Salafi Mengharamkan Musik? Ini Fakta Ulama Dan Musik Yang Harus Diketahui

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Ilustrasi bermain musik.

KINCAIMEDIA, JAKARTA — Kaum salafi memandang musik sebagai sesuatu nan tidak boleh. Mereka menggunakan beragam dalil nan dipahami secara normatif teologis doktriner, sehingga memunculkan konklusi nan ‘kaku’, sehingga dianggap berseberangan dengan kultur keislaman banyak orang.

Musik dianggap dapat merusak kekhusyuan sholat. Kemudian musik juga dianggap sebagai wasilah menuju kemaksiatan. Namun apakah musik selalu identik dengan keburukan sehingga kudu diharamkan?

Ada beberapa kebenaran menarik mengenai ustadz dan musik dalam dinamika dakwah.

Pertama, cerdas pandai Muslim MM Sharif menuliskan sebuah kisah menarik. Suatu ketika ada seseorang di area wilayah Daulah Abbasiyah pada masa kejayaan Islam, tidak mau makan. Juga terlihat lesu dan tidak bertenaga. Tatapannya kosong dan penampilannya tidak rapi. 

Kemudian orang tersebut dibawa ke seorang berilmu nan dikenal juga sebagai tabib di masa tersebut, ialah Abu Ya’qub al-Kindi. Si berilmu tersebut memperhatikan seluruh penampilan, wajah, dan beberapa personil badan orang sakit tersebut. 

Al-Kindi kemudian memainkan sebuah perangkat musik nan menghasilkan nada-nada bagus didengar. Tiba-tiba orang ‘sakit’ tersebut menggerakkan badannya, tersenyum, dan kemudian mau berbicara. Sejak itu orang tersebut akhirnya mau makan dan antusias lagi menjalani hidup. Sembuhlah dia berkah musik nan dimainkan Abu Ya’qub Al-Kindi.

Kisah ini tertulis dalam sebuah karya ilmiah nan sangat serius, disusun oleh para mahir sejarah dan peradaban Islam dari beragam kampus di dunia.

Kedua...Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam