Sebaiknya Jangan Tidur Sebelum Sholat Isya Terlebih Dahulu, Ini Alasannya 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,  JAKARTA – Beranjak tidur sebelum shalat isya hukumnya makruh. Tidur sebelum sholat Isya merupakan perbuatan nan tidak disukai Nabi Muhammad ﷺ. 

Seperti dikutip dari kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi shallallahu alaihi wasallam, dalilnya adalah hadits nan diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu anhu.

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى قَالَ: حَدَّثَنَا عَوۡفٌ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الۡمِنۡهَالِ قَالَ: انۡطَلَقۡتُ مَعَ أَبِي إِلَى أَبِي بَرۡزَةَ الۡأَسۡلَمِيِّ، فَقَالَ لَهُ أَبِي: حَدِّثۡنَا كَيۡفَ كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُصَلِّي الۡمَكۡتُوبَةَ؟ قَالَ: كَانَ يُصَلِّي الۡهَجِيرَ، وَهِيَ الَّتِي تَدۡعُونَهَا الۡأُولَى، حِينَ تَدۡحَضُ الشَّمۡسُ، وَيُصَلِّي الۡعَصۡرَ، ثُمَّ يَرۡجِعُ أَحَدُنَا إِلَى أَهۡلِهِ فِي أَقۡصَى الۡمَدِينَةِ، وَالشَّمۡسُ حَيَّةٌ، وَنَسِيتُ مَا قَالَ فِي الۡمَغۡرِبِ، قَالَ: وَكَانَ يَسۡتَحِبُّ أَنۡ يُؤَخِّرَ الۡعِشَاءَ، قَالَ: وَكَانَ يَكۡرَهُ النَّوۡمَ قَبۡلَهَا، وَالۡحَدِيثَ بَعۡدَهَا، وَكَانَ يَنۡفَتِلُ مِنۡ صَلَاةِ الۡغَدَاةِ، حِينَ يَعۡرِفُ أَحَدُنَا جَلِيسَهُ، وَيَقۡرَأُ مِنَ السِّتِّينَ إِلَى الۡمِائَةِ

Musaddad telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Yahya menceritakan kepada kami. Beliau berkata: ‘Auf menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Abu Al-Minhal menceritakan kepada kami. Beliau berkata:

Aku pergi berbareng ayahku menemui Abu Barzah Al-Aslami. Ayahku berbicara kepadanya, “Ceritakan kepada kami gimana Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dahulu sholat wajib?”

Beliau menjawab, “Dahulu beliau sholat Zuhur, nan kalian namakan salat pertama, ketika mentari mulai turun. Beliau salat Asar kemudian salah satu dari kami kembali ke keluarganya di pinggir kota dalam keadaan mentari tetap putih bersih.”

Abu Al-Minhal berkata: Aku lupa apa nan Abu Barzah katakan tentang sholat Magrib. Abu Barzah berkata, “Dahulu Rasulullah menyukai untuk mengakhirkan sholat Isya.”

Abu Barzah berkata, “Beliau membenci tidur sebelum salat Isya dan berbincang-bincang setelahnya. Beliau selesai dari salat Subuh ketika salah seorang dari kami mengenali kawan duduknya dan beliau membaca surah sebanyak enam puluh sampai seratus ayat.” (HR Bukhari no 599, dan Muslim no 647) 

Adapun argumen dimakruhkannya tidur setelah maghrib (atau sebelum isya) adalah, lantaran bisa jadi orang tersebut bakal terus terlelap hingga terlewatkan kewajibannya untuk shalat isya. 

Di samping itu, dimakruhkan untuk berbincang alias bersenda gurauan dan duduk-duduk setelah shalat isya.  

Dalilnya adalah hadits nan diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslami Radhiyallahu Anhu nan disebutkan sebelumnya. Pada hadits itu disebutkan, “Beliau tidak suka tidur sebelumnya dan tidak pula berbincang setelahnya.” 

Diisyaratkan Alquran, Para Ilmuan Ungkap Keajaiban Padang Pasir Terkini Ada di Maroko

http://republika.co.id/berita//s9usvz320/diisyaratkan-alquran-para-ilmuan-ungkap-keajaiban-padang-pasir-terkini-ada-di-maroko

Akan tetapi, jika pembicaraannya untuk suatu keperluan nan mendesak, maka tidak ada kemakruhan di dalamnya. 

Alasan pemakruhannya wallahu a'lam: Jika sholat isya diakhirkan, maka tidurnya pun agak sudah larut, hingga dikhawatirkan dia bakal terlewatkan waktu sholat shubuh, alias keistimewaan untuk sholat di awal waktunya, alias terlewatkan sholat tahajud bagi mereka nan biasa melakukannya. 

sumber : Dokumentasi Republika

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Kincaimedia, Klik di Sini

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam