Sejarah Bulan Syawal

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Bulan Syawal merupakan bulan ke-10 pada almanak Islam dan diawali dengan seremoni hari raya Idul Fitri yang telah dinantikan oleh seluruh umat muslim setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Pada bulan Syawal dapat mempunyai keistimewaan di dalamnya dan sebagai waktu nan baik untuk menikah.

Bulan Syawal juga dapat disebut dengan bulan kemenangan dan kembali menjadi pribadi nan baik dan mendekat kepada Allah SWT. Terdapat keistimewaan pada bulan tersebut dan ibadah sunnah nan dapat dilakukan oleh umat muslim pada bulan tersebut.

Dalam kitab nan berjudul Melejit Bersama Syawal, dijelaskan bahwa pada masa jahiliyah, bulan Syawal merupakan bualn nan dianggap tidak baik apalagi dapat membawa apes sehingga masyarakat Mekkah pada saat itu tidak melaksanakan pernikahan pada waktu tersebut.

Mitos tersebut muncul diakibatkan pernah terjadi pandemi nan menyakitkan dan menyebar ke seluruh wilayah Mekah. Kemudian, Nabi Muhammad SAW pada kala itu dapat membantah mitos tersebut dengan langkah menikahi putri sahabatnya, Abu Bakar nan berjulukan Siti Aisyah nan tetap berumur sangat belia pada bulan Syawal.

Pada bulan nan sama, ialah bulan Syawal, putri Nabi Muhammad SAW, Siti Fatimah juga menikah dengan Ali bin Abi Thalib nan bertepatan dengan tanggal 29 Syawal. Dengan adanya perihal tersebut seluruh umat muslim tidak lagi mempercayai mitos nan ada lantaran Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa bulan Syawal merupakan bulan nan baik untuk melaksankan ibadah – ibadah sunnah nan diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, bulan Syawal juga merupakan bulan pembuktian bagi umat muslim kepada Allah SWT untuk tetap mempertahankan ibadah – ibadah nan dilakukan selama bulan suci Ramadhan. Hal tersebut dapat menjadi bukti keberhasilan seseorang untuk beristiqomah dan konsisten dalam menajalankan seluruh ibadahnya dengan tidak meninggalkannya. 

Oleh lantaran itu, seluruh umat muslim dianjurkan untuk melanjutkan ibadah – ibadah nan telah dilakukan pada bulan Ramadhan seperti shalat malam, tahajud, berdzikir, hingga bersedekah. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam