Sejarah Korupsi Yang Diabadikan Dalam Sejumlah Kitab Suci

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Korupsi bukan baru ada di era modern. Fakta sejarah mengungkapkan korupsi merupakan racun nan merusak peradaban manusia hingga diabadikan di sejumlah kitab suci.

Sejarah korupsi boleh dikatakan telah menemani peradaban demi peradaban nan dibangun umat manusia. Sebelum Islam hadir, jejak korupsi pun telah banyak ditemukan pada bangsa-bangsa terdahulu.

Korupsi merupakan kejadian kebudayaan nan sudah sangat tua. Dalam kitab Fikih Antikorupsi Perspektif Ulama Muhammadiyah nan disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dijelaskan, di antara catatan sejarah korupsi yang tertua terdapat dalam Bible. Bentuk korupsi beberapa kali disebutkan dalam Bible adalah kata penyuapan (bribe).

Adapun kitab Eksodus (Keluaran) dari Perjanjian Lama memperingatkan agar menghindari sejumlah perbuatan terlarang. Di antaranya menerima suap, karena duit suap membutakan para pejabat dan menyesatkan tujuan orang nan berada di jalan nan benar.

Adapun dalam kitab Nabi Amos (abad ke-9 SM) dikisahkan mengenai seorang raja nan banget kejam nan menginjak-injak kebenaran. Raja itu meminta upeti nan tidak semestinya, mengusir orang miskin, dan menyantap kekayaan suap. Pada era ini, kaum cendikia tidak berani bersuara lantaran mereka berada di era nan buruk.

Sedangkan dalam masyarakat antik di India dan Yunani kuno, korupsi telah dipraktikkan sejak satu milenium sebelum Masehi. Bentuk korupsi nan juga banyak disebut adalah perkara penyuapan. Dalam norma Manu, misalnya, disebutkan bahwa 'para pejabat nan korup dan menerima suap dari orang-orang desa kudu diusir dari kerajaan dan kekayaan kekayaan mereka disita'.

Begitu pun di masa kerajaan Romawi. Korupsi diyakini mempunyai intensitas dan keragaman nan lebih besar jika dibandingkan dengan korupsi nan terjadi di Yunani. Hal itu disebabkan lantaran Romawi merupakan kerajaan nan besar dan sekitar abad ke-2 SM mengalami banyak perubahan di bagian ekonomi, politik, dan budaya.

Di dalam Alquran, larangan korupsi telah ditegaskan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 188:

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

"Wa lā ta'kulū amwālakum bainakum bil-bāṭili wa tudlū bihā ilal-ḥukkāmi lita'kulū farīqam min amwālin-nāsi bil-iṡmi wa antum ta‘lamūn(a)."

nan artinya, "Janganlah Anda makan kekayaan di antara Anda dengan jalan nan batil dan (janganlah) Anda membawa (urusan) kekayaan itu kepada para pengadil dengan maksud agar Anda dapat menyantap sebagian kekayaan orang lain itu dengan jalan dosa, padahal Anda mengetahui."

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam