601;&#1614;&#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1602;&#1614;&#1585;&#1617;&#1614;&#1576;&#1614; &#1576;&#1614;&#1583;&#1618;&#1606;&#1614;&#1577;&#1611; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1614; &#1585;&#1614;&#1575;&#1581;&#1614; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1579;&#1617;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1610;&#1614;&#1577;&#1616; &#1601;&#1614;&#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1602;&#1614;&#1585;&#1617;&#1614;&#1576;&#1614; &#1576;&#1614;&#1602;&#1614;&#1585;&#1614;&#1577;&#1611; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1585;&#1614;&#1575;&#1581;&#1614; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1579;&#1617;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1579;&#1614;&#1577;&#1616; &#1601;&#1614;&#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1602;&#1614;&#1585;&#1617;&#1614;&#1576;&#1614; &#1603;&#1616;&#1576;&#1614;&#1588;&#1611;&#1575; &#1571;&#1614;&#1602;&#1618;&#1585;&#1614;&#1606;&#1614; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1585;&#1614;&#1575;&#1581;&#1614; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1614;&#1575;&#1576;&#1616;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1601;&#1614;&#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1571;&#1614;&#1607;&#1618;&#1583;&#1614;&#1609; &#1583;&#1614;&#1580;&#1614;&#1575;&#1580;&#1614;&#1577;&#1611; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1585;&#1614;&#1575;&#1581;&#1614; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1582;&#1614;&#1575;&#1605;&#1616;&#1587;&#1614;&#1577;&#1616; &#1601;&#1614;&#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1571;&#1614;&#1607;&#1618;&#1583;&#1614;&#1609; &#1576;&#1614;&#1610;&#1618;&#1590;&#1614;&#1577;&#1611; &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575; &#1582;&#1614;&#1585;&#1614;&#1580;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1573;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1605;&#1614; &#1591;&#1615;&#1608;&#1616;&#1610;&#1614;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1615;&#1581;&#1615;&#1601;&#1615; &#1608;&#1614;&#1585;&#1615;&#1601;&#1616;&#1593;&#1614;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1571;&#1614;&#1602;&#1618;&#1604;&#1614;&#1575;&#1605;&#1615; &#1608;&#1614;&#1575;&#1580;&#1618;&#1578;&#1614;&#1605;&#1614;&#1593;&#1614;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1603;&#1614;&#1577;&#1615; &#1593;&#1616;&#1606;&#1618;&#1583;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1576;&#1614;&#1585;&#1616; &#1610;&#1614;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1605;&#1616;&#1593;&#1615;&#1608;&#1618;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1584;&#1617;&#1616;&#1603;&#1618;&#1585;&#1614; &#1601;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1580;&#1614;&#1575;&#1569;&#1614; &#1576;&#1614;&#1593;&#1618;&#1583;&#1614; &#1584;&#1614;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614; &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1580;&#1614;&#1575;&#1569;&#1614; &#1604;&#1616;&#1581;&#1614;&#1602;&#1617;&#1616; &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575;&#1577;&#1616; &#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1587;&#1614; &#1604;&#1614;&#1607;&#1615; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1601;&#1614;&#1590;&#1618;&#1604;&#1616; &#1588;&#1614;&#1610;&#1618;&#1569;&#1612;</p><p>&ldquo;Siapa saja yang berangkat sholat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi. Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur. Setelah pemimpin keluar, maka catatan kebaikan sudah ditutup, qalam pencatat sudah dianggat, dan para malaikat berkumpul di minbar untuk mendengarklan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka dia datang hanya untuk memenuhi kewenangan shalat dan tidak mendapatkan keistimewaan apa-apa, (HR. al-Bukhari dan Muslim).</p><p>Jumhur ustadz berkata, "Dianjurkan bersegera menghadiri sholat Jumat pada awal siang. Hal ini dikatakan oleh Imam Syafii dan Ibnu Habib Al Maliki."</p>               
        
        		
	 
		
		
	        
      
]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/ruginya-orang-yang-tidak-bergerak-ke-masjid-untuk-sholat-jumat-166871.html</guid> <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 12:00:22 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Muhammad Hafil)</author> </item> <item> <title>Apakah Kaum Muslimin Mungkin Bersatu Meskipun Mereka Memiliki Perbedaan Dalam Akidah Dan Manhaj?</title> <description>Apakah Kaum Muslimin Mungkin Bersatu Meskipun Mereka Memiliki Perbedaan Dalam Akidah Dan Manhaj?. Perbedaan di antara manusia merupakan sunnatullah Adanya perbedaan di antara manusia dalam masalah iktikad dan manhaj merupakan sesuatu yang berkarakter sunnatullah...</description> <media:thumbnail url="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2026/08/Bersatu-Meskipun-Berbeda-Akidah.webp"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/apakah-kaum-muslimin-mungkin-bersatu-meskipun-mereka-memiliki-perbedaan-dalam-akidah-dan-manhaj-166870.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div><h2><span id="Perbedaan_di_antara_manusia_merupakan_sunnatullah"></span><strong><b>Perbedaan di antara manusia merupakan </b></strong><strong><em><b><i>sunnatullah</i></b></em></strong><span></span></h2><p>Adanya perbedaan di antara manusia dalam masalah iktikad dan manhaj merupakan sesuatu yang berkarakter <em><i>sunnatullah</i></em>&nbsp;(ketetapan Allah pada alam semesta). Allah <em>Ta&rsquo;ala</em> telah mengabarkan kepada kita bahwa perihal itu memang bakal terjadi di tengah-tengah manusia. Allah juga mengabarkan bahwa Dia Mahakuasa untuk menjadikan seluruh manusia berada di atas satu agama. Akan tetapi, terdapat hikmah yang sangat agung ketika perihal itu tidak terjadi. Hal itu agar Allah memberikan pahala kepada orang-orang yang alim dan mentauhidkan-Nya, serta mengazab orang-orang yang bermaksiat dan mempersekutukan-Nya.</p><p>Seandainya Allah <em>Ta&rsquo;ala</em> menjadikan seluruh manusia sebagai satu umat, tentu tidak bakal tampak keistimewaan tauhid dan para pelakunya, serta tidak bakal tampak pula buruknya kesyirikan dan para pelakunya. Allah mempunyai kebijaksanaan yang menghendaki adanya perbedaan-perbedaan tersebut, sehingga melalui nama-nama dan sifat-sifat Allah tampak nyata pada makhluk-Nya.</p><p>Allah <em>Ta&rsquo;ala</em> berfirman,</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1608;&#1618; &#1588;&#1614;&#1575;&#1619;&#1569;&#1614; &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1615;&#1603;&#1614; &#1604;&#1614;&#1580;&#1614;&#1593;&#1614;&#1604;&#1614; &#1649;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1587;&#1614; &#1571;&#1615;&#1605;&#1617;&#1614;&#1577;&#1611;&#1773; &#1608;&#1614;&#1648;&#1581;&#1616;&#1583;&#1614;&#1577;&#1611;&#1773; &#1750; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1610;&#1614;&#1586;&#1614;&#1575;&#1604;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614; &#1605;&#1615;&#1582;&#1618;&#1578;&#1614;&#1604;&#1616;&#1601;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;</span></p><p><span>&#1573;&#1616;&#1604;&#1617;&#1614;&#1575; &#1605;&#1614;&#1606; &#1585;&#1617;&#1614;&#1581;&#1616;&#1605;&#1614; &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1615;&#1603;&#1614; &#1754; &#1608;&#1614;&#1604;&#1616;&#1584;&#1614;&#1648;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614; &#1582;&#1614;&#1604;&#1614;&#1602;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1751; &#1608;&#1614;&#1578;&#1614;&#1605;&#1617;&#1614;&#1578;&#1618; &#1603;&#1614;&#1604;&#1616;&#1605;&#1614;&#1577;&#1615; &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1616;&#1603;&#1614; &#1604;&#1614;&#1571;&#1614;&#1605;&#1618;&#1604;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614; &#1580;&#1614;&#1607;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1649;&#1604;&#1618;&#1580;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1577;&#1616; &#1608;&#1614;&#1649;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1587;&#1616; &#1571;&#1614;&#1580;&#1618;&#1605;&#1614;&#1593;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;</span></p><p><em>&ldquo;Seandainya Rabb-mu menghendaki, niscaya Dia jadikan umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih, selain orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabb-mu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabb-mu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku bakal memenuhi neraka Jahanam dengan hantu dan manusia (yang durhaka) semuanya.&rdquo; </em>(QS. Hud: 118-119)</p><p>Ibnu Jarir at-Tabari <em><i>rahimahullah </i></em>berkata, &ldquo;Jika Rabb-mu berkehendak, wahai Muhammad, Dia bakal jadikan seluruh manusia menjadi satu golongan yang mengikuti satu jalan dan satu agama.&rdquo; <strong><b>[1]</b></strong></p><p><em>Al-Hafiz</em> Ibnu Katsir <em><i>rahimahullah</i></em> berkata, &ldquo;Allah <em>Ta&rsquo;ala</em> dalam ayat ini mengabarkan bahwa Dia Mahakuasa untuk menjadikan seluruh manusia sebagai satu umat, baik seluruhnya beragama maupun seluruhnya kafir. Sebagaimana firman-Nya,</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1608;&#1618; &#1588;&#1614;&#1575;&#1619;&#1569;&#1614; &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1615;&#1603;&#1614; &#1604;&#1614;&#1600;&#1620;&#1614;&#1575;&#1605;&#1614;&#1606;&#1614; &#1605;&#1614;&#1606; &#1601;&#1616;&#1609; &#1649;&#1604;&#1618;&#1571;&#1614;&#1585;&#1618;&#1590;&#1616; &#1603;&#1615;&#1604;&#1617;&#1615;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1580;&#1614;&#1605;&#1616;&#1610;&#1593;&#1611;&#1575; &#1754; &#1571;&#1614;&#1601;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1578;&#1614; &#1578;&#1615;&#1603;&#1618;&#1585;&#1616;&#1607;&#1615; &#1649;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1587;&#1614; &#1581;&#1614;&#1578;&#1617;&#1614;&#1609;&#1648; &#1610;&#1614;&#1603;&#1615;&#1608;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;&#1759; &#1605;&#1615;&#1572;&#1618;&#1605;&#1616;&#1606;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;</span></p><p><em><i>&ldquo;Dan sekiranya Rabbmu menghendaki, tentulah semua orang yang ada di bumi bakal beragama seluruhnya.</i></em>&nbsp;<em><i>Apakah Anda kemudian bakal memaksa orang untuk menjadi orang beriman?&rdquo;</i></em> (QS. Yunus: 99)</p><p>Dan firman-Nya pada surah Hud ayat 119-119.</p><p>Maksudnya, manusia bakal terus-menerus berbeda dalam kepercayaan mereka, dalam iktikad yang mereka yakini, dalam beragam <em>firqah</em> (golongan), mazhab, dan pandangan yang mereka anut.&rdquo; <strong><b>[2]</b></strong></p><p>Syekh Abdurrahman As-Sa&rsquo;di <em><i>rahimahullah </i></em>berkata, &ldquo;Dalam ayat ini, Allah <em>Ta&rsquo;ala</em> mengabarkan bahwa seandainya Dia menghendaki, niscaya Dia bakal menjadikan seluruh manusia sebagai satu umat yang mengikuti kepercayaan Islam. Hal itu sama sekali tidak susah bagi-Nya, lantaran tidak ada sesuatu pun yang berada di luar kehendak dan kekuasaan-Nya.</p><p>Akan tetapi, hikmah-Nya menghendaki agar manusia tetap berbeda dan menyimpang dari jalan yang lurus, menempuh beragam jalan yang mengantarkan ke neraka. Masing-masing mengira bahwa jalan yang ditempuhnya adalah jalan yang benar, sedangkan kesesatan menurutnya berada pada jalan yang ditempuh oleh orang lain.</p><p><strong><em><b><i>&ldquo;Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu&rdquo;</i></b></em></strong><strong><b> (QS. Hud: 119),</b></strong>&nbsp;yakni orang-orang yang Allah beri taufik untuk mengenal kebenaran, kemudian mengamalkannya, serta berasosiasi di atasnya. Mereka itulah orang-orang yang ditetapkan memperoleh kebahagiaan, yang mendapatkan perhatian, pertolongan, dan rahmat Allah.</p><p>Adapun selain mereka, maka Allah membiarkan mereka dengan pilihan mereka sendiri dan tidak memberikan taufik kepada mereka.</p><p>Firman-Nya, <strong><em><b><i>&ldquo;Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka&rdquo; </i></b></em></strong><strong><b>(QS. Hud: 119),</b></strong>&nbsp;maksudnya, hikmah Allah menghendaki pembuatan manusia dalam keadaan demikian, sehingga di antara mereka ada orang-orang yang berbahagia (penghuni surga) dan ada orang-orang yang celaka (penghuni neraka), ada yang berasosiasi di atas kebenaran dan ada yang berselisih, ada golongan yang mendapat petunjuk dari Allah dan ada pula golongan yang layak mendapatkan kesesatan.</p><p>Semua itu agar keadilan dan hikmah Allah tampak nyata di hadapan hamba-hamba-Nya, serta agar terlihat apa yang tersembunyi dalam diri manusia berupa kebaikan dan keburukan. Dengan demikian, terwujudlah beragam keadaan yang menuntut adanya jihad di jalan Allah dan beragam corak ibadah yang tidak bakal sempurna pelaksanaannya selain melalui ujian dan cobaan.&rdquo; <strong><b>[3]</b></strong></p><h2><span id="Bagaimana_mungkin_kaum_Muslimin_dapat_bersatu_dalam_perkara_apa_pun_jika_bukan_di_atas_tauhid_dan_akidah_yang_benar"></span><strong><b>Bagaimana mungkin kaum Muslimin dapat berasosiasi dalam perkara apa pun jika bukan di atas tauhid dan iktikad yang benar?</b></strong><span></span></h2><p>Barang siapa mencermati kondisi kaum Muslimin, niscaya dia bakal mendapati bahwa mereka telah terpecah menjadi beragam ajaran pemikiran, kelompok, golongan, dan ideologi. Masing-masing merasa puas dengan langkah mereka sendiri dalam memahami dalil-dalil Al-Qur&rsquo;an dan As-Sunah serta metode yang mereka tempuh dalam mendakwahkan Islam.</p><p>Oleh lantaran itu, terjadilah perbedaan, perpecahan, dan tercerai-berainya umat. Seandainya mereka semua berpegang teguh pada satu jalan, satu manhaj, dan satu akidah, niscaya mereka bakal berasosiasi dan menjadi satu umat.</p><p>Akan tetapi, kebanyakan mereka, terutama para pemimpin golongan dan golongan, tidak memandang bahwa iktikad yang betul merupakan jalan untuk mempersatukan umat. Bahkan mereka beranggapan bahwa pembahasan iktikad justru menjadi penyebab perpecahan di tengah kaum Muslimin, sebagaimana dinyatakan oleh sebagian tokoh mereka.</p><p>Pandangan semacam ini merupakan pandangan yang keliru dan tercela. Selama di tengah kaum Muslimin tetap ada orang-orang yang meyakini pemikiran seperti itu, maka persatuan yang asasi tidak bakal pernah terwujud.</p><p>Nabi Muhammad <em><i>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</i></em>&nbsp;diutus kepada manusia ketika mereka berada dalam keadaan tercerai-berai menjadi beragam golongan, kelompok, bangsa, ideologi, dan agama. Di antara mereka ada yang berkulit hitam dan ada yang berkulit putih, ada laki-laki dan perempuan, ada yang buta huruf dan berilmu, ada yang kaya dan miskin, ada pula orang-orang terpandang dan orang-orang biasa.</p><p>Beliau tidak berupaya mempersatukan mereka di atas dasar bahasa, tanah air, alias pemikiran manusia. Akan tetapi, beliau mempersatukan mereka di atas sesuatu yang <em><i>ma&lsquo;shum</i></em>&nbsp;(terpelihara dari kesalahan), yang tidak bakal dapat didatangi kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, ialah Al-Qur&rsquo;an dan tauhid.</p><p>Inilah satu-satunya jalan untuk mempersatukan seluruh manusia, meskipun mereka berbeda dalam langkah berpikir, identitas, bahasa, dan negeri tempat tinggal mereka. Manusia tidak bakal pernah menemukan sesuatu yang lebih baik daripada landasan ini untuk mempersatukan, menghimpun, dan menumbuhkan persaudaraan di antara mereka.</p><p>Adapun jika tujuan mempersatukan manusia dibangun di atas pemikiran manusia yang dapat dibantah, ditolak, diubah, dan dikurangi, maka perihal itu tidak bakal pernah menjadi sarana untuk mewujudkan persatuan kaum Muslimin.</p><p>Demikian pula jika persatuan dibangun di atas suatu rumor politik, maka perihal itu tidak bakal bisa menyatukan manusia, lantaran mereka mempunyai pemahaman dan pandangan yang berbeda-beda mengenai persoalan tersebut.</p><p>Begitu juga, tanah air alias kebangsaan tidak dapat menjadi dasar pemersatu kaum Muslimin, lantaran setiap orang secara fitrah mempunyai keterikatan dengan negeri dan tanah air tempat dia berada.</p><p>Oleh lantaran itu, kaum Muslimin tidak mempunyai pilihan dan tidak mempunyai jalan untuk meraih persatuan selain dengan berpegang teguh kepada iktikad yang benar, yang landasannya adalah <em>nash-nash</em> wahyu yang <em>ma&lsquo;shum.</em> Karena keadaan generasi akhir umat ini tidak bakal menjadi baik selain dengan sesuatu yang dulu telah memperbaiki keadaan generasi awal umat ini.</p><h2><span id="Sebab_pokok_perpecahan_kaum_muslimin"></span><strong><b>Sebab pokok perpecahan kaum muslimin</b></strong><span></span></h2><p>Selama faktor-faktor yang menjadi penyebab perpecahan kaum Muslimin tetap tetap ada, maka perpecahan bakal senantiasa menjadi akibat alias akibat yang tidak dapat dihindari.</p><p>Para ustadz telah menjelaskan beragam karena yang melatarbelakangi perpecahan tersebut. Imam Asy-Syathibi <em><i>rahimahullah</i></em>&nbsp;merangkum semuanya ke dalam tiga karena pokok, yaitu: <strong><b>kebodohan (</b></strong><strong><em><b><i>al-jahl</i></b></em></strong><strong><b>)</b></strong>, <strong><b>mengikuti hawa nafsu (</b></strong><strong><em><b><i>al-hawa</i></b></em></strong><strong><b>), dan taklid buta kepada nenek moyang dan para tokoh (</b></strong><strong><em><b><i>at-taqlid al-a&rsquo;ma</i></b></em></strong><strong><b>).</b></strong></p><p>Asy-Syathibi <em><i>rahimahullah </i></em>mengatakan, &ldquo;Setiap pendapat yang menyelisihi jalan yang telah disebutkan sebelumnya, yang muncul setelah itu, pada hakikatnya berakar pada tiga sebab. Terkadang ketiga karena itu berkumpul sekaligus, dan terkadang hanya sebagian darinya.&rdquo;</p><h3><span id="Pertama_Kebodohan_al-jahl"></span><strong><b>Pertama: Kebodohan (</b></strong><strong><em><b><i>al-jahl</i></b></em></strong><strong><b>)</b></strong><span></span></h3><p>Seseorang mengira, alias orang lain menganggap, bahwa dirinya telah menjadi seorang berilmu yang layak berbincang dan berijtihad dalam beragam persoalan agama, padahal dia belum mencapai derajat pengetahuan yang memungkinkannya untuk itu. Akibatnya, dia berbincang seolah-olah seorang ulama, menganggap pendapatnya benar, dan memandang pendapat yang menyelisihinya sebagai kesalahan.</p><p>Terkadang dia berbincang mengenai persoalan-persoalan bagian agama, dan terkadang dia berbincang mengenai perkara-perkara pokok Islam, baik yang berangkaian dengan iktikad maupun prinsip-prinsip ibadah dan fikih.</p><p>Bahkan, tidak jarang dia menjadikan sebagian persoalan bagian sebagai argumen untuk meruntuhkan prinsip-prinsip besar dalam agama, hingga prinsip tersebut berubah sesuai dengan pemahamannya sendiri, padahal dia belum betul-betul memahami makna dan tujuan syariat.</p><p>Inilah keadaan seorang pelaku <em>bid&rsquo;ah.</em> Tentang orang semacam ini, Nabi <em><i>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</i></em> bersabda,</p><p><span>&#65159;&#1616;&#65253;&#1617;&#1614; &#65165;&#65247;&#65248;&#65258; &#65275; &#65267;&#1614;&#65240;&#1618;&#65170;&#1616;&#65214;&#1615; &#65165;&#65247;&#65228;&#1616;&#65248;&#1618;&#65250;&#1614; &#65165;&#65255;&#1618;&#65176;&#1616;&#65200;&#1614;&#65165;&#65227;&#1614;&#65166;&#1611; &#65267;&#1614;&#65256;&#1618;&#65176;&#1614;&#65200;&#1616;&#65227;&#1615;&#65258;&#1615; &#65251;&#65254; &#65165;&#65247;&#65228;&#1616;&#65170;&#65166;&#65193;&#1616; &#65261;&#65247;&#1614;&#65244;&#1616;&#65254;&#1618; &#65267;&#1614;&#65240;&#1618;&#65170;&#1616;&#65214;&#1615; &#65165;&#65247;&#65228;&#1616;&#65248;&#1618;&#65250;&#1614; &#65169;&#1616;&#65240;&#1614;&#65170;&#1618;&#65214;&#1616; &#65165;&#65247;&#65228;&#1615;&#65248;&#1614;&#65252;&#1614;&#65166;&#65152;&#1616; &#65187;&#65176;&#1617;&#1614;&#65264; &#65159;&#65195;&#65165; &#65247;&#1614;&#65250;&#1618; &#65267;&#1615;&#65170;&#1618;&#65238;&#1616; &#65227;&#1614;&#65166;&#65247;&#1616;&#65250;&#1612; &#65165;&#65175;&#1617;&#1614;&#65192;&#1614;&#65196;&#1614; &#65165;&#65247;&#65256;&#65166;&#65201; &#65197;&#65157;&#65203;&#1614;&#65166;&#1611; &#65183;&#1615;&#65260;&#1617;&#1614;&#65166;&#65275;&#1611; &#1548; &#65235;&#1614;&#65204;&#1615;&#65164;&#1616;&#65248;&#65262;&#65165; &#65235;&#1614;&#65156;&#1614;&#65235;&#1618;&#65176;&#1614;&#65262;&#1618;&#65165; &#65169;&#1616;&#65232;&#1614;&#65268;&#1618;&#65198;&#1616; &#65227;&#1616;&#65248;&#1618;&#65250;&#1613; &#65235;&#1614;&#65216;&#1614;&#65248;&#1617;&#1615;&#65262;&#65165; &#65261;&#1614;&#65155;&#1614;&#65215;&#1614;&#65248;&#1617;&#1615;&#65262;&#65165;</span></p><p>&ldquo;Sesungguhnya Allah tidak mencabut pengetahuan dengan mencabutnya langsung dari dada manusia. Akan tetapi, Allah mencabut pengetahuan dengan mewafatkan para ulama. Hingga ketika tidak ada lagi seorang alim, manusia mengangkat orang-orang tolol sebagai pemimpin. Mereka ditanya, lampau berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya, mereka sesat dan menyesatkan orang lain.&rdquo; (<em><i>Muttafaqun alaihi</i></em>) <strong><b>[4]</b></strong></p><h3><span id="Kedua_Mengikuti_hawa_nafsu_al-hawa"></span><strong><b>Kedua: Mengikuti hawa nafsu (</b></strong><strong><em><b><i>al-hawa</i></b></em></strong><strong><b>)</b></strong><span></span></h3><p>Sebab lain yang melahirkan perpecahan adalah mengikuti hawa nafsu. Oleh lantaran itu, para pelaku <em>bid&rsquo;ah</em> sering disebut sebagai <em><i>ahlul ahwa&rsquo;</i></em>&nbsp;(pengikut hawa nafsu), lantaran mereka mengikuti kemauan mereka tanpa merujuk kepada dalil-dalil hukum sebagaimana mestinya.</p><p>Mereka tidak memandang bahwa pendapat mereka kudu dibangun di atas dalil syariat. Sebaliknya, mereka lebih mengutamakan hawa nafsu dan pendapat pribadi, kemudian baru mencari-cari dalil untuk mendukung apa yang telah mereka yakini sebelumnya.</p><p>Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang menjadikan logika semata sebagai ukuran betul dan salah, para pengagum filsafat, dan orang-orang yang mengikuti jalan serupa.</p><p>Termasuk dalam golongan ini adalah orang-orang yang mencari kedudukan di sisi para penguasa, mengharapkan untung bumi dari mereka, alias mau diakui sebagai pemimpin. Oleh lantaran itu, mereka mengikuti kemauan manusia dan mencari beragam celah agar dapat memberikan fatwa yang sesuai dengan hawa nafsu mereka. Para ustadz telah banyak meriwayatkan kisah-kisah tentang orang-orang yang berbaur dengan para penguasa demi kepentingan dunia.</p><p>Kelompok pertama, yang lebih mengutamakan logika daripada wahyu, menolak banyak sabda sahih hanya lantaran bertentangan dengan logika mereka. Mereka juga berburuk sangka terhadap sebagian riwayat yang sahih dari Nabi <em><i>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</i></em>, lampau lebih memilih pendapat mereka sendiri yang dibangun di atas argumentasi yang rusak.</p><p>Bahkan mereka mengingkari banyak perkara gaib yang berangkaian dengan akhirat, seperti <em><i>shirath</i></em>, <em><i>mizan</i></em>, kebangkitan jasad, nikmat dan balasan secara nyata, serta mengingkari bahwa kaum mukminin bakal memandang Rabb mereka pada hari kiamat, dan beragam persoalan lainnya.</p><p>Pada hakikatnya, mereka menjadikan logika sebagai sumber penetapan hukum. Mereka beranggapan bahwa norma dan perundang-undangan dapat disusun hanya berasas akal, baik ada hukum maupun tidak. Kalaupun mereka menemukan dalil hukum yang sesuai dengan konklusi mereka, maka dalil itu hanya dianggap sebagai penguat terhadap pendapat yang telah mereka tetapkan sebelumnya. Selain itu, mereka juga mempunyai beragam penyimpangan lainnya.</p><h3><span id="Ketiga_Taklid_buta_kepada_tradisi_dan_para_pendahulu_at-taqlid_al-ama"></span><strong><b>Ketiga: Taklid buta kepada tradisi dan para pendahulu (</b></strong><strong><em><b><i>at-taqlid al-a&rsquo;ma</i></b></em></strong><strong><b>)</b></strong><span></span></h3><p>Sebab ketiga yang melahirkan perpecahan adalah ekstrem terhadap budaya istiadat dan tradisi, sekalipun tradisi tersebut jelek alias bertentangan dengan kebenaran. Bentuknya adalah mengikuti jejak nenek moyang, para tokoh, dan orang-orang terdahulu tanpa dasar ilmu.</p><p>Inilah <strong><b>taklid yang tercela</b></strong>, yang telah Allah cela dalam Al-Qur&rsquo;an. Allah <em>Ta&rsquo;ala</em> berfirman,</p><p><span>&#1576;&#1614;&#1604;&#1618; &#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1615;&#1608;&#1619;&#1575;&#1759; &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575; &#1608;&#1614;&#1580;&#1614;&#1583;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;&#1619; &#1569;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;&#1575;&#1619;&#1569;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609;&#1648;&#1619; &#1571;&#1615;&#1605;&#1617;&#1614;&#1577;&#1613;&#1762; &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609;&#1648;&#1619; &#1569;&#1614;&#1575;&#1579;&#1614;&#1600;&#1648;&#1585;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605; &#1605;&#1617;&#1615;&#1607;&#1618;&#1578;&#1614;&#1583;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;</span></p><p><em><i>&ldquo;Bahkan mereka berkata, &lsquo;Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami hanya mengikuti jejak mereka.'&rdquo;</i></em> (QS. Az-Zukhruf: 22)</p><p>Kemudian Allah berfirman,</p><p><span>&#1602;&#1614;&#1600;&#1648;&#1604;&#1614; &#1571;&#1614;&#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1608;&#1618; &#1580;&#1616;&#1574;&#1618;&#1578;&#1615;&#1603;&#1615;&#1605; &#1576;&#1616;&#1571;&#1614;&#1607;&#1618;&#1583;&#1614;&#1609;&#1648; &#1605;&#1616;&#1605;&#1617;&#1614;&#1575; &#1608;&#1614;&#1580;&#1614;&#1583;&#1578;&#1617;&#1615;&#1605;&#1618; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616; &#1569;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;&#1575;&#1619;&#1569;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1750; &#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1615;&#1608;&#1619;&#1575;&#1759; &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575; &#1576;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1619; &#1571;&#1615;&#1585;&#1618;&#1587;&#1616;&#1604;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605; &#1576;&#1616;&#1607;&#1616;&#1766; &#1603;&#1614;&#1600;&#1648;&#1601;&#1616;&#1585;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;</span></p><p><em><i>&ldquo;(Pemberi peringatan itu) berkata, &lsquo;Apakah (kalian tetap mengikutinya) sekalipun saya membawa petunjuk yang lebih betul daripada apa yang kalian dapati pada nenek moyang kalian?&rsquo; Mereka menjawab, &lsquo;Sesungguhnya kami mengingkari apa yang engkau diutus untuk membawanya.'&rdquo;</i></em> (QS. Az-Zukhruf: 24)</p><p>Allah <em>Ta&rsquo;ala</em> juga berfirman tentang Nabi Ibrahim <em><i>&lsquo;alaihis salam</i></em>,</p><p><span>&#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614; &#1607;&#1614;&#1604;&#1618; &#1610;&#1614;&#1587;&#1618;&#1605;&#1614;&#1593;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1573;&#1616;&#1584;&#1618; &#1578;&#1614;&#1583;&#1618;&#1593;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614; &#1639;&#1634; &#1571;&#1614;&#1608;&#1618; &#1610;&#1614;&#1606;&#1601;&#1614;&#1593;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1571;&#1614;&#1608;&#1618; &#1610;&#1614;&#1590;&#1615;&#1585;&#1617;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;</span></p><p><em><i>&ldquo;Ibrahim berkata, &lsquo;Apakah berhala-berhala itu mendengar ketika kalian bermohon kepadanya? Atau dapatkah mereka memberi faedah alias mendatangkan mudarat kepada kalian?'&rdquo;</i></em> (QS. Asy-Syu&rsquo;ara&rsquo;: 72&ndash;73)</p><p>Nabi Ibrahim telah menjelaskan kepada mereka agar mengikuti bukti yang nyata. Akan tetapi, mereka tetap bersikeras bertaklid kepada nenek moyang mereka seraya berkata,</p><p><span>&#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1615;&#1608;&#1575;&#1759; &#1576;&#1614;&#1604;&#1618; &#1608;&#1614;&#1580;&#1614;&#1583;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;&#1619; &#1569;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;&#1575;&#1619;&#1569;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575; &#1603;&#1614;&#1584;&#1614;&#1648;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614; &#1610;&#1614;&#1601;&#1618;&#1593;&#1614;&#1604;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;</span></p><p><em><i>&ldquo;Tidak, tetapi kami hanya mendapati nenek moyang kami melakukan demikian.&rdquo;</i></em> (QS. Asy-Syu&rsquo;ara&rsquo;: 74)</p><p>Makna inilah yang juga ditunjukkan oleh sabda Nabi <em><i>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</i></em> yang telah disebutkan sebelumnya, &ldquo;&hellip; lampau manusia mengangkat orang-orang tolol sebagai pemimpin &hellip;&rdquo; menunjukkan ancaman mengikuti pendapat manusia secara membabi buta tanpa landasan pengetahuan dan dalil. <strong><b>[5]</b></strong></p><p>Berdasarkan penjelasan di atas, <strong><b>tidak mungkin kaum Muslimin dapat berasosiasi dan bermufakat selain di atas tauhid dan iktikad yang benar</b></strong>.</p><p>Dalam Islam, terdapat banyak syiar dan simbol persatuan yang tidak dimiliki oleh agama-agama lain. Di antaranya adalah <strong><b>satu kiblat</b></strong>, <strong><b>satu Al-Qur&rsquo;an</b></strong>, <strong><b>ibadah haji</b></strong>, serta syiar-syiar Islam lainnya yang menjadi pemersatu kaum Muslimin.</p><p>Oleh lantaran itu, kita berambisi kaum Muslimin dapat berasosiasi di atas <strong><b>satu akidah</b></strong>&nbsp;dan <strong><b>satu manhaj</b></strong> dalam memahami Al-Qur&rsquo;an dan As-Sunah. Adapun perbedaan pendapat yang mungkin muncul setelah itu, maka perihal tersebut termasuk perkara yang dapat ditoleransi dan tidak sampai merusak persatuan umat.</p><p>Syekh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan <em><i>hafizhahullah</i></em> pernah ditanya, <em><i>&ldquo;</i></em>Apa saja perkara yang diperbolehkan untuk diperselisihkan? Dan perkara apa saja yang tidak boleh diperselisihkan? Apa yang wajib dilakukan oleh kaum Muslimin agar mereka tetap berpegang teguh pada kepercayaan mereka?&rdquo;</p><p>Beliau menjawab,</p><p>&ldquo;Perbedaan pendapat terbagi menjadi dua macam:</p><p><strong><b>Pertama, perbedaan dalam masalah akidah.</b></strong>&nbsp;Perbedaan dalam masalah ini <strong><b>tidak diperbolehkan</b></strong>, lantaran yang wajib bagi kaum Muslimin adalah menjadikan Al-Qur&rsquo;an dan As-Sunnah sebagai landasan iktikad mereka. Akidah tidak boleh dibangun di atas akal, logika, alias pendapat pribadi. Akidah hanya boleh berasal dari Al-Qur&rsquo;an dan As-Sunah, sehingga tidak ada ruang bagi pendapat-pendapat pribadi maupun perselisihan dalam perkara tersebut.</p><p><strong><b>Kedua, perbedaan dalam masalah fikih yang didasarkan pada ijtihad dalam memahami dalil-dalil syariat.</b></strong>&nbsp;Perbedaan semacam ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, lantaran keahlian manusia dalam memahami dalil tidaklah sama. Namun demikian, yang wajib adalah mengikuti pendapat yang didukung oleh dalil yang paling kuat. Inilah sikap yang kudu ditempuh ketika terdapat perbedaan pendapat.</p><p>Seorang Muslim hendaknya memberikan perhatian besar terhadap urusan agamanya, melaksanakan apa yang Allah wajibkan kepadanya, serta menjauhi apa yang Allah haramkan baginya. Ia juga kudu berupaya menghiasi dirinya dengan adab yang mulia terhadap saudara-saudaranya sesama Muslim, bersikap jujur dalam muamalah, menunaikan amanah, serta menjadi teladan yang baik bagi orang lain.</p><p>Kaum Muslimin juga wajib mendidik diri mereka agar senantiasa berpegang teguh kepada agama, menghiasi diri dengan adab dan etika yang mulia, serta menjauhi adab yang jelek dan teman-teman yang jelek. Mereka hendaknya memperhatikan segala sesuatu yang berfaedah bagi urusan kepercayaan maupun bumi mereka, serta menjadi pembela kepercayaan Islam dan kaum Muslimin.&rdquo; <strong><b>[6]</b></strong></p><p><em>Wallahu a&rsquo;lam</em>.</p><p><strong>***</strong></p><p><strong><b>Penulis:</b></strong>&nbsp;<span><strong>Luqman Hasan Nahari</strong></span></p><p><strong>Artikel <span>Kincai Media</span></strong></p><p><strong><b>Sumber: </b></strong>Diterjemahkan dari islamqa.info pada pertanyaan No. 108581.</p><p><strong><b>Catatan kaki:</b></strong></p><p><strong>[1] </strong><em><i>Tafsir at-Thabari, </i></em>15: 531.</p><p><strong>[2] </strong><em><i>Tafsir Ibnu Katsir, </i></em>4: 361.</p><p><strong>[3] </strong><em><i>Tafsir as-Sa&rsquo;di, </i></em>hal. 392.</p><p><strong>[4] </strong>Diriwayatkan oleh Bukhari (no. 100) dan Muslim (no. 2673).</p><p><strong>[5] </strong><em><i>Al-I&rsquo;tisham, </i></em>1: 421-423.</p><p><strong>[6] </strong><em><i>Al-Muntaqa min Fatawa al-Fawzan, </i></em>1: 407, 408, pertanyaan no. 241.</p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/apakah-kaum-muslimin-mungkin-bersatu-meskipun-mereka-memiliki-perbedaan-dalam-akidah-dan-manhaj-166870.html</guid> <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 11:30:19 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Luqman Hasan Nahari)</author> </item> <item> <title>Ruginya Orang Yang Tidak Bergera Ke Masjid Untuk Sholat Jumat</title> <description>Ruginya Orang Yang Tidak Bergera Ke Masjid Untuk Sholat Jumat. Kincai Media, TANGERANG--Sangat dianjurkan bagi umat Islam agar datang lebih awal menjelang penyelenggaraan sholat Jumat di Masjid. Karena, akibat dari tidak ber...</description> <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/083571500-1740976173-830-556.jpg"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/ruginya-orang-yang-tidak-bergera-ke-masjid-untuk-sholat-jumat-166869.html</link> <content:encoded><![CDATA[
        <p>Kincai Media, TANGERANG--Sangat dianjurkan bagi umat<a href="https://republika.co.id/tag/islam"> Islam </a>agar datang lebih awal menjelang pelaksanaan<a href="https://republika.co.id/tag/sholat-jumat"> sholat Jumat </a>di Masjid. Karena, akibat dari tidak bersegera ke masjid, berakibat pada terlambatnya kehadiran mereka untuk sholat Jumat. Bahkan, bisa sampai meninggalkan sholat Jumat.</p><p>Dalam sebuah hadits disebutkan:</p> <p>&#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1606;&#1618;&#1578;&#1614;&#1607;&#1616;&#1610;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614; &#1571;&#1614;&#1602;&#1618;&#1608;&#1614;&#1575;&#1605;&#1612; &#1593;&#1614;&#1606;&#1618; &#1608;&#1614;&#1583;&#1618;&#1593;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1615;&#1605;&#1615;&#1593;&#1614;&#1575;&#1578;&#1616; &#1571;&#1614;&#1608;&#1618; &#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1582;&#1618;&#1578;&#1616;&#1605;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1602;&#1615;&#1604;&#1615;&#1608;&#1576;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618; &#1579;&#1615;&#1605;&#1617;&#1614; &#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1603;&#1615;&#1608;&#1606;&#1615;&#1606;&#1617;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1594;&#1614;&#1575;&#1601;&#1616;&#1604;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;</p><p>&ldquo;Hendaklah orang yang suka meninggalkan sholat<a href="https://republika.co.id/tag/jumat"> jumat </a>menghentikan perbuatannya. Atau jika tidak Allah bakal menutup hati-hati mereka, kemudian mereka betul-betul bakal tergolong ke dalam orang-orang yang lalai.&rdquo; (HR. Muslim)</p> <p>Dalam hadits lain disebutkan,</p><p>&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1603;&#1614; &#1579;&#1614;&#1604;&#1575;&#1614;&#1579;&#1614; &#1580;&#1615;&#1605;&#1614;&#1593;&#1613; &#1578;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575;&#1608;&#1615;&#1606;&#1611;&#1575; &#1576;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575; &#1591;&#1614;&#1576;&#1614;&#1593;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1602;&#1614;&#1604;&#1618;&#1576;&#1616;&#1607;&#1616;</p><p>&ldquo;Barangsiapa meninggalkan sholat Jum&rsquo;at sebanyak tiga kali lantaran lalai terhadap sholat tersebut, Allah bakal tutupi hatinya.&rdquo; (HR Abu Daud)</p><p>Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul<em> Rajin Shalat tapi Masih Keliru</em> menuliskan, terlambat datang di masjid pada hari Jumat sekarang ini telah menjadi kebiasaan sebagian orang. Bahkan, ada juga yang baru datang ketika pemimpin telah naik mimbar. Ada juga yang datang saat iqamah telah dikumandangkan.</p><p>Padahal, bersegera ke masjid merupakan kebiasaan para ustadz salaf. Karena perihal ini mendatangkan banyak keistimewaan dan pahala.</p><p>&laquo; &#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1575;&#1594;&#1618;&#1578;&#1614;&#1587;&#1614;&#1604;&#1614; &#1610;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1615;&#1605;&#1615;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1608;&#1614;&#1594;&#1614;&#1587;&#1614;&#1617;&#1604;&#1614; &#1608;&#1614;&#1576;&#1614;&#1603;&#1614;&#1617;&#1585;&#1614; &#1608;&#1614;&#1575;&#1576;&#1618;&#1578;&#1614;&#1603;&#1614;&#1585;&#1614; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1588;&#1614;&#1609; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1605;&#1618; &#1610;&#1614;&#1585;&#1618;&#1603;&#1614;&#1576;&#1618; &#1608;&#1614;&#1583;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1573;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1605;&#1616; &#1601;&#1614;&#1575;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1605;&#1614;&#1593;&#1614; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1605;&#1618; &#1610;&#1614;&#1604;&#1618;&#1594;&#1615; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614; &#1604;&#1614;&#1607;&#1615; &#1576;&#1616;&#1603;&#1615;&#1604;&#1616;&#1617; &#1582;&#1615;&#1591;&#1618;&#1608;&#1614;&#1577;&#1613; &#1593;&#1614;&#1605;&#1614;&#1604;&#1615; &#1587;&#1614;&#1606;&#1614;&#1577;&#1613; &#1589;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1605;&#1615;&#1607;&#1614;&#1575; &#1608;&#1614;&#1602;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1605;&#1615;&#1607;&#1614;&#1575; &raquo;</p><p>"Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan memandikan (membersihkan badannya), dia bersegera dan berangkat lebih awal (ke masjid), melangkah kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam, mendengarkan khutbah, dan tidak berbincang (bermain-main), maka setiap langkahnya bakal mendapatkan pahala seperti kebaikan setahun, baik puasa maupun sholatnya." (HR. Tirmidzi)</p><p>Hadits lainnya:</p><p>&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1585;&#1614;&#1575;&#1581;&#1614; &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1615;&#1605;&#1615;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1571;&#1615;&#1608;&#1618;&#1604;&#1614;&#1609; &#1601;&#1614;&#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1602;&#1614;&#1585;&#1617;&#1614;&#1576;&#1614; &#1576;&#1614;&#1583;&#1618;&#1606;&#1614;&#1577;&#1611; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1614; &#1585;&#1614;&#1575;&#1581;&#1614; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1579;&#1617;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1610;&#1614;&#1577;&#1616; &#1601;&#1614;&#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1602;&#1614;&#1585;&#1617;&#1614;&#1576;&#1614; &#1576;&#1614;&#1602;&#1614;&#1585;&#1614;&#1577;&#1611; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1585;&#1614;&#1575;&#1581;&#1614; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1579;&#1617;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1579;&#1614;&#1577;&#1616; &#1601;&#1614;&#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1602;&#1614;&#1585;&#1617;&#1614;&#1576;&#1614; &#1603;&#1616;&#1576;&#1614;&#1588;&#1611;&#1575; &#1571;&#1614;&#1602;&#1618;&#1585;&#1614;&#1606;&#1614; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1585;&#1614;&#1575;&#1581;&#1614; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1614;&#1575;&#1576;&#1616;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1601;&#1614;&#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1571;&#1614;&#1607;&#1618;&#1583;&#1614;&#1609; &#1583;&#1614;&#1580;&#1614;&#1575;&#1580;&#1614;&#1577;&#1611; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1585;&#1614;&#1575;&#1581;&#1614; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1582;&#1614;&#1575;&#1605;&#1616;&#1587;&#1614;&#1577;&#1616; &#1601;&#1614;&#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1571;&#1614;&#1607;&#1618;&#1583;&#1614;&#1609; &#1576;&#1614;&#1610;&#1618;&#1590;&#1614;&#1577;&#1611; &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575; &#1582;&#1614;&#1585;&#1614;&#1580;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1573;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1605;&#1614; &#1591;&#1615;&#1608;&#1616;&#1610;&#1614;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1615;&#1581;&#1615;&#1601;&#1615; &#1608;&#1614;&#1585;&#1615;&#1601;&#1616;&#1593;&#1614;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1571;&#1614;&#1602;&#1618;&#1604;&#1614;&#1575;&#1605;&#1615; &#1608;&#1614;&#1575;&#1580;&#1618;&#1578;&#1614;&#1605;&#1614;&#1593;&#1614;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1603;&#1614;&#1577;&#1615; &#1593;&#1616;&#1606;&#1618;&#1583;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1576;&#1614;&#1585;&#1616; &#1610;&#1614;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1605;&#1616;&#1593;&#1615;&#1608;&#1618;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1584;&#1617;&#1616;&#1603;&#1618;&#1585;&#1614; &#1601;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1580;&#1614;&#1575;&#1569;&#1614; &#1576;&#1614;&#1593;&#1618;&#1583;&#1614; &#1584;&#1614;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614; &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1580;&#1614;&#1575;&#1569;&#1614; &#1604;&#1616;&#1581;&#1614;&#1602;&#1617;&#1616; &#1575;&#1604;&#1589;&#1617;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575;&#1577;&#1616; &#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1587;&#1614; &#1604;&#1614;&#1607;&#1615; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1601;&#1614;&#1590;&#1618;&#1604;&#1616; &#1588;&#1614;&#1610;&#1618;&#1569;&#1612;</p><p>&ldquo;Siapa saja yang berangkat sholat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi. Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur. Setelah pemimpin keluar, maka catatan kebaikan sudah ditutup, qalam pencatat sudah dianggat, dan para malaikat berkumpul di minbar untuk mendengarklan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka dia datang hanya untuk memenuhi kewenangan shalat dan tidak mendapatkan keistimewaan apa-apa, (HR. al-Bukhari dan Muslim).</p><p>Jumhur ustadz berkata, "Dianjurkan bersegera menghadiri sholat Jumat pada awal siang. Hal ini dikatakan oleh Imam Syafii dan Ibnu Habib Al Maliki."</p>               
        
        		
	 
		
		
	        
      
]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/ruginya-orang-yang-tidak-bergera-ke-masjid-untuk-sholat-jumat-166869.html</guid> <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 11:30:13 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Muhammad Hafil)</author> </item> <item> <title>Yudi Latif: Indonesia Merdeka Karena Gotong Royong</title> <description>Yudi Latif: Indonesia Merdeka Karena Gotong Royong. Kincai Media, Cendekiawan sekaligus Pembina Dompet Dhuafa, Prof Yudi Latif, menegaskan bahwa kekuatan utama yang melahirkan dan menjaga Indonesia h...</description> <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/079276100-1782386153-830-556.jpg"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/yudi-latif-indonesia-merdeka-karena-gotong-royong-166868.html</link> <content:encoded><![CDATA[<p>Kincai Media, Cendekiawan sekaligus Pembina Dompet Dhuafa, Prof Yudi Latif, menegaskan bahwa kekuatan utama yang melahirkan dan menjaga Indonesia hingga sekarang bukan semata aspek politik, melainkan budaya gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Nusantara.</p><div> <p dir="ltr">Yudi menjelaskan, pada masa kolonial, daerah Nusantara terdiri atas ratusan kerajaan dan kesultanan yang mempunyai sejarah panjang perlawanan terhadap penjajahan. Namun, perlawanan tersebut tetap berkarakter lokal dan sporadis lantaran belum mempunyai titik jumpa yang bisa menyatukan seluruh kekuatan bangsa.</p> <p dir="ltr">"Kerajaan-kerajaan dan kesultanan di Nusantara itu jumlahnya antara 250 sampai 390. Mereka melakukan perlawanan, mulai dari Maluku, Jawa, Sumatra hingga Sulawesi. Tetapi lantaran masyarakatnya majemuk, terlalu mudah diadu domba dan perlawanannya tetap berkarakter lokal," ujar Prof Yudi Hal itu disampaikan Yudi dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bertema "Pancasila Sebagai Nilai-Nilai Dasar Bernegara" di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).</p><p dir="ltr">Menurut dia, lahirnya Indonesia sebagai bangsa berasal dari ditemukannya "penyebut bersama" yang bisa menyatukan keragaman suku, agama, etnis, dan ideologi.</p> <p dir="ltr">Yudi mengibaratkan kondisi bangsa seperti pecahan dalam matematika yang tidak dapat dijumlahkan tanpa mempunyai penyebut yang sama.</p><p dir="ltr">"Dalam matematika, pecahan-pecahan tidak bisa dijumlahkan selain penyebutnya disamakan. Indonesia datang sebagai penyebut berbareng yang menyatukan beragam perbedaan itu," ucapnya.</p><p dir="ltr">Ia menjelaskan, istilah Indonesia awalnya merupakan istilah etnologi dan pengetahuan permukaan bumi yang kemudian dipakai para pendiri bangsa sebagai pengganti nama Hindia Belanda. Pilihan tersebut menjadi corak perlawanan simbolik terhadap identitas yang diwariskan kolonialisme.</p><p dir="ltr">Namun, menurut Yudi, nama Indonesia saja tidak cukup. Bangsa ini memerlukan nilai berbareng yang menjadi perekat kebangsaan. Nilai itulah yang kemudian dirumuskan dalam Pancasila.</p><p dir="ltr">Meski terdiri atas lima sila, Yudi mengutip pandangan Presiden pertama RI Soekarno yang menyebut inti Pancasila sesungguhnya adalah gotong royong.</p><p dir="ltr">"Kalau kata Bung Karno, inti Pancasila itu gotong royong. Ketika beragam pecahan itu berasosiasi dan bekerja sama, di situlah lahir kekuatan bangsa," ujarnya.</p><p dir="ltr">Yudi menilai gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan budaya yang telah teruji sepanjang sejarah Nusantara. Ia mengutip pandangan mahir manajemen dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Edgar Schein, yang mendefinisikan budaya sebagai langkah bekerja dan bekerja sama yang terus diulang lantaran terbukti berhasil.</p><p dir="ltr">"Itulah budaya kita. Gotong royong adalah kekuatan yang telah teruji dalam sejarah bangsa ini," katanya.</p><p dir="ltr">Ia mencontohkan pengalaman Indonesia saat menghadapi pandemi Covid-19. Menurut Yudi, keterlibatan masyarakat sipil, organisasi sosial, golongan pengajian, PKK, kampus, hingga organisasi menjadi aspek krusial dalam mempercepat penanganan pandemi.</p><p dir="ltr">"Ketika ibu-ibu pengajian, PKK, kampus, dan masyarakat ikut bergotong royong, persoalan yang susah bisa diselesaikan bersama," ujarnya.</p><p dir="ltr">Yudi juga menyinggung predikat Indonesia sebagai salah satu negara paling murah hati di dunia. Menurut dia, perihal itu menunjukkan bahwa kekuatan budaya dan solidaritas sosial menjadi modal utama bangsa.</p><p dir="ltr">Dalam kesempatan tersebut, Yudi menilai kerjasama antara<a href="https://republika.co.id/tag/dompet-dhuafa"> Dompet Dhuafa </a>dan PARFI '56 menjadi contoh nyata praktik gotong royong dalam kehidupan modern.</p><p dir="ltr">"Ada PARFI, ada Dompet Dhuafa, ada banyak unsur yang berkolaborasi. Kalau kita gotong royong, hal-hal yang susah bisa diselesaikan," katanya.</p><p dir="ltr">Yudi menegaskan, peran seniman dan seniman juga mempunyai posisi krusial dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia. Menurut dia, kekuatan kebudayaan sering kali lebih memperkuat lama dalam ingatan masyarakat dibanding peristiwa politik.</p><p dir="ltr">"Peristiwa politik bisa dilupakan orang, tetapi memori kebudayaan dan seni mengendap lebih lama dalam ingatan bangsa," ujarnya.</p><p dir="ltr">Karena itu, pada usia kemerdekaan ke-81 RI, Yudi berambisi kebudayaan kembali menjadi kekuatan pemersatu bangsa di tengah beragam perbedaan dan tantangan zaman.</p><p dir="ltr">"Kekuatan budaya kudu memainkan peran besar untuk mengembalikan bangsa ini kepada jati dirinya. Indonesia dibangun oleh gotong royong," kata Yudi.</p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/yudi-latif-indonesia-merdeka-karena-gotong-royong-166868.html</guid> <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 06:30:16 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Muhammad Hafil)</author> </item> <item> <title>Gempa Guncang Ntt, Pernahkah Gempa Terjadi Pada Zaman Nabi?</title> <description>Gempa Guncang Ntt, Pernahkah Gempa Terjadi Pada Zaman Nabi?. Kincai Media, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang daerah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa yang berpu...</description> <media:thumbnail url="https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/gempa-bumi-ilustrasi-_140125141723-862.jpg"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/gempa-guncang-ntt-pernahkah-gempa-terjadi-pada-zaman-nabi-166867.html</link> <content:encoded><![CDATA[<p>Kincai Media, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang daerah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa yang berpusat sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo tersebut memicu peringatan awal tsunami di sejumlah daerah pesisir NTT dan beberapa daerah di Sulawesi serta Nusa Tenggara Barat.</p><div> <p dir="ltr">Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat<a href="https://republika.co.id/tag/gempa"> gempa </a>terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan kedalaman 15 kilometer. Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengatakan, pusat gempa berada pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur.</p> <p dir="ltr">BMKG kemudian mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami 2. Sejumlah daerah di NTT masuk status Siaga, antara lain Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, dan Sikka bagian utara.</p><p dir="ltr">Tsunami juga terdeteksi di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan muka air laut BMKG hingga pukul 07.05 WIB, tinggi tsunami terbesar tercatat 0,94 meter di Maurole, Ende. Gelombang tsunami juga terdeteksi di Alor, Dompu, Sikka, Flores Timur, Labuan Bajo, Baubau, Bulukumba, dan Kolaka.</p> <p dir="ltr">Peristiwa tersebut mengingatkan kembali bahwa<a href="https://republika.co.id/tag/gempa-bumi"> gempa bumi </a>merupakan kejadian alam yang telah dikenal manusia sejak masa lampau. Lantas, apakah gempa bumi pernah terjadi pada zaman<a href="https://republika.co.id/tag/nabi-muhammad"> Nabi Muhammad </a>SAW?</p><p dir="ltr">Dalam sejarah Islam, terdapat riwayat yang menyebut bahwa gempa pernah terjadi pada masa<a href="https://republika.co.id/tag/rasulullah"> Rasulullah </a>SAW. Peristiwa tersebut antara lain dijelaskan dalam kitab <em>Ad-Daa wad Dawaa</em> karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.</p><p dir="ltr">Dalam riwayat yang disebutkan Ibnu Abid Dun-ya dan diriwayatkan secara bersambung oleh al-Hakim melalui jalur Baqiyyah, dari Yazid al-Juhani, dari Anas, disebutkan bahwa ketika gempa terjadi, para sahabat merasa takut.</p><p dir="ltr">Rasulullah SAW kemudian meletakkan tangannya di atas bumi seraya bersabda:</p><p dir="ltr">Artinya: &ldquo;Tenanglah, lantaran waktumu belum tiba.&rdquo;</p><p dir="ltr">Setelah itu, Nabi SAW beralih kepada para sahabat dan bersabda:</p><p dir="ltr">Artinya: &ldquo;Sesungguhnya Rabb kalian betul-betul sedang menegur kalian, maka perhatikanlah teguran-Nya.&rdquo;</p><p dir="ltr">Riwayat tersebut menggambarkan gimana umat Islam diarahkan untuk memaknai kejadian gempa bukan hanya sebagai peristiwa alam, tetapi juga sebagai momentum untuk mengingat kebesaran Allah SWT.</p><p dir="ltr">Meski demikian, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ustadz mengenai apakah gempa betul-betul pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW.</p><p dir="ltr">Imam Ibnu Abdil Barr, misalnya, menyatakan tidak terdapat sabda sahih yang menyebut terjadinya gempa pada masa Nabi SAW. Ia mengatakan, &ldquo;Tidak ada hadits shahih dari Nabi yang menyebut bahwa pernah terjadi gempa pada era beliau dan tidak ada juga sunnah yang shahih tentangnya.&rdquo; (At-Tamhid 3/318).</p><p dir="ltr">Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai riwayat tersebut, Rasulullah SAW telah mengabarkan bahwa gempa bumi bakal menjadi salah satu kejadian yang semakin banyak terjadi menjelang Hari Kiamat.</p><p dir="ltr">Hal itu berasas sabda Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:</p><p dir="ltr">&#1604;&#1575;&#1614; &#1578;&#1614;&#1602;&#1615;&#1608;&#1605;&#1615; &#1575;&#1604;&#1587;&#1614;&#1617;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1615; &#1581;&#1614;&#1578;&#1614;&#1617;&#1609; &#1578;&#1614;&#1603;&#1618;&#1579;&#1615;&#1585;&#1614; &#1575;&#1604;&#1586;&#1614;&#1617;&#1604;&#1575;&#1614;&#1586;&#1616;&#1604;&#1615;</p><p dir="ltr">Artinya: &ldquo;Tidak bakal tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.&rdquo;</p><p dir="ltr">Hadis tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak hanya memandang gempa dari sisi kejadian alam, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.</p><p dir="ltr">Ketika musibah terjadi, Islam tidak mengajarkan kepanikan. Umat dianjurkan untuk tetap tenang, memperbanyak istighfar dan taubat, meningkatkan kebaikan saleh, serta menyadari keterbatasan manusia di hadapan kekuasaan Allah SWT.</p><p dir="ltr">Gempa NTT yang diikuti terdeteksinya tsunami menjadi pengingat bahwa manusia mempunyai keterbatasan dalam menghadapi kekuatan alam. Di tengah upaya mitigasi dan pengamanan yang dilakukan, umat Islam juga dapat mengambil pelajaran spiritual dengan memperbanyak angan dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.</p><p dir="ltr">Dengan demikian, menyikapi gempa tidak berfaedah mengabaikan penjelasan ilmiah mengenai kegiatan tektonik. Sebaliknya, ikhtiar melalui pengetahuan pengetahuan, kewaspadaan, dan mitigasi musibah dapat melangkah beriringan dengan sikap tawakal, taubat, dan memperbanyak kebaikan saleh.</p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/gempa-guncang-ntt-pernahkah-gempa-terjadi-pada-zaman-nabi-166867.html</guid> <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 06:00:13 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Muhammad Hafil)</author> </item> <item> <title>Doa Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus: Arab, Latin, Dan Terjemahannya</title> <description>Doa Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus: Arab, Latin, Dan Terjemahannya. Kincai Media– Doa untuk Indonesia di Hari Kemerdekaan 17 Agustus dapat menjadi salah satu corak ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dianug...</description> <media:thumbnail url="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/568098-1.jpg"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/doa-kemerdekaan-indonesia-17-agustus-arab-latin-dan-terjemahannya-166866.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div> <div><figure><a href="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/568098-1.jpg" data-caption=" Arab, Latin, dan Terjemahannya"><img width="696" height="367" src="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/568098-1.jpg" srcset="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/568098-1-696x367.jpg 696w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/568098-1-640x337.jpg 640w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/568098-1-768x405.jpg 768w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/568098-1-797x420.jpg 797w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/568098-1.jpg 1000w" sizes=" 696px) 100vw, 696px" alt=" Arab, Latin, dan Terjemahannya" title=" Arab, Latin, dan Terjemahannya"></a>Doa Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus: Arab, Latin, dan Terjemahannya</figure></div> <p><strong><b>Kincai Media</b></strong>&ndash; Doa untuk Indonesia di Hari Kemerdekaan 17 Agustus dapat menjadi salah satu corak ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa <a href="https://bincangsyariah.com/tag/indonesia/" data-type="post_tag" data-id="54">Indonesia</a>. Selain sebagai corak rasa syukur, angan juga menjadi sarana untuk memohon keberkahan, persatuan, kedamaian, serta keselamatan bagi bangsa dan negara.</p> <p>Salah satu angan kemerdekaan yang pernah dipanjatkan oleh KH. Maimoen Zubair adalah angan yang disampaikan dalam kegiatan Dzikir Kebangsaan di Istana Merdeka pada 1 Agustus 2017. Doa tersebut berisi ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus permohonan agar bangsa Indonesia senantiasa diberi persatuan, keberkahan, dan kehidupan yang baik.</p> <p>Berikut teks angan tersebut komplit dengan tulisan Arab, harakat, transliterasi, dan terjemahannya.</p> <p><em>&ldquo;Ya Allah, Syukran laka yaa Ilaahanaa &lsquo;alaa maa tafadldlolta &lsquo;alaina min ni&rsquo;matil istiqlaal, min ni&rsquo;matil hurriyyah, hurriyyati Indonesia. Yaa Dzasy syahril &lsquo;adziim, syahri Agustus. Syahril mu&rsquo;adzdzom &lsquo;indanaa wa &lsquo;indaKa haitsu ba&rsquo;asTa nabiyyaKa Muhammad SAW fii syahri Agustus kamaa a&rsquo;thoitanaa hurriyyatanaa.</em></p> <p><em>Alladzii yuwaafiqu Ramadhaan, kadzaalika fi syahri Ramadhaan Anta tanzilu fiihil qur`aan. Yaa Robbanaa anzil &lsquo;alainaa ni&rsquo;mataka, ni&rsquo;matal a&rsquo;dzom, ni&rsquo;matal hurriyyah. Waj&rsquo;alnaa ummatan waahidatan laa tafriiqotan wa in kunnaa syu&rsquo;uuban wa qobaaila, walaakin li ta&rsquo;aarofuu kamaa qulta. Waj&rsquo;al baldatanaa baldatun thoyyibatun wa Robbun ghofuur.&rdquo;</em></p> <p>&ldquo;Ya Allah, syukur bagimu wahai Tuhan kami yang telah menganugerahi kami nikmat kedaulatan dan nikmat kemerdekaan, kemerdekaan Indonesia. Wahai Pemilik bulan yang agung, <a href="https://bincangmuslimah.com/" data-type="link" data-id="https://bincangmuslimah.com/">bulan Agustus</a>. </p> <p>Bulan yang diagungkan oleh kami dan oleh-Mu, dimana Kau utus Nabi Muhammad SAW (sebagai Rasul) di bulan Agustus sebagaimana kau anugerahi kemerdekaan kami. Yang menepati bulan Ramadhan sebagaimana di bulan Ramadhan engkau menurunkan Alquran di dalamnya. </p> <p>Wahai Tuhan kami, turunkanlah bagi kami nikmatmu yang paling agung, nikmat kemerdekaan. Dan jadikan kami sebagai bangsa yang satu, yang tidak terpecah-belah. Meskipun kami bersuku-suku dan berkabilah-kabilah namun untuk saling mengenal sebagaimana yang Kau perintahkan. Dan jadikanlah negeri kami negeri yang baik dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun&rdquo;.</p> <p>Selain angan kemerdekaan tersebut, terdapat pula rangkaian angan yang berisi permohonan ampun, persatuan, petunjuk, keberkahan, serta keselamatan bagi bangsa Indonesia. Doa ini pernah ditulis Gus Mus dalam status Instagrammnya. Berikut doanya;</p> <p>&#1575;&#1604;&#1604;&#1614;&#1617;&#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1617; &#1575;&#1594;&#1618;&#1601;&#1616;&#1585;&#1618; &#1604;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575; &#1608;&#1614;&#1604;&#1616;&#1573;&#1616;&#1582;&#1618;&#1608;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575; &#1575;&#1604;&#1614;&#1617;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614; &#1587;&#1614;&#1576;&#1614;&#1602;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;&#1575; &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1618;&#1573;&#1616;&#1610;&#1605;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1548; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1578;&#1614;&#1580;&#1618;&#1593;&#1614;&#1604;&#1618; &#1601;&#1616;&#1610; &#1602;&#1615;&#1604;&#1615;&#1608;&#1576;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575; &#1594;&#1616;&#1604;&#1611;&#1617;&#1575; &#1604;&#1616;&#1604;&#1614;&#1617;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614; &#1570;&#1605;&#1614;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;&#1548; &#1585;&#1614;&#1576;&#1614;&#1617;&#1606;&#1614;&#1575; &#1573;&#1616;&#1606;&#1614;&#1617;&#1603;&#1614; &#1585;&#1614;&#1572;&#1615;&#1608;&#1601;&#1612; &#1585;&#1614;&#1581;&#1616;&#1610;&#1605;&#1612;.</p> <p><em>All&#257;humma-ghfir lan&#257; wa li-ikhw&#257;ninalladz&#299;na sabaq&#363;n&#257; bil-&#299;m&#257;n, wa l&#257; taj&lsquo;al f&#299; qul&#363;bin&#257; ghillan lilladz&#299;na &#257;man&#363;. Rabban&#257; innaka ra&rsquo;&#363;fur-ra&#7717;&#299;m.</em></p> <p>&ldquo;Ya Allah, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dulu beriman. Janganlah Engkau menjadikan dalam hati kami rasa tidak suka terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.&rdquo;</p> <p><strong>Doa untuk Pemimpin dan Keselamatan Indonesia</strong></p> <p>Doa ini dikutip dari dalam facebook Dar Ifta Mesir, angan ini memuatkan keselamatan untuk negeri. Berikut doanya;</p> <p>&#1575;&#1604;&#1604;&#1614;&#1617;&#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1617; &#1608;&#1614;&#1601;&#1616;&#1617;&#1602;&#1618; &#1608;&#1615;&#1604;&#1614;&#1575;&#1577;&#1614; &#1571;&#1615;&#1605;&#1615;&#1608;&#1585;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575; &#1604;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575; &#1578;&#1615;&#1581;&#1616;&#1576;&#1615;&#1617; &#1608;&#1614;&#1578;&#1614;&#1585;&#1618;&#1590;&#1614;&#1609;&#1548; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1601;&#1616;&#1610;&#1607;&#1616; &#1582;&#1614;&#1610;&#1618;&#1585;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1576;&#1616;&#1604;&#1614;&#1575;&#1583;&#1616; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1616;&#1576;&#1614;&#1575;&#1583;&#1616;&#1548; &#1608;&#1614;&#1575;&#1585;&#1618;&#1586;&#1615;&#1602;&#1618;&#1607;&#1615;&#1605;&#1615; &#1575;&#1604;&#1604;&#1614;&#1617;&#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1617; &#1575;&#1604;&#1618;&#1576;&#1616;&#1591;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614;&#1577;&#1614; &#1575;&#1604;&#1589;&#1614;&#1617;&#1575;&#1604;&#1616;&#1581;&#1614;&#1577;&#1614;&#1548; &#1608;&#1614;&#1575;&#1581;&#1618;&#1601;&#1614;&#1592;&#1616; &#1575;&#1604;&#1604;&#1614;&#1617;&#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1617; )&#1573;&#1616;&#1606;&#1618;&#1583;&#1615;&#1608;&#1606;&#1616;&#1610;&#1587;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;( &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1607;&#1618;&#1604;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1601;&#1616;&#1578;&#1614;&#1606;&#1616; &#1605;&#1614;&#1575; &#1592;&#1614;&#1607;&#1614;&#1585;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1614;&#1575; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1576;&#1614;&#1591;&#1614;&#1606;&#1614;&#1548; &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1583;&#1616;&#1605;&#1618; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575; &#1606;&#1616;&#1593;&#1618;&#1605;&#1614;&#1578;&#1614;&#1610;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1571;&#1614;&#1605;&#1618;&#1606;&#1616; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1571;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;.</p> <p><em>All&#257;humma waffiq wul&#257;ta um&#363;rin&#257; lim&#257; tu&#7717;ibbu wa tar&#7693;&#257;, wa m&#257; f&#299;hi khairul-bil&#257;di wal-&lsquo;ib&#257;d, warzuqhumull&#257;humal-bi&#7789;&#257;nata&#7779;-&#7779;&#257;li&#7717;ah. Wa&#7717;fa&#7827;ill&#257;humma Ind&#363;n&#299;siy&#257; wa ahlah&#257; minal-fitan, m&#257; &#7827;ahara minh&#257; wa m&#257; ba&#7789;an. Wa adim &lsquo;alain&#257; ni&lsquo;matayil-amni wal-am&#257;n.</em></p> <p>Artinya;&ldquo;Ya Allah, berilah taufik kepada para pemimpin kami untuk melakukan segala sesuatu yang Engkau cintai dan Engkau ridai serta yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi negeri dan seluruh hamba-Mu. Ya Allah, karuniakanlah kepada mereka pendamping-pendamping yang baik.</p> <p>Ya Allah, jagalah Indonesia dan seluruh rakyatnya dari beragam fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Limpahkanlah kepada kami nikmat keamanan dan ketenteraman secara berkelanjutan.&rdquo;</p> <p>Hari Kemerdekaan Indonesia bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memanjatkan angan bagi masa depan bangsa.</p> <p>Semoga Indonesia senantiasa diberikan keberkahan, persatuan, keamanan, dan kedamaian. Semoga para pemimpin diberikan petunjuk dalam menjalankan amanah, sementara seluruh masyarakat Indonesia senantiasa diberi kehidupan yang tenteram, adil, dan sejahtera.</p> <p>Dirgahayu Republik Indonesia. Semoga Indonesia semakin maju, bersatu, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.</p> <div> <p><a href="https://bit.ly/SertifikasiHalalGratisEBI" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> <img src="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-15-at-20.44.10.jpeg" alt="Sertifikasi Halal"> </a> </p> </div> </div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/doa-kemerdekaan-indonesia-17-agustus-arab-latin-dan-terjemahannya-166866.html</guid> <pubDate>Sat, 15 Aug 2026 20:00:20 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Admin)</author> </item> <item> <title>Hukum Mengikuti Lomba 17 Agustus Dengan Biaya Pendaftaran</title> <description>Hukum Mengikuti Lomba 17 Agustus Dengan Biaya Pendaftaran. Tanya Ustadz Assalamu’alaikum. Ustaz, setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, biasanya masyarakat mengadakan beragam m...</description> <media:thumbnail url="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/18003.jpg"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/hukum-mengikuti-lomba-17-agustus-dengan-biaya-pendaftaran-166865.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div> <div><figure><a href="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/18003.jpg" data-caption="Hukum Lomba 17 Agustus dengan Biaya Pendaftaran"><img width="696" height="465" src="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/18003.jpg" srcset="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/18003-696x465.jpg 696w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/18003-640x428.jpg 640w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/18003-768x513.jpg 768w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/18003-629x420.jpg 629w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/08/18003.jpg 1000w" sizes=" 696px) 100vw, 696px" alt="Hukum Lomba 17 Agustus dengan Biaya Pendaftaran" title="Hukum Lomba 17 Agustus dengan Biaya Pendaftaran"></a>Hukum Lomba 17 Agustus dengan Biaya Pendaftaran</figure></div> <p><strong>Tanya Ustadz</strong></p> <p><em>Assalamu&rsquo;alaikum. Ustaz, setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, biasanya masyarakat mengadakan beragam macam perlombaan, seperti lomba balap karung, makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol, panjat pinang, dan perlombaan lainnya.</em></p> <p><em>Dalam beberapa kegiatan tersebut, peserta terkadang dikenakan biaya pendaftaran. Biaya tersebut digunakan untuk kebutuhan penyelenggaraan lomba, seperti membeli perlengkapan, konsumsi panitia, alias apalagi untuk menyediakan bingkisan bagi para pemenang.</em></p> <p><em>Yang menjadi pertanyaan, gimana norma mengikuti lomba 17 Agustus yang peserta diwajibkan bayar biaya pendaftaran? Apakah biaya pendaftaran tersebut termasuk taruhan yang menyebabkan perlombaan menjadi judi?</em></p> <p>Jawaban</p> <p><em>Wa&rsquo;alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh</em>. Terima kasih sudah bertanya pada redaksi Tanya Ustadz. Pada dasarnya, mengadakan dan mengikuti perlombaan hukumnya boleh (<a href="https://bincangsyariah.com/tag/mubah/" data-type="post_tag" data-id="5163">mubah</a>) selama perlombaan tersebut tidak mengandung unsur yang diharamkan, seperti perjudian, taruhan, penipuan, alias hal-hal lain yang dilarang syariat.</p> <p>Dalam literatur fikih disebutkan bahwa para ustadz sepakat mengenai kebolehan perlombaan secara umum. Dalam <em><a href="https://books.google.co.id/books?id=dnpJCwAAQBAJ&amp;pg=PT78&amp;dq=%D9%88%D9%8E%D8%A3%D9%8E%D8%AC%D9%92%D9%85%D9%8E%D8%B9%D9%8E+%D8%A7%D9%84%D9%92%D9%85%D9%8F%D8%B3%D9%92%D9%84%D9%90%D9%85%D9%8F%D9%88%D9%86%D9%8E+%D8%B9%D9%8E%D9%84%D9%8E%D9%89+%D8%AC%D9%8E%D9%88%D9%8E%D8%A7%D8%B2%D9%90+%D8%A7%D9%84%D9%92%D9%85%D9%8F%D8%B3%D9%8E%D8%A7%D8%A8%D9%8E%D9%82%D9%8E%D8%A9%D9%90+%D9%81%D9%90%D9%8A+%D8%A7%D9%84%D9%92%D8%AC%D9%8F%D9%85%D9%92%D9%84%D9%8E%D8%A9%D9%90&amp;hl=en&amp;newbks=1&amp;newbks_redir=1&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwjF49TSyaKWAxWC4jgGHdZPCXkQ6AF6BAgHEAM" data-type="link" data-id="https://books.google.co.id/books?id=dnpJCwAAQBAJ&amp;pg=PT78&amp;dq=%D9%88%D9%8E%D8%A3%D9%8E%D8%AC%D9%92%D9%85%D9%8E%D8%B9%D9%8E+%D8%A7%D9%84%D9%92%D9%85%D9%8F%D8%B3%D9%92%D9%84%D9%90%D9%85%D9%8F%D9%88%D9%86%D9%8E+%D8%B9%D9%8E%D9%84%D9%8E%D9%89+%D8%AC%D9%8E%D9%88%D9%8E%D8%A7%D8%B2%D9%90+%D8%A7%D9%84%D9%92%D9%85%D9%8F%D8%B3%D9%8E%D8%A7%D8%A8%D9%8E%D9%82%D9%8E%D8%A9%D9%90+%D9%81%D9%90%D9%8A+%D8%A7%D9%84%D9%92%D8%AC%D9%8F%D9%85%D9%92%D9%84%D9%8E%D8%A9%D9%90&amp;hl=en&amp;newbks=1&amp;newbks_redir=1&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwjF49TSyaKWAxWC4jgGHdZPCXkQ6AF6BAgHEAM">Al-Mausu&rsquo;ah Al-Fiqhiyah</a></em> disebutkan:</p> <p>&#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1580;&#1618;&#1605;&#1614;&#1593;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1587;&#1618;&#1604;&#1616;&#1605;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1580;&#1614;&#1608;&#1614;&#1575;&#1586;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1587;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;&#1602;&#1614;&#1577;&#1616; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1615;&#1605;&#1618;&#1604;&#1614;&#1577;&#1616;</p> <p>Artinya: &ldquo;Kaum Muslimin sepakat mengenai kebolehan perlombaan secara keseluruhan.&rdquo;</p> <p>Demikian pula dalam kitab <em>Minhaj al-Thalibin</em> &nbsp;juz 4, hlm. 311.</p> <p>karya Imam al-Nawawi disebutkan:</p> <p>&#1603;&#1616;&#1578;&#1614;&#1575;&#1576;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1587;&#1614;&#1575;&#1576;&#1614;&#1602;&#1614;&#1577;&#1616; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1606;&#1614;&#1575;&#1590;&#1614;&#1604;&#1614;&#1577;&#1616; &#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1575; &#1587;&#1615;&#1606;&#1614;&#1617;&#1577;&#1612; &#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1581;&#1616;&#1604;&#1615;&#1617; &#1571;&#1614;&#1582;&#1618;&#1584;&#1615; &#1593;&#1616;&#1608;&#1614;&#1590;&#1613; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1548; &#1608;&#1614;&#1578;&#1614;&#1589;&#1616;&#1581;&#1615;&#1617; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1606;&#1614;&#1575;&#1590;&#1614;&#1604;&#1614;&#1577;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1587;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;&#1605;&#1613; &#1608;&#1614;&#1603;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575; &#1605;&#1614;&#1586;&#1614;&#1575;&#1585;&#1616;&#1610;&#1602;&#1615; &#1608;&#1614;&#1585;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1581;&#1612; &#1608;&#1614;&#1585;&#1614;&#1605;&#1618;&#1610;&#1612; &#1576;&#1616;&#1571;&#1614;&#1581;&#1618;&#1580;&#1614;&#1575;&#1585;&#1613; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618;&#1580;&#1614;&#1606;&#1616;&#1610;&#1618;&#1602;&#1613; &#1608;&#1614;&#1603;&#1615;&#1604;&#1615;&#1617; &#1606;&#1614;&#1575;&#1601;&#1616;&#1593;&#1613; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1585;&#1618;&#1576;&#1616; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1584;&#1618;&#1607;&#1614;&#1576;&#1616;</p> <p>Artinya: &ldquo;Kitab tentang perlombaan dan pertandingan memanah. Keduanya disunnahkan dan boleh mengambil bingkisan dari keduanya. Perlombaan memanah sah dilakukan dengan panah, demikian pula dengan tombak pendek, tombak, melempar dengan batu, manjaniq (alat perang untuk melempar batu pada era dahulu), dan segala sesuatu yang berfaedah dalam peperangan menurut pendapat mazhab.&rdquo;</p> <p>Dari keterangan tersebut dapat dipahami bahwa perlombaan pada dasarnya bukan merupakan sesuatu yang dilarang. Karena itu, lomba-lomba dalam rangka memeriahkan 17 Agustus pada prinsipnya juga diperbolehkan selama tidak mengandung unsur yang diharamkan.</p> <p>Bagaimana jika peserta dikenakan biaya pendaftaran?</p> <p>Lantas, gimana jika setiap peserta diwajibkan bayar biaya pendaftaran, misalnya Rp10.000 alias Rp20.000? Apakah pembayaran tersebut otomatis menjadikan lomba sebagai perjudian?</p> <p>Tidak setiap biaya pendaftaran dalam perlombaan otomatis dihukumi sebagai perjudian. Yang perlu diperhatikan adalah untuk apa duit pendaftaran tersebut digunakan dan dari mana bingkisan perlombaan berasal.</p> <p>Jika duit pendaftaran peserta dikumpulkan kemudian sebagian alias seluruhnya digunakan sebagai bingkisan bagi peserta yang menang, sementara peserta yang kalah kehilangan duit pendaftarannya, maka praktik semacam ini dapat mengandung unsur qimar (perjudian).</p> <p>Dalam kitab <em>Is&rsquo;ad al-Rafiq Syarh Sulam al-Taufiq</em> juz 2, hlm. 102 dijelaskan:</p> <p>(&#1603;&#1615;&#1604;&#1615;&#1617; &#1605;&#1614;&#1575; &#1601;&#1616;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616; &#1602;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1585;&#1612;) &#1608;&#1614;&#1589;&#1615;&#1608;&#1618;&#1585;&#1614;&#1578;&#1615;&#1607;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1580;&#1618;&#1605;&#1614;&#1593;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1614;&#1575; &#1571;&#1614;&#1606;&#1618; &#1610;&#1614;&#1582;&#1618;&#1585;&#1615;&#1580;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1616;&#1608;&#1614;&#1590;&#1615; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1576;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1616; &#1605;&#1614;&#1593;&#1614; &#1578;&#1614;&#1603;&#1614;&#1575;&#1601;&#1615;&#1574;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575; &#1608;&#1614;&#1607;&#1615;&#1608;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1585;&#1614;&#1575;&#1583;&#1615; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1610;&#1618;&#1587;&#1616;&#1585;&#1616; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1618;&#1570;&#1610;&#1614;&#1577;&#1616;. &#1608;&#1614;&#1608;&#1614;&#1580;&#1618;&#1607;&#1615; &#1581;&#1615;&#1585;&#1618;&#1605;&#1614;&#1578;&#1616;&#1607;&#1616; &#1571;&#1614;&#1606;&#1614;&#1617; &#1603;&#1615;&#1604;&#1614;&#1617; &#1608;&#1614;&#1575;&#1581;&#1616;&#1583;&#1613; &#1605;&#1615;&#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1583;&#1616;&#1617;&#1583;&#1612; &#1576;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614; &#1571;&#1614;&#1606;&#1618; &#1610;&#1614;&#1594;&#1618;&#1604;&#1616;&#1576;&#1614; &#1589;&#1614;&#1575;&#1581;&#1616;&#1576;&#1614;&#1607;&#1615; &#1601;&#1614;&#1610;&#1614;&#1594;&#1618;&#1606;&#1614;&#1605;&#1614;&#1548; &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1618; &#1610;&#1614;&#1606;&#1618;&#1601;&#1614;&#1585;&#1616;&#1583;&#1618; &#1571;&#1614;&#1581;&#1614;&#1583;&#1615; &#1575;&#1604;&#1604;&#1614;&#1617;&#1575;&#1593;&#1616;&#1576;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1616; &#1576;&#1616;&#1573;&#1616;&#1582;&#1618;&#1585;&#1614;&#1575;&#1580;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1616;&#1608;&#1614;&#1590;&#1616; &#1604;&#1616;&#1610;&#1614;&#1571;&#1618;&#1582;&#1615;&#1584;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1615; &#1573;&#1616;&#1606;&#1618; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614; &#1605;&#1614;&#1594;&#1618;&#1604;&#1615;&#1608;&#1576;&#1611;&#1575; &#1608;&#1614;&#1593;&#1614;&#1603;&#1618;&#1587;&#1615;&#1607;&#1615; &#1573;&#1616;&#1606;&#1618; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614; &#1594;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1576;&#1611;&#1575; &#1601;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1571;&#1614;&#1589;&#1614;&#1581;&#1615;&#1617; &#1581;&#1615;&#1585;&#1618;&#1605;&#1614;&#1578;&#1615;&#1607;&#1615; &#1571;&#1614;&#1610;&#1618;&#1590;&#1611;&#1575;</p> <p>Artinya: &ldquo;Setiap sesuatu yang mengandung perjudian. Bentuk pertaruhan yang disepakati adalah ketika hadiah berasal dari kedua belah pihak disertai kesetaraan keduanya. Hal tersebut merupakan maksud dari maisir dalam ayat Al-Qur&rsquo;an. </p> <p>Alasan keharamannya adalah masing-masing pihak berada di antara kemungkinan mengalahkan lawannya sehingga mendapatkan untung alias dikalahkan sehingga mengalami kerugian. Jika salah satu dari dua pemain mengeluarkan hadiah untuk diambil darinya andaikan dia kalah, dan sebaliknya andaikan dia menang, maka menurut pendapat yang lebih sahih hukumnya juga haram.&rdquo;</p> <p>Dengan demikian, andaikan sistem lomba dibuat sedemikian rupa sehingga duit peserta dipertaruhkan untuk mendapatkan duit peserta lainnya, maka perihal tersebut tidak diperbolehkan lantaran mengandung unsur perjudian.</p> <p>Bagaimana jika biaya pendaftaran hanya untuk biaya operasional?</p> <p>Bagaimana jika duit pendaftaran tidak digunakan untuk hadiah, tetapi hanya untuk membiayai kebutuhan lomba, seperti membeli perangkat perlombaan, konsumsi, sewa tempat, administrasi, alias kebutuhan panitia lainnya?</p> <p>Jika biaya pendaftaran tersebut memang digunakan untuk biaya manajemen dan operasional penyelenggaraan, bukan sebagai taruhan alias sumber bingkisan bagi pemenang, maka pada dasarnya tidak termasuk perjudian.</p> <p>Misalnya, panitia menetapkan biaya pendaftaran Rp20.000 per peserta. Uang tersebut digunakan untuk membeli perlengkapan lomba, konsumsi, mencetak nomor peserta, sewa tempat, dan kebutuhan penyelenggaraan lainnya. </p> <p>Adapun bingkisan pemenang berasal dari biaya panitia, donatur, sponsor, alias sumber biaya lain yang tidak berasal dari duit yang dipertaruhkan oleh para peserta.</p> <p>Model seperti ini pada dasarnya diperbolehkan. Hal ini dapat dianalogikan dengan keterangan dalam <em>Hasyiyah al-Bajuri &lsquo;ala Fath al-Qarib , juz 2, hlm. 309.</em></p> <p>&#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1580;&#1615;&#1608;&#1586;&#1615; &#1588;&#1614;&#1585;&#1618;&#1591;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1616;&#1608;&#1614;&#1590;&#1616; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1594;&#1614;&#1610;&#1618;&#1585;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1578;&#1614;&#1587;&#1614;&#1575;&#1576;&#1616;&#1602;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1616; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1573;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1605;&#1616; &#1571;&#1614;&#1608;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1571;&#1614;&#1580;&#1618;&#1606;&#1614;&#1576;&#1616;&#1610;&#1616;&#1617; &#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1618; &#1610;&#1614;&#1602;&#1615;&#1608;&#1604;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1573;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575;&#1605;&#1615; &#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1587;&#1614;&#1576;&#1614;&#1602;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1603;&#1615;&#1605;&#1614;&#1575; &#1601;&#1614;&#1604;&#1614;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1617; &#1603;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1605;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;&#1610;&#1548; &#1571;&#1614;&#1608;&#1618; &#1601;&#1614;&#1604;&#1614;&#1607;&#1615; &#1601;&#1616;&#1610; &#1576;&#1614;&#1610;&#1618;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616; &#1603;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575;&#1548; &#1608;&#1614;&#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1606;&#1618; &#1610;&#1614;&#1602;&#1615;&#1608;&#1604;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1571;&#1614;&#1580;&#1618;&#1606;&#1614;&#1576;&#1616;&#1610;&#1615;&#1617;: &#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1587;&#1614;&#1576;&#1614;&#1602;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1603;&#1615;&#1605;&#1614;&#1575; &#1601;&#1614;&#1604;&#1614;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1617; &#1603;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575;&#1548; &#1604;&#1616;&#1571;&#1614;&#1606;&#1614;&#1617;&#1607;&#1615; &#1576;&#1614;&#1584;&#1618;&#1604;&#1615; &#1605;&#1614;&#1575;&#1604;&#1613; &#1601;&#1616;&#1610; &#1591;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1613;</p> <p>Artinya: &ldquo;Boleh memberikan bingkisan dari selain dua peserta perlombaan, baik dari penguasa maupun pihak lain. Misalnya, penguasa berkata, &lsquo;Siapa di antara kalian berdua yang menang, maka dia mendapatkan sekian dari hartaku,&rsquo; alias mendapatkan sekian dari baitulmal. </p> <p>Demikian pula andaikan pihak lain berkata, &lsquo;Siapa di antara kalian berdua yang menang, maka dia mendapatkan sekian dariku.&rsquo; Hal itu lantaran merupakan pemberian kekayaan dalam ketaatan.&rdquo;</p> <p>Kesimpulannya, biaya pendaftaran tidak otomatis menjadikan lomba sebagai perjudian. Hukum lomba berjuntai pada sistem penggunaan duit tersebut.</p> <p>Pertama, andaikan biaya pendaftaran digunakan sebagai taruhan alias sumber hadiah, sehingga duit peserta yang kalah pada hakikatnya menjadi untung bagi peserta yang menang, maka lomba tersebut mengandung unsur qimar alias pertaruhan dan hukumnya haram.</p> <p>Kedua, andaikan biaya pendaftaran digunakan untuk keperluan operasional lomba, seperti membeli perlengkapan, konsumsi, administrasi, sewa tempat, dan kebutuhan lainnya, sedangkan bingkisan berasal dari sponsor, donatur, panitia, alias sumber biaya lain yang bukan merupakan duit taruhan peserta, maka lomba tersebut diperbolehkan.</p> <p>Oleh lantaran itu, dalam penyelenggaraan lomba 17 Agustus, panitia hendaknya menjelaskan sejak awal penggunaan duit pendaftaran kepada peserta. Hal ini krusial agar tidak terjadi kesalahpahaman dan agar penyelenggaraan perlombaan betul-betul terbebas dari unsur perjudian.</p> <p>Dengan demikian, yang menjadi persoalan dalam biaya pendaftaran bukan semata-mata ada alias tidak adanya duit pendaftaran, tetapi kegunaan dan sistem penggunaan duit tersebut. </p> <p>Jika dia menjadi taruhan yang dipertaruhkan antarpeserta, maka bermasalah secara syariat. Namun jika dia merupakan biaya jasa alias operasional penyelenggaraan dan bingkisan berasal dari sumber biaya lain, maka pada dasarnya diperbolehkan.</p> <div> <p><a href="https://bit.ly/SertifikasiHalalGratisEBI" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> <img src="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-15-at-20.44.10.jpeg" alt="Sertifikasi Halal"> </a> </p> </div> </div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/hukum-mengikuti-lomba-17-agustus-dengan-biaya-pendaftaran-166865.html</guid> <pubDate>Sat, 15 Aug 2026 19:00:21 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Admin)</author> </item> <item> <title>Enam Dosa Yang Dianggap Biasa Saat Perayaan Kemerdekaan</title> <description>Enam Dosa Yang Dianggap Biasa Saat Perayaan Kemerdekaan. Setiap tanggal 17 Agustus, negeri ini dipenuhi warna dan kegembiraan. Warna merah putih menghiasi jalanan. Lomba-lomba digelar. Panggung intermezo berdiri. Tawa d...</description> <media:thumbnail url="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2026/08/Dosa-saat-perayaan-kemerdekaan.webp"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/enam-dosa-yang-dianggap-biasa-saat-perayaan-kemerdekaan-166864.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div><p>Setiap tanggal 17 Agustus, negeri ini dipenuhi warna dan kegembiraan. Warna merah putih menghiasi jalanan. Lomba-lomba digelar. Panggung intermezo berdiri. Tawa dan sorak sorai terdengar di beragam perspektif kampung dan kota.</p><p>Tidak ada yang salah dengan bergembira. Islam bukan kepercayaan yang mematikan rasa cinta tanah air alias melarang kegembiraan. Namun, kegembiraan dalam Islam mempunyai adab. Ia tidak boleh melampaui batas. Ia tidak boleh menjelma menjadi kelalaian. Ia tidak boleh menjadi pintu kemaksiatan. Dan di sinilah ujian itu muncul: ketika kegembiraan berubah menjadi kelalaian, ketika nasionalisme menggeser ketaatan, ketika seremoni menjadi pembenaran atas kemaksiatan.</p><p>Masalahnya bukan pada perayaannya. Masalahnya adalah ketika pemisah hukum dihapus atas nama budaya. Ketika dosa dinormalisasi lantaran &ldquo;ini kan hanya setahun sekali&rdquo;. Ketika pelanggaran dianggap mini lantaran dilakukan bersama-sama.</p><p>Rasulullah <em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em> telah memperingatkan,</p><p><span>&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1614;&#1576;&#1618;&#1583;&#1614; &#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1578;&#1614;&#1603;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1605;&#1615; &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1618;&#1603;&#1614;&#1604;&#1616;&#1605;&#1614;&#1577;&#1616; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1587;&#1614;&#1582;&#1614;&#1591;&#1616; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616;&#1548; &#1604;&#1614;&#1575; &#1610;&#1615;&#1604;&#1618;&#1602;&#1616;&#1610; &#1604;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575; &#1576;&#1614;&#1575;&#1604;&#1611;&#1575;&#1548; &#1610;&#1614;&#1607;&#1618;&#1608;&#1616;&#1610; &#1576;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575; &#1601;&#1616;&#1610; &#1580;&#1614;&#1607;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;</span></p><p>&ldquo;Sesungguhnya seseorang mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah, dia tidak menganggapnya penting, namun dengannya dia terjerumus ke dalam neraka.&rdquo; (HR. <a href="https://muslim.or.id/640-mengenal-imam-bukhari.html">Bukhari</a> dan <a href="https://muslim.or.id/3984-mengenal-imam-muslim.html">Muslim</a>)</p><p>Hadis ini menunjukkan bahwa dosa sering kali datang dari perihal yang dianggap sepele. Dalam konteks seremoni kemerdekaan, ada beberapa corak pelanggaran yang kerap dinormalisasi, apalagi dianggap bagian dari budaya.</p><p>Berikut ini adalah dosa-dosa yang kerap terjadi saat seremoni kemerdekaan dan sayangnya, dianggap wajar.</p><h2><span id="Campur_baur_laki-laki_dan_perempuan_ikhtilat_tanpa_batas"></span><strong>Campur baur laki-laki dan wanita (ikhtilat) tanpa batas</strong><span></span></h2><p>Dalam banyak kegiatan 17-an, kita menyaksikan lomba dan intermezo yang mempertemukan laki-laki dan perempuan. Lomba-lomba dilakukan bercampur&nbsp;baur. Penonton saling berdesakan. Aurat terbuka. Pandangan tidak terjaga.&nbsp;Canda dan tawa menjadi tanpa batas.</p><p>Padahal Allah <em>Azza wa Jalla</em> telah memerintahkan dengan sangat jelas,</p><p><span>&#1602;&#1615;&#1604;&#1618; &#1604;&#1616;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1572;&#1618;&#1605;&#1616;&#1606;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614; &#1610;&#1614;&#1594;&#1615;&#1590;&#1617;&#1615;&#1608;&#1575; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1571;&#1614;&#1576;&#1618;&#1589;&#1614;&#1575;&#1585;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618; &#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1581;&#1618;&#1601;&#1614;&#1592;&#1615;&#1608;&#1575; &#1601;&#1615;&#1585;&#1615;&#1608;&#1580;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618;</span></p><p>&ldquo;Katakanlah kepada laki-laki yang beragama agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka.&rdquo;&nbsp;(QS. An-Nur: 30)</p><p>Dan kepada para wanita,</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1602;&#1615;&#1604;&#1618; &#1604;&#1616;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1572;&#1618;&#1605;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575;&#1578;&#1616; &#1610;&#1614;&#1594;&#1618;&#1590;&#1615;&#1590;&#1618;&#1606;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1571;&#1614;&#1576;&#1618;&#1589;&#1614;&#1575;&#1585;&#1616;&#1607;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614; &#1608;&#1614;&#1610;&#1614;&#1581;&#1618;&#1601;&#1614;&#1592;&#1618;&#1606;&#1614; &#1601;&#1615;&#1585;&#1615;&#1608;&#1580;&#1614;&#1607;&#1615;&#1606;&#1617;&#1614;</span></p><p>&ldquo;Katakanlah kepada wanita yang beriman, &lsquo;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya&hellip;&rsquo;&rdquo; (QS. An-Nur: 31)</p><p>Ikhtilat membuka pintu fitnah. Fitnah membuka pintu zina. Dan zina tidak selalu dimulai dengan perbuatan, tetapi dengan pandangan. Allah <em>Azza wa Jalla</em> berfirman,</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1578;&#1614;&#1602;&#1618;&#1585;&#1614;&#1576;&#1615;&#1608;&#1575; &#1575;&#1604;&#1586;&#1616;&#1617;&#1606;&#1614;&#1609;&#1648;</span></p><p>&ldquo;Janganlah kalian mendekati zina.&rdquo;&nbsp;(QS. Al-Isra: 32)</p><p>Allah tidak berbicara &ldquo;jangan berzina&rdquo;, tetapi &ldquo;jangan mendekati&rdquo;. Dan percampuran bebas adalah salah satu jalannya. Nabi <em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p><p><span>&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1648;&#1600;&#1607;&#1614; &#1603;&#1614;&#1600;&#1578;&#1614;&#1576;&#1614; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1575;&#1576;&#1618;&#1606;&#1616; &#1570;&#1583;&#1614;&#1605;&#1614; &#1581;&#1614;&#1592;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1586;&#1617;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575; &#1548; &#1571;&#1614;&#1583;&#1618;&#1585;&#1614;&#1603;&#1614; &#1584;&#1614;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614; &#1604;&#1614;&#1575; &#1605;&#1614;&#1600;&#1581;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;&#1600;&#1577;&#1614;: &#1601;&#1614;&#1586;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575; &#1575;&#1604;&#1618;&#1593;&#1614;&#1610;&#1600;&#1618;&#1606;&#1616;: &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1592;&#1614;&#1585;&#1615; &#1548; &#1608;&#1614;&#1586;&#1616;&#1606;&#1614;&#1575; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1600;&#1616;&#1587;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;: &#1575;&#1604;&#1618;&#1600;&#1605;&#1614;&#1606;&#1618;&#1591;&#1616;&#1600;&#1602;&#1615; &#1548; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1600;&#1601;&#1618;&#1587;&#1615; &#1578;&#1614;&#1600;&#1605;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1609; &#1608;&#1614;&#1578;&#1614;&#1588;&#1618;&#1578;&#1614;&#1607;&#1616;&#1610;&#1618; &#1548; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1601;&#1614;&#1600;&#1585;&#1618;&#1580;&#1615; &#1610;&#1615;&#1589;&#1614;&#1583;&#1617;&#1616;&#1602;&#1615; &#1584;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614; &#1603;&#1615;&#1604;&#1617;&#1614;&#1600;&#1607;&#1615; &#1608;&#1614;&#1610;&#1615;&#1600;&#1603;&#1614;&#1584;&#1617;&#1616;&#1576;&#1615;&#1600;&#1607;&#1615;</span></p><p>&ldquo;Allah telah menulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya. Zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berambisi dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh kemaluannya.&rdquo; (<em>Muttafaqun &lsquo;alaihi</em>)</p><p>Nabi Muhammad <em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em> bersabda</p><p><span>&#1605;&#1614;&#1575; &#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1603;&#1618;&#1578;&#1615; &#1576;&#1614;&#1593;&#1618;&#1583;&#1616;&#1610; &#1601;&#1616;&#1578;&#1618;&#1606;&#1614;&#1577;&#1611; &#1571;&#1614;&#1590;&#1614;&#1585;&#1614;&#1617; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1585;&#1616;&#1617;&#1580;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616; &#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1606;&#1616;&#1617;&#1587;&#1614;&#1575;&#1569;&#1616;</span></p><p>&ldquo;Aku tidak meninggalkan tuduhan yang lebih rawan bagi laki-laki setelahku selain wanita.&rdquo;&nbsp;(HR. Bukhari dan Muslim)</p><p>Apakah layak kita rayakan kemerdekaan dengan membuka pintu fitnah?</p><h2><span id="Musik_dan_hiburan_yang_melalaikan"></span><strong>Musik dan intermezo yang melalaikan</strong><span></span></h2><p>Tidak sedikit seremoni kemerdekaan diisi dengan konser, dangdut malam, joget massal, hingga pesta yang jauh dari nilai norma dan kesopanan. Rasulullah <em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam </em>bersabda,</p><p><span>&#1604;&#1614;&#1610;&#1614;&#1603;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1571;&#1615;&#1605;&#1617;&#1614;&#1578;&#1616;&#1610; &#1571;&#1614;&#1602;&#1618;&#1608;&#1614;&#1575;&#1605;&#1612; &#1610;&#1614;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1581;&#1616;&#1604;&#1617;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1616;&#1585;&#1614; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1585;&#1616;&#1610;&#1585;&#1614; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1582;&#1614;&#1605;&#1618;&#1585;&#1614; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1593;&#1614;&#1575;&#1586;&#1616;&#1601;&#1614;</span></p><p>&ldquo;Akan ada dari umatku orang-orang yang menghalalkan zina, sutra (bagi laki-laki), <em>khamr,</em> dan perangkat musik.&rdquo;&nbsp;(HR. Bukhari)</p><p>Allah<em> Azza wa Jalla</em> juga berfirman,</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1587;&#1616; &#1605;&#1614;&#1606; &#1610;&#1614;&#1588;&#1618;&#1578;&#1614;&#1585;&#1616;&#1610; &#1604;&#1614;&#1607;&#1618;&#1608;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1583;&#1616;&#1610;&#1579;&#1616; &#1604;&#1616;&#1610;&#1615;&#1590;&#1616;&#1604;&#1617;&#1614; &#1593;&#1614;&#1606; &#1587;&#1614;&#1576;&#1616;&#1610;&#1604;&#1616; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616;</span></p><p>&ldquo;Dan di antara manusia ada yang membeli perkataan yang melalaikan untuk menyesatkan dari jalan Allah.&rdquo;&nbsp;(QS. Luqman: 6)</p><p>Hiburan yang melalaikan menjauhkan hati dari zikir. Padahal, Allah <em>Subhanahu wa Ta&rsquo;ala</em> memperingatkan,</p><p><span>&#1610;&#1614;&#1648;&#1619;&#1571;&#1614;&#1610;&#1617;&#1615;&#1607;&#1614;&#1575; &#1649;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614; &#1569;&#1614;&#1575;&#1605;&#1614;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;&#1759; &#1604;&#1614;&#1575; &#1578;&#1615;&#1604;&#1618;&#1607;&#1616;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1571;&#1614;&#1605;&#1618;&#1608;&#1614;&#1648;&#1604;&#1615;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575;&#1619; &#1571;&#1614;&#1608;&#1618;&#1604;&#1614;&#1648;&#1583;&#1615;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1593;&#1614;&#1606; &#1584;&#1616;&#1603;&#1618;&#1585;&#1616; &#1649;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616; &#1754; &#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606; &#1610;&#1614;&#1601;&#1618;&#1593;&#1614;&#1604;&#1618; &#1584;&#1614;&#1648;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614; &#1601;&#1614;&#1571;&#1615;&#1608;&#1759;&#1604;&#1614;&#1648;&#1619;&#1574;&#1616;&#1603;&#1614; &#1607;&#1615;&#1605;&#1615; &#1649;&#1604;&#1618;&#1582;&#1614;&#1648;&#1587;&#1616;&#1585;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;</span></p><p>&ldquo;Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan Anda dari mengingat Allah. Barangsiapa yang melakukan demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.&rdquo; (QS. Al-Munafiqun: 9)</p><p>Jika kekayaan dan anak saja bisa melalaikan, apalagi intermezo yang memang dirancang untuk membikin lupa. Sejatinya, musik menjauhkan hati dari zikir. Padahal, Allah <em>Subhanahu wa Ta&rsquo;ala</em> berfirman,</p><p><span>&#1649;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614; &#1569;&#1614;&#1575;&#1605;&#1614;&#1606;&#1615;&#1608;&#1575;&#1759; &#1608;&#1614;&#1578;&#1614;&#1591;&#1618;&#1605;&#1614;&#1574;&#1616;&#1606;&#1617;&#1615; &#1602;&#1615;&#1604;&#1615;&#1608;&#1576;&#1615;&#1607;&#1615;&#1605; &#1576;&#1616;&#1584;&#1616;&#1603;&#1618;&#1585;&#1616; &#1649;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616; &#1751; &#1571;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1576;&#1616;&#1584;&#1616;&#1603;&#1618;&#1585;&#1616; &#1649;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616; &#1578;&#1614;&#1591;&#1618;&#1605;&#1614;&#1574;&#1616;&#1606;&#1617;&#1615; &#1649;&#1604;&#1618;&#1602;&#1615;&#1604;&#1615;&#1608;&#1576;&#1615;</span></p><p>&ldquo;(Yaitu) orang-orang yang beragama dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.&rdquo; (QS. Ar-Ra&rsquo;d: 28)</p><p>Apakah hati bakal tenang dengan kebisingan yang menjauhkan dari Allah?</p><h2><span id="Melupakan_syukur_kepada_Allah"></span><strong>Melupakan syukur kepada Allah</strong><span></span></h2><p>Nikmat kemerdekaan adalah karunia besar dari Allah. Namun, sering kali dia dirayakan tanpa sedikit pun rasa syukur. Allah<em> Azza wa Jalla</em> berfirman,</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1576;&#1616;&#1603;&#1615;&#1605; &#1605;&#1616;&#1617;&#1606; &#1606;&#1616;&#1617;&#1593;&#1618;&#1605;&#1614;&#1577;&#1613; &#1601;&#1614;&#1605;&#1616;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616;</span></p><p>&ldquo;Segala nikmat yang ada pada kalian berasal dari Allah.&rdquo;&nbsp;(QS. An-Nahl: 53)</p><p>Dan Allah <em>Azza wa Jalla</em> memperingatkan,</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1584;&#1618; &#1578;&#1614;&#1571;&#1614;&#1584;&#1617;&#1614;&#1606;&#1614; &#1585;&#1614;&#1576;&#1617;&#1615;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1604;&#1614;&#1574;&#1616;&#1606; &#1588;&#1614;&#1603;&#1614;&#1585;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618; &#1604;&#1614;&#1571;&#1614;&#1586;&#1616;&#1610;&#1583;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1750; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1574;&#1616;&#1606; &#1603;&#1614;&#1601;&#1614;&#1585;&#1618;&#1578;&#1615;&#1605;&#1618; &#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614; &#1593;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575;&#1576;&#1616;&#1609; &#1604;&#1614;&#1588;&#1614;&#1583;&#1616;&#1610;&#1583;&#1612;</span></p><p>&ldquo;Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, &ldquo;Sesungguhnya jika Anda bersyukur, pasti Kami bakal menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika Anda mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.&rdquo; (QS. Ibrahim: 7)</p><p>Syukur bukan hanya ucapan &ldquo;Alhamdulillah&rdquo;. Syukur adalah menggunakan nikmat dalam ketaatan.</p><p>Bagaimana mungkin kita berterima kasih atas kemerdekaan jika dia digunakan untuk melanggar perintah Allah?</p><h2><span id="Menyerupai_lawan_jenis_tasyabbuh"></span><strong>Menyerupai musuh jenis (<em>tasyabbuh</em>)</strong><span></span></h2><p>Dalam beberapa lomba alias panggung hiburan, sering kali laki-laki berdandan seperti perempuan, memakai busana wanita, bersuara lembut menirukan wanita, alias sebaliknya, wanita menyerupai laki-laki. Semua dianggap kocak dan menghibur.</p><p>Padahal Rasulullah <em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p><p><span>&#1604;&#1614;&#1593;&#1614;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1616;&#1580;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1578;&#1614;&#1588;&#1614;&#1576;&#1617;&#1616;&#1607;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614; &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1616;&#1587;&#1614;&#1575;&#1569;&#1616; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1616;&#1587;&#1614;&#1575;&#1569;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1578;&#1614;&#1588;&#1614;&#1576;&#1617;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;&#1578;&#1616; &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1616;&#1580;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616;</span></p><p>&ldquo;Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.&rdquo;&nbsp;(HR. Bukhari)</p><p>Allah <em>Ta&rsquo;ala</em> juga berfirman,</p><p><span>&#1601;&#1614;&#1575;&#1614;&#1602;&#1616;&#1605;&#1618; &#1608;&#1614;&#1580;&#1618;&#1607;&#1614;&#1603;&#1614; &#1604;&#1616;&#1604;&#1583;&#1617;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1616; &#1581;&#1614;&#1606;&#1616;&#1610;&#1618;&#1601;&#1611;&#1575;&#1751; &#1601;&#1616;&#1591;&#1618;&#1585;&#1614;&#1578;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1648;&#1607;&#1616; &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1578;&#1616;&#1610;&#1618; &#1601;&#1614;&#1591;&#1614;&#1585;&#1614; &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1587;&#1614; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1614;&#1575;&#1751; &#1604;&#1614;&#1575; &#1578;&#1614;&#1576;&#1618;&#1583;&#1616;&#1610;&#1618;&#1604;&#1614; &#1604;&#1616;&#1582;&#1614;&#1604;&#1618;&#1602;&#1616; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1648;&#1607;&#1616; &#1751;&#1584;&#1648;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614; &#1575;&#1604;&#1583;&#1617;&#1616;&#1610;&#1618;&#1606;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1602;&#1614;&#1610;&#1617;&#1616;&#1605;&#1615;&#1753; &#1608;&#1614;&#1604;&#1648;&#1603;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614; &#1575;&#1614;&#1603;&#1618;&#1579;&#1614;&#1585;&#1614; &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1587;&#1616; &#1604;&#1614;&#1575; &#1610;&#1614;&#1593;&#1618;&#1604;&#1614;&#1605;&#1615;&#1608;&#1618;&#1606;&#1614;&#1753;</span></p><p>&ldquo;<em><i>Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada kepercayaan (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada buatan Allah. (Itulah) kepercayaan yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui</i></em><em><i>.</i></em>&rdquo;&nbsp;(QS. Ar-Rum: 30)</p><p>Menyerupai musuh jenis adalah corak penyimpangan dari fitrah. Dan ketika dia dinormalisasi dalam perayaan, generasi muda bakal menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa.&nbsp;Merayakan kemerdekaan dengan merusak fitrah bukanlah kebebasan. Itu adalah penyimpangan.</p><h2><span id="Tabarruj_dan_membuka_aurat"></span><strong><em>Tabarruj</em> dan membuka aurat</strong><span></span></h2><p>Perayaan sering menjadi arena berdandan berlebihan. Pakaian ketat. Aurat terbuka. Riasan mencolok. Semua dianggap bagian dari kemeriahan. Padahal Allah <em>Subhanhu wa Ta&rsquo;ala</em> berfirman,</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1578;&#1614;&#1576;&#1614;&#1585;&#1617;&#1614;&#1580;&#1618;&#1606;&#1614; &#1578;&#1614;&#1576;&#1614;&#1585;&#1617;&#1615;&#1580;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1614;&#1575;&#1607;&#1616;&#1604;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1571;&#1615;&#1608;&#1604;&#1614;&#1609;&#1648;</span></p><p>&ldquo;Janganlah kalian ber-<em>tabarruj</em> seperti <em>tabarruj</em> jahiliyah dahulu.&rdquo; (QS. Al-Ahzab: 33)</p><p><span>&#1593;&#1614;&#1606;&#1618; &#1571;&#1614;&#1576;&#1616;&#1610;&#1618; &#1607;&#1615;&#1585;&#1614;&#1610;&#1618;&#1585;&#1614;&#1577;&#1614;&nbsp;&#1585;&#1614;&#1590;&#1616;&#1610;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1606;&#1618;&#1607;&#1615;&nbsp;&#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;: &#1602;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614; &#1585;&#1614;&#1587;&#1615;&#1608;&#1618;&#1604;&#1615; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1616;&nbsp;&#1589;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616; &#1608;&#1614;&#1587;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&nbsp;: &#1589;&#1616;&#1606;&#1618;&#1601;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1571;&#1614;&#1607;&#1618;&#1604;&#1616; &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1585;&#1616; &#1604;&#1614;&#1605;&#1618; &#1571;&#1614;&#1585;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1575;: &#1602;&#1614;&#1608;&#1618;&#1605;&#1612; &#1605;&#1614;&#1593;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1587;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1591;&#1612; &#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1584;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575;&#1576;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1576;&#1614;&#1602;&#1614;&#1585;&#1616; &#1610;&#1614;&#1590;&#1618;&#1585;&#1616;&#1576;&#1615;&#1608;&#1618;&#1606;&#1614; &#1576;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575; &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1575;&#1587;&#1614;&#1548; &#1608;&#1614;&#1606;&#1616;&#1587;&#1614;&#1575;&#1569;&#1612; &#1603;&#1614;&#1575;&#1587;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1578;&#1612; &#1593;&#1614;&#1575;&#1585;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1578;&#1612; &#1605;&#1615;&#1605;&#1616;&#1610;&#1618;&#1604;&#1614;&#1575;&#1578;&#1612; &#1605;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1604;&#1614;&#1575;&#1578;&#1612;&#1548; &#1585;&#1615;&#1572;&#1615;&#1608;&#1618;&#1587;&#1615;&#1607;&#1615;&#1606;&#1617;&#1614; &#1603;&#1614;&#1571;&#1614;&#1587;&#1618;&#1606;&#1616;&#1605;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1576;&#1615;&#1582;&#1618;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1575;&#1574;&#1616;&#1604;&#1614;&#1577;&#1616;&#1548; &#1604;&#1614;&#1575; &#1610;&#1614;&#1583;&#1618;&#1582;&#1615;&#1604;&#1618;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1580;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1577;&#1614; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1610;&#1614;&#1580;&#1616;&#1583;&#1618;&#1606;&#1614; &#1585;&#1616;&#1610;&#1618;&#1581;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575;&#1548; &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1617;&#1614; &#1585;&#1616;&#1610;&#1618;&#1581;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575; &#1604;&#1614;&#1610;&#1615;&#1608;&#1618;&#1580;&#1614;&#1583;&#1615; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1605;&#1614;&#1587;&#1616;&#1610;&#1618;&#1585;&#1614;&#1577;&#1616; &#1603;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575; &#1608;&#1614;&#1603;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575;</span></p><p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu &lsquo;anhu,</em> dia berkata, &ldquo;Rasulullah <em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em> bersabda, &lsquo;Ada dua golongan penunggu neraka, yang belum pernah saya lihat, ialah suatu kaum yang memegang cemeti seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, dia melangkah berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak bakal masuk surga dan tidak bakal mencium aroma surga, padahal sesungguhnya aroma surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.&rsquo;&rdquo; (HR. Muslim)</p><p>Kemerdekaan tidak pernah berfaedah bebas membuka aurat.</p><p>Kebebasan tidak pernah berfaedah bebas melanggar perintah Allah.</p><h2><span id="Melalaikan_salat"></span><strong>Melalaikan salat</strong><span></span></h2><p>Banyak kegiatan berjalan hingga magrib dan isya terlewat. Salat ditunda. Bahkan ada yang sengaja tidak berjemaah demi mengikuti lomba. Padahal, Allah <em>Ta&rsquo;ala</em> berfirman,</p><p><span>&#1601;&#1614;&#1608;&#1614;&#1610;&#1618;&#1604;&#1612; &#1604;&#1617;&#1616;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1589;&#1614;&#1604;&#1617;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614; &#1607;&#1615;&#1605;&#1618; &#1593;&#1614;&#1606; &#1589;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575;&#1578;&#1616;&#1607;&#1616;&#1605;&#1618; &#1587;&#1614;&#1575;&#1607;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;</span></p><p>&rdquo;Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.&rdquo; (QS. Al-Ma&rsquo;un: 4&ndash;5)</p><p>Dan Rasulullah <em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p><p><span>&#1575;&#1604;&#1593;&#1607;&#1583;&#1615; &#1575;&#1604;&#1584;&#1610; &#1576;&#1610;&#1606;&#1614;&#1606;&#1575; &#1608;&#1576;&#1610;&#1606;&#1614;&#1607;&#1605; &#1575;&#1604;&#1589;&#1604;&#1575;&#1577;&#1615;&#1548; &#1601;&#1605;&#1614;&#1606; &#1578;&#1585;&#1603;&#1614;&#1607;&#1575; &#1601;&#1602;&#1583; &#1603;&#1601;&#1585;&#1614;</span></p><p>&ldquo;Perjanjian antara kami dan mereka adalah salat. Barang siapa meninggalkannya, maka dia telah kafir.&rdquo; (HR. Tirmidzi, An-Nasa&rsquo;i, dan Ibnu Majah)</p><p>Apakah layak kemerdekaan dirayakan dengan mengabaikan perintah paling agung dalam Islam?</p><h2><span id="Kemerdekaan_yang_hakiki"></span><strong>Kemerdekaan yang hakiki</strong><span></span></h2><p>Kemerdekaan sejati bukan bebas melakukan apa saja. Kemerdekaan sejati adalah ketika hati bebas dari perbudakan hawa nafsu. Allah <em>Azza wa Jalla</em> berfirman,</p><p><span>&#1571;&#1614;&#1601;&#1614;&#1585;&#1614;&#1569;&#1614;&#1610;&#1618;&#1578;&#1614; &#1605;&#1614;&#1606;&#1616; &#1649;&#1578;&#1617;&#1614;&#1582;&#1614;&#1584;&#1614; &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1648;&#1607;&#1614;&#1607;&#1615;&#1765; &#1607;&#1614;&#1608;&#1614;&#1609;&#1648;&#1607;&#1615; &#1608;&#1614;&#1571;&#1614;&#1590;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1649;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609;&#1648; &#1593;&#1616;&#1604;&#1618;&#1605;&#1613; &#1608;&#1614;&#1582;&#1614;&#1578;&#1614;&#1605;&#1614; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609;&#1648; &#1587;&#1614;&#1605;&#1618;&#1593;&#1616;&#1607;&#1616;&#1766; &#1608;&#1614;&#1602;&#1614;&#1604;&#1618;&#1576;&#1616;&#1607;&#1616;&#1766; &#1608;&#1614;&#1580;&#1614;&#1593;&#1614;&#1604;&#1614; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609;&#1648; &#1576;&#1614;&#1589;&#1614;&#1585;&#1616;&#1607;&#1616;&#1766; &#1594;&#1616;&#1588;&#1614;&#1648;&#1608;&#1614;&#1577;&#1611; &#1601;&#1614;&#1605;&#1614;&#1606; &#1610;&#1614;&#1607;&#1618;&#1583;&#1616;&#1610;&#1607;&#1616; &#1605;&#1616;&#1606;&#1762; &#1576;&#1614;&#1593;&#1618;&#1583;&#1616; &#1649;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616; &#1754; &#1571;&#1614;&#1601;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1578;&#1614;&#1584;&#1614;&#1603;&#1617;&#1614;&#1585;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;</span></p><p>&ldquo;Maka pernahkah Anda memandang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berasas ilmu-Nya dan Allah telah mengunci meninggal pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang bakal memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka kenapa Anda tidak mengambil pelajaran?&rdquo;&nbsp;(QS. Al-Jatsiyah: 23)</p><p>Rasulullah <em>shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam</em> bersabda,</p><p><span>&#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1580;&#1614;&#1575;&#1607;&#1616;&#1583;&#1615; &#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1580;&#1614;&#1575;&#1607;&#1614;&#1583;&#1614; &#1606;&#1614;&#1601;&#1618;&#1587;&#1614;&#1607;&#1615; &#1601;&#1616;&#1610; &#1591;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1616;<br> </span></p><p>&ldquo;Mujahid adalah orang yang berjihad melawan dirinya dalam ketaatan kepada Allah.&rdquo; (HR. Tirmidzi)</p><p>Maka, jika kita betul-betul mau merdeka, merdekalah dari dosa&nbsp;terutama kesyirikan.</p><p>Merdekalah dari kelalaian.</p><p>Merdekalah dari budaya yang bertentangan dengan syariat.</p><p>Rayakan kemerdekaan dengan doa.</p><p>Dengan syukur dan sedekah.</p><p>Dengan menjaga adab.</p><p>Dengan menanamkan iman.</p><p>Karena pada akhirnya, kemerdekaan terbesar adalah ketika kita berdiri di hadapan Allah dalam keadaan selamat.</p><p><em>Wall&#257;hu Ta&lsquo;ala a&lsquo;lam.</em></p><p><strong>***</strong></p><p><strong>Penulis: <span>Gazzeta Raka Putra Setyawan</span></strong></p><p><strong>Artikel <span><b>Kincai Media</b></span></strong></p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/enam-dosa-yang-dianggap-biasa-saat-perayaan-kemerdekaan-166864.html</guid> <pubDate>Sat, 15 Aug 2026 11:30:18 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Gazzeta Raka Putra Setyawan)</author> </item> <item> <title>Iki Return Bawa Tantangan! Selesaikan Task Dan Raih Cashback Hingga 10.000 Unipin Credits</title> <description>Iki Return Bawa Tantangan! Selesaikan Task Dan Raih Cashback Hingga 10.000 Unipin Credits. Pertarungan makin panas, tantangan baru siap ditaklukkan! IKI Return datang dengan keseruan spesial untuk para pemain Mobile Legends: Bang Bang. Saatnya tunjukka...</description> <media:thumbnail url="https://portal.kincaimedia.net/site/assets/img/logo/401XDGroupIndonesia.png"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/iki-return-bawa-tantangan-selesaikan-task-dan-raih-cashback-hingga-10-000-unipin-credits-166863.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div data-td-block-uid="tdi_68"> <div><p>Pertarungan makin panas, tantangan baru siap ditaklukkan! IKI Return datang dengan keseruan spesial untuk para pemain Mobile Legends: Bang Bang. Saatnya tunjukkan kemampuanmu, tuntaskan task yang tersedia, dan raih kesempatan untuk mendapatkan cashback hingga 10.000 UniPin Credits!</p> <p>Xavier, Yin, Julian, hingga Melissa sudah siap meramaikan Land of Dawn.</p> <p>Sekarang giliran Anda untuk ikut bertindak dan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada.</p> <p>Periode promo: 14 &ndash; 25 Agustus 2026</p> <p>1. Login akun UniPin &amp; top up minimal 43.000 untuk mendapat cashback 10% . <a href="https://www.unipin.com/register">Daftar dulu di sini</a> jika belum punya akun.<br> 2. Satu akun berkuasa mendapatkan cashback 1 kali selama periode promo berlangsung. Kuota terbatas.<br> 3. Cashback maksimal adalah 10.000 UniPin Credits.<br> 4. Promo bertindak untuk seluruh saluran pembayaran di UniPin selain e-wallet.<br> 5. UniPin berkuasa memberhentikan/membatalkan promo sementara jika terindikasi adanya kecurangan.<br> 6. Segala keputusan UniPin dalam menentukan pemenang adalah absolut dan tidak dapat diganggu gugat.<br> Task Tuntas, Draw Memanas! Top Up Diamond MLBB Sekarang di UniPin!</p> <p>Happy Gaming, Sahabat UniPin!<br> Top up angsuran game termurah dan tercepat hanya di UniPin!<br> Happy gaming! Nantikan beragam promo menarik lainnya dengan follow akun sosial media UniPin dan YouTube Unipin Gaming</p> </div></div><div data-td-block-uid="tdi_75"> <div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/" title="UniPin"><img alt="UniPin" src="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g" srcset="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g 2x" height="117" width="117" loading="lazy" decoding="async"></a></p><div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/">UniPin</a></p><p>UniPin Blog Menyediakan Artikel Promo, Events dan Updates Seputar Games, Kamu Juga Bisa Mendapatkan Panduan dan Tips Bermain Games Disini.</p></div></div></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/iki-return-bawa-tantangan-selesaikan-task-dan-raih-cashback-hingga-10-000-unipin-credits-166863.html</guid> <pubDate>Sat, 15 Aug 2026 01:00:19 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (UniPin)</author> </item> <item> <title>Hukum Air Daur Ulang Untuk Minum Dan Wudhu</title> <description>Hukum Air Daur Ulang Untuk Minum Dan Wudhu. BincangSyariah.com – Bagaimana norma air daur ulang untuk keperluan minum dan berwudhu? Apakah termasuk hala dan boleh digunakan. Pasalnya, saat ini tengah mara...</description> <media:thumbnail url="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/portrait-asian-muslim-ablution-mosque-before-pray_567967-55-1.webp"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/hukum-air-daur-ulang-untuk-minum-dan-wudhu-166861.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div> <div><figure><a href="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/portrait-asian-muslim-ablution-mosque-before-pray_567967-55-1.webp" data-caption="Hukum  Air Daur Ulang untuk Minum dan Wudhu"><img width="696" height="392" src="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/portrait-asian-muslim-ablution-mosque-before-pray_567967-55-1.webp" srcset="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/portrait-asian-muslim-ablution-mosque-before-pray_567967-55-1-696x392.webp 696w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/portrait-asian-muslim-ablution-mosque-before-pray_567967-55-1-640x360.webp 640w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/portrait-asian-muslim-ablution-mosque-before-pray_567967-55-1-768x432.webp 768w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/portrait-asian-muslim-ablution-mosque-before-pray_567967-55-1-746x420.webp 746w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/portrait-asian-muslim-ablution-mosque-before-pray_567967-55-1.webp 826w" sizes=" 696px) 100vw, 696px" alt="Hukum  Air Daur Ulang untuk Minum dan Wudhu" title="Hukum  Air Daur Ulang untuk Minum dan Wudhu"></a>Hukum&nbsp; Air Daur Ulang untuk Minum dan Wudhu</figure></div> <p><strong>BincangSyariah.com</strong> &ndash; Bagaimana norma air daur ulang untuk keperluan minum dan berwudhu? Apakah termasuk hala dan boleh digunakan. Pasalnya, saat ini tengah marak aor daur ulang, khususnya di kota besar.</p> <p>Meski sebagian besar bumi merupakan air, beberapa tempat tetap saja kekurangan. Padahal posisi air sangat urgent sekali, setidaknya sehari kita butuh 5 kali untuk menggunakan air. Ditambah lagi dengan aktifitas memasak dan kebutuhan pangan, maka kesiapan air perlu untuk dijaga. Agar agar kita bisa menggunakannya, namun tetap kudu dikontrol dalam memanfaatkannya.</p> <p>Kita diperintah untuk sholat, untuk melakukannya kita kudu berwudhu&rsquo; terlebih dahulu. Sebagaimana norma fikih mengatakan &ldquo;memerintahkan sesuatu, juga include dengan perantaranya&rdquo;.</p> <p>Maka perintah wudu&rsquo; ini sudah masuk pada naungan perintah sholat, dengan demikian ada <em>lawazim al-ma&rsquo;na</em>. Yakni makna tersirat yang ada dalam perintah, sehingga kita kudu menjaga sumber daya air kita. Agar agar kita bisa merealisasikan perintah-Nya.</p> <p>Ketersediaan air menjadi problem tersendiri, untungnya para intelektual andil dalam masalah ini. Kian hari semakin banyak langkah untuk bisa mendaur ulang air yang sudah tidak dipakai, lampau bagaimanakah status air tersebut? Bisakah kita menggunakannya untuk wudhu?</p> <p>Sebelum itu, perlu kita ketahui bahwa air yang bisa dibuat bersuci adalah hanya air mutlak. Mudahnya, air absolut adalah air yang dalam nomenklaturnya tidak mengenai dengan apapun. Air absolut ya air yang dalam penamaannya tidak ada embel-embel apapun, semisal air teh, kopi, alias jus. Maka dari itu, air tersebut tidaklah bisa dibuat berwudhu.</p> <h6>Hukum Air Daur Ulang</h6> <p>Adapun air yang didaur ulang, status airnya menjadi normal (baca; mutlak) kembali, jika 3 komponennya menjadi seperti semula. Yakni warnanya tidak berubah, rasanya tetap, dan baunya juga sama. Syekh Sulaiman Al-Bujairimi mengatakan;</p> <p>(&#1602;&#1614;&#1608;&#1618;&#1604;&#1615;&#1607;&#1615; &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1618; &#1589;&#1614;&#1601;&#1614;&#1575; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1575;&#1569;&#1615;) &#1571;&#1614;&#1610;&#1618;: &#1586;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614; &#1585;&#1616;&#1610;&#1581;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1616;&#1587;&#1618;&#1603;&#1616; &#1571;&#1614;&#1608;&#1618; &#1604;&#1614;&#1608;&#1618;&#1606;&#1615; &#1575;&#1604;&#1578;&#1617;&#1615;&#1585;&#1614;&#1575;&#1576;&#1616; &#1571;&#1614;&#1608;&#1618; &#1591;&#1614;&#1593;&#1618;&#1605;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1582;&#1614;&#1604;&#1617;&#1616;&#1548; &#1608;&#1614;&#1602;&#1614;&#1608;&#1618;&#1604;&#1615;&#1607;&#1615; &#1591;&#1614;&#1607;&#1615;&#1585;&#1614; &#1571;&#1614;&#1610;&#1618;: &#1581;&#1614;&#1603;&#1614;&#1605;&#1618;&#1606;&#1614;&#1575; &#1576;&#1616;&#1591;&#1614;&#1607;&#1615;&#1608;&#1585;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1578;&#1616;&#1607;&#1616; &#1604;&#1616;&#1575;&#1606;&#1618;&#1578;&#1616;&#1601;&#1614;&#1575;&#1569;&#1616; &#1593;&#1616;&#1604;&#1617;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1578;&#1617;&#1614;&#1606;&#1618;&#1580;&#1616;&#1610;&#1587;&#1616;.</p> <p>&ldquo;Apabila air menjadi bening dan tidak berubah sama sekali maka sucilah air itu, yang dimaksud bening adalah bahwa aroma misik alias warna tanah alias rasa cuka telah hilang, dan yang dimaksud suci ialah hukumnya suci lantaran &lsquo;illat (faktor) kenajisan telah tiada&rdquo;. (<a href="https://al-maktaba.org/book/2160"><em>Hasyiyah Al-Bujairimi ala syarh al-Manhaj</em></a>,3/25 Juz 1 hal. 23)</p> <p>Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Syekh Syarwani dalam anotasinya pada kitab Tuhfat karya Ibnu Hajar al-Haitami, beliau mengatakan;</p> <p>&#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1575;&#1589;&#1616;&#1604;&#1615; &#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1573;&#1584;&#1614;&#1575; &#1589;&#1614;&#1601;&#1614;&#1575; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1575;&#1569;&#1615; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1605;&#1618; &#1610;&#1614;&#1576;&#1618;&#1602;&#1614; &#1601;&#1616;&#1610;&#1607;&#1616; &#1578;&#1614;&#1603;&#1614;&#1583;&#1617;&#1615;&#1585;&#1612; &#1610;&#1614;&#1581;&#1618;&#1589;&#1615;&#1604;&#1615; &#1576;&#1616;&#1607;&#1616; &#1575;&#1604;&#1588;&#1617;&#1614;&#1603;&#1617;&#1615; &#1601;&#1616;&#1610; &#1586;&#1614;&#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1616; &#1575;&#1604;&#1578;&#1617;&#1614;&#1594;&#1614;&#1610;&#1617;&#1615;&#1585;&#1616; &#1591;&#1614;&#1607;&#1615;&#1585;&#1614; &#1603;&#1615;&#1604;&#1617;&#1612; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1575;&#1569;&#1616; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1578;&#1617;&#1615;&#1585;&#1614;&#1575;&#1576;&#1616; &#1587;&#1614;&#1608;&#1614;&#1575;&#1569;&#1612; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1618;&#1576;&#1614;&#1575;&#1602;&#1616;&#1610; &#1593;&#1614;&#1605;&#1617;&#1614;&#1575; &#1585;&#1614;&#1587;&#1617;&#1614;&#1576;&#1614; &#1601;&#1616;&#1610;&#1607;&#1616; &#1575;&#1604;&#1578;&#1617;&#1615;&#1585;&#1614;&#1575;&#1576;&#1615; &#1602;&#1615;&#1604;&#1617;&#1614;&#1578;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1616; &#1571;&#1614;&#1605;&#1618; &#1604;&#1614;&#1575;</p> <p>&ldquo;Kesimpulan bahwa andaikan air menjadi bening dan di dalamnya tidak tersisa kekeruhan yang menimbulkan keraguan mengenai hilangnya perubahan air, maka masing-masing air dan tanah menjadi suci baik air yang tersisa setelah penyerapan mencapai 2 kulah alias tidak&rdquo;. (<em><a href="https://al-maktaba.org/book/9059/88">Hawasyi Syarwani wa al-Ubbadi</a></em>,&nbsp; Juz 1 Hal. 87)</p> <p>Lebih perincian lagi dijelaskan dalam redaksi berikut;</p> <p>(Jika perubahan dengan sendirinya itu hilang) ialah bukan lantaran bercampur dengan sesuatu, semisal perubahannya lenyap lantaran tak bersuara terlalu lama, (atau lantaran air lain) yang digabungkan, (maka dia menjadi suci). Sebagaimana yang lenyap adalah karena najisnya, (atau lantaran misk dan za&rsquo;faran), dan cuka, ialah aroma najis lenyap lantaran misk, warna najis lenyap lantaran za&rsquo;faran dan rasa najis lenyap lantaran cuka, (maka air itu tidak) menjadi suci.</p> <p>Sebab tetap diragukan, apakah perubahan air itu lenyap alias tertutupi? Bahkan yang zhahir adalah tertutupi. Ungkapan al-Mahalli: &ldquo;Yakni aroma najis lenyap &hellip;&rdquo; Memberi pengertian, bahwa salah satu sifat tidak bisa menutupi yang lainnya.</p> <p>Oleh karena itu, jika aroma najis lenyap dengan cuka alias za&rsquo;faran, maka air tersebut suci. Begitu pula yang lainnya. Ungkapannya tadi juga memberi pengertian bahwa dalam najis taqdiri hanya diandaikan perkara yang sesuai dengan sifat yang ada. Air najis berbeda dengan air yang suci dengan beratnya perkara najis.</p> <p>Begitu dikatakan, dan di situ ada pembahasan mendalam. Ungkapan al-Mahalli: &ldquo;Sebab tetap diragukan, &hellip;&rdquo; Guruku berpendapat: &ldquo;Keraguan itu terjadi jika misalnya, aroma misk tercium. Bila tidak, sekira baunya dan aroma najis sama-sama samar, maka air tersebut suci menurut al-Mu&rsquo;tamad. (<a href="https://al-maktaba.org/book/21843/25"><em>Hasyiyatu al-Qulyubi wa &lsquo;Amirah</em></a> Juz 1 Hal. 24)</p> <p>Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa norma air daur ulang untuk minum dan berwudhu, jika 3 komponennya berubah menjadi seperti sedia kala, maka air tersebut bisa digunakan untuk bersesuci. Wallahu a&rsquo;lam. (Baca: <a href="https://bincangsyariah.com/kolom/pencemaran-lingkungan-hidup-menurut-fikih/">Pencemaran Lingkungan Hidup Menurut Fikih</a> )</p> <div> <p><a href="https://bit.ly/SertifikasiHalalGratisEBI" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> <img src="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-15-at-20.44.10.jpeg" alt="Sertifikasi Halal"> </a> </p> </div> </div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/hukum-air-daur-ulang-untuk-minum-dan-wudhu-166861.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 22:30:23 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Ahmad Hidhir Adib)</author> </item> <item> <title>Praktik Mencintai Tanah Air Para Sahabat Nabi</title> <description>Praktik Mencintai Tanah Air Para Sahabat Nabi. Kincai Media– Rasa cinta tanah air, alias yang biasanya disebut dengan nasionalisme, merupakan hereditas yang pasti ada di sisi manusia. Termasuk para saha...</description> <media:thumbnail url="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/landmark-illustration-anniversary-celebration-indonesia-day-with-indonesian-flag_49537-522.webp"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/praktik-mencintai-tanah-air-para-sahabat-nabi-166862.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div> <div><figure><a href="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/landmark-illustration-anniversary-celebration-indonesia-day-with-indonesian-flag_49537-522.webp" data-caption="Praktik Mencintai Tanah Air Para Sahabat Nabi Saw"><img width="696" height="334" src="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/landmark-illustration-anniversary-celebration-indonesia-day-with-indonesian-flag_49537-522.webp" srcset="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/landmark-illustration-anniversary-celebration-indonesia-day-with-indonesian-flag_49537-522-696x334.webp 696w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/landmark-illustration-anniversary-celebration-indonesia-day-with-indonesian-flag_49537-522-640x307.webp 640w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/landmark-illustration-anniversary-celebration-indonesia-day-with-indonesian-flag_49537-522-768x369.webp 768w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/landmark-illustration-anniversary-celebration-indonesia-day-with-indonesian-flag_49537-522-875x420.webp 875w, https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2022/07/landmark-illustration-anniversary-celebration-indonesia-day-with-indonesian-flag_49537-522.webp 996w" sizes=" 696px) 100vw, 696px" alt="Praktik Mencintai Tanah Air Para Sahabat Nabi Saw" title="Praktik Mencintai Tanah Air Para Sahabat Nabi Saw"></a>Praktik Mencintai Tanah Air Para Sahabat Nabi Saw</figure></div> <p><strong><b>Kincai Media</b></strong>&ndash; Rasa cinta tanah air, alias yang biasanya disebut dengan nasionalisme, merupakan hereditas yang pasti ada di sisi manusia. Termasuk para sahabat Nabi Muhammad. Berikut ini praktik mencintai tanah air para sahabat Nabi SAW.</p> <p>Tak bisa dipungkiri, penerapan nasionalisme setiap orang itu berbeda-beda. Terkadang ada orang yang hanya bisa mengejawantahkan rasa nasionalismenya melalui, tulisan, alias lisan, dan apalagi dengan perbuatan. Perbedaan penerapan ini setidaknya dilatar belakangi oleh beberapa faktor, bisa jadi mereka memang sengaja memilih satu aspek, alias boleh jadi lantaran mereka memang berani untuk melawan musuh dengan melakukan kontak fisik.</p> <p>Rasa cinta tanah air ini, melekat di darah nabi saw. Salah satu sabda yang merepresentasikannya adalah sabda yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari. Berikut redaksi hadisnya;</p> <p>&#1581;&#1614;&#1583;&#1617;&#1614;&#1579;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575; &#1602;&#1615;&#1578;&#1614;&#1610;&#1618;&#1576;&#1614;&#1577;&#1615;&#1548; &#1581;&#1614;&#1583;&#1617;&#1614;&#1579;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575; &#1573;&#1616;&#1587;&#1618;&#1605;&#1614;&#1575;&#1593;&#1616;&#1610;&#1604;&#1615; &#1576;&#1618;&#1606;&#1615; &#1580;&#1614;&#1593;&#1618;&#1601;&#1614;&#1585;&#1613;&#1548; &#1593;&#1614;&#1606;&#1618; &#1581;&#1615;&#1605;&#1614;&#1610;&#1618;&#1583;&#1613;&#1548; &#1593;&#1614;&#1606;&#1618; &#1571;&#1614;&#1606;&#1614;&#1587;&#1613; &#1585;&#1614;&#1590;&#1616;&#1610;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1606;&#1618;&#1607;&#1615;&#1548; &laquo;&#1571;&#1614;&#1606;&#1617;&#1614; &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1614;&#1576;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614; &#1589;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616; &#1608;&#1614;&#1587;&#1614;&#1604;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1548; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614; &#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575; &#1602;&#1614;&#1583;&#1616;&#1605;&#1614; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1587;&#1614;&#1601;&#1614;&#1585;&#1613;&#1548; &#1601;&#1614;&#1606;&#1614;&#1592;&#1614;&#1585;&#1614; &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1609; &#1580;&#1615;&#1583;&#1615;&#1585;&#1614;&#1575;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1605;&#1614;&#1583;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;&#1577;&#1616;&#1548; &#1571;&#1614;&#1608;&#1618;&#1590;&#1614;&#1593;&#1614; &#1585;&#1614;&#1575;&#1581;&#1616;&#1604;&#1614;&#1578;&#1614;&#1607;&#1615; &#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1618; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1583;&#1614;&#1575;&#1576;&#1617;&#1614;&#1577;&#1613; &#1581;&#1614;&#1585;&#1617;&#1614;&#1603;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1581;&#1615;&#1576;&#1617;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;&raquo;</p> <p>&ldquo;Diriwayatkan dari sahabat Anas; bahwa Nabi SAW ketika kembali dari bepergian, dan memandang dinding-dinding madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkanya (untuk mempercepat) lantaran kecintaan beliau pada Madinah. (HR. Bukhari No. 1886 https://al-maktaba.org/book/33757/3325 Juz 3 hal. 23)</p> <p>Salah satu Komentator sabda ini, Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan;</p> <p>&#1608;&#1614;&#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1618;&#1581;&#1614;&#1583;&#1616;&#1610;&#1579;&#1616; &#1583;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575;&#1604;&#1614;&#1577;&#1612; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1601;&#1614;&#1590;&#1618;&#1604;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1583;&#1616;&#1610;&#1606;&#1614;&#1577;&#1616; &#1608;&#1614;&#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1605;&#1614;&#1588;&#1618;&#1585;&#1615;&#1608;&#1593;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1577; &#1581;&#1615;&#1576;&#1617;&#1616; &#1575;&#1604;&#1608;&#1614;&#1591;&#1614;&#1606;&#1616; &#1608;&#1575;&#1604;&#1581;&#1614;&#1606;&#1616;&#1610;&#1606;&#1616; &#1573;&#1616;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;</p> <p>&ldquo;Hadis ini mengindikasikan keutamaannya kota Madinah, serta dianjurkannya untuk mencintai tanah air dan kangen kepadanya&rdquo;. (<a href="https://al-maktaba.org/book/1673/2277"><em>Fath al-Bari Syarh Sahih Al-Bukhari</em></a>,&nbsp; Juz 3 hal. 621).</p> <h6>Praktik Mencintai Tanah Air Para Sahabat Nabi Saw</h6> <p>Rasa nasionalisme ini diwarisi oleh para sahabat beliau, di antaranya adalah kalam Amirul mukminin Sayyidina Umar bin Khattab. Beliau mengatakan;</p> <p>(&#1581;&#1587;&#1576;&#1603; &#1610;&#1575; &#1575;&#1589;&#1610;&#1604; &#1604;&#1575; &#1578;&#1581;&#1586;&#1606;&#1609;) &#1602;&#1575;&#1604; &#1593;&#1605;&#1585; &#1585;&#1590;&#1609; &#1575;&#1604;&#1604;&#1607; &#1593;&#1606;&#1607; &#1604;&#1608;&#1604;&#1575; &#1581;&#1576; &#1575;&#1604;&#1608;&#1591;&#1606; &#1604;&#1582;&#1585;&#1576; &#1576;&#1604;&#1583; &#1575;&#1604;&#1587;&#1608;&#1569; &#1601;&#1576;&#1581;&#1576; &#1575;&#1604;&#1571;&#1608;&#1591;&#1575;&#1606; &#1593;&#1605;&#1585;&#1578; &#1575;&#1604;&#1576;&#1604;&#1583;&#1575;&#1606;</p> <p>&ldquo;Tanpa cinta tanah air, niscaya bakal hancur suatu negeri yang terpuruk. Maka dengan cinta tanah air, negeri-negeri termakmurkan.&rdquo; (<em><a href="https://al-maktaba.org/book/23612/2934#p1">Isma&rsquo;il Haqqi Ruh al-Bayan</a>,</em> Juz 6 Hal. 442)</p> <p>Praktek cinta tanah air ini pun terdokumentasikan dalam piagam madinah, di mana pada beberapa poin piagam dijiwai oleh nilai-nilai nasionalisme. Di antaranya adalah pada pasal 18 yang bersuara &ldquo;Setiap pasukan yang bertempur berbareng kudu bahu-membahu satu sama lain&rdquo; Dan pasal 44 yang bersuara &ldquo;Mereka pendukung piagam ini bahu membahu dalam menghadapi penyerang kota Yatsrib (Madinah)&rdquo;.</p> <p>Para sahabat pun, banyak yang terlibat dalam peperangan yang dilatar belakangi ekspansi militer. Mencintai tanah air tidak butuh dalil, jika salah seorang ustadz menyatakan bahwa mencintai tanah air tidak ada dalilnya, lampau gimana dengan mereka yang sedang memperkuat menghadapi serangan penjajah.</p> <p>Pada hakikatnya, menjaga negara adalah salah satu langkah untuk menjaga agama. Sebab dengan stabilnya suatu negara, niscaya kita bisa berakidah dengan tenteram sentosa. Dengan bebasnya, kita bisa mengekspresikan kegiatan spiritual dan intelektual, sehingga kita mendapatkan nikmatnya beragama dengan baik.</p> <p>Demikianlah beberapa tindakan dan praktik mencintai tanah air dari beberapa sahabat Nabi. Setidaknya pertahankan negaramu sebisa mungkin, dari pada hidup dalam pahitnya penjajahan. (Baca:&nbsp;<a href="https://bincangsyariah.com/zikir-dan-doa/bacaan-doa-nabi-menjaga-tanah-air/">Bacaan Doa Nabi Menjaga Tanah Air&nbsp;</a> )</p> <div> <p><a href="https://bit.ly/SertifikasiHalalGratisEBI" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> <img src="https://bincangsyariah.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-15-at-20.44.10.jpeg" alt="Sertifikasi Halal"> </a> </p> </div> </div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/praktik-mencintai-tanah-air-para-sahabat-nabi-166862.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 22:30:23 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Ahmad Hidhir Adib)</author> </item> <item> <title>Siap Gacha Iki Return Draw? Top Up Diamond Mlbb Hemat Hingga Rp20.000!</title> <description>Siap Gacha Iki Return Draw? Top Up Diamond Mlbb Hemat Hingga Rp20.000!. Hi Penghuni Land of Dawn! Saatnya tampil lebih keren di pertempuran berbareng seri IKI Return Draw! Jangan lewatkan kesempatan untuk melengkapi koleksi favoritmu ...</description> <media:thumbnail url="https://blog.unipin.com/wp-content/uploads/2026/08/Siap-Gacha-IKI-Return-Draw-Top-Up-Diamond-MLBB-Hemat-Hingga-Rp20.000.jpg"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/siap-gacha-iki-return-draw-top-up-diamond-mlbb-hemat-hingga-rp20-000-166860.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div data-td-block-uid="tdi_68"> <div><p>Hi Penghuni Land of Dawn!</p> <p>Saatnya tampil lebih keren di pertempuran berbareng seri IKI Return Draw!</p> <p>Jangan lewatkan kesempatan untuk melengkapi koleksi favoritmu dan meningkatkan pengalaman bermain Mobile Legends dengan top up yang lebih hemat. Selesaikan misi Task Master 1 &amp; 2 dan nikmati potongan nilai 10% hingga Rp20.000 untuk setiap transaksi top up MLBB menggunakan E-Wallet favoritmu.</p> <p>Ayo top up sekarang di UniPin! Kumpulkan Diamond MLBB favoritmu dan tunjukkan kekuatanmu di setiap pertandingan!</p> <p>Pastikan Anda membaca syarat dan ketentuan promo yang bertindak sebelum melakukan transaksi.</p> <h3><strong>Syarat dan Ketentuan:&#8239;</strong></h3> <p>1. Periode promo 14&ndash;25 Agustus 2026 (12 hari).</p> <p>2.&#8239;Promo potongan nilai hingga Rp 20.000&#8239;hanya bertindak untuk <a href="https://www.unipin.com/id/mobile-legends">top up produk Mobile Legends: Bang Bang</a> menggunakan metode pembayaran E-Wallet dengan minimal. Transaksi Rp 50.000.</p> <p>3. Setiap pengguna hanya bisa mendapatkan potongan nilai sesuai dengan ketentuan yang bertindak selama periode promo.</p> <p>4. Pihak penyelenggara berkuasa sewaktu-waktu mengubah syarat dan ketentuan promo tanpa pemberitahuan terlebih dulu andaikan diduga terjadi tindakan kecurangan oleh pengguna.</p> <p>5. Pihak penyelenggara berkuasa sewaktu-waktu membatalkan hadiah/promo alias membatalkan transaksi jika ditemukan indikasi penyalahgunaan.</p> <p>6. Keputusan penyelenggara berkarakter final dan tidak dapat diganggu gugat.</p> <p>Happy gaming, Para Penghuni Land of Dawn!</p> <p>Top up game tercepat dan termurah hanya di Unipin, siap-siap draw seri IKI favoritmu sekarang!</p> </div></div><div data-td-block-uid="tdi_75"> <div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/" title="UniPin"><img alt="UniPin" src="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g" srcset="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g 2x" height="117" width="117" loading="lazy" decoding="async"></a></p><div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/">UniPin</a></p><p>UniPin Blog Menyediakan Artikel Promo, Events dan Updates Seputar Games, Kamu Juga Bisa Mendapatkan Panduan dan Tips Bermain Games Disini.</p></div></div></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/siap-gacha-iki-return-draw-top-up-diamond-mlbb-hemat-hingga-rp20-000-166860.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 18:30:18 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (UniPin)</author> </item> <item> <title>Welcome To Teyvat, Odette! Top Up Genesis Crystals Diskon 10% Di Unipin</title> <description>Welcome To Teyvat, Odette! Top Up Genesis Crystals Diskon 10% Di Unipin. Traveler, saatnya kembali menjelajahi Teyvat dengan lebih seru! UniPin menghadirkan promo spesial Welcome to Teyvat, Odette, yang bikin perjalananmu di Genshin Impact jadi semakin menyenangkan. Kamu bisa menikmati potongan nilai 10% untuk top up Genshin Impact di UniPin. Kesempatan yang...</description> <media:thumbnail url="https://blog.unipin.com/wp-content/uploads/2026/08/Welcome-to-Teyvat-Odette-Top-Up-Genesis-Crystals-Diskon-10-di-UniPin.jpg"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/welcome-to-teyvat-odette-top-up-genesis-crystals-diskon-10-di-unipin-166858.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div data-td-block-uid="tdi_68"> <div><p>Traveler, saatnya kembali menjelajahi Teyvat dengan lebih seru! UniPin menghadirkan promo spesial Welcome to Teyvat, Odette, yang bikin perjalananmu di Genshin Impact jadi semakin menyenangkan.</p> <p>Kamu bisa menikmati potongan nilai 10% untuk <a href="https://www.unipin.com/id/genshin-impact">top up Genshin Impact</a> di UniPin. Kesempatan yang pas untuk menambah persediaan Genesis Crystals dan mempersiapkan petualangan berikutnya di Teyvat.</p> <p>Simak ketentuan berikut untuk dapetin cashbacknya:</p> <p>Periode promo: 12 Agustus &ndash; 01 September 2026</p> <p>1. Login akun UniPin &amp; top up Genesis Crystal min. Rp81.000 untuk mendapat diskon. Belum punya akun? <strong><a href="https://www.unipin.com/register">Yuk daftar di sini</a></strong></p> <p>2. Diskon maksimal Rp10.000</p> <p>3. Satu (1) akun hanya bisa klaim promo 1x selama periode berlangsung</p> <p>4. Kuota terbatas, siapa cepat, dia dapat!</p> <p>5. Promo bertindak untuk semua metode pembayaran di UniPin</p> <p>6. Keputusan UniPin berkarakter absolut dan tidak dapat diganggu gugat</p> <p>7. UniPin berkuasa menghentikan alias mengubah syarat &amp; ketentuan jika ada indikasi kecurangan</p> <p>Happy Gaming, Sahabat UniPin!</p> <p>Top up angsuran game termurah dan tercepat hanya di <a href="https://www.unipin.com/">UniPin</a>!</p> <p>Happy gaming! Nantikan beragam promo menarik lainnya dengan follow akun sosial media UniPin dan YouTube Unipin Gaming</p> </div></div><div data-td-block-uid="tdi_75"> <div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/" title="UniPin"><img alt="UniPin" src="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g" srcset="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g 2x" height="117" width="117" loading="lazy" decoding="async"></a></p><div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/">UniPin</a></p><p>UniPin Blog Menyediakan Artikel Promo, Events dan Updates Seputar Games, Kamu Juga Bisa Mendapatkan Panduan dan Tips Bermain Games Disini.</p></div></div></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/welcome-to-teyvat-odette-top-up-genesis-crystals-diskon-10-di-unipin-166858.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 13:30:19 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</author> </item> <item> <title>Metaphor: Refantazio &amp; Persona Hadir Di Unipin! Diskon Hingga 70% + 15%!</title> <description>Metaphor: Refantazio &amp; Persona Hadir Di Unipin! Diskon Hingga 70% + 15%!. Hi Sahabat UniPin! Kabar ceria buat para fans JRPG! Saatnya menjelajahi bumi penuh cerita, petualangan, dan karakter ikonik dari SEGA. Nikmati potongan nilai hingga 70% + tambahan 15% untuk beragam titel pilihan seperti Metaphor: ReFantazio dan Persona Log in ke...</description> <media:thumbnail url="https://blog.unipin.com/wp-content/uploads/2026/08/Metaphor-ReFantazio-Persona-Hadir-di-UniPin-Diskon-hingga-70-15.jpg"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/metaphor-refantazio-persona-hadir-di-unipin-diskon-hingga-70-15-166859.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div data-td-block-uid="tdi_68"> <div><p>Hi Sahabat UniPin!</p> <p>Kabar ceria buat para fans JRPG! Saatnya menjelajahi bumi penuh cerita, petualangan, dan karakter ikonik dari SEGA. Nikmati potongan nilai hingga 70% + tambahan 15% untuk beragam titel pilihan seperti <a href="https://www.unipin.com/id/game/metaphor">Metaphor: ReFantazio</a> dan <a href="https://www.unipin.com/id/game/persona">Persona</a></p> <p>Log in ke akun UniPin Anda dan dapatkan diskonnya!</p> <p>Promo ini hanya bertindak dari tanggal 11&ndash;25 Agustus 2026.</p> <p>Jangan sampai kelewatan kesempatan spesial ini untuk menambah koleksi game favoritmu dengan nilai lebih hemat! Ambil promonya sekarang di UniPin!</p> <p>Happy Gaming, Sahabat UniPin!</p> <p>Top up angsuran game termurah dan tercepat hanya di <a href="https://www.unipin.com/">UniPin</a>!</p> <p>Happy gaming! Nantikan beragam promo menarik lainnya dengan follow akun sosial media UniPin dan <a href="https://www.youtube.com/c/UniPinGaming">YouTube Unipin Gaming </a></p> </div></div><div data-td-block-uid="tdi_75"> <div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/" title="UniPin"><img alt="UniPin" src="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g" srcset="https://secure.gravatar.com/avatar/e81933e4cf99546783ed5a40b99455f0e4d2123927656be6124561fbc41abd21?s=234&amp;r=g 2x" height="117" width="117" loading="lazy" decoding="async"></a></p><div><p><a href="https://blog.unipin.com/author/upadm/">UniPin</a></p><p>UniPin Blog Menyediakan Artikel Promo, Events dan Updates Seputar Games, Kamu Juga Bisa Mendapatkan Panduan dan Tips Bermain Games Disini.</p></div></div></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/metaphor-refantazio-persona-hadir-di-unipin-diskon-hingga-70-15-166859.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 13:30:19 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</author> </item> <item> <title>7 Ciri Orang Dengan Eq Tinggi Yang Terlihat Dari Kebiasaannya</title> <description>7 Ciri Orang Dengan Eq Tinggi Yang Terlihat Dari Kebiasaannya. Kecerdasan emosional alias emotional quotient (EQ) seseorang dapat dikenali dari kebiasaan sehari-hari mereka yang konsisten. Simak ciri-cirinya berikut ini.</description> <media:thumbnail url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/26/ilustrasi-perempuan-atau-pegawai-di-kantor-1782447083336_169.jpeg?w=650"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/7-ciri-orang-dengan-eq-tinggi-yang-terlihat-dari-kebiasaannya-166853.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div> <p> </p><p>Kecerdasan emosional alias <em>emotional quotient</em> (EQ) tampaknya semakin menarik dibahas. Terlebih lagi, keahlian ini juga dapat dikenali melalui kebiasaan sehari-hari setiap orang yang dilakukan secara konsisten.</p> <p>EQ menjadi salah satu keahlian krusial untuk membangun hubungan sehat dengan orang lain. Seseorang dengan EQ tinggi tidak selalu terlihat dari kepiawaiannya dalam berbicara, tetapi juga tercermin dari langkah menghadapi situasi alias memperlakukan orang di sekitarnya.</p> <p>Hal ini membantu seseorang mengenali emosi pribadi, memahami emosi orang lain, hingga mengendalikan respons ketika menghadapi masalah.</p> <div> <p> </p> <p> </p> </div><br> <p>&ldquo;Kecerdasan emosional dideskripsikan sebagai keahlian perseorangan untuk mengenali emosi mereka sendiri dan emosi orang lain, membedakan beragam emosi dan memberi label yang tepat, menggunakan info emosional untuk membimbing pemikiran dan perilaku, serta mengelola dan/atau menyesuaikan emosi untuk beradaptasi dengan lingkungan alias mencapai tujuan seseorang,&rdquo; ujar Psikolog Daniel Goleman, dikutip dari laman <em>Your Tango.</em></p> <h2 id="ciri-ciri-orang-dengan-eq-tinggi-dari-kebiasaannya">Ciri-ciri orang dengan EQ tinggi dari kebiasaannya</h2> <p>Penelitian yang diterbitkan di <em>Journal of Personality and Social Psychology </em>tahun 2009 menjelaskan gimana mengabaikan emosi negatif dengan memendamnya alias menolak untuk menghadapinya bakal mengikis kebahagiaan.</p> <p>Untuk itu, Bunda dapat mengenali orang dengan EQ tinggi dari hal-hal konsisten yang dilakukan mereka:</p> <h3 id="1-tidak-ragu-meminta-bantuan">1. Tidak ragu meminta bantuan</h3> <p>Orang dengan EQ tinggi tidak ragu meminta support untuk mendapatkan info dan wawasan berharga, sehingga mereka bisa menghadapi situasi dengan lebih baik dari sekarang dan di masa depan.</p> <h3 id="2-menghadapi-masalah-secara-langsung">2. Menghadapi masalah secara langsung</h3> <p>Orang yang pandai secara emosional juga tidak menyangka ketika ada masalah alias menghindarinya. Bagi mereka, perihal itu dapat meningkatkan stres.</p> <p>&ldquo;Cobalah melakukan sesuatu yang membikin Anda merasa tenang dan tidak terganggu. Kamu dapat menyelaraskan diri dengan emosi positif dengan memikirkan sesuatu yang sama sekali tidak mengenai dengan masalah, tetapi sesuatu yang membikin Anda rileks, dan membawa ketenangan, kedamaian, alias kebahagiaan tertentu,&rdquo; ujar master Bhavna Dalal, Ph.D.</p> <h3 id="3-mampu-mengkomunikasikan-perasaannya-sendiri">3. Mampu mengkomunikasikan perasaannya sendiri</h3> <p>Orang dengan EQ tinggi bisa mengkomunikasikan perasaannya sendiri. Mereka mempunyai orasi internal yang bisa menenangkan pikiran ketika terkena masalah.</p> <p>&ldquo;Berbicara kepada diri sendiri alias secara pribadi bermanfaat. Monolog internal membantu kita mencapai penemuan diri, mengatasi halangan mental, alias memotivasi untuk memecahkan masalah,&rdquo; ungkap <em>life coach</em> di Amerika Serikat, Sidhharrth S. Kumaar, Ph.D.</p> <p>Monolog jiwa biasanya mirip dengan langkah berbincang kepada teman-teman. Bicara kepada diri sendiri bisa berupa mengungkapkan pikiran dengan tenang dan lantang. Bagaimanapun, itu adalah proses pasif, langkah untuk sekadar menumbuhkan kesadaran bakal ide-ide yang dimiliki diri sendiri.</p> <h3 id="4-fokus-pada-solusi-daripada-masalah">4. Fokus pada solusi daripada masalah</h3> <p>Orang dengan EQ tinggi bisa mengelola emosi dengan baik, sehingga tidak mudah terjerumus dalam masalah. Mereka bisa menguraikan situasi yang dapat menimbulkan stres.</p> <h3 id="5-menganggap-perawatan-diri-dengan-serius">5. Menganggap perawatan diri dengan serius</h3> <p>Perawatan diri adalah keahlian yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.</p> <p>Orang-orang dengan EQ tinggi menganggap perawatan diri dengan serius, seperti memperhatikan kebiasaan tidur.</p> <p>&ldquo;Tidur tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga untuk kebahagiaan. Tetapi jika Anda tidak tidur dengan betul alias tidak mendapatkan rehat malam yang cukup, Anda bakal merasa capek dan lesu serta mungkin mengalami beragam masalah kesehatan lainnya. Ketika Anda bertanya-tanya kenapa tidak bisa tidur, sebaiknya perhatikan kebiasaan sebelum membaringkan kepala di malam hari,&rdquo; ungkap psikoterapis Teralyn Sell, Ph.D.</p> <h3 id="6-memiliki-kepercayaan-diri-yang-kuat">6. Memiliki kepercayaan diri yang kuat</h3> <p>Mereka juga mempunyai kepercayaan diri yang kuat. Orang-orang ini tidak menunggu orang lain untuk&nbsp;memberikan semangat dan dukungan.</p> <h3 id="7-tidak-terpaku-pada-hal-hal-negatif">7. Tidak terpaku pada hal-hal negatif</h3> <p>Mereka dengan EQ tinggi tidak mudah terpaku pada hal-hal yang negatif. Bagi mereka, terus menatap rintangan tidak bakal membawa kemajuan. Orang-orang ini perlu konsentrasi pada hal-hal positif dan yang mungkin dilakukan untuk mengurangi stres dan menciptakan perubahan positif.</p> <p>&ldquo;Di setiap momen, kita selalu dapat menemukan sesuatu untuk dikritik, dan di setiap momen, kita selalu dapat menemukan sesuatu untuk diapresiasi,&rdquo; ungkap <em>confidence coach</em> Christy Whitman.</p> <p>Nah, itulah beberapa karakter orang dengan EQ tinggi yang dapat Bunda kenali dari kebiasaan sehari-hari yang konsisten dilakukan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.</p> <p>Bunda yang mau <em>sharing</em> soal <em>parenting</em> dan bisa dapat banyak <em>giveaway</em>, yuk <em>join</em> organisasi <b>Kincai Media</b> Squad. Daftar dan klik<strong> <a href="https://www.haibunda.com/outboundlinks?url=https%3A%2F%2Fdocs.google.com%2Fforms%2Fd%2Fe%2F1FAIpQLSc-okWTDzj2ZWIh3BNIRis8OTfk0O6_rvQzSmvXHNX3uyE3PA%2Fviewform%3Fpli%3D1" target="_blank" rel="nofollow">di SINI.</a></strong>&nbsp;Gratis!</p> <p><strong>(asa/fir)</strong> </p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/7-ciri-orang-dengan-eq-tinggi-yang-terlihat-dari-kebiasaannya-166853.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 12:30:17 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Ridwan Syaputra)</author> </item> <item> <title>Negara Ini Sediakan Bus Travel Khusus Untuk Ibu Hamil Yang Segera Melahirkan</title> <description>Negara Ini Sediakan Bus Travel Khusus Untuk Ibu Hamil Yang Segera Melahirkan. Negara ini menyediakan bus travel unik ibu hamil, lantas gimana caranya dan di mana? Simak ulasan selengkapnya berikut yuk, Bunda.</description> <media:thumbnail url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/10/negara-ini-sediakan-bus-travel-khusus-untuk-ibu-hamil-yang-segera-melahirkanfoto-foto-getty-imagesistockphoto-1786422154500_169.jpeg?w=650"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/negara-ini-sediakan-bus-travel-khusus-untuk-ibu-hamil-yang-segera-melahirkan-166850.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div> <p> </p><p>Bus travel unik ibu mengandung disediakan secara cuma-cuma untuk membantu wanita mengandung dari golongan rentan mendapatkan akses transportasi menuju rumah sakit. Program ini berjalan di West Yorkshire, Inggris, melalui kerja sama antara First Bus dan Leeds Teaching Hospitals NHS Trust.</p> <p>Program bus travel unik ibu mengandung yang disediakan diharapkan dapat memudahkan calon ibu menghadiri pemeriksaan kehamilan sekaligus memperoleh pertolongan medis ketika dibutuhkan.</p> <h2 id="bus-travel-khusus-ibu-hamil-yang-segera-melahirkan">Bus travel unik ibu mengandung yang segera melahirkan</h2> <p>Mengutip laman <em>BBC</em>, sebanyak 100 tiket perjalanan cuma-cuma bakal disediakan setiap bulan hingga Maret tahun depan.&nbsp; Sasaran utama dari penyediaan bus travel ini mencakup, wanita dari organisasi etnis minoritas, Ibu mengandung dari family kurang bisa dan pencari suaka dan pengungsi yang terdata memerlukan support mobilitas.</p> <div> <p> </p> <p> </p> </div><br> <p>Program ini dibuat setelah pihak First Bus meninjau catatan rumah sakit dan menemukan bahwa diperkirakan terdapat sekitar 100 ibu mengandung setiap bulan yang mengalami kesulitan menghadiri janji jumpa di rumah sakit. Kendala tersebut antara lain disebabkan oleh tidak adanya support biaya transportasi maupun halangan lain yang membikin mereka kesulitan melakukan perjalanan.</p> <p>Nada Abdul-Majid, seorang perawat ahli di bagian kesetaraan kesehatan rumah sakit tersebut, menegaskan bahwa support ini membawa perubahan yang nyata bagi kesehatan ibu dan bayi.</p> <p>"Saya memandang sendiri gimana wanita kesulitan pergi ke rumah sakit untuk menghadiri janji jumpa ketika mereka tidak mempunyai cukup duit untuk menggunakan transportasi umum," ujar Nada Abdul-Majid dikutip dari laman <em>BBC</em>, Senin 10/08/2026.&nbsp;</p> <p>Menurut Nada, program bus travel unik ibu mengandung ini juga mempunyai perhatian unik terhadap wanita dari organisasi etnis minoritas, termasuk pencari suaka dan pengungsi.</p> <p>Leeds Teaching Hospitals NHS Trust mempunyai tim Haamla yang memberikan support kepada ibu mengandung dari organisasi tersebut, salah satunya melalui kunjungan ke rumah.</p> <p>Namun, support melalui kunjungan rumah tetap perlu dilengkapi dengan akses ke rumah sakit. Sebab, ada pemeriksaan dan jasa tertentu yang hanya dapat dilakukan di akomodasi kesehatan seperti pemeriksaan seperti USG serta menghadapi keadaan darurat persalinan dan kebidanan.</p> <h2 id="bagaimana-cara-ibu-hamil-mendapatkan-tiket-bus-gratis--1">Bagaimana langkah Ibu mengandung mendapatkan tiket bus gratis?</h2> <p>Tiket perjalanan cuma-cuma tidak diberikan secara otomatis kepada seluruh ibu hamil. First Bus menjelaskan bahwa kartu perjalanan bakal dibagikan berasas kebutuhan perjalanan masing-masing perempuan.</p> <p>Penilaian dilakukan ketika ibu mengandung melakukan kunjungan pertama dengan tim jasa maternitas. Dalam proses tersebut, kondisi finansial dan kebutuhan perjalanan bakal diperhitungkan untuk menentukan apakah mereka memerlukan support transportasi.</p> <p>Artinya, program ini ditujukan secara unik kepada ibu mengandung yang menghadapi halangan tertentu dalam mengakses transportasi menuju rumah sakit. Pendekatan tersebut diharapkan membikin support dapat diberikan kepada wanita yang memang paling membutuhkannya.</p> <h2 id="penggunaan-tiket-akan-dipantau">Penggunaan tiket bakal dipantau</h2> <p>Leeds Teaching Hospitals NHS Trust juga bakal memantau penggunaan tiket perjalanan yang diberikan. Pihak rumah sakit dapat melacak kehadiran ibu mengandung di klinik untuk mengetahui apakah support transportasi tersebut betul-betul membantu mereka menghadiri janji temu.</p> <p>Pemantauan ini juga memungkinkan pihak mengenai mengevaluasi akibat program terhadap akses jasa kesehatan dan hasil yang diperoleh ibu hamil.</p> <p>Komitmen untuk mendukung kesehatan masyarakat ini juga ditegaskan oleh pihak First Bus Franchising daerah West Yorkshire yang memberikan support ada program Bus travel unik ibu hamil.&nbsp;</p> <p>"Mendukung masyarakat di daerah yang kami layani berarti, sebisa mungkin, dapat membantu orang-orang di setiap tahap kehidupan. Tidak ada yang lebih krusial daripada membantu memastikan kesehatan dan kesejahteraan calon ibu serta faedah yang bakal diberikan kepada bayi mereka yang baru lahir," ujar Zoe Hands, Managing Director First Bus Franchising.</p> <p><br>Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi <b>Kincai Media</b> Squad. Daftar klik di&nbsp;<strong><a href="https://www.haibunda.com/outboundlinks?url=https%3A%2F%2Fdocs.google.com%2Fforms%2Fd%2Fe%2F1FAIpQLSc-okWTDzj2ZWIh3BNIRis8OTfk0O6_rvQzSmvXHNX3uyE3PA%2Fviewform%3Fpli%3D1" target="_blank" rel="nofollow">SINI.</a></strong> Gratis!</p> <p><strong>(pri/pri)</strong> </p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/negara-ini-sediakan-bus-travel-khusus-untuk-ibu-hamil-yang-segera-melahirkan-166850.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 12:00:19 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</author> </item> <item> <title>Tata Cara Sujud Sahwi, Bacaan Dan Syarat Melakukannya</title> <description>Tata Cara Sujud Sahwi, Bacaan Dan Syarat Melakukannya. Setiap muslim yang melakukan kesalahan alias kekeliruan saat salat dianjurkan menyempurnakannya dengan sujud sahwi. Yuk, simak penjelasan selengkapnya.</description> <media:thumbnail url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/12/ilustrasi-sujud-dalam-shalat-1786517684143_169.jpeg?w=650"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/tata-cara-sujud-sahwi-bacaan-dan-syarat-melakukannya-166849.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div> <p> </p><p>Bunda, salat merupakan ibadah wajib bagi setiap muslim yang telah baligh. Namun, dalam pelaksanaannya, seseorang tentu tidak luput dari lupa alias keliru, termasuk menghitung jumlah rakaat maupun melakukan aktivitas tertentu.</p> <p>Ketika menyadari adanya kekeliruan alias merasa ragu dalam salat, umat Islam mengenal istilah sujud sahwi.</p> <p>Lantas, apa yang dimaksud dengan sujud sahwi dan kapan perlu dilakukan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.</p> <div> <p> </p> <p> </p> </div><br> <h2 id="mengenal-apa-itu-sujud-sahwi">Mengenal apa itu sujud sahwi</h2> <p>Dirangkum dari kitab <em>Fikih Interaktif: Diskusi Seputar Fikih Klasik-Kontemporer</em> karya M. Agus Yusron, MA, sujud sahwi merupakan sujud yang dilakukan lantaran lupa alias lalai dalam salat.</p> <p>Hukum penyelenggaraan sujud sahwi adalah sunnah, sehingga jika tidak dilakukan, Bunda tetap sah salatnya.</p> <p>Penjelasan rekomendasi ini pun dijelaskan dalam sebuah dalil sabda riwayat Abu Dawud yang bersuara sebagai berikut,</p> <p>&#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575; &#1588;&#1614;&#1603;&#1617;&#1614; &#1571;&#1614;&#1581;&#1614;&#1583;&#1615;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1601;&#1616;&#1610; &#1589;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575;&#1578;&#1616;&#1607;&#1616; &#1601;&#1614;&#1604;&#1618;&#1610;&#1615;&#1604;&#1618;&#1602;&#1616; &#1575;&#1604;&#1588;&#1617;&#1614;&#1603;&#1617;&#1614; &#1608;&#1614;&#1604;&#1618;&#1610;&#1614;&#1576;&#1618;&#1606;&#1616; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1618;&#1610;&#1614;&#1602;&#1616;&#1610;&#1606;&#1616; &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575; &#1575;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1610;&#1618;&#1602;&#1614;&#1606;&#1614; &#1575;&#1604;&#1578;&#1617;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575;&#1605;&#1614; &#1587;&#1614;&#1580;&#1614;&#1583;&#1614; &#1587;&#1614;&#1580;&#1618;&#1583;&#1614;&#1578;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1616; &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1618; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614;&#1578;&#1618; &#1589;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575;&#1578;&#1615;&#1607;&#1615; &#1578;&#1614;&#1575;&#1605;&#1617;&#1614;&#1577;&#1611; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1614;&#1603;&#1618;&#1593;&#1614;&#1577;&#1615; &#1606;&#1614;&#1575;&#1601;&#1616;&#1604;&#1614;&#1577;&#1611; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1587;&#1617;&#1614;&#1580;&#1618;&#1583;&#1614;&#1578;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;</p> <p>Artinya:</p> <p>&ldquo;Apabila kalian ragu dalam salat, maka tinggalkanlah keraguan dan pastikan di atas keyakinan. Apabila sudah selesai salat, sujudlah dua kali. Maka andaikan salatnya lengkap, maka rakaat dan dua sujud tadi dihitung nafilah (ibadah tambahan).&rdquo; (HR. Abu Dawud)</p> <h2 id="waktu-pelaksanaan-sujud-sahwi">Waktu penyelenggaraan sujud sahwi</h2> <p>Bunda dapat melakukan sujud sahwi sebelum salam, ialah setelah selesai membaca angan tasyahud akhir. Kemudian, lakukan dua kali sujud dan ditutup dengan salam. Jika melakukannya sebelum membaca tasyahud, sujud sahwi perlu diulangi.</p> <p>&#1601;&#1614;&#1604;&#1614;&#1608;&#1618; &#1587;&#1614;&#1580;&#1614;&#1583;&#1614; &#1602;&#1614;&#1576;&#1618;&#1604;&#1614; &#1575;&#1604;&#1578;&#1617;&#1614;&#1588;&#1614;&#1607;&#1617;&#1615;&#1583;&#1616; &#1587;&#1614;&#1575;&#1607;&#1616;&#1610;&#1611;&#1575; &#1571;&#1614;&#1593;&#1614;&#1575;&#1583;&#1614;&#1607;&#1615;</p> <p>Artinya:</p> <p>&ldquo;Kalau sujud sahwi dilakukan sebelum tasyahud lantaran lupa, maka sujud sahwinya diulangi.&rdquo;</p> <p>Namun, jika lupa melakukan sujud sahwi, dan sudah terlanjur melakukan salam, Bunda tidak perlu melakukannya lagi.</p> <h2 id="syarat-melakukan-sujud-syahwi">Syarat melakukan sujud syahwi</h2> <p>Dilansir <em>detikcom,</em> untuk melakukan sujud sahwi secara sah, terdapat beberapa syarat yang kudu dipenuhi agar sujud tersebut diterima dan menghapuskan kesalahan yang terjadi. Berikut di antaranya:</p> <ul> <li>Sujud sahwi dilakukan saat mengucapkan salam sebelum mengerjakan salat secara sempurna alias tidak duduk tasyahud awal.</li> <li>Kekurangan alias kelebihan rakaat salat.</li> <li>Lupa melaksanakan tasyahud awal alias salah satu di antara sunnah salat.</li> <li>Ada keraguan dalam jumlah rakaat yang telah dikerjakan.</li> </ul> <h2 id="tata-cara-dan-bacaan-sujud-sahwi">Tata langkah dan referensi sujud sahwi</h2> <p>Berikut langkah-langkah dan referensi sujud sahwi yang dapat Bunda ikuti ketika melakukan kekeliruan saat salat:</p> <h3 id="1-didahului-dengan-takbir">1. Didahului dengan takbir</h3> <p>Sebagian ustadz beranggapan bahwa wajib untuk mengucapkan takbir sebelum mengerjakan sujud sahwi yang dilakukan sebelum alias setelah memberi salam.</p> <h3 id="2-dilakukan-seperti-sujud-biasa">2. Dilakukan seperti sujud biasa</h3> <p>Bunda dapat melakukan sujud sahwi seperti sujud biasa, ialah dengan tujuh personil tubuh (kening, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki). Kemudian, menjauhkan kedua lengan dari kedua lambung, menjauhkan perut dari kedua paha, dan merenggangkan kedua lutut.</p> <p>Berikut referensi angan yang dapat Bunda lantunkan saat melaksanakan sujud sahwi:</p> <p>&#1587;&#1615;&#1576;&#1618;&#1581;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614; &#1605;&#1614;&#1606;&#1618; &#1604;&#1614;&#1575; &#1610;&#1614;&#1606;&#1614;&#1575;&#1605;&#1615; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1610;&#1614;&#1587;&#1618;&#1607;&#1615;&#1608;</p> <p><em>Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw</em></p> <p>Artinya:</p> <p>&ldquo;Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa.&rdquo;</p> <h2 id="perbedaan-sujud-sahwi-dan-sujud-tilawah">Perbedaan sujud sahwi dan sujud tilawah</h2> <p>Sujud sahwi dan tilawah tentu mempunyai makna yang berbeda. Sujud sahwi dilakukan ketika ada keraguan alias kekurangan saat melaksanakan salat.</p> <p>Sementara itu, sujud tilawah adalah sujud sunnah yang dilakukan ketika membaca alias mendengar referensi ayat-ayat sajadah dalam Al-Qur&rsquo;an baik di dalam maupun di luar salat.</p> <p>Ayat sajadah yang dimaksud terdapat pada salah satu ayat dalam surah Al A&rsquo;raf, Ar Ra&rsquo;d, An Nahl, Al Isra&rsquo;, Maryam, Al Furqan, An Naml, As Sajadah, Fussilat, An Najm, Al Insyiqaq, Al &lsquo;Alaq, serta Al Hajj yang mempunyai dua ayat sajadah.</p> <p>Bunda yang mau <em>sharing</em> soal <em>parenting</em> dan bisa dapat banyak <em>giveaway</em>, yuk <em>join</em> organisasi <b>Kincai Media</b> Squad. Daftar dan klik<a href="https://www.haibunda.com/outboundlinks?url=https%3A%2F%2Fdocs.google.com%2Fforms%2Fd%2Fe%2F1FAIpQLSc-okWTDzj2ZWIh3BNIRis8OTfk0O6_rvQzSmvXHNX3uyE3PA%2Fviewform%3Fpli%3D1" target="_blank" rel="nofollow"> <strong>di SINI.</strong> </a>Gratis!</p> <p><strong>(asa/som)</strong> </p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/tata-cara-sujud-sahwi-bacaan-dan-syarat-melakukannya-166849.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 12:00:19 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</author> </item> <item> <title>Cara Mengenali Orang Egois Dari 9 Ucapan Yang Sering Mereka Katakan Saat Ngobrol</title> <description>Cara Mengenali Orang Egois Dari 9 Ucapan Yang Sering Mereka Katakan Saat Ngobrol. Orang egois dikenal tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Yuk, simak beberapa langkah mengenali mereka dari ucapan yang sering dikatakan saat ngobrol.</description> <media:thumbnail url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/06/ilustrasi-teman-1772769656403_169.jpeg?w=650"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/cara-mengenali-orang-egois-dari-9-ucapan-yang-sering-mereka-katakan-saat-ngobrol-166846.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div> <p> </p><p>Bunda mungkin pernah berhadapan dengan seseorang yang terlihat baik dan menyenangkan, tetapi tanpa sadar selalu mementingkan dirinya sendiri. Sifat egois seperti ini terkadang tidak mudah dikenali lantaran bisa tersembunyi di kembali langkah bicara sehari-hari.</p> <p>Namun, ucapan tertentu dapat menjadi petunjuk untuk mengenali orang yang condong hanya memikirkan dirinya sendiri. Terlebih jika kalimat tersebut terus diucapkan dalam situasi yang sama dan membikin Bunda merasa tidak dihargai.</p> <p>Dengan mengenali ucapan yang sering mereka gunakan, Bunda bisa lebih bijak menjaga jarak dan tidak ikut terseret daya negatifnya.</p> <div> <p> </p> <p> </p> </div><br> <h2 id="9-ucapan-yang-sering-dikatakan-orang-egois-saat-ngobrol">9 Ucapan yang sering dikatakan orang egois saat ngobrol</h2> <p>Dilansir <em>Your Tango</em>, orang yang menggunakan beberapa kalimat ini dalam percakapan santai, mereka mungkin punya sifat egois secara mental dan emosional.</p> <h3 id="1-ldquo-aku-hanya-bicara-jujur-rdquo-">1. &ldquo;Aku hanya bicara jujur&rdquo;</h3> <p>Meskipun jujur sering dikaitkan dengan kebaikan, ada saat-saat ketika kalimat seperti ini dapat menunjukkan sifat original seseorang. Kata-kata menyakitkan dengan kedok kejujuran tetap menyakitkan untuk didengar.</p> <p>Lebih mudah bagi mereka untuk lolos dengan perilaku egois ketika menunjuk jari pada orang lain. Menggunakan kejujuran sebagai penutup untuk keegoisan mereka membikin orang percaya bahwa mereka mempunyai kepentingan terbaik, meskipun itu jauh dari kebenaran.</p> <h3 id="2-ldquo-aku-tidak-akan-melakukan-itu-rdquo-">2. &ldquo;Aku tidak bakal melakukan itu&rdquo;</h3> <p>Bunda tentu pernah mengalami saat-saat ketika seseorang memberikan pendapatnya apalagi jika itu tidak beralasan. Ini bisa menjadi sistem yang dipikirkan dengan matang.</p> <p>Menempatkan diri terlebih dulu dapat membikin mereka terlalu menghakimi dan memandang hal-hal sebagai langkah mereka. Ketika dapat mengendalikan Bunda, mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, yang memberi makan kebutuhan egoisnya.&nbsp;</p> <p>Memainkan perilaku ini sebagai saran yang berfaedah memungkinkan mereka untuk menyembunyikan niat yang sebenarnya, ialah hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.</p> <p>Ideologi yang berpusat pada diri sendiri jarang bakal menguntungkan siapa pun selain orang yang manipulatif. Jika mereka dapat membujuk untuk tidak mengambil keputusan dengan membikin orang lain merasa bersalah alias salah, mereka telah melakukan pekerjaannya.</p> <h3 id="3-ldquo-aku-melakukan-segalanya-untukmu-rdquo-">3. &ldquo;Aku melakukan segalanya untukmu&rdquo;</h3> <p>Membuat seseorang merasa bersalah (<em>guilt-tripping</em>) bisa menjadi masalah serius dalam hubungan, baik hubungan romantis maupun pertemanan.</p> <p>Seseorang yang sering mengungkit kebaikan alias bantuannya kepada kita bisa saja tidak betul-betul tulus.</p> <p>Ketika mereka membikin Bunda merasa bersalah atas semua perihal yang sudah mereka lakukan, bisa jadi mereka sebenarnya mengharapkan sesuatu sebagai hadiah alias mau mempunyai kendali atas Bunda.</p> <h3 id="4-ldquo-aku-tidak-berurusan-dengan-ini-rdquo-">4. &ldquo;Aku tidak berurusan dengan ini&rdquo;</h3> <p>Sering kali, orang yang menggunakan kalimat seperti ini sebenarnya sedang berupaya menyembunyikan sesuatu. Mengalihkan pembicaraan menjadi langkah paling mudah untuk menghindari tekanan dan bisa menjadi corak pertahanan diri.</p> <p>Mereka mungkin berambisi Bunda berakhir membahas masalah tersebut dan mengakhiri percakapan, sehingga mereka tidak perlu menghadapi kesalahan sendiri alias membuka diri untuk memberikan support emosional.</p> <h3 id="5-ldquo-kamu-selalu-salah-rdquo-">5. &ldquo;Kamu selalu salah&rdquo;</h3> <p>Beberapa orang mungkin lebih konsentrasi pada diri sendiri dan gimana perlakuan orang-orang di sekitarnya memengaruhi emosi mereka.</p> <p>Menyalahkan orang lain membikin mereka merasa lebih unggul dan semakin percaya bahwa dirinya selalu benar, sementara orang lain yang salah.</p> <p>Orang seperti ini sering mengira bahwa semua orang di sekitarnya selalu salah. Mereka condong memandang segala sesuatu hanya dari dua sisi, betul alias salah, dan menganggap orang lain semestinya berpikir seperti dirinya. Ketika ada yang mempunyai pendapat berbeda, mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang keliru.</p> <h3 id="6-ldquo-aku-tidak-punya-energi-untuk-itu-rdquo-">6. &ldquo;Aku tidak punya daya untuk itu&rdquo;</h3> <p>Ada kalanya seseorang sedang menghadapi banyak perihal dalam hidupnya sehingga tidak mempunyai tenaga untuk membantu alias mendengarkan orang lain.</p> <p>Hal tersebut wajar dan semestinya tetap dihargai. Namun, sebagian orang bisa menggunakan argumen seperti &ldquo;Aku nggak punya energi&rdquo; untuk menghindari tanggungjawab datang bagi orang lain.</p> <p>Bagi orang yang egois, menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri terasa lebih penting, sementara membantu orang lain dianggap sebagai beban alias gangguan.</p> <h3 id="7-ldquo-kamu-selalu-membuat-semua-tentang-kamu-rdquo-">7. &ldquo;Kamu selalu membikin semua tentang kamu&rdquo;</h3> <p>Orang yang egois biasanya tidak suka jika perhatian tertuju pada orang lain. Mereka mau mengendalikan percakapan agar pembahasannya kembali berpusat pada diri mereka.</p> <p>Ketika Bunda mencoba bercerita tentang kehidupan alias masalah sendiri, mereka bisa bersikap melindungi lantaran merasa perhatian yang didapatkan berkurang. Membuat Bunda merasa bersalah menjadi langkah untuk mengalihkan perhatian kembali kepada mereka.</p> <p>Orang yang seperti ini sebenarnya sering melakukan perihal yang justru mereka tuduhkan kepada orang lain.</p> <p>Mereka tidak betul-betul mau mendengarkan cerita, pendapat, alias emosi Bunda, tetapi selalu mau didengarkan ketika membicarakan dirinya sendiri.</p> <h3 id="8-ldquo-kamu-tidak-peduli-rdquo-">8. &ldquo;Kamu tidak peduli&rdquo;</h3> <p>Penting untuk menyadari bahwa orang seperti ini sering merasa masalah yang mereka hadapi jauh lebih berat dibandingkan orang lain di sekitarnya.</p> <p>Ketika menceritakan kesulitannya, mereka biasanya berambisi mendapatkan simpati. Mereka mau Bunda memberikan perhatian dan meyakinkan bahwa emosi mereka memang valid.</p> <p>Jika tidak merespons seperti yang mereka harapkan, Bunda apalagi bisa dianggap sebagai orang yang jahat, meskipun sebenarnya sudah berupaya memberikan dukungan.</p> <h3 id="9-ldquo-terserah-rdquo-">9. &ldquo;Terserah&rdquo;</h3> <p>Orang seperti ini biasanya menginginkan perhatian sesuai dengan keinginannya. Ketika Bunda mengatakan sesuatu lampau mereka menjawab, &ldquo;Terserah,&rdquo; itu bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak mendapatkan respons yang diharapkan. Akibatnya, Bunda merasa bersalah dan bingung, yang justru bisa menjadi tujuan mereka.</p> <p>Mereka juga bisa menggunakan ucapan seperti ini untuk mengabaikan masalah alias emosi orang lain.</p> <p>Mereka mungkin tidak mau ikut memikirkan masalah orang lain dan memilih menghindari pembicaraan tersebut. Dengan mengatakan &ldquo;Terserah&rdquo;, mereka berupaya mengakhiri pembicaraan alias mengalihkan fokusnya.</p> <p>Nah, itulah beberapa ucapan yang sering dikatakan orang egois saat ngobrol. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.</p> <p>Bunda yang mau <em>sharing</em> soal <em>parenting</em> dan bisa dapat banyak <em>giveaway</em>, yuk <em>join</em> organisasi <b>Kincai Media</b> Squad. Daftar dan klik<strong> <a href="https://www.haibunda.com/outboundlinks?url=https%3A%2F%2Fdocs.google.com%2Fforms%2Fd%2Fe%2F1FAIpQLSc-okWTDzj2ZWIh3BNIRis8OTfk0O6_rvQzSmvXHNX3uyE3PA%2Fviewform%3Fpli%3D1" target="_blank" rel="nofollow">di SINI.</a></strong>&nbsp;Gratis!</p> <p><strong>(asa/som)</strong> </p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/cara-mengenali-orang-egois-dari-9-ucapan-yang-sering-mereka-katakan-saat-ngobrol-166846.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 11:30:20 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</author> </item> <item> <title>Fikih Riba (Bag. 16): Hilangnya Kesamarataan Dalam Transaksi Barang Ribawi (1)</title> <description>Fikih Riba (Bag. 16): Hilangnya Kesamarataan Dalam Transaksi Barang Ribawi (1). Telah disebutkan sebelumnya mengenai beberapa poin krusial pada riba jual beli yang sejenis, sekaligus dengan ketentuan-ketentuannya pada masing-masing poin, yaitu: 1) Harus ada tamatsul (sama rata) ketika terjadi penukaran peralatan ribawi yang sejenis. 2) Taqabudh (serah terima) secara langsung...</description> <media:thumbnail url="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2026/08/Hilangnya-kesamaratan-dalam-transaksi-barang-ribawi.webp"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/fikih-riba-bag-16-hilangnya-kesamarataan-dalam-transaksi-barang-ribawi-1-166845.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div><p>Telah disebutkan <a href="https://muslim.or.id/114814-fikih-riba-bag-15.html">sebelumnya</a> mengenai beberapa poin krusial pada riba jual beli yang sejenis, sekaligus dengan ketentuan-ketentuannya pada masing-masing poin, yaitu:</p><p>1) Harus ada <em>tamatsul </em>(sama rata) ketika terjadi penukaran peralatan ribawi yang sejenis.</p><p>2)<em> Taqabudh </em>(serah terima) secara langsung dan tidak boleh ada penundaan.</p><p>Dengan adanya poin-poin ini, maka dapat diketahui bahwa transaksi peralatan ribawi tidak bisa sembarangan. Harus sama rata dalam timbangan serta takaran, dan kudu dilakukan <em>taqabudh </em>(serah terima) dalam melakukan transaksi tersebut. <strong>[1]</strong></p><h2><span id="Hilangnya_kesamarataan_dalam_transaksi_barang_ribawi_yang_sejenis"></span><strong>Hilangnya kesamarataan dalam transaksi peralatan ribawi (yang sejenis)</strong><span></span></h2><p>Berikut ini adalah hal-hal yang dapat menghilangkan kesamarataan ketika terjadi transaksi penukaran alias jual beli peralatan ribawi <strong>[1]</strong>,</p><h3><span id="Adanya_penambahan_atau_pengurangan_pada_salah_satu_dari_dua_barang_ribawi_yang_sejenis"></span><strong>Adanya penambahan alias pengurangan pada salah satu dari dua peralatan ribawi yang sejenis </strong><span></span></h3><p>Sebagaimana yang telah diketahui bahwa ketika terjadi penukaran peralatan ribawi yang sejenis, maka disyaratkan adanya <em>tamatsul </em>(kesamarataan) antara kedua peralatan yang ditukar. Jika ada penambahan alias pengurangan pada salah satu peralatan yang ditukar, maka perihal ini dilarang.</p><p>Contohnya seperti menukar emas dengan emas, maka kudu sama beratnya. Jika yang mau ditukar satu gram, maka kudu ditukar kembali dengan satu gram emas; tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang dari satu gram. Jika lebih, maka transaksi ini termasuk dari kategori transaksi yang mengandung riba.</p><p><strong>Pada poin ini terdapat dua keadaan [2]:</strong></p><h4><span id="Keadaan_pertama_penambahan_atau_pengurangan_terjadi_ketika_proses_akad"></span><strong>Keadaan pertama: penambahan alias pengurangan terjadi ketika proses akad</strong><span></span></h4><p>Pada keadaan ini, janji tetap sah dan tidak ada riba padanya. Mengingat janji belum disepakati dan proses janji tetap berjalan.</p><h4><span id="Keadaan_kedua_penambahan_atau_pengurangan_terjadi_setelah_akad_selesai"></span><strong>Keadaan kedua: penambahan alias pengurangan terjadi setelah janji selesai</strong><span></span></h4><p>Pada keadaan kedua ini, gimana jika terjadi penambahan alias pengurangan pada salah satu peralatan yang ditukar?</p><p>Contohnya, A mau menukar emas miliknya seberat tiga gram dengan emas milik B seberat tiga gram pula. Tidak ada penambahan dan pengurangan dalam perihal ini, sama rata. Namun, setelah janji selesai, A menambahkan emas seberat 1 gram untuk B.</p><p>Jika disyaratkan adanya penambahan pada salah satu pihak setelah janji selesai, maka perihal ini jelas tidak diperbolehkan dan masuk dalam kategori riba. Adapun jika tidak disyaratkan, sebagian ustadz menarik persoalan ini dan dikategorikan termasuk dari pembahasan <em>hibah </em>(pemberian).</p><p>Dr. Abdul &rsquo;Azhim Jalal Abu Zaid menuturkan,</p><p><span>&#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1607;&#1616;&#1576;&#1614;&#1577;&#1615; &#1594;&#1614;&#1610;&#1618;&#1585;&#1614; &#1605;&#1614;&#1588;&#1618;&#1585;&#1615;&#1608;&#1591;&#1614;&#1577;&#1613; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1593;&#1614;&#1602;&#1618;&#1583;&#1616; &#1575;&#1604;&#1617;&#1614;&#1584;&#1616;&#1610; &#1576;&#1614;&#1610;&#1618;&#1593;&#1615; &#1601;&#1616;&#1610;&#1607;&#1616; &#1575;&#1604;&#1593;&#1616;&#1608;&#1614;&#1590;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616; &#1575;&#1604;&#1585;&#1617;&#1616;&#1576;&#1614;&#1608;&#1616;&#1610;&#1617;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1615;&#1578;&#1614;&#1580;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1587;&#1614;&#1575;&#1606;&#1616;&#1548; &#1601;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1571;&#1614;&#1579;&#1614;&#1585;&#1614; &#1604;&#1614;&#1607;&#1614;&#1575; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1593;&#1614;&#1602;&#1618;&#1583;&#1616;&#1548; &#1601;&#1614;&#1604;&#1614;&#1608;&#1618; &#1575;&#1588;&#1618;&#1578;&#1614;&#1585;&#1614;&#1609; &#1589;&#1614;&#1575;&#1593;&#1575;&#1611; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1581;&#1616;&#1606;&#1618;&#1591;&#1614;&#1577;&#1613; &#1576;&#1616;&#1589;&#1614;&#1575;&#1593;&#1613; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1614;&#1575; &#1579;&#1615;&#1605;&#1617;&#1614; &#1586;&#1614;&#1575;&#1583;&#1614;&#1607;&#1615; &#1588;&#1614;&#1610;&#1618;&#1574;&#1575;&#1611; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618;&#1607;&#1614;&#1575; &#1607;&#1616;&#1576;&#1614;&#1577;&#1611;&#1548; &#1589;&#1614;&#1581;&#1617;&#1614;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1607;&#1616;&#1576;&#1614;&#1577;&#1615; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1605;&#1618; &#1578;&#1615;&#1572;&#1614;&#1579;&#1617;&#1616;&#1585;&#1618; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1593;&#1614;&#1602;&#1618;&#1583;&#1616;. &#1608;&#1614;&#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1607;&#1614;&#1584;&#1614;&#1575;&#1548; &#1604;&#1614;&#1608;&#1618; &#1580;&#1614;&#1585;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1581;&#1614;&#1591;&#1617;&#1615; &#1571;&#1614;&#1608;&#1618; &#1575;&#1604;&#1586;&#1617;&#1616;&#1610;&#1614;&#1575;&#1583;&#1614;&#1577;&#1615; &#1576;&#1616;&#1604;&#1614;&#1601;&#1618;&#1592;&#1616; &#1575;&#1604;&#1607;&#1616;&#1576;&#1614;&#1577;&#1616;&#1548; &#1604;&#1614;&#1589;&#1614;&#1581;&#1617;&#1614; &#1584;&#1614;&#1604;&#1616;&#1603;&#1614;&#1548; &#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1605;&#1614;&#1575; &#1571;&#1614;&#1579;&#1614;&#1585;&#1612; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1593;&#1614;&#1602;&#1618;&#1583;&#1616;</span></p><p><em>&ldquo;Jika hibah tersebut tidak disyaratkan ketika proses janji jual beli dua peralatan ribawi yang sejenis, maka hibah itu tidak berpengaruh terhadap keabsahan akad. </em><em>Meskipun seseorang menjual satu sha&rsquo; gandum dengan satu sha&rsquo; gandum serupa yang kemudian dia memberikan penambahan berupa hibah, maka akadnya tetap sah. Artinya, jika terdapat penambahan alias pengurangan dengan lafaz hibah, maka sah akadnya, dan perihal itu tidak berpengaruh negatif terhadap keabsahan akad.&rdquo;</em> <strong>[3]</strong></p><p>Pendapat ini merupakan pendapat para ustadz Hanafiyah, kendati pendapat ini tetap diperselisihkan di internal ustadz Hanafiyah. <em>Al-Imam</em> Abu Hanifah <em>rahimahullah </em>sendiri beranggapan tidak boleh adanya penambahan dan pengurangan setelah janji selesai.</p><p>Murid <em>Al-Imam</em> Abu Hanifah, ialah <em>Al-Imam</em> Muhammad bin Al-Hasan <em>rahimahullah, </em>membedakan antara penambahan dan pengurangan setelah janji selesai. Menurut beliau, tidak boleh hukumnya menambah sesuatu apapun setelah transaksi peralatan ribawi selesai; adapun pengurangan, maka hukumnya boleh.</p><p>Intinya, jika memang disyaratkan di awal adanya penambahan alias pengurangan pada transaksi tersebut, maka jelas tidak diperbolehkan. Adapun jika tidak disyaratkan di awal akad, kemudian janji telah berhujung dan terdapat tambahan, sebagian ustadz mengarahkan alias mengkategorikan pembahasan ini termasuk dari <em>hibah</em>.</p><p>Namun, seorang muslim tentunya lebih baik berhati-hati dalam perihal ini. Tatkala ada celah untuk mengatakan bahwa tambahan itu termasuk <em>hibah</em>, maka dikhawatirkan seseorang bakal bermudah-mudahan dalam perihal ini. Ia bakal beranggapan bahwa yang terpenting tidak disyaratkan di awal akad; ketika janji telah selesai, dia tinggal diberikan tambahan dari transaksi tukar-menukar peralatan ribawi yang sejenis.</p><p>Sehingga alangkah baiknya jika kita mengambil pendapat yang lebih selamat, ialah pendapat yang mengatakan tidak diperbolehkan adanya tambahan alias pengurangan setelah janji selesai, baik disyaratkan sebelum janji ataupun tidak. Yang demikian ini merupakan pendapat jumhur ulama. <strong>[4]</strong></p><h3><span id="Terdapat_aib_atau_cacat_pada_salah_satu_barang_ribawi_yang_sejenis"></span><strong>Terdapat kejelekan alias abnormal pada salah satu peralatan ribawi yang sejenis</strong><span></span></h3><p>Tentunya, kejelekan alias abnormal yang dimaksud di sini adalah kejelekan yang memang ada sebelum akad. Dalam perihal ini terbagi menjadi dua,</p><p>&ndash; Jika kejelekan alias abnormal dapat terdeteksi ketika proses janji berlangsung, maka pada saat itu juga janji bisa dibatalkan dan tidak boleh adanya penambahan.</p><p>Contohnya jika terdapat goresan alias perihal lainnya pada emas yang mau ditukar dan mengurangi kadar beratnya. Dalam kasus ini, janji bisa dibatalkan saat itu juga alias ditukar dengan emas lainnya yang tidak ada kejelekan alias abnormal padanya.</p><p>Dan tidak boleh adanya penambahan, misalnya: lantaran terdapat kejelekan alias abnormal pada salah satu emas, kemudian ditambahkan dengan beberapa gram emas lagi sebagai corak tukar rugi dari kejelekan tersebut. Hal semacam ini tidak diperbolehkan.</p><p>Solusinya adalah jika memungkinkan, diganti dengan emas lainnya yang tidak ada kejelekan alias cacatnya. Jika tidak memungkinkan, maka janji tersebut kudu dibatalkan.</p><p>&ndash; Jika kejelekan alias abnormal tidak dapat terdeteksi ketika proses janji berjalan dan baru ketahuan adanya kejelekan alias abnormal setelah janji selesai, apakah boleh adanya penambahan sebagai corak tukar rugi atas kejelekan alias abnormal tersebut?</p><p>Dalam kasus semacam ini, jumhur ustadz tidak membolehkan adanya penambahan dalam rangka tukar rugi atas kejelekan alias cacat. Jika ada penambahan sebagai corak tukar rugi, maka yang demikian itu termasuk dalam kategori riba <em>fadhl</em>. <strong>[4]</strong></p><p>Solusinya: jika janji selesai dan terdapat kejelekan alias abnormal yang memang sudah ada sebelum janji dilakukan, maka janji tersebut bisa di-<em>faskh </em>(dibatalkan).</p><p><em>Wallahu a&rsquo;lam</em>.</p><p><span><strong>[Bersambung]</strong></span></p><p><a href="https://muslim.or.id/114814-fikih-riba-bag-15.html">KEMBALI KE BAGIAN 15</a></p><p><strong>***</strong></p><p>Depok, 9 Safar 1447/ 24 Juli 2026</p><p><strong>Penulis: <span>Muhammad Zia Abdurrofi</span></strong></p><p><strong>Artikel <span><b>Kincai Media</b></span></strong></p><p><strong>Catatan kaki:</strong></p><p><strong>[1]</strong> <em>Al-Mufasshal fi Fiqhil Hanafi, </em>hal. 192.</p><p><strong>[2]</strong> Pembahasan ini bisa dilihat di kitab <em>Shahih Fiqih Sunnah/Kasyful Akinnah </em>(5: 197), dan <em>Fiqh Ar-Riba, </em>hal. 262.</p><p><strong>[3]</strong> <em>Fiqh Ar-Riba, </em>hal. 262.</p><p><strong>[4]</strong> <em>Shahih Fiqih Sunnah, </em>5: 198.</p><p><strong>Referensi:</strong></p><p>&ndash; Abu M&#257;lik Kam&#257;l bin Sayyid S&#257;lim. <em>&#7778;</em><em>a</em><em>&#7717;</em><em>&#299;</em><em>&#7717;</em><em> Fiqh as-Sunnah/Kaysful Akinnah</em>. Jilid 5. Cet. ke-2. Mesir: Maktabah at-Tauf&#299;qiyyah, 2016.</p><p>&ndash; Ab&#363; Zayd, &#703;Abd al-&#703;A&#7827;&#299;m Jal&#257;l. <em>Fiqh ar-Rib&#257;: Dir&#257;sah Muq&#257;ranah wa Sh&#257;milah li at-Ta</em><em>&#7789;</em><em>b&#299;q&#257;t al-Mu</em><em>&#703;</em><em>&#257;</em><em>&#7779;</em><em>irah</em>. Cet. ke-1. Beirut: Mu&#702;assasah ar-Ris&#257;lah, 1425 H/2004 M.</p><p>&ndash; Mu&#7717;ammad M&#257;jid. <em>Al-Mufa</em><em>&#7779;&#7779;</em><em>al f&#299; al-Fiqh al-</em><em>&#7716;</em><em>anaf&#299;: al-Amw&#257;l wa al-Mu</em><em>&#703;</em><em>&#257;</em><em>mal</em><em>&#257;</em><em>t al-M</em><em>&#257;</em><em>liyyah</em>. Cet. ke-1. Beirut: D&#257;r al-Mustaqbal, 1426 H/2005 M.</p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/fikih-riba-bag-16-hilangnya-kesamarataan-dalam-transaksi-barang-ribawi-1-166845.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 11:30:18 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</author> </item> <item> <title>Memahami Nusyūz Dalam Islam (Bag. 1): Pengertian Dan Dalil Nusyūz</title> <description>Memahami Nusyūz Dalam Islam (Bag. 1): Pengertian Dan Dalil Nusyūz. Pendahuluan Kata nusyūz sudah tidak asing di telinga kaum Muslim, terutama mereka yang pernah mengikuti kajian fikih family alias membaca buku-buku tentang pernikahan. Namun ironisnya, semakin sering kata ini diucapkan, semakin besar pula kesempatan dia disalahpahami. Sebagian besar masyarakat Muslim...</description> <media:thumbnail url="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2025/03/Donasi-Muslimahorid-3.webp"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/memahami-nusyuz-dalam-islam-bag-1-pengertian-dan-dalil-nusyuz-166839.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div><h2><span id="Pendahuluan"></span><strong><b>Pendahuluan</b></strong><span></span></h2><p>Kata <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;sudah tidak asing di telinga kaum Muslim, terutama mereka yang pernah mengikuti kajian fikih family alias membaca buku-buku tentang pernikahan. Namun ironisnya, semakin sering kata ini diucapkan, semakin besar pula kesempatan dia disalahpahami.</p><p>Sebagian besar masyarakat Muslim &mdash; apalagi tidak sedikit di kalangan terpelajar &mdash; memahami <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;semata sebagai &ldquo;kedurhakaan istri kepada suami.&rdquo; Akibatnya, kata ini sering kali dilontarkan secara sepihak: suami menyebut istrinya <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;ketika sang istri tidak menuruti kemauannya, tanpa memeriksa terlebih dulu apakah kemauan itu memang termasuk kewenangan yang wajib dipenuhi secara <em><i>syar&rsquo;i</i></em>&nbsp;atau tidak.</p><p>Lebih jauh lagi, ada yang menjadikan tuduhan <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;sebagai senjata dalam bentrok rumah tangga &mdash; perangkat untuk menekan, memojokkan, alias apalagi menghapus kewenangan pasangan. Ini adalah pemahaman yang tidak hanya keliru secara fikih, tetapi juga rawan secara sosial.</p><p>Padahal, Al-Qur&rsquo;an sendiri menyebut kata <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;dalam dua konteks yang berbeda: satu berangkaian dengan istri (QS. An-Nis&#257;&rsquo;: 34) dan satu lagi berangkaian dengan suami (QS. An-Nis&#257;&rsquo;: 128). Ini isyarat yang sangat jelas bahwa <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;bukan monopoli satu pihak. Para ustadz dari beragam ajaran pun membahasnya dalam dua arah tersebut secara berimbang.</p><p>Artikel ini bakal membahas dan meluruskan pemahaman tersebut. Dimulai dari akar kata, arti bahasa, hingga pengertian hukum &mdash; agar pembaca mendapatkan gambaran yang utuh, adil, dan berdasarkan ilmu. Sebab memahami <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;dengan betul adalah langkah pertama menuju penanganan yang betul pula.</p><div><p><a href="https://kotakinfaq.com/campaign/donasi-dakwah-digital/" aria-label="Visit advertisement link" target="_blank" rel="nofollow noopener external noreferrer" data-wpel-link="external"> <img width="1080" height="1080" src="https://muslimah.or.id/wp-content/themes/jnews/assets/img/jeg-empty.png" data-src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2025/03/Donasi-Muslimahorid-3.webp" alt="Donasi <b>Kincai Media</b>" data-pin-no-hover="true"> </a></p></div><h2><span id="Makna_Nusyuz_Secara_Bahasa"></span><strong><b>Makna Nusy&#363;z</b></strong><strong><em><b><i>&nbsp;</i></b></em></strong><strong><b>Secara Bahasa</b></strong><span></span></h2><p>Secara bahasa, kata <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;(&#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1615;&#1588;&#1615;&#1608;&#1586;&#1615;) berasal dari akar kata <em><i>nasyaza &ndash; yansyuzu &ndash; nusyuuzan</i></em>&nbsp;(&#1606;&#1614;&#1588;&#1614;&#1586;&#1614; &ndash; &#1610;&#1614;&#1606;&#1618;&#1588;&#1615;&#1586;&#1615; &ndash; &#1606;&#1615;&#1588;&#1615;&#1608;&#1586;&#1611;&#1575;) yang secara harfiah berarti:</p><p>&ldquo;Meninggi, menonjol keluar dari tempatnya, alias menjauh.&rdquo;</p><p>Ibnu Manzhur <em><i>rahimahull&#257;h</i></em>&nbsp;menjelaskan:</p><p><span>&#1575;&#1604;&#1606;&#1614;&#1617;&#1588;&#1614;&#1586;&#1615;: &#1575;&#1604;&#1605;&#1603;&#1575;&#1606;&#1615; &#1575;&#1604;&#1605;&#1585;&#1578;&#1601;&#1593;&#1615; &#1605;&#1606; &#1575;&#1604;&#1571;&#1585;&#1590;</span></p><p>&ldquo;An-nashaz adalah tempat yang tinggi/menonjol dari permukaan tanah.&rdquo; (<em><i>Lisan al-Arab</i></em>, 5/ 415)</p><p>Dari makna asal ini, kemudian lahir makna kiasan yang dipakai dalam konteks hubungan manusia: seseorang yang meningkatkan dirinya dari posisi yang semestinya, menonjolkan diri melampaui pemisah yang ditentukan, alias beranjak dari tempat yang semestinya dia tempati. Yang artinya menjadi &ldquo;membangkang&rdquo;, &ldquo;mengingkari&rdquo;, alias &ldquo;menjauh dari posisi dan tanggungjawab yang semestinya&rdquo;.</p><h3><span id="Penggunaan_dalam_Bahasa_Arab_Klasik"></span><strong><b>Penggunaan dalam Bahasa Arab Klasik</b></strong><span></span></h3><p>Dalam pemakaian bahasa Arab klasik, kata <em><i>nas</i></em><em><i>y</i></em><em><i>az</i></em>&nbsp;digunakan dalam beberapa konteks, di antaranya:</p><p><strong><b>Pertama,</b></strong>&nbsp;untuk menggambarkan seseorang yang bangkit alias berdiri dari tempat duduknya. Allah <em><i>Ta&rsquo;ala</i></em>&nbsp;berfirman:</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1584;&#1614;&#1575; &#1602;&#1616;&#1610;&#1604;&#1614; &#1575;&#1606;&#1588;&#1615;&#1586;&#1615;&#1608;&#1575; &#1601;&#1614;&#1575;&#1606;&#1588;&#1615;&#1586;&#1615;&#1608;&#1575;</span></p><p><em><i>&ldquo;Dan andaikan dikatakan, &lsquo;Berdirilah kamu,&rsquo; maka berdirilah.&rdquo;</i></em>&nbsp;(QS. Al-Muj&#257;dalah: 11)</p><p>Dalam ayat ini, kata <em><i>unsyuz&#363;</i></em>&nbsp;(&#1575;&#1606;&#1588;&#1615;&#1586;&#1615;&#1608;&#1575;) yang satu akar dengan <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;digunakan dalam makna harfiah: bangkit berdiri, bergerak dari posisi duduk. Ini mempertegas bahwa makna asal kata ini adalah pergerakan dari satu posisi ke posisi lain.</p><p><strong><b>Kedua,</b></strong>&nbsp;dalam konteks hubungan suami istri, kata ini digunakan untuk menggambarkan sikap salah satu pihak yang beranjak dari posisi dan peran yang semestinya dia tunaikan dalam rumah tangga.</p><p>Al-Fairuzabadi <em><i>rahimahull&#257;h</i></em>&nbsp;mencatat:</p><p><span>&#1606;&#1614;&#1588;&#1614;&#1586;&#1614;&#1578;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1585;&#1618;&#1571;&#1614;&#1577;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1609; &#1586;&#1614;&#1608;&#1618;&#1580;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575;: &#1575;&#1587;&#1618;&#1578;&#1614;&#1593;&#1618;&#1589;&#1614;&#1578;&#1618; &#1608;&#1614;&#1575;&#1585;&#1618;&#1578;&#1614;&#1601;&#1614;&#1593;&#1614;&#1578;&#1618; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;</span></p><p><em><i>&ldquo;</i></em></p><p><em><i>&ldquo;Nasyazat al-mar&rsquo;ah &lsquo;al&#257; zaujiha </i></em>artinya wanita itu membangkang dan mengangkat dirinya di atas suaminya.&rdquo; (<em><i>Al-Q&#257;m&#363;s al-Mu&#7717;&#299;&#7789;</i></em>, hlm. 554)</p><h2><span><strong><b>Pengertian </b></strong><strong><b>Nusy&#363;z</b></strong><b></b><strong><em><b><i>&nbsp;</i></b></em></strong><strong><b>Menurut Syariat</b></strong></span><span></span></h2><h3><span id="Definisi_Para_Fuqaha"></span><strong><b>Definisi Para </b></strong><strong><em><b><i>Fuqaha</i></b></em></strong><span></span></h3><p>Setelah memahami makna bahasa, para ustadz fikih (<em><i>fuqaha</i></em>) kemudian merumuskan pengertian <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;secara istilah syariat. Menariknya, nyaris seluruh ajaran fikih membahas <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;dalam dua arah sekaligus: dari pihak istri dan dari pihak suami &mdash; meskipun dengan porsi pembahasan yang berbeda.</p><h4><span id="Mazhab_Syafii"></span><strong><b>Mazhab Syafi&rsquo;i</b></strong><span></span></h4><p>An-Nawawi <em><i>rahimahull&#257;h</i></em>&nbsp; mendefinisikan <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;istri sebagai:</p><p><span>&#1606;&#1615;&#1588;&#1615;&#1608;&#1586;&#1615; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1585;&#1618;&#1571;&#1614;&#1577;&#1616;: &#1582;&#1615;&#1585;&#1615;&#1608;&#1580;&#1615;&#1607;&#1614;&#1575; &#1593;&#1614;&#1606;&#1618; &#1591;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1577;&#1616; &#1575;&#1604;&#1586;&#1614;&#1617;&#1608;&#1618;&#1580;&#1616; &#1575;&#1604;&#1618;&#1608;&#1614;&#1575;&#1580;&#1616;&#1576;&#1614;&#1577;&#1616;</span></p><p><em><i>&ldquo;</i></em></p><p><em><i>&ldquo;Nusy&#363;z </i></em>perempuan adalah keluarnya dia dari ketaatan yang wajib kepada suami.&rdquo; (<em><i>Raw&#7693;ah al-&#7788;&#257;lib&#299;n</i></em>, 7/ 340)</p><p>Kata kunci dalam arti ini adalah <em><i>al-&#7789;&#257;&#703;ah al-w&#257;jibah</i></em>&nbsp;&mdash; ketaatan yang diwajibkan. Ini penting: bukan sembarang ketidakpatuhan, melainkan pelanggaran terhadap tanggungjawab yang memang ditetapkan hukum dalam janji nikah.</p><h4><span id="Mazhab_Hanbali"></span><strong><b>Mazhab Hanbali</b></strong><span></span></h4><p>Ibnu Qudamah <em><i>rahimahull&#257;h</i></em>&nbsp;&nbsp; memperluas cakupan dengan mendefinisikan <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;sebagai berikut:</p><p><span>&#1605;&#1614;&#1593;&#1618;&#1606;&#1614;&#1609; &#1575;&#1604;&#1606;&#1617;&#1615;&#1588;&#1615;&#1608;&#1586;&#1616; &#1605;&#1614;&#1593;&#1618;&#1589;&#1616;&#1610;&#1614;&#1577;&#1615; &#1575;&#1604;&#1586;&#1617;&#1614;&#1608;&#1618;&#1580;&#1616; &#1601;&#1616;&#1610;&#1605;&#1614;&#1575; &#1601;&#1614;&#1585;&#1614;&#1590;&#1614; &#1575;&#1604;&#1604;&#1617;&#1614;&#1607;&#1615; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1614;&#1575; &#1605;&#1616;&#1606;&#1618; &#1591;&#1614;&#1575;&#1593;&#1614;&#1578;&#1616;&#1607;&#1616;</span></p><p>&ldquo;Makna<em><i> nusy&#363;z&nbsp;</i></em>adalah seorang istri bermaksiat kepada suaminya dalam perkara yang Allah wajibkan atasnya untuk ditaati.&rdquo; (<em><i>Al-Mughn&#299;</i></em>, 7/ 242)</p><h4><span id="Mazhab_Maliki"></span><strong><b>Mazhab Maliki</b></strong><span></span></h4><p>Ibnu Rusyd al-&#7716;af&#299;d <em><i>rahimahull&#257;h</i></em>&nbsp; mendefinisikan&nbsp;<em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;secara ringkas sebagai penolakan untuk menunaikan kewenangan yang wajib ditunaikan kepada pasangan (<em><i>al-imtin&#257;&#703; &#703;an al-&#7717;aqq</i></em>), yang menurutnya mencakup dua arah &mdash; dari istri maupun dari suami. (<em><i>Bid&#257;yat al-Mujtahid wa Nih&#257;yat al-Muqta&#7779;id</i></em>, Bab <em><i>Nusy&#363;z</i></em>)</p><h3><span id="Kesimpulan"></span><strong><b>Kesimpulan</b></strong><span></span></h3><p>Merujuk pada penjelasan Syekh&nbsp;Mu&#7717;ammad bin &#7778;&#257;li&#7717; al-&lsquo;Utsaim&#299;n <em><i>rahimahull&#257;h</i></em>&nbsp;&nbsp;dalam <em><i>Asy-Syar&#7717; al-Mumti</i></em>&lsquo; (13/147), dapat disimpulkan bahwa penetapan norma <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;tidak bisa dilakukan hanya berasas perbedaan pendapat (antara suami-istri), kelelahan fisik, alias kekurangan yang tidak disengaja. Menurutnya, <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;mensyaratkan adanya unsur kesengajaan <em><i>(&lsquo;amd</i></em>), pengingkaran terhadap kewenangan pasangan (<em><i>ink&#257;r al-&#7717;aq</i></em>), serta ketiadaan uzur <em><i>syar&lsquo;i</i></em>&nbsp;(<em><i>&lsquo;adam al-&lsquo;udhr al-syar&lsquo;&#299;</i></em>). Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;bersifat dua arah dan dapat terjadi pada suami (<em><i>nusy&#363;z al-zauj</i></em>). Hal ini terwujud ketika suami mengabaikan nafkah wajib, melakukan kezaliman bentuk maupun verbal, alias menelantarkan istri tanpa argumen yang dapat dibenarkan oleh syariat.</p><p>Penting untuk membedakan antara <em><i>nusy&#363;z</i></em>, perselisihan biasa, dan kekurangan yang tidak disengaja. Perselisihan biasa adalah bagian dari dinamika rumah tangga yang wajar dan diselesaikan dengan musyawarah. Kekurangan yang tidak disengaja&mdash;seperti lupa, sakit, alias keterbatasan kemampuan&mdash;<strong><b>tidak masuk</b></strong>&nbsp;kategori <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;karena tidak ada unsur pembangkangan.</p><h2><span id="Dasar-Dasar_Nusyuz_dalam_Al-Quran"></span><span><strong><b>Dasar-Dasar <em><i>Nusy&#363;z</i></em></b></strong><strong><em><b><i>&nbsp;</i></b></em></strong><strong><b>dalam Al-Qur&rsquo;an</b></strong></span><span></span></h2><p>Al-Qur&rsquo;an menjadi sumber primer yang membahas <em><i>nusy&#363;z </i></em>secara seimbang, baik yang dilakukan istri maupun suami. Dua ayat kunci menjadi rujukan utama:</p><p><strong><b>Pertama,</b></strong> QS. An-Nis&#257;&rsquo; ayat 34 &mdash; N<em><i>usy&#363;z </i></em>dari pihak istri.</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1604;&#1614;&#1617;&#1575;&#1578;&#1616;&#1610; &#1578;&#1614;&#1582;&#1614;&#1575;&#1601;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614; &#1606;&#1615;&#1588;&#1615;&#1608;&#1586;&#1614;&#1607;&#1615;&#1606;&#1614;&#1617; &#1601;&#1614;&#1593;&#1616;&#1592;&#1615;&#1608;&#1607;&#1615;&#1606;&#1614;&#1617; &#1608;&#1614;&#1575;&#1607;&#1618;&#1580;&#1615;&#1585;&#1615;&#1608;&#1607;&#1615;&#1606;&#1614;&#1617; &#1601;&#1616;&#1610; &#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1590;&#1614;&#1575;&#1580;&#1616;&#1593;&#1616; &#1608;&#1614;&#1575;&#1590;&#1618;&#1585;&#1616;&#1576;&#1615;&#1608;&#1607;&#1615;&#1606;&#1614;&#1617; &#1750; &#1601;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1618; &#1571;&#1614;&#1591;&#1614;&#1593;&#1618;&#1606;&#1614;&#1603;&#1615;&#1605;&#1618; &#1601;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1578;&#1614;&#1576;&#1618;&#1594;&#1615;&#1608;&#1575; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1606;&#1614;&#1617; &#1587;&#1614;&#1576;&#1616;&#1610;&#1604;&#1611;&#1575; &#1751; &#1573;&#1616;&#1606;&#1614;&#1617; &#1575;&#1604;&#1604;&#1614;&#1617;&#1607;&#1614; &#1603;&#1614;&#1575;&#1606;&#1614; &#1593;&#1614;&#1604;&#1616;&#1610;&#1611;&#1617;&#1575; &#1603;&#1614;&#1576;&#1616;&#1610;&#1585;&#1611;&#1575;</span></p><p><em><i>&ldquo;Dan wanita-wanita yang Anda khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka, pisahkanlah mereka di tempat tidur, dan (kalau perlu) pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah Anda mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sungguh, Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.&rdquo;</i></em>&nbsp;(QS. An-Nis&#257;&rsquo;: 34)</p><p>Beberapa poin krusial dari ayat ini:</p><ul><li>Ayat menggunakan kata <em><i>takh&#257;f&#363;na </i></em>(&#1578;&#1614;&#1582;&#1614;&#1575;&#1601;&#1615;&#1608;&#1606;&#1614;) &mdash; &ldquo;yang Anda khawatirkan.&rdquo; Para ustadz tafsir mencatat bahwa tindakan penanganan <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;boleh dimulai apalagi ketika <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;baru tampak tanda-tandanya, sebelum betul-betul terjadi secara penuh. Ini menunjukkan bahwa hukum mendorong penanganan dini, bukan pembiaran. (<em><i>Tafs&#299;r al-Qur&rsquo;&#257;n al-&lsquo;A&#7827;&#299;m</i></em>, jil. 2, tafsir QS. An-Nis&#257;&rsquo; ayat 34.)</li><li>Ayat menetapkan tiga tahap penanganan yang berjenjang: nasihat (<em><i>maw&#703;i&#7827;ah</i></em>), pisah ranjang (<em><i>hajr fil ma&#7693;&#257;ji&#703;</i></em>), dan sebagai pilihan terakhir yang sangat dibatasi: pukulan ringan yang tidak menyakiti (<em><i>&#7693;arb ghayru mubri&#7717;</i></em>). Urutan ini menunjukkan prinsip syariat: gunakan langkah yang paling ringan terlebih dahulu.</li><li>Ayat diakhiri dengan &ldquo;maka janganlah Anda mencari-cari jalan (alasan) untuk menyusahkan mereka&rdquo; &mdash; ini pesan tegas bahwa ketika <em><i>nusy&#363;z</i></em>sudah berakhir, suami tidak boleh menggunakannya sebagai argumen balas dendam alias penindasan.</li></ul><p><strong><b>Kedua,</b></strong>&nbsp;QS. An-Nis&#257;&rsquo; ayat 128 &mdash; <em><i>Nusy&#363;z</i></em>&nbsp;dari pihak suami.</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1573;&#1616;&#1606;&#1616; &#1575;&#1605;&#1618;&#1585;&#1614;&#1571;&#1614;&#1577;&#1612; &#1582;&#1614;&#1575;&#1601;&#1614;&#1578;&#1618; &#1605;&#1616;&#1606; &#1576;&#1614;&#1593;&#1618;&#1604;&#1616;&#1607;&#1614;&#1575; &#1606;&#1615;&#1588;&#1615;&#1608;&#1586;&#1611;&#1575; &#1571;&#1614;&#1608;&#1618; &#1573;&#1616;&#1593;&#1618;&#1585;&#1614;&#1575;&#1590;&#1611;&#1575; &#1601;&#1614;&#1604;&#1614;&#1575; &#1580;&#1615;&#1606;&#1614;&#1575;&#1581;&#1614; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1605;&#1614;&#1575; &#1571;&#1614;&#1606; &#1610;&#1615;&#1589;&#1618;&#1604;&#1616;&#1581;&#1614;&#1575; &#1576;&#1614;&#1610;&#1618;&#1606;&#1614;&#1607;&#1615;&#1605;&#1614;&#1575; &#1589;&#1615;&#1604;&#1618;&#1581;&#1611;&#1575; &#1754; &#1608;&#1614;&#1575;&#1604;&#1589;&#1615;&#1617;&#1604;&#1618;&#1581;&#1615; &#1582;&#1614;&#1610;&#1618;&#1585;&#1612;</span></p><p><em><i>&ldquo;Dan jika seorang wanita cemas bakal nusyuuz alias sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak ada dosa bagi keduanya untuk mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya. Dan perdamaian itu lebih baik.&rdquo;</i></em>&nbsp;(QS. An-Nis&#257;&rsquo;: 128)</p><p>Ayat ini menunjukkan bahwa <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;juga dapat dilakukan suami. Dan <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;suami berbareng <em><i>i&#703;r&#257;&#7693;</i></em>&nbsp;(&#1573;&#1593;&#1585;&#1575;&#1590;) &mdash; sikap beralih alias tidak acuh. Para ustadz memahami keduanya sebagai dua corak <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;suami yang saling melengkapi: <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;dalam corak aktif (menyakiti, mengabaikan kewajiban) dan <em><i>nusy&#363;z</i></em> dalam corak pasif (berpaling, mendinginkan hubungan tanpa argumen yang benar).</p><h2><span id="Hikmah_Penyebutan_Nusyuz_pada_Dua_Pihak"></span><span><strong><b>Hikmah Penyebutan <em><i>Nusy&#363;z</i></em></b></strong><strong><em><b><i>&nbsp;</i></b></em></strong><strong><b>pada Dua Pihak</b></strong></span><span></span></h2><p>Para ustadz menyebut beberapa hikmah kenapa Al-Qur&rsquo;an menyebut <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;untuk suami maupun istri:</p><p><strong><b>Pertama</b></strong>&nbsp;&mdash; Prinsip keadilan syariat. Islam tidak membebankan tanggungjawab secara sepihak. Jika istri diwajibkan alim dalam batas-batas syariat, suami pun diwajibkan bertindak adil, memberikan nafkah, dan berbaur dengan baik. Pelanggaran dari dua sisi ini sama-sama diakui dan diatur.</p><p><strong><b>Kedua </b></strong>&mdash; Menjaga keseimbangan relasi. Dengan menyebut <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;pada kedua pihak, Al-Qur&rsquo;an menempatkan suami dan istri sebagai dua pihak yang mempunyai kewenangan sekaligus tanggungjawab &mdash; bukan hubungan tuan dan hamba. Ini sejalan dengan firman Allah:</p><p><span>&#1608;&#1614;&#1604;&#1614;&#1607;&#1615;&#1606;&#1614;&#1617; &#1605;&#1616;&#1579;&#1618;&#1604;&#1615; &#1575;&#1604;&#1614;&#1617;&#1584;&#1616;&#1610; &#1593;&#1614;&#1604;&#1614;&#1610;&#1618;&#1607;&#1616;&#1606;&#1614;&#1617; &#1576;&#1616;&#1575;&#1604;&#1618;&#1605;&#1614;&#1593;&#1618;&#1585;&#1615;&#1608;&#1601;&#1616;</span></p><p><em><i>&ldquo;Dan para wanita mempunyai kewenangan yang seimbang dengan kewajibannya menurut langkah yang patut.&rdquo;</i></em>&nbsp;(QS. Al-Baqarah: 228)</p><p><strong><b>Ketiga </b></strong>&mdash; Penanganan yang berbeda sesuai konteks. Hikmah lain adalah bahwa hukum memberikan sistem penanganan yang berbeda untuk <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;istri (tiga tahap dalam QS. An-Nis&#257;&rsquo;: 34) dan <em><i>nusy&#363;z</i></em>&nbsp;suami (jalan <em><i>&#7779;ul&#7717;</i></em>&nbsp;-perdamaian melalui negosiasi dan kompromi- dalam QS. An-Nis&#257;&rsquo;: 128). Ini menunjukkan keadilan hukum dalam menangani kondisi suami dan istri sesuai karakter masing-masing, mempertimbangkan realitas sosial dan fitrah penciptaan.</p><p><em><i>Wa</i></em><em><i>&nbsp;</i></em><em><i>Allahu Ta&rsquo;ala A&rsquo;lam</i></em></p><p>Semoga bermanfaat.</p><p><strong><b>[Bersambung]</b></strong></p><p>***</p><p><strong><b>Penulis: </b></strong><span><strong><b>Junaidi, S.H., M.H.</b></strong></span></p><p><strong><b>Artikel </b></strong><span><strong><b><b>Kincai Media</b></b></strong></span></p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/memahami-nusyuz-dalam-islam-bag-1-pengertian-dan-dalil-nusyuz-166839.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 10:01:03 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</author> </item> <item> <title>Curahan Hati Shireen Sungkar Kenang Orang Tua Cerai, Bahagia Saat Bisa Saling Memaafkan</title> <description>Curahan Hati Shireen Sungkar Kenang Orang Tua Cerai, Bahagia Saat Bisa Saling Memaafkan. Shireen Sungkar mengungkap emosi tentang perceraian orang tuanya yang terjadi pada tahun 2010. Seperti apa ceritanya? Simak kisah lengkapnya berikut ini.</description> <media:thumbnail url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2024/11/22/shireen-sungkar_169.jpeg?w=650"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/curahan-hati-shireen-sungkar-kenang-orang-tua-cerai-bahagia-saat-bisa-saling-memaafkan-166837.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div> <p> </p><p>Artis Shireen Sungkar merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Orang tuanya, Mark Sungkar dan Fenny Bauty, telah berpisah pada tahun 2010.</p> <p>Saat orang tuanya bercerai, Shireen berumur 18 tahun. Meski sudah dewasa, Shireen mengaku bahwa perceraian orang tuanya menjadi momen terberat dalam hidup.</p> <p>Aku waktu mini kan ngadepin orang tua, yang <em>Qadarullah</em> Allah takdirnya bercerai. Jujur memang sebagai anak, itu salah satu yang paling berat buat aku," kata Shireen dikutip dari IG @shireensungkar.</p> <div> <p> </p> <p> </p> </div><br> <p>"Ini <em>point of view</em> saya sebagai anak yang pernah ngerasain. Waktu dulu itu perihal yang paling bikin kita senang adalah ketika orang tua kita baik," sambungnya.</p> <p>Saat ini, Shireen mengaku sudah bisa menerima perpisahan orang tuanya. Apalagi, kedua orang tuanya sudah saling mengampuni dan telah hidup senang dengan pasangan masing-masing.</p> <p>"Walaupun tidak balikan, kita sebagai anak tuh senang banget. Alhamdulillah Allah kasih takdir dengan pasangan masing-masing sekarang," ungkap Shireen.</p> <p>"Enggak apa-apa, yang krusial hubungan mereka baik gitu. Itu salah satu momen ter-happy saya dalam hidup pas tau orang tua saya itu sudah bisa saling memaafkan," lanjutnya.</p> <h2 id="orang-tua-sempat-saling-menyalahkan">Orang tua sempat saling menyalahkan</h2> <p>Sebelum berdamai, orang tua Shireen rupanya sempat saling menyalahkan, Bunda. Hal itu meninggalkan luka bagi Shireen.</p> <p>"Dan yang paling bikin saya sedih adalah ketika memandang kedua orang tua yang saya sayangin saling salah-salahan dulu. Karena kan emosi pasti. Tapi mungkin lagi proses perceraian," ujar Bunda tiga anak ini.</p> <p>Salah satu yang menyembuhkan luka Shireen saat itu adalah keputusan kedua orang tuanya untuk berdamai. Setelah keduanya berdamai, mereka meminta maaf kepada anak-anaknya.</p> <p>"Aku bisa atas izin Allah sembuh lantaran mereka baikan, dan orang tua saya minta maaf," katanya.</p> <p>Dalam video ini, Shireen juga sempat menyampaikan pendapatnya tentang anak yang menjadi korban perceraian orang tua. Menurut istri Teuku Wisnu ini, orang tua sebaiknya memikirkan anak saat memutuskan cerai. Pasalnya, anak bisa membawa luka perceraian orang tuanya sampai dewasa.</p> <p>"Jangan lupa pikirin hari anak lantaran lukanya sampai dewasa," ungkap Shireen.</p> <h2 id="menyembuhkan-luka-anak-korban-perceraian">Menyembuhkan luka anak korban perceraian</h2> <p>Memikirkan emosi anak memang sangat krusial ketika orang tua memutuskan bercerai. Menurut sosiolog dan pengajar di UC Berkeley's Greater Good Science Center, Christine Carter, kehadiran orang tua, termasuk family dekat sangat krusial untuk anak korban perceraian.</p> <p>"Kehadiran teman-teman alias kerabat orang tua sangat krusial untuk anak," kata Carter, dilansir dari <em>Psychology Today.</em></p> <p>Setelah bercerai, mantan pasangan suami istri sebaiknya tetap menjaga komunikasi dengan saling berbincang satu sama lain. Cobalah pecahkan masalah berbareng jika ada salah mengerti dan sesuatu yang berangkaian dengan anak.</p> <p>"Kedua orang tua kudu tetap konsentrasi pada tujuan bersama, ialah selalu anak untuk anak mereka," ujar Carter.</p> <p>Bila sudah berbaikan dengan keadaan, mantan pasangan suami istri juga bisa berteman. Psikolog Seth Meyers, Psy.D, mengatakan bahwa menjalin pertemanan setelah berpisah dapat menyembuhkan luka masa lalu, terutama agar kedua belah pihak bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi.</p> <p>"Hubungan itu sangat luas. Jangan lantaran perceraian, kita tidak bisa melanjutkan hidup dan menganggap mantan sebagai orang asing," ungkap Meyers.</p> <p>Bagi Bunda yang mau <em>sharing</em> soal <em>parenting</em> dan bisa dapat banyak <em>giveaway</em>, yuk <em>join</em> organisasi <b>Kincai Media</b> Squad. Daftar klik di<a href="https://www.haibunda.com/outboundlinks?url=https%3A%2F%2Fdocs.google.com%2Fforms%2Fd%2Fe%2F1FAIpQLSc-okWTDzj2ZWIh3BNIRis8OTfk0O6_rvQzSmvXHNX3uyE3PA%2Fviewform%3Fpli%3D1" target="_blank" rel="nofollow"> SINI.</a> Gratis!</p> <p><strong>(ank/fir)</strong> </p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/curahan-hati-shireen-sungkar-kenang-orang-tua-cerai-bahagia-saat-bisa-saling-memaafkan-166837.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 10:00:25 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</author> </item> <item> <title>60 Pantun Kemerdekaan 17 Agustus Lengkap, Mulai 2 Bait, 4 Bait, Hingga Yang Lucu</title> <description>60 Pantun Kemerdekaan 17 Agustus Lengkap, Mulai 2 Bait, 4 Bait, Hingga Yang Lucu. Jelang seremoni kemerdekaan Indonesia, Bunda dapat menyiapkan pantun kemerdekaan untuk memeriahkan acara. Berikut kumpulan pantun kemerdekaan.</description> <media:thumbnail url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/12/pantun-kemerdekaan-1786534422236_169.jpeg?w=650"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/60-pantun-kemerdekaan-17-agustus-lengkap-mulai-2-bait-4-bait-hingga-yang-lucu-166834.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div> <p>Pantun seringkali digunakan sebagai pemeriah beragam kegiatan seperti pernikahan adat, pembukaan acara, maupun kegiatan kemerdekaan 17 Agustus.</p> <p>Jelang seremoni 17 Agustus, pantun kemerdekaan seringkali dicari sebagai upaya untuk mencairkan suasana alias memecah keheningan. Bukan sekadar itu, pantun juga dapat menjadi langkah untuk membikin kegiatan kemerdekaan semakin menarik.</p> <p>Apabila Bunda mencari beragam pantun Kemerdekaan mulai dari pantun kemerdekaan lucu, pantun perjuangan, maupun pantun yang sarat bakal nasehat, yuk simak kumpulan pantun kemerdekaan berikut.</p> <div> <p> </p> <p> </p> </div><br> <h2 id="20-pantun-kemerdekaan-indonesia-17-agustus-hut-ri-81">20 Pantun kemerdekaan Indonesia 17 Agustus HUT RI 81</h2> <p>Berikut ini 20 pantun tentang kemerdekaan negara Indonesia, juga pantun sejarah Indonesia. Pantun-pantun ini bisa Bunda jadikan inspirasi untuk beragam kegiatan kemerdekaan nanti.</p> <p>1. Anak panda tumbuh sehat</p> <p>Berkat makan bambu melimpah</p> <p>17 Agustus sudah dekat</p> <p>Ayo rayakan dengan meriah</p> <p>2. Pergi ke Subang naik kereta</p> <p>Pulangnya mampir ke rumah kawan</p> <p>Negara sudah merdeka</p> <p>Mari ingat jasa pahlawan</p> <p>3. Bersama kawan jalan-jalan</p> <p>Keliling berbareng rimba rimba</p> <p>Banyak langkah rayakan kemerdekaan</p> <p>Kita sambut suka cita</p> <p>4. Duduk bersimpuh berjumpa ratu</p> <p>Datang disambut dengan jamu</p> <p>Dirgahayu negaraku</p> <p>Semoga makin makmur dan maju</p> <p>5. Bertemu om meminta saran</p> <p>Pulangnya diantar oleh tuan</p> <p>Selamat merayakan kemerdekaan</p> <p>Tetap jaga persatuan</p> <p>6. Sarapan teh dan nasi merah</p> <p>Ditaruh di piring dan nampan</p> <p>Jangan lelah, pantang menyerah</p> <p>Semangat menghadapi masa depan</p> <p>7. Pergi ke kota menonton drama</p> <p>Terlambat datang, pulang kelamaan</p> <p>Walau proklamasi sudah lama</p> <p>Kebanggaan tetap tak lekang zaman</p> <p>8. Cincin baru di tangan kanan</p> <p>Berlian mahal tidak tersentuh</p> <p>Mari eratkan persatuan</p> <p>Agar negara kita tetap utuh</p> <p>9. Tidak jumpa membikin rindu</p> <p>Merangkai jumpa di taman angsa</p> <p>Dirgahayu negeriku</p> <p>Aku bangga jadi anak bangsa</p> <p>10. Rumah Bagus penuh laksa</p> <p>Puas dimakan teman-teman</p> <p>Suasana Agustus sudah terasa</p> <p>Mari antusias merayakan</p> <p>11. Berkelana&nbsp; berjumpa kolam susu</p> <p>Mampir sejenak ambil segelas</p> <p>Jangan tertipu berita palsu</p> <p>Kita jaga persatuan negara</p> <p>12. Membeli pakaian panjang berenda</p> <p>Dihias penuh oleh pita</p> <p>Walaupun berbeda-beda</p> <p>Kita tetap satu, Indonesia</p> <p>13. Membaca naskah berbareng Gentra</p> <p>Dipuji bagus oleh sutradara</p> <p>Negara kondusif sejahtera</p> <p>Doa kemerdekaan selalu mengudara</p> <p>14. Pelan-pelan memegang belati</p> <p>Jangan sampai terkena kaki</p> <p>Rasa cinta negeri tak mati</p> <p>Selalu ada dalam hati</p> <p>15. Bepergian bawa banyak benda</p> <p>Agar di jalan tidak susah</p> <p>Bangkitlah wahai pemuda</p> <p>Kita harumkan nama bangsa</p> <p>16. Keliling rimba membawa ceri</p> <p>Sekalian memetik buah beri</p> <p>Generasi bangsa sangat dinanti</p> <p>Bawa penemuan bagi negeri</p> <p>17. Berlayar ke tengah laut berjumpa paus</p> <p>Berlabuh di pemukiman warga</p> <p>Tuntutlah pengetahuan dengan serius</p> <p>Agar jadi kebanggaan negara</p> <p>18. Jajan roti bakar selai srikaya</p> <p>Menunggu matang sembari makan</p> <p>Semoga Indonesia tetap berjaya</p> <p>Meskipun banyak tantangan zaman</p> <p>19. Berburu foto dengan lensa</p> <p>Melihat anak mini main bersepeda</p> <p>Sekali merdeka tetap merdeka!</p> <p>Dirgahayu Republik Indonesia tercinta</p> <p>20. Pulang sekolah memetik mangga</p> <p>Ambilnya di laman rumah Tita</p> <p>Kibarkan bendera dengan bangga</p> <p>Agustus jadi bulan seremoni kita</p> <h2 id="20-pantun-kemerdekaan-17-agustus-yang-lucu-dan-jenaka-terdiri-dari-2-4-bait">20 Pantun Kemerdekaan 17 Agustus yang Lucu dan Jenaka terdiri dari 2-4 bait</h2> <p>Selain pantun kemerdekaan yang penuh makna dan nasihat, Bunda juga bisa jadikan pantun kemerdekaan 2 bait ataupun pantun kemerdekaan 4 bait ini sebagai inspirasi. Tidak hanya bermakna, tetapi pantun kemerdekaan ini kocak dan jenaka.</p> <p>1. Berkunjung ke museum penuh legenda</p> <p>Banyak lukisan beragam tema</p> <p>Semoga 17 Agustus ini berbeda</p> <p>Warga merayakan merdeka, Anda terlupa</p> <p>2. Berkunjung ke rumah dia bawa rombongan</p> <p>Tak lupa bawa serantang rendang</p> <p>Kita kenang kemerdekaan</p> <p>Seperti mengenang orang tersayang</p> <p>3. Ada kiriman kembang di depan halaman</p> <p>Tak tahu siapa pengirimnya</p> <p>Tarik tambang mudah ditaklukkan</p> <p>Tidak seperti hati dia</p> <p>4. Pertama kali ke Kampung Rambutan</p> <p>Bertanya alamat ke penjual dandang</p> <p>Ini dia bulan kemerdekaan</p> <p>Saatnya sambut penuh kesenangan</p> <p>5. Sakit badan diberi ramuan</p> <p>Esoknya badan segar ceria</p> <p>Ayo semangat ikut perlombaan</p> <p>Kita menangkan semua hadiah</p> <p>6. Berkunjung ke pasar tiap pekan</p> <p>Kenal penjual diberi ikan</p> <p>Daripada ingat mantan</p> <p>Lebih baik ingat jasa pahlawan</p> <p>7. Ada pangeran naik tahta</p> <p>Dirayakan di istana gegap gempita</p> <p>Hari kemerdekaan di depan mata</p> <p>Ayo ikut semua lomba</p> <p>8. Melihat bidadari turun dari khayangan</p> <p>Ternyata hanya hanya ada di angan</p> <p>Mari jaga persatuan</p> <p>Seperti jaga emosi si kesayangan</p> <p>9. Si Ateng alergi santan</p> <p>Minta makan sate madura</p> <p>Jelang seremoni kemerdekaan</p> <p>Mari gotong royong cat gapura</p> <p>10. Sore hari menonton pacuan kuda</p> <p>Hati-hati dihampiri kuda galak</p> <p>Hai anak-anak muda</p> <p>Sudah siap ikut lomba apa?</p> <p>11. Bimo terkejut ada rumah nanas</p> <p>Diberi tahu oleh seorang kawan</p> <p>Ayo semua jangan malas</p> <p>Kita hebohkan semua perlombaan</p> <p>12. Jamuan dari Bu Ida sungguh lezat</p> <p>Ingin tambah malu pada semua</p> <p>Bulan Agustus sudah mendekat</p> <p>Mari bersiap jadi panitia</p> <p>13. Jalan jauh tersandung batu</p> <p>Selamat HUT RI ke-77 sahabatku</p> <p>14. Ditinggal kereta jadi menginap</p> <p>Panitia agustusan kudu siap</p> <p>15. Malam sendiri keliling taman</p> <p>Jadilah berani seperti pahlawan</p> <p>16. Memasak kue basah ada caranya</p> <p>Semoga kita merdeka segala-galanya</p> <p>17. Pergi ke sungai bawa baskom</p> <p>Udah siap lomba belom?</p> <p>18. Ke rumah Yosan membawa pinang</p> <p>Agustusan ini kudu riang</p> <p>19. Ruangan Hana banyak bungkusan</p> <p>Mari menangkan bingkisan agustusan</p> <p>20. Diam mematung bukan lantaran kutukan</p> <p>Semangat mempertahankan kemerdekaan</p> <h2 id="20-pantun-tentang-nasionalisme-dengan-tema-cinta-tanah-air-hingga-indonesia-maju">20 Pantun tentang nasionalisme dengan tema cinta Tanah Air hingga Indonesia maju</h2> <p>Ini dia, Bunda, pantun kemerdekaan yang bisa dikenalkan ke anak SD. Dalam kumpulan pantun tentang negara Indonesia ini, tersirat makna pantun nasihat dan makna pantun perjuangan.</p> <p>1. Apel pagi berbareng komandan</p> <p>Semua pasukan kumpul bersatu</p> <p>Ayo meriahkan segala perlombaan</p> <p>Agar kemerdekaan ramai selalu</p> <p>2. Menabung duit demi vespa</p> <p>Keliling kota senang-senang</p> <p>Indonesia sudah merdeka</p> <p>Kita rayakan dengan riang</p> <p>3. Renovasi genting membawa tangga</p> <p>Lupa bawa kawan, butuh bantuan</p> <p>Warisan kemerdekaan sangat berharga</p> <p>Jangan kita sia-siakan</p> <p>4. Akhir pekan tonton pertandingan bola</p> <p>Disuruh ayah pergi mandi</p> <p>Selamat Ulang Tahun Indonesia</p> <p>NKRI tetap nilai mati</p> <p>5. Beli kerak telor di Setu</p> <p>Hanya sisa satu telur puyuh</p> <p>Kita semua kudu bersatu</p> <p>Agar NKRI tetap utuh</p> <p>6. Berteman dengan Agus penuh canda</p> <p>Suasana main selalu ceria</p> <p>Meskipun selisih mengerti sering ada</p> <p>Tapi kita tetap satu Indonesia</p> <p>7. Berpindah rumah ke sebelah barat</p> <p>Bertegur sapa dengan tetangga</p> <p>Nasionalisme dirawat</p> <p>Keutuhan negara terjaga</p> <p>8. Jalan ke padang penuh kaktus</p> <p>Berhati-hati jalan perlahan</p> <p>Bulan kemerdekaan bulan Agustus</p> <p>Mengenang jasa para pahlawan</p> <p>9. Upacara Senin penuh siswa</p> <p>Komando pemimpin diikuti</p> <p>Banggalah jadi anak Indonesia</p> <p>Perjuangan tak mudah telah dilalui</p> <p>10. Mimpi berjoget di atas awan</p> <p>Terbangun siang dikejutkan mama</p> <p>Kita lanjutkan perjuangan pahlawan</p> <p>Dengan segala keahlian yang kita punya</p> <p>11. Tutup pintu dengan sebilah papan</p> <p>Papan ditutup kumpulan kawat</p> <p>Inilah bulan kemerdekaan</p> <p>Jalani hari penuh semangat</p> <p>12. Menyusuri ruangan berbareng teman</p> <p>Ada peralatan unik berbentuk cawan</p> <p>Jangan lupakan jasa pahlawan</p> <p>Mereka berjuang hingga titik darah penghabisan</p> <p>13. Melihat perigi di ujung mata</p> <p>Mampir sejenak mengisi cawan</p> <p>Dirgahayu negeri tercinta</p> <p>Untukmu ku perjuangkan kemerdekaan</p> <p>14. Keluar rumah cuaca gersang</p> <p>Duduk tak bersuara di tengah lapang</p> <p>Bendera kesayangan telah terpasang</p> <p>Tanda kemerdekaan yang lama diperjuangkan</p> <p>15. Turun di toko material membeli paku</p> <p>Beli bahan keperluan reklame</p> <p>Dirgahayu Indonesiaku</p> <p>Kita tanamkan nasionalisme</p> <p>16. Adik berjamu ke master gigi</p> <p>Pulangnya dibeli boneka mini</p> <p>Kesatuan kita junjung tinggi</p> <p>Saling hormati perbedaan diri</p> <p>17. Merantau ke kota demi cita-cita</p> <p>Balik ke rumah bawa buah tangan</p> <p>Mari bersama-sama heningkan cipta</p> <p>Hormati jasa para pahlawan</p> <p>18. Beli sayur mayur penuh lobak</p> <p>Diberi banyak sayur campuran</p> <p>Seluruh rakyat kudu kompak</p> <p>Soal kemerdekaan dan kesatuan</p> <p>19. Main ke alam penuh batuan</p> <p>Berjalan ke kebun penuh bunga</p> <p>Inilah bulan kemerdekaan</p> <p>Kita rayakan penuh suka cita</p> <p>20. Menyusuri lembah penuh tumbuhan langka</p> <p>Bawa ke kota penuh bangga</p> <p>Kumandangkan lagu Indonesia Raya</p> <p>Kita bela negara dengan jiwa raga</p> <p>Itu dia, Bunda, kumpulan pantun kemerdekaan yang beragam, mulai dari pantun sejarah Indonesia hingga pantun kemerdekaan lucu. Pantun-pantun ini bisa Bunda gunakan untuk memeriahkan kegiatan 17 Agustus nanti.</p> <p>Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi <b>Kincai Media</b> Squad. Daftar klik di <a href="https://www.haibunda.com/outboundlinks?url=https%3A%2F%2Fdocs.google.com%2Fforms%2Fd%2Fe%2F1FAIpQLSc-okWTDzj2ZWIh3BNIRis8OTfk0O6_rvQzSmvXHNX3uyE3PA%2Fviewform%3Fpli%3D1" target="_blank" rel="nofollow">SINI</a>. Gratis!</p> <p><strong>(rap/rap)</strong> </p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/60-pantun-kemerdekaan-17-agustus-lengkap-mulai-2-bait-4-bait-hingga-yang-lucu-166834.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 09:30:19 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</author> </item> <item> <title>54 Persen Bunda Kaget Menyusui Ternyata Lebih Sulit Dari Yang Dibayangkan, Simak Faktanya</title> <description>54 Persen Bunda Kaget Menyusui Ternyata Lebih Sulit Dari Yang Dibayangkan, Simak Faktanya. 54 persen ibu mengaku kesulitan menyusui lebih berat dari perkiraan. Simak fakta, tantangan, dan 20 perihal yang sebaiknya diketahui sebelum menyusui.</description> <media:thumbnail url="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/27/stres-ibu-menyusui-1785147521991_169.jpeg?w=650"/> <category>Technology</category> <category>Finance</category> <category>Business</category> <category>Entertainment</category> <category>Health</category> <link>https://portal.kincaimedia.net/54-persen-bunda-kaget-menyusui-ternyata-lebih-sulit-dari-yang-dibayangkan-simak-faktanya-166831.html</link> <content:encoded><![CDATA[<div> <p> </p><p data-start="97" data-end="437">Menyusui sering dianggap sebagai proses yang bakal melangkah secara alami setelah bayi lahir. Namun, kenyataannya tidak sedikit ibu yang menghadapi kesulitan menyusui sejak hari-hari pertama. Tantangan tersebut bisa berupa rasa nyeri, kelelahan, hingga kekhawatiran apakah ASI yang diberikan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil.</p> <p data-start="439" data-end="793">Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa banyak ibu merasa pengalaman menyusui jauh lebih menantang dibandingkan ekspektasi mereka. Meski demikian, proses ini juga menghadirkan momen berbobot yang mempererat ikatan antara ibu dan bayi.</p> <p data-start="439" data-end="793">Lantas, apa saja kebenaran di kembali pengalaman menyusui yang dialami para ibu? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini, Bunda.</p> <div> <p> </p> <p> </p> </div><br> <h2 id="penelitian-tentang-kesulitan-ibu-menyusui">Penelitian tentang kesulitan ibu menyusui&nbsp;</h2> <p data-start="857" data-end="1174">Mengutip laman <em>The Sun</em>, survei terhadap 1.000 ibu di Inggris yang pernah menyusui dalam tiga tahun terakhir menemukan bahwa 54 persen responden mengaku menyusui lebih susah daripada yang mereka bayangkan.</p> <p data-start="857" data-end="1174">Selain itu, sebanyak 24 persen merasa belum betul-betul siap menghadapi realita saat mulai menyusui.</p> <p data-start="1176" data-end="1521">Sebuah penelitian<em>&nbsp;</em>juga mengungkap bahwa hanya 2 persen ibu yang awalnya memperkirakan bakal berakhir menyusui dalam satu bulan pertama.</p> <p data-start="1176" data-end="1521">Namun, nomor ibu yang betul-betul menghentikan pemberian ASI pada periode tersebut rupanya lebih dari dua kali lipat.</p> <p data-start="1523" data-end="1716">Hasil survei menunjukkan pengalaman setiap ibu sangat beragam. Sebanyak 35 persen ibu menyusui lebih lama dari rencana awal, sedangkan 24 persen kudu berakhir lebih sigap dari yang diharapkan.</p> <p data-start="1718" data-end="1993">Tantangan lainnya juga cukup besar. Sekitar 18 persen responden merasa proses menyusui berakibat negatif pada kesehatan mental mereka. Sementara itu, 45 persen mengaku tidak nyaman menyusui di tempat umum lantaran kurangnya privasi, rasa malu, hingga perhatian dari orang lain.</p> <p data-start="1995" data-end="2260">Meski penuh tantangan, menyusui tetap memberikan banyak pengalaman positif. Sebanyak 44 persen ibu mengatakan kegiatan tersebut membikin hubungan dengan buah hati semakin erat, sedangkan 22 persen merasa lebih percaya diri setelah sukses melewati proses menyusui.</p> <p data-start="2262" data-end="2459">Sophie Martin, penulis<em> The Infertile Midwife</em> sekaligus perawat utama di sebuah klinik antenatal, mengatakan banyak ibu berambisi mengetahui lebih banyak tentang realitas menyusui sebelum melahirkan.</p> <p data-start="2461" data-end="2846">Menurut Martin, banyak orang mengira menyusui bakal terjadi secara alami. Padahal, proses tersebut dapat menjadi tantangan secara fisik, emosional, maupun mental. Di sisi lain, menyusui juga bisa menghadirkan rasa kedekatan dan kepercayaan diri yang luar biasa.</p> <p data-start="2461" data-end="2846">Karena itu, dia menekankan pentingnya edukasi dan persiapan agar orang tua siap menghadapi beragam kondisi selama menyusui.</p> <h2 id="20-hal-yang-perlu-ibu-ketahui-sebelum-menyusui">20 Hal yang perlu ibu ketahui sebelum menyusui</h2> <p data-start="2911" data-end="3063">Berdasarkan laporan <em>Momcozy</em>, berikut 20 perihal yang paling sering diharapkan para ibu sudah mereka ketahui sebelum mulai menyusui:</p> <ol> <li>Menyusui bisa sangat melelahkan.</li> <li>Sulit mengetahui apakah bayi sudah mendapat ASI yang cukup.</li> <li>Menyusui dengan puting lecet alias nyeri terasa sangat tidak nyaman.</li> <li>Proses menyusui dapat menimbulkan rasa sakit.</li> <li>Menyusui dapat memicu beragam emosi.</li> <li>Ibu sering memberikan tekanan besar pada diri sendiri.</li> <li>Bayi bisa meminta menyusu sangat sering.</li> <li>Satu sesi menyusui dapat berjalan cukup lama.</li> <li>Posisi pelekatan (<em>latch</em>) yang tepat sangat penting.</li> <li>Bentuk tetek dan puting dapat mengalami perubahan.</li> <li>Menyusui membikin ibu lebih mudah merasa lapar.</li> <li>Menyusui di tempat umum tidak selalu mudah.</li> <li>Ibu juga lebih mudah merasa haus saat menyusui.</li> <li>Kebocoran ASI bisa terjadi lebih sering dari perkiraan.</li> <li>Sebagian ibu merasa kesenyapan selama masa menyusui.</li> <li>Cluster feeding dapat terjadi cukup sering.</li> <li>Lonjakan pertumbuhan bayi dapat mengubah pola menyusu.</li> <li>Kondisi tongue tie dapat memengaruhi proses menyusui.</li> <li>Menyusui juga memberikan pengalaman yang sangat bermakna.</li> <li>Kondisi ibu alias bayi yang sedang sakit dapat memengaruhi proses menyusui.</li> </ol> <p data-start="4171" data-end="4431" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Meski tidak selalu mudah, setiap perjalanan menyusui mempunyai tantangan dan cerita yang berbeda. Dukungan keluarga, edukasi yang memadai, serta akses terhadap tenaga kesehatan dapat membantu Bunda menjalani proses menyusui dengan lebih percaya diri dan nyaman.&nbsp;</p> <p>Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi <b>Kincai Media</b> Squad. Daftar klik di&nbsp;<strong><a href="https://www.haibunda.com/outboundlinks?url=https%3A%2F%2Fdocs.google.com%2Fforms%2Fd%2Fe%2F1FAIpQLSc-okWTDzj2ZWIh3BNIRis8OTfk0O6_rvQzSmvXHNX3uyE3PA%2Fviewform%3Fpli%3D1" target="_blank" rel="nofollow">SINI.</a></strong> Gratis!</p> <p><strong>(pri/pri)</strong> </p></div> ]]></content:encoded> <guid isPermaLink="true">https://portal.kincaimedia.net/54-persen-bunda-kaget-menyusui-ternyata-lebih-sulit-dari-yang-dibayangkan-simak-faktanya-166831.html</guid> <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 09:00:21 +0700</pubDate> <author>support@kincaimedia.net (Adi Gunawan)</author> </item> </channel> </rss>