Selalu Ingat Allah Dalam Berbagai Keadaan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Takdir merupakan bagian dari kepercayaan umat Islam bahwa Allah adalah pencipta, pengatur, dan pengendali segala sesuatu, termasuk nasib dan perjalanan hidup manusia. Dalam takdir, Allah mengetahui segala sesuatu nan telah terjadi, nan sedang terjadi, dan nan bakal terjadi di masa depan. 

Takdir mencakup keputusan Allah tentang nasib individu, termasuk rezeki, umur, dan keberuntungan seseorang. Begitupun rasa sedih nan sering dialami manusia dalam kesehariannya itu datang dari takdir Allah SWT. 

Setiap manusia dalam perjalanan hidupnya bakal dihadapkan pada beragam takdir nan mungkin susah untuk diterima. Takdir, dengan segala kejutan dan tantangannya, sering menjadi ujian bagi kemanusiaan seseorang. Namun, ada segelintir perseorangan nan kesulitan alias apalagi tidak bisa sama sekali menerima takdir nan telah ditetapkan baginya.

Sebagaimana firman Allah dalam Surat al-Hadid ayat 22:

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَاۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ

Tiada suatu bencanapun nan menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya nan demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS Al-Hadid: 22). 

Dengan demikian, manusia perlu berprasangka baik kepada Allah atas segala takdir nan menghadapi hidupnya. Untuk itu terdapat langkah agar manusia bisa tenang dalam menjalani hidupnya. Salah satunya dengan langkah menggantungkan diri hanya kepada Allah SWT. 

Merujuk pada video ceramah Buya Yahya dalam kanal Youtube Al-Bahjah TV, mengatakan bahwa jika segala sesuatu tidak melibatkan Allah maka seberat apapun nan dihadapi bakal terasa sangat berat dan selalu berprasangka jelek terhadap takdir Allah. 

Contoh, seseorang ditimpa musibah berupa sakit keras, ditambah lagi kondisi ekonomi nan menurun. Jika orang tersebut menggantungkan hatinya kepada Allah, maka dia bakal berpikir musibah dan rasa sakit nan sedang dihadapinya adalah takdir nan baik dari Allah, dan memberikan dia kesempatan untuk rehat dari aktivitas sehari-harinya. 

Bahkan, dia bakal merasa berterima kasih dalam kondisi apapun. Mengingat setiap takdir nan diberikan oleh Allah selalu ada hikmahnya.

Namun sebaliknya, jika seseorang tidak menggantungkan hatinya kenapa Allah maka setiap musibah nan didapatkan bakal terasa berat untuk dia jalani. 

Lihat laman berikutnya >>>

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Kincaimedia, Klik di Sini

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam