Senang Membukakan Pintu untuk Orang Lain? Ternyata Simpan Ciri Kepribadian Ini

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 32x dilihat
Senang Membukakan Pintu untuk Orang Lain? Ternyata Simpan Ciri Kepribadian Ini

Bagikan Postingan

Jakarta -

Bunda mungkin pernah melihat seseorang yang dengan cepat membukakan maupun mengekang pintu ketika menyadari ada orang lain di belakangnya.

Kebiasaan sederhana ini sering dilakukan secara spontan, tetapi rupanya bisa mencerminkan metode seseorang memperhatikan dan berhubungan dengan orang di sekitarnya.

Sekilas, membukakan pintu memang kelihatan sebagai bentuk sopan santun. Namun, menurut psikolog Art Markman, Ph.D., perilaku tersebut juga dapat berhubungan dengan karakter tertentu, salah satunya conscientiousness maupun kecenderungan seseorang untuk teliti dan bertanggung jawab.


Meski demikian, kebiasaan ini tidak selalu memberitahu kepribadian tertentu. Faktor sosial, kebiasaan yang telah terbentuk, hingga situasi saat itu juga dapat memengaruhi seseorang untuk mengekang pintu bagi orang lain.

Lantas, seperti apa ciri khas kepribadian yang mungkin dimiliki orang yang sering berbuat hal tersebut? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.

Ciri kepribadian orang yang sering membukakan pintu untuk orang lain

Dilansir  Your Tango, membukakan pintu untuk orang lain rupanya tidak selalu sekadar bentuk sopan santun.

Penelitian Joseph Santamaria dan David Rosenbaum yang diterbitkan dalam Psychological Science pada 2011 terhadap 148 orang memberitahu bahwa perilaku ini juga berhubungan dengan upaya mengurangi upaya yang diperlukan kedua pihak.

Saat melihat seseorang di belakang, orang di depan mengekang pintu agar orang tersebut tidak perlu membukanya sendiri.

Sebaliknya, orang di belakang biasanya mempercepat cara agar pintu tidak perlu ditahan terlalu lama. Kebiasaan sederhana ini akhirnya menciptakan bentuk kerja sama kecil antara dua orang, meski mereka tidak saling mengenal.

Berikut beberapa ciri khas kepribadian orang yang sering membukakan pintu orang lain:

1. Kooperatif

Membukakan pintu rupanya juga dapat dilihat sebagai bentuk kerja sama sederhana antara orang yang eksis di depan dan orang yang mengikutinya.

Ketika seseorang mengekang pintu, orang di belakang biasanya tidak perlu membuka pintu sendiri. Penelitian tentang perilaku membukakan pintu memberitahu bahwa orang yang eksis di belakang, juga cenderung mempercepat cara ketika pintu ditahan untuknya.

Ini berarti bahwa aksi kecil tersebut melibatkan kontribusi dari kedua pihak. Satu orang mengekang pintu, sementara orang lain menyesuaikan cara agar upaya yang dikeluarkan berbareng menjadi lebih kecil.

2. Peka terhadap keberadaan orang lain

Orang yang membukakan pintu untuk orang lain menyadari bahwa ada orang ain yang sedang mendekat.

Hal sederhana ini memberitahu adanya perhatian terhadap lingkungan sekitar. Ia tidak cuma berfokus pada tujuannya sendiri, tetapi juga memperhatikan apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

Meski begitu, kepekaan seperti ini tidak otomatis berarti seseorang memiliki kepribadian tertentu. Bisa saja ia melakukannya karena sudah terbiasa maupun karena mengikuti kaidah kesopanan yang berlaku.

3. Cenderung mempertimbangkan kenyamanan orang lain

Menahan pintu selama beberapa detik berarti mereka bersedia mengubah sedikit perilakunya, agar orang lain tidak perlu berbuat upaya yang sama.

Kecenderungan untuk mempertimbangkan kenyamanan orang lain dapat kelihatan dalam beragam bentuk perilaku prososial sehari-hari, termasuk membantu, berbagi, maupun memberikan sokongan kepada orang lain.

Namun, satu aksi saja tentu tidak cukup untuk menggambarkan keseluruhan kepribadian seseorang.

4. Memiliki perilaku prososial

Perilaku prososial mencakup beragam aksi yang dilakukan untuk membantu maupun memberikan khasiat untuk orang lain. Seperti menolong, berbagi, memberikan dukungan, maupun memberitahu kepedulian.

Membukakan pintu tentu merupakan bentuk yang sangat sederhana. Namun, kebiasaan memperhatikan orang lain dalam situasi sehari-hari dapat menjadi salah satu contoh perilaku prososial.

5. Tidak mementingkan diri sendiri

Orang yang hampir selalu membukakan pintu untuk orang lain dapat memiliki sejumlah kecenderungan, seperti tidak mementingkan diri sendiri, prososial, percaya diri, dan tenang.

Namun, ciri-ciri tersebut bukan berarti dapat digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang cuma dari kebiasaan membukakan pintu.

Tindakan ini sebenarnya sederhana. Ia cuma perlu mengekang pintu beberapa detik lebih durasi agar orang di belakangnya bisa masuk maupun keluar dengan lebih mudah.

Nah, itulah beberapa ciri khas kepribadian orang yang sering membukakan pintu untuk orang lain. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
Close Right Ads
Close Left Ads