Saat Maksiat Hati Menghapus Pahala Manusia

Oct 24, 2025 10:02 AM - 5 bulan yang lalu 177605

Amalan terhindari dari perbuatan maksiat. Ilustrasi

Kincai Media , Tidak semua dosa tampak di mata manusia. Dalam kitab Syarah Sullamut Taufiq, Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni mengingatkan, hati pun bisa melakukan maksiat. Dari ria, ujub, hasud, hingga jelek sangka semuanya bisa menghapus pahala dan menjauhkan manusia dari rahmat Allah tanpa disadari.

Di antara maksiat hati adalah ria dengan kebaikan kebaikan, ialah beramal kebaikan agar mendapat pujian manusia. Ria dapat meleburkan pahala, seperti dosa ujub lantaran merasa alim kepada Allah ialah merasa alias menyatakan bahwa ibadah yang dilakukannya adalah hasil usahanya sendiri tanpa support dari Allah, padahal semua ibadah yang dapat dilakukannya itu atas pertolongan dan hidayah Allah.

Termasuk maksiat hati jika meragukan adanya Allah, kesempurnaan-Nya dan sifat-sifat yang wajib bagi-Nya, merasa kondusif dari murka Allah SWT padahal dosanya melimpah dan kebaikan ibadahnya tidak sempurna alias malas.

Hal tersebut juga termasuk maksiat hati jika putus asa dari rahmat Allah, padahal Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah menyanggupi mengampuni seluruh dosa orang yang bertobat selain dosa musyrik, selain jika meninggalkan kemusyrikannya.

Takabur alias sombong terhadap hamba-hamba Allah adalah maksiat hati. Yaitu menolak perkara yang kewenangan alias benar. Dia menghina manusia lain dan memandang dirinya lebih baik alias lebih unggul daripada kebanyakan makhluk Allah, padahal siapa tahu pada hakikatnya orang lain lebih baik daripadanya, siapa tahu dengan mendadak Allah menghilangkan keluhuran derajat alias pangkat seseorang dan mengangkat orang lain yang dianggapnya buruk alias rendah. 

Jadi menganggap diri sendiri lebih baik dari manusia lain adalah maksiat hati. Maka pada hakikatnya orang yang paling tolol di bumi ini adalah orang yang takabur dan orang yang musyrik.

Selengkapnya